• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis strategi pemasaran produk (hendycraft) UKM pada galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) koperasi UMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM: studi dinas koperasi dan UMKM provinsi NTB

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis strategi pemasaran produk (hendycraft) UKM pada galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) koperasi UMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM: studi dinas koperasi dan UMKM provinsi NTB"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

(Studi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB)

Skripsi

Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram

Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh Khaerul Umam

152.145.185

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

2019

(2)

PENJUALAN PRODUK UKM

( Studi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB )

SKRIPSI

Oleh Khaerul Umam

152.145.185

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

2019

(3)
(4)
(5)
(6)

vii MOTO :

ّثلاو سفْنأاو اوْمأا نم صْقنو عوجْلاو فْوخْلا نم ءْيشب ْم ّنولْبنلو رّشبو تارم

نيرباّصلا )

٥١١ (

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”(Q.S. al-Baqarah (2): 155)1

1Departemen Agama RI, Lajnah Pentashihan mushaf Al-Qur’an, (Bandug : Jabal), h.24

(7)

viii

banyak berkorban dalam mengurus dan membimbing saya sperti sekarang ini, mereka berdua adalah sang pahlawan yang tak pernah gentar membela dan mendukung saya, mereka adalah sang motivator terhebat dalam hidup saya, tanpa mereka saya tidak akan pernah ada. Dan tak lupa saya sampaikan terimkasih kepada semua teman-teman yang telah meberikan saya dukungan dan bantuan moril demi terbentuknya skripsi ini.

(8)

ix Assalamu’alaikumWr. Wb

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga dapat mengenyam pendidikan di pergurun tinggi UIN Mataram dan menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Analisis Strategi Pemasaran Produk (Hendycraft) UKM Pada Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Koperasi-UMKM Dalam Meningkatkan Penjualan Produk UKM (Studi Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi-NTB)” sebagai salah satu syarat akhir untuk mendapat gelar sarjana di UIN Mataram. Salawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah.

Penyelesaian penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam hal ini penulis menyampaikan terimakasih kepada:

1. Ibu Hj, Siti Nurul Khaerani, MM. sebagai pembimbing I dan Ibu Naili Rahmawati,M.Ag, sebagai pembimbing II yang dengan sabar dan ikhlas membimbing penulis sehingga skripsi ini bisa diselesaikan dengan baik.

2. Bapak H. Bahrur Rosyid, MM. selaku Ketua Jurusan S1 Ekonomi Syariah UIN Mataram

(9)

x

5. Bapak Ahmad Muhasim,S.Ag., M.HI, selaku Dosen Wali Kelas E Jurusan Ekonomi Syariah.

6. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Ekonomi Syariah dan serta seluruh civitas Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram

7. Teman-teman seperjuangan, khususnya kelas E angkatan 2018 yang memberikan keceriaan dan dukungan, serta semua pihak yang turut membantu dalam memberikan informasi dan motivasi.

8. Almamaterkutercinta UIN Mataram semoga skripsi ini menjadi awal kesuksesan.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini, masih kurang sempurna.

Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan khusunya bagi penulis. Amiin.

Mataram, 2019

Penulis,

Khaerul Umam

(10)

xii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

HALAMAN PENGESAHAN ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Fokus Penelitian ... 5

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5

D. Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian ... 6

E. Telaah Pustaka ... 7

F. Kerangka Teoritik ... 10

1. Strategi Pemasaran ... 10

2. Proses Perencanaan Pemasaran ... 18

3. Tujuan Pemasaran... 21

4. Teori Pemasaran ... 22

5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran .... 25

(11)

xiii

3. Sumber Dan Jenis Data... 29

4. Lokasi Penelitian ... 32

5. Teknik Pengumpulan Data ... 32

a. Observasi ... 32

b. Wawancara ... 32

c. Dokumentasi ... 33

6. Kehadiran Peneliti ... 34

7. Analisis data ... 34

8. Validasi data ... 35

H. Sistematika Penulisan... 36

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian... 38

B. Struktur Organisasi ... 42

C. Visi Dan Misi... 44

D. Program Kerja PLUT-KUMKM ... 44

E. Strategi Pemasaran Galeri PLUT KUMKM Dalam Memasrkan Produk UKM Provinsi-NTB. ... 46

F. Teori Pemasaran PLUT KUMKM Provinsi-NTB ... 47

(12)

xiv

B. Peran Strategi Pemasaran Plut Kumkm

Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Ukm ... 51 BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN ... 59 B. SARAN ... 61 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(13)

xv

(STUDI DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI NTB) Oleh

Khaerul Umam 152145185

Abstrak

Penelitian ini di latar belakangi oleh pertumbuhan dunia bisnis sekarang ini semakin terus meningkat, sejalan dengan itu keberadaan Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha terpadu) Koperasi UMKM sangat membantu Para pelaku UKM dalam meningkatkan kulitas produk, pemasaran produk dan meningkatkan kulitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif, kreatif dan inovatif demi meningkatkan kesejahteraan para pelaku UKM. Fokus yang dikaji dalam skripsi ini adalah bagaimana strategi pemasaran produk (Hendycraft) UKM pada Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM ?

Jenis dalam peneletian ini, menggunakan metode deskriptif atau penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Terkait data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti yaitu profil lembaga, peran lembaga PLUT KUMK, tentang strategi pemasaran produk (hendycraft) UKM dan peran strategi pemasaran produk (hendycraft)UKM.

Kata Kunci: Strategi Pemasaran Produk(Hendycraft)UKM Dan Peran Strategi Pemasaran Produk (hendycraft) dalam Meningkatkan penjualan Produk UKM di Mataram

(14)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun suatu daerah, tidak terkecuali di indonesia. Pengembangan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) memberikan makna tersendiri pada usaha peningkatan pertumbuhan ekonomi serta dalam usaha menekan angka kemiskinan suatu negara.

Pertumbuhan dan pengembangan UKM sering diartikan salah satu indikator keberhasilan pembangunan, khususnya bagi negara-negara yang memiliki penghasilan perkapita yang rendah.1

Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan taraf hidup rakyat. Populasi UMKM yang mencapai 57 Juta dan tersebar diberbagai sektor usaha, menyerap sekitar 107,66 juta tenaga kerja, memberikan peran UMKM yang cukup signifikan. Hal tersebut ditunjukkan pada kontribusinya pada PDB, yaitu sebesar 59,08 % dari total PDB Nasional. KUMKM di Indonesia saat ini masih dihadapkan pada berbagai kendala dan permasalahan yang memerlukan solusi.2 Hal tersebut, berkaitan dengan sumber daya produktif seperti permodalan, teknologi, pasar, informasi, produksi dan SDM.

1 http//Kertajaya, blogsport.co.id. analisis strategi pemasaran produk KUMKM.2007:1

2Websait. PLUT KUMKM Mataram.

(15)

Guna mengatasi permasalahan tersebut, pendampingan merupakan salah satu program yang efektif untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Melalui proses pendampingan, diharapkan dapat dicetak UMKM yang kreatif, berwawasan luas, profesional dan terampil, siap untuk bersaing di pasar. Produk- produk yang dihasilkan UKM telah berhasil masuk dan bersaing di pasar lokal maupun internasional. 3

Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) dibangun dalam rangka peningkatan kinerja dan daya saing usaha KUMKM serta pengembangan wirausaha baru, dengan berpedoman kepada Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor : 02/PER/M.

KUKM/I/2013, tanggal 29 Januari 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Melalui Tugas Pembantuan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2013.4

Ruang lingkup pedoman pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi fasilitasi pemberian layanan pemenuhan kebutuhan pengembangan usaha KUMKM, melakukan mediasi bagi KUMKM dalam membangun hubugan dengan pemangku kepentingan lainnya, menstimulasi perkembangan usaha KUMKM dan peningktan kualitas KUMKM secara inovatif, kreatif dan produktif. Dengan memberikan 7 (tujuh) Fungsi Layanan, yaitu:5

1. Konsultasi Bisnis

3Websait. PLUT KUMKM Mataram.

4 Dokumentasi PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) KUMKM Mataram.2013.

5 Dokumentasi PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) KUMKM Mataram.2013.

(16)

2. Pendampingan atau Menotoring Bisnis

3. Fasilitasi Promosi dan Pemasaran/Galeri UMKM 4. Fasilitasi Akses Pembiayaan

5. Pendidikan dan Pelatihan Bisnis 6. Networking Bisnis

7. Pustaka Entreupreuner

Sejalan dengan itu, kementerian koperasi dan UKM melakukan program pendampingan melalui PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu)- KUMKM (Koprasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah), yaitu lembaga yang menyediakan jasa non finansial yang menyeluruh dan terintegrasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) dalam membantu meningkatkan kinerja pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terkait dengan produknya, pemasaran, dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM), dalam membantu meningkatkan kewirausahaan bagi UKM, PLUT-KUMKM Mataram mendirikan UKM Galeri sebagai tempat pemasaran produk UKM.6

Teori pemasaran yang digunakan oleh PLUT KUMKM Mataram berkaitan dengan teori yang di kemukakan oleh Kurtz. Menurut Kurtz strategi pemasaran adalah keseluruhan program perusahaan dalam menentukan target pasar dan memuaskan konsumen dengan membangun

6 Dokumentasi PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) KUMKM Mataram.2013

(17)

kombinasi elemen dari marketing mix yaitu produk, distribusi, promosi dan harga.7

Pemasaran merupakan upaya mengatur strategi dan cara agar konsumen mau mengeluarkan uang yang mereka miliki untuk membeli produk atau jasa yang dimiliki sebuah perusahaan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa strategi pemsaran adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu di bidang pemasaran yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan di jalankan untuk tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan.8

Peran strategi pemasaran Galeri PLUT KUMKM Mataram yaitu untuk memberikan pengarahan kegiatan pemasaran terkait dengan perencanaan strategi pemasaran yang sudah disusun dan ditetepkan oleh perusahaan. Strategi tersebut mendukung perusahaan dalam memperoleh laba, meningkatkan volume penjualan dan mempertahankan hidup perusahaan.

Terkait dengan produk UKM yang dipasarkan di Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM seperti:

1. Makanan dan minuman olahan 2. hendycraf

3. kain tenun dan batik

Namun peneliti akan berfokus meneliti pada produk handycraf (kerajinan tangan) yang dibuat oleh pelaku UMKM.

7https://www. Maxmanroe.com/vid/marketing/pengertian strategi pemasaran.html .22:30 wita. 2019.

8Sofjan Assauri, manajemen Pemsaran (Jakarta: Raja Grafindo,2007), h. 168-169

(18)

Hendycraft merupakan sebuah karya seni yang di ciptakan untuk mengolah sebuah benda menjadi sebuah “Cinderamata” yang memiliki unsur seni budaya, hendycraft atau Kriya biasanya diolah dari tanah, kayu, kain, batu dan logam.9 Hendycraft atau Kriya adalah sebuah keterampilan tangan atau kerajinan yang membutuhkan ketelitian untuk setiap detail karya seni yang akan dihasilkan.

Adapun jenis-jenis Hendycraft (kerajinan Tangan) UKM yang dipasarkan di PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM adalah sebagai berikut:10

1. Tas yang dibuat dari bahan kayu rotan 2. Sendal dari bahan kayu

3. Mainan Konci dari bahan kayu dan besi 4. Tempat lampu dari bahan bambu 5. Tempat sampah dari bahan kayu rotan

6. Dan seni ukir lainya yang dibuat dengan Tangan

seiring dengan perkembangan zaman hendycraf (kerajinan Tangan) menjadi salah satu pusat perhatian banyak orang karena dengan tampilan yang menarik dengan berbagai bentuk dan motif yang dapat memberikan kepuasan bagi konsumen untuk memilih berbagai jenis motif sesuai dengan seleranya.

9Hendycraft.Blogspot/pengertian –hendycraft/2019-07/html.

10 Dokumentasi hasil temuan data di PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM Provinsi NTB.

(19)

Oleh karena itu, peneliti akan berfokus meneliti pada strategi pemasaran produk (hendycraft) UKM pada galeri PLUT-KUMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM di Mataram.

B. Fokus Penelitian

Adapun yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini dirumuskan dalam pertanyaan sebagai berikut:

1. Bagaimana strategi pemasaran produk hendycraft (kerajinan Tangan) pada galeri PLUT (Pusat layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM di Mataram ?

2. Bagaimana Peran strategi pemasaran produk (hendycraft) UKM pada galeri PLUT (Pusat layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM (usaha kecil dan menengah)?

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Setiap aktivitas tentu mempunyai tujuan yang akan di wujudkannya, sehingga pelaksanaanya selalu terkontrol dan terarah.

Demikian juga dengan penelitian ini, tentu mempunyai tujuan antara lain:

a. Untuk mengetahui strategi pemasaran produk (hendycraft) UKM galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu)

b. Untuk mengetahui peran strategi pemasaran produk (hendycraft) UKM pada Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM.

(20)

2. Manfaat Penelitian

Kegunaan penelitian maksudnya adalah manfaat yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan baik kegunaan itu bersifat praktis maupun teoritis:

a. Kegunaan Teoritis

1) Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Isalam UIN mataram.

2) Secara teoritis diharapkan mampu menambah khazanah ilmu pengetahuan dan informasi yang lebih mendalam mengenai strategi pemasaran produk UKM melalui Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) dalam meningkatkan penjualan produk UKM (Usaha Kecil Dan Menengah).

b. Kegunaan Praktis

1) Menjadi pedoman bagi peneliti dalam melakukan penelitian dimasa yang akan datang terutama pada masalah yang sama 2) Secara praktis, untuk mendapat pengalaman nyata dibidang

penelitian mengenai strategi pemasaran yang diterapkan di Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu).

D. Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian 1. Ruang lingkup

Dalam penelitian ini didasarkan bahwa masih adanya keterbatsan baik dari aspek pengetahuan, refrensi, waktu dan tempat. Oleh karna itu, dirasakan perlu untuk membatasi ruang lingkup penelitian , sehingga

(21)

penelitian ini tidak menjadi biasa dan luas. Adapun ruang lingkup penelitian yang dimaksud adalah “Analisis Strategi pemasaran produk UKM melalui Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) dalam meningkatkan penjualan produk UKM (Usaha Kecil dan Menengah)”.

2. Setting Penelitian

Yang dimaksud dengan setting penelitian dalam konteks ini merupakan lokasi tempat penelitian diadakan. Adapun tempat penelitian ini di Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) yang berlokasi di jln.

Pemuda No. 20 Gomong Mataram.

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka merupakan salah satu cara penelusuran terhadap karya-karya atau studi terdahulu yang terkait, fungsinya agar terhindar dari duplikasi, plagiasi, repetisi, serta menjamin keaslian dan keabsahan penelitian yang dilakukan.11

Berdasarkan definisi yang telah dipaparkan di atas, peneliti mendapatkan atau menemukan beberapa judul penelitian:

1. Baiq Masitah, “Strategi Pemasaran Usaha Kemiri Dalam Meningkatkan Pendapatan Buruh, Studi Di UD. Harapan Lombok Timur (Analisis Marketing Syariah), “Skripsi Fakultas Syariah UIN Mataram, 2011.

Pada penelitian ini peneliti diatas lebih berfokus pada strategi pemasaran dan bagaimana strategi UD. Harapan dalam meningkatkan

11 Tim penyusun pedoman penulisan skripsi UIN mataram, 2009, h. 7.

(22)

pendapatannya. Menelaah hasil penelitian diatas, terlibat relasi yang sangat-erat dengan fokus yang peneliti teliti, yaitu sama-sama membahas masalah pemasaran dalam konteks Syariah, akan tetapi ada perbedaan. Perbedaan yang cukup mendasar yaitu dalam penelitian diatas hanya membahas masalah pengaruh strategi pemasaran terhadap tingkat pendapatan buruh, dan mengunkan data kulitatif yaitu berdasarkan observasi, pengamatan dan wawancara, sedangkan penelitian penulis adalah tentang strategi pemasaran produk (hendycaraft) UKM pada Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM.12

2. Baiq Siti Syahrani, ”Strategi Dan Etika Pengembangan Bisnis Islam Studi UD. Budi Rahman. Desa Batujai Kec. Praya Barat. Loteng”.

Penelitian diatas berfokus pada strategi dan pengengmbangan etika dalam melakukam bisnis. Dalam Skripsi ini dijelaskan bahwa ada beberapa strategi yang diterapkan dalam bisnis, yaitu: pemilihan lokasi, promosi, memenuhi kebutuhan pasar, pelayanan, kualitas bahan bangunan, fleksibilitas pembayaran.13penelitian ini menggunakan data kulitatif.

12 Baiq Mustiah, “Strategi Pemasaran Usaha Kemiri Dalam Meningkatkan Pendapatan Buruh, Studi Di UD. Harapan Lombok Timur (Analisis Marketing Syariah), “Skripsi Fakultas Syriah UIN Mataram, 2011.

13Baiq Siti Syahrani, ”Strategi Dan Etika Pengembangan Bisnis Islam Studi UD. Budi Rahman. Desa Batujai Kec. Praya Barat. Loteng” Fakultas Syriah UIN Mataram, 2011.

(23)

Skripsi diatas berbeda dengan skripsi yang dibuat peneliti, dimana skripsi diatas meneliti strategi dan etika pengembangan bisnis islam. Sedangkan skripsi yang akan dibuat peneliti akan meneliti Analisis strategi pemasran produk (hendycaraft) UKM pada galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha terpadu) Koperasi UMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM .

3. Muslihin Hadi, meneliti tentang “ Strategi Pemasaran Produk Mudharabah BMT Ar-Rasyada Dalam Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Di BMT Ar-Rasyada Bertais” Skripsi Fakultas Syariah UIN Mataram 2011.

Penelitian diatas berfokus pada dua Variabel yaitu pemasaran produk dan peningkatan kenggulan kompetitif. Dalam penelitian ini dilakukan strategi yang diterapkan di BMT Ar-Rasyada dalam meningkatkan volume nasabah yang menggunakan produk tabungan mudharabah adalah strategi jemput bola, strategi dan kerjasama.

Strategi pemasaran lewat brosur, strategi pemasaran Gave to back.14 Perbedaan penelitian diatas dengan yang peneliti teliti yatu terletak pada peningkatan keunggulan kompetitif. Persamaannya yaitu sama- sama membahas tentang strategi pemasaran.

14Muslihin Hadi, meneliti tentang “ strategi pemasaran produk Mudharabah BMT Ar- Rasyada dalam meningkatkan keunggulan kompetitif di BMT Ar-Rasyada Bertais” skripsi Fakultas Syariah UIN Mataram 2011.

(24)

4. Feri Irawan meneliti tentang “Strategi pemasaran produk (BMT) untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan nasabah di BMT Al- Hidayah “ Fakultas Syariah UIN Mataram, 2012.15

Dalam penelitian ini, penulis hanya memaparkan tentang bagaimana pemasaran produk untuk kesejahtraan anggota dan nasabah. Sedangkan penelitian yang penulis lakukan adalah Analisis strategi pemasaran produk (hendycaraft) UKM pada Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) KUMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM (Usaha Kecil Dan Menengah) dimataram.

5. Aisyah Rahmi “Strategi Pemasaran Ikan Air Tawar di Lingkungan Gegutur Timur Rembiga Kota Mataram (Persepektif Ekonomi Islam).16

Dalam penelitian ini, Aisyah Rahmi, lebih cenderung dalam melakukan penelitian terhadap strategi pemasaran, dan analisisnya dalam persefektif ekonomi islam. Dalam penelitian ini peneliti diatas menggunakan data kualitatif. Perbedaan dengan yang diteliti penulis yaitu penelitian ini hanya berfokus pada satu tempat pemasaran.

Persamaan antara penelitian yang dilakukan oleh Aisyah Rahmi dengan peneliti sama-sama tentang strategi pemasaran.

15Feri Irawan meneliti tentang “strategi pemasaran produk (BMT) untuk meningkatkan kesejahtraan anggota dan nasabah di BMT Al-Hidayah “ Fakultas Syariah UIN Mataram, 2012.15

16 Aisyah Rahmi “Strategi Pemasaran Ikan Air Tawar di Lingkungan Gegutur Timur Rembiga Kota Mataram (Persepektif Ekonomi Islam).2013

(25)

F. Kerangka Teoritik 1. Strategi Pemasaran

a) Strategi Pengertian

Definisi mengenai strategi dapat dirumuskan sebagai sebuah cara antisipasi terhadap perubahan lingkungan bisnis. Strategi adalah suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Beberapa perusahaan mungkin mempunyai tujuan yang sama, tetapi strategi yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut bisa berbeda, jadi strategi ini dibuat berdasarkan tujuan.17

strategi merupakan tindakan yang bersifat indramental (senantiasa mengikat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan dimasa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies).

Perusahaan perlu mencari kompetensi inti didalam bisnis yang dilakukan18

b) Pengertian Pemasaran

Dalam buku Hary Susanto dan Khaerul Umam, Kotler mengatakan, “pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajrial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang

17 Mursid, Manajemen Pemasaran (Jakarta: Bumi Aksara, 2003),h.8.

18 Kumpulan Blogger.com, dalam http;//jurnal-sdm, blogsport.com/2009/08/konsep strategi definisi-perumusan-html, diambil pada tanggal 04 mei 2018, pukul 23;50 Wita.

(26)

mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran (exchange).19

Dalam buku Kasmir adapun pengertian pemasaran menurut para Ahli Ekonomi, yaitu Menurut Philip Kotler dan Amstrong.

Pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.20

Jadi dapat disimpulkan bahwa Strategi pemasaran merupakan rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu di bidang pemasaran, yang memberikan panduan tentang kegiatan yang dijalankan untuk tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan.21 c) Konsep pemasaran dalam islam

Dalam dunia bisnis, pemasaran merupakan strategi bisnis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan nilai dari seorang inisiator kepada pelanggannya. Menurut ajaran islam, kegiatan pemasaran harus dilandasi dengan nilai-nilai islam yang dijiwai oleh semangat ibadah kepada Allah dan berusaha semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bersama.22

19 Hary Susanto dan Khaerul Umam. Manajemen pemasaran Bank syariah,(jakarta:

Pustaka Setia,2013). h. 37

20 Kasmir, Pemasaran Bank, (jakarta: Perdana Media Group,2004), h,53

21Sofjan Assauri, manajemen Pemsaran (Jakarta: Raja Grafindo,2007), h. 168-169

22 Idri, Hadis Ekonomi (Ekonomi Dalam Persepektif Hadis Nabi), (Jakarta: Prenamedia Group, 2015), h.281.

(27)

Ada 4 karakteristik yang terdapat pada pemasaran syariah yaitu:23

1. Ketuhanan (Rabbaniyah)

Salah satu ciri khas pemasaran syariah adalah sifatnya yang religius, jiwa seorang syariah Marketer meyakini bahwa hukum- hukum syariat yang bersifat ketuhanan merupakan hukum yang sangat adil, sehingga akan mematuhinya dalam setiap aktivitas pemasaran yang dilakuakan, dalam setiap langkah, aktivitas, dan kegiatan yang dilakukan harus selalu menginduk pada ajaran islam.

2. Etis (akhlaqiyah)

Keistimewaan yang lain dari syariah Marketer adalah mengedepankan masalah akhlak dalam seluruh aspek kegiatannya. Pemasaran syari’ah adalah konsep pemasaran yang sangat mengedapankan nilai-nilai moral dan etika tanpa peduli dari agama manapun karena hal ini bersifat universal.

3. Realistis (al waqi’yyah)

Syariah Marketing bukanlah konsep yang eksklusif, fanatis, anti modernitas, dan kaku, melainkan konsep pemasaran yang fleksibel. Syari’ah Marketer bukanlah berarti para pemasar itu harus berpenampilan ala bangsa arab dan mengharamkan dasi.

23M. Nur, Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: Alfabeta.

2012), h.22

(28)

Namun syari’ah Marketer haruslah tetap rapi, bersih dan bersahaja apapun gaya ataupun model pakaian dikenakan.

4. Humanistis (insaniyyah)

Bahwa syariah diciptakan untuk manusia agar derajatnya terangkat, sifat kemanusiaannya terjaga dan terpelihara, serta sifat-sifat kehewanannya dapat terkekang dengan panduan syariah.

d) Strategi Pemasaran Dalam Islam

Dalam sistem perencanaan islam, kemungkinan rugi sangat kecil karena merupakan hasil kerja sama antara sektor pemerintah dan swasta. Investasi yang sehat akan mendorong kelancaran arus kemajuan ekonomi menjadi lebih banyak. Dalam kegiatan pemasaran, tentu lebih dahulu menyusun perencanaan strategis untuk memberikan arah terhadap kegiatan perusahaan yang menyeluruh yang harus didukung rencana pelaksanaan lebih rinci di bidang- bidang kegiatan perusahaan. Dalam islam, bukanlah suatu larangan bila seorang hamba mempunyai rencana atau keinginan untuk berhasil dalam usahanya. Namun dengan syarat, rencana itu tidak bertentangan dengan ajaran syari’at islam.

buku James A. F . Stoner dan Charles Wankel. Menurut Guiltinan dan Paul, definisi strategi pemasaran adalah pernyataan

(29)

pokok tentang dampak yang diharapkan akan dicapai dalam hal permintaan dalam target pasar yang ditentukan.24

Dari pengertian diatas, dapat dikatakan bahwa penyusunan strategi membutuhkan suatu proses yang akan dievaluasi secara terus menerus dan diperbaharui sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Untuk membangun sebuah strategi pemasaran yang efektif perusahaan menggunkan empat variable sebagai berkut:25

1) Produk (Product)

Dalam islam, produksi merupakan suatu yang penting memproduksi suatu barang harus mempunyai hubungan dengan kebutuhan hidup manusia, bukan untuk memproduksi barang mewah secara berlebih yang tidak sesuai dengan kebutuhan manusia. Islam mengajarkan untuk memperhatikan kualitas dan keberadaan produk tersebut, islam melarang jual beli suatu produk yang belum jelas (gharar) bagi pembeli. Pasalnya, disini berpotensi terjadinya penipuan dan ketidak adilan terhadap salah satu pihak. Oleh karena itu Rasulullah mengharamkan jual beli barang yang belum jelas produknya.

Produk adalah barang atau jasa yang bisa ditawarkan untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.

24 James A. F . Stoner dan Charles Wankel, perencanaan dan pengambilan keputusan dalam manajemen, h.165

25Muhammad Firdaus NH, dkk, Dasar dan Strategi Pemasaran Syariah, (jakarta:

Renaisan,2005),h.23-27.

(30)

Pembeli akan membelikan produk jika merasa cocok. Karna itu produk harus disesuaikan dengan keinginan ataupun kebutuhan pembeli, agar pemasaran produk berhasil. Dengan kata lain, pembuatan produk lebih baik diorientasikan pada keinginan pasar atau selera konsumen.26

2) Harga (Price)

Dalam pricing (Penentuan Harga) selalu digunakan pendekatan penawaran dan permintaan (supply and demand).

Dalam konsep islam, penentuan harga ditentukan oleh mekanisme pasar, yakni tergantung pada kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran. Penemuan antara permintaan dengan penawaran, itu harus berlangsung secara sukarela (an taradin). Ini bermakna tidak ada yang menganiaya dan di zalimi.27

Harga adalah suatu yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang maupun jasa.28 Para konsumen akan tertarik untuk mendapatkan suatu harga yang pantas yang berarti nilai yang dipersepsikan pantas pada saat transaksi dilakukan. Harga merupakan salah satu aspek penting dalam penawaran produk, penentuan harga sangat penting untuk

26M. Fuad dkk, Pengantar Bisnis, (jakarta: PT Gramedia Putaka Utama,2006), h.128.

27 Muhammad Firdaus NH, dkk, Dasar dan Strategi Pemasaran Syariah, (jakarta:

Renaisan,2005),h.23-27

28Firsta Artmanda Widodo, kamus Istilah Ekonomi, (jombang: lintas Media Jombang, 2009), h.377.

(31)

diperhatikan karena harga menentukan laku tidaknya produk atau jasa.

3) Tempat (place)

Penempatan barang adalah faktor vital dalam dunia usaha.

Berkaitan erat dengan posisi ini adalah sarana transportasi dan pengangkutan. Nabi saw dengan tegas melarang pemotongan jalur distribusi dengan maksud untuk menaikan harga.

Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk sampai ke konsumen atau berbagai aktivitas perusahaan yang mengupayakan agar produk sampai ke tangan konsumen. Saluran distribusi penting, karena barang yang telah dibuat dan harganya sudah ditetapkan itu masih menghadapi masalah, yakni harus disampaikan kepada konsumen.29

4) Promosi (promotion)

Dalam islam mempromosikan suatu barang itu diperbolehkan. Hanya saja dalam berpromosi tersebut mengedepankan faktor kejujuran dan menjauhi penipuan.

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya.30 Strategi promosi dalam ranah bisnis terkadang menempati posisi cost

29M. Fuad dkk, Pengantar Bisnis, h.129.

30 http://id.wikpedia.org/wiki/Promosi_%29pemasaran, diambil tgl 25 mei 2018 pukul 15:26 WITA.

(32)

tertinggi dalam anggaran sehingga merupakan hal penting untuk mensosialisasikan keberadaan dan mendiskripsikan keunggulan- keunggulan yang dimiliki sebuah penawaran.

Promosi dipandang sebagai arus informasi yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi agar melakukan pertukaran dalam pemasaran. Kegiatan promosi ini pada umumnya adalah periklanan, personal selling, promosi penjualan, pemasaran langsung, serta hubungan masyarakat dan publisitas.31

2. Proses Perencanaan Pemasaran

Perencanaan merupakan bagian yang sangat penting dalam setiap pekerjaan apapun. Perencanaan mencakup hal-hal seperti: menetapkan tujuan yang hendak dicapai, mempertimbangkan alternatif, menilai resiko dan manfaat dari masing-masing alternatif, memutuskan arah tindakan, menetapkan anggaran yang dibutuhkan dari manajemen perusahaan.32

Langkah pertama yang harus di ambil dalam merencanakan komunikasi pemasaran terpadu adalah melakukan review atau kaji ulang terhadap rencana pemasaran serta tujuan yang hendak dicapai. Sebelum menentukan suatu rencana promosi, praktisi pemasaran harus memahami terlebih dahulu di mana posisi perusahaan (atau merek)

31M. Fuad dkk, Pengantar Bisnis, h.130

32 Morissan, M.A, Periklanan, Komunikasi Pemasaran Terpadu, (Jakarta: Prenadamedia Group). h. 36.

(33)

sebelumnya, di mana posisi saat ini, ke mana arah yang hendak dituju, dan apa yang telah direncanakan perusahaan untuk mencapai sasaran itu.

Sebagian besar informasi itu sudah00 harus termuat dalam perencanaan pemasaran (marketing plan), yaitu suatu dokumen tertulis yang menjelaskan keseluruhan strategi pemasaran dan program yang dirancang bagi suatu perusahaan atau merek.

Perencanaan pemasaran secara umum terdiri atas lima elemen utama, sebagai berikut:33

a) Harus tersedia suatu analisis situasi (situation analysis) yang terperinci yang terdiri atas hasil audit pemasaran internal (internal marketing audit) serta analisis eksternal mengenai persaingan pasar dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi.

b) Harus tersedia tujuan pemasaran spesifik yang memberikan arahan dan juga tahapan kerja (time frame) bagi pelaksanaan kegiatan pemasaran serta suatu tolak ukur untuk mengukur kinerja yang dicapai.

c) Harus terdapat keputusan mengenai pemilihan atau seleksi pasar sasaran (target market) dan keputusan terhadap empat elemen dalam marketing mix.

33 Morissan, M.A, Periklanan, Komunikasi Pemasaran Terpadu, (Jakarta: Prenadamedia Group). h. 39-42

(34)

d) Harus terdapat program untuk melaksanakan keputusan yang sudah dibuat termasuk penentuan tugas atau pekerjaan yang akan dilakukan serta bentuk pertanggung jawabannya.

e) Harus terdapat suatu proses monitoring, proses evaluasi terhadap kinerja dan juga proses pemberian umpan balik. Setiap perubahan yang diperlukan dapat dilakukan dalam keseluruhan strategi dan taktik pemasaran.

Bagi banyak perusahaan, perencanaan promosi telah menjadi bagian integral dari strategi pemasaran. Dengan demikian, orang yang bertanggung jawab terhadap perencanaan promosi harus mengetahui peran iklan dan elemen bauran pemasaran lainnya dalam keseluruhan program pemasaran. Rencana promosi harus mengacu dan fokus pada rencana pemasaran dalam menentukan strategi promosi.

Pada umumnya setiap perusahaan memiliki dua jenis rencana, yaitu: rencana strategis (strategic marketing) atau sering disebut dengan strategi saja dan rencana taktis (tactical planning) atau sering disebut dengan taktik saja. Menurut Dominick (2000), Rencana strategi mencakup tujuan jangka panjang dan bersifat umum yang ingin dicapai perusahaan.34 Rencana strategis disusun oleh manajemen puncak untuk mencapai rencana strategis yang sudah ditetapkan.

34 Ibid, hlm.48

(35)

Bentuk konkret dari suatu rencana adalah program kerja.

Setiap praktisi pemasaran dituntut untuk dapat menyusun program kerjanya, baik program jangka panjang maupun jangka pendek.

Program kerja harus dipersiapkan secara cermat dan hati-hati agar dapat memberikan hasil yang nyata. Tanpa ada program yang terencana, maka pekerjaan akan dilakukan berdasarkan naluri atau insting saja sehingga mudah kehilangan arah, gampang tergoda mengerjakan hal-hal baru, sementara pekerjaan yang lama belum terselaikan. Pada akhirnya kita sulit memastikan sejauh mana kemajuan dan hasil-hasil konkret yang telah dicapai.35

Dalam merencanakan, kita harus mengacu kepada tujuan yang ingin dicapai yang sudah ditetapkan sebelumnya. Tujuan bias satu, bisa lebih dari satu. Jumlah tujuan yang layak dan menarik untuk dikejar memang nyaris tak terbatas, akan tetapi jumlah tujuan yang hendak dicapai sepenuhnya tergantung pada ukuran kapasitas dan sumber daya (khususnya pendanaan) yang dimiliki. Ada dua cara melakukan riset. Cara pertama adalah dengan melakukan riset khusus atau riset formal guna mengidentifikasi masalah yang sekiranya memerlukan penyelesaian humas. Cara kedua adalah dengan melakukan riset informal misalnya dengan mengadakan serangkaian diskusi atau konsultasi secara mendalam dengan

35 Joseph R., Media in the digital, edition, McGraw hill, Boston.2002, hlm.348

(36)

berbagai pihak guna mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan komunikasi paling mendasar yang dirasakan.36

3. Tujuan Pemasaran

Setiap perusahaan yang didirikan pasti mempunyai tujuan utama, yaitu mencapai tingkat keuntungan tertentu, pertumbuhan perusahaan atau peningkatan pangsa pasar. Didalam pandangan konsep pemasaran, tujuan pemasaran ini di capai melalui keputusan konsumen. Keputusan konsumen diperoleh setelah kebutuhan dan keinginan konsumen dipenuhi melalui kegiatan pemasaran yang terpadu.

Tujuan pemasaran adalah mengubah orientasi falsafah manajemen pemasaran lain yang ternyata telah terbukti tidak berhasil mengatasi berbagai persoalan, karena adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar dewasa ini yang cendrung berkembang. Perubahan tersebut antara lain karena pertambahan jumlah penduduk, pertambahan daya beli, peningkatan dan meluasnya hubungan atau komunikasi, perkembangan dan teknologi.37

4. Teori Pemasaran

Setiap perusahaan dapat meningkatkan penjualan produknya dengan menggunakan sistem pemasaran yang efektif, serta strategi- strategi khusus dalam meningkatkan pasar konsumen yang ada.

Pemasaran merupakan salah satu fungsi yang sangat penting dalam

36 Ibid. 67

37 Makmur Saprijal, Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan.

(Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pngaraian Riau).2012.h.44.

(37)

perusahaan, dimana dengan pemasaran yang tepat dapat menentukan volume penjualan dan posisi perusahaan di pasar.38

Kotler mengatakan, “pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajrial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran (exchange).39 Pemasaran merupakan suatu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan yaitu mempertahankan kelangsungan hidup untuk berkembang, dan mendapat laba.

Menurut William J. Santon, Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendestribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.40

Berdasarkan definisi tersebut dapat di simpulkan bahwa pemasaran mempunyai arti yang sangat luas dari pada penjualan, pemasaran mencakup usaha perusahaan yang di tandai dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen, menentukan harga produk yang sesuai, dan menentukan cara promosi penjualan produk. Hal tersebut di tujukan untuk mendapatkan laba yang maksimal, karena tujuan dari pemasaran

38 Hendri Hartono, Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Peningkatan Penjualan Pada Perusahaan.( Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara)2012.

39 Hary Susanto dan Khaerul Umam. Manajemen pemasaran Bank syariah,(jakarta:

Pustaka Setia,2013). h. 37

40 http;//.Muhidin Riski, Strategi Pemasaran Terhadap Persaingan Usaha Dalam Persepektif Islam (UIN Raden Fatah Palembang) skripsi, 2016.

(38)

adalah meningkatkan dari volume penjualan yang menguntungkan bagi perusahaan.

Penjualan merupakan salah satu keinginan dalam pemasaran.

Penjualan menurut Basu Swastha adalah keinginan yang ditujukan atau mencari pembeli, mempengaruhi, dan memberikan petunjuk agar pembeli dapat menyesuaikan kebutuhannya dengan produksi yang ditawarkan serta mengadakan perjanjian mengenai harga yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.41

Penjualan dan pemasaran, tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan.

Walaupun tampaknya jadi satu bahkan sebetulnya fungsi penjualan merupakan bagian dari pemasaran, tetapi tetap merupakan fungsi yang terpisah dalam konteks manusia di belakangnya. Sebaliknya sekalipun keduanya terpisah tetap mempunyai tujuan yang sama yaitu menciptakan dan meningkatkan penjualan.

Jika masing-masing menyadari akan fungsinya dan memikirkan dari sudut pandang perusahaan dan kepentingan bersama maka semua berjalan dengan baik dan lancar.

Menurut Philip Kotler, Neil Rackhman dan Suj Khrisnaswamy, ada empat tingkat dan tahapan hubungan antara pemasaran dan penjualan yaitu:42

1) Undefined (Tanpa Peraturan Dan Ketentuan).

41Winardi, Asas-Asas Marketing (Alumni Bandung:1980), h.226

42 http;//.Muhidin Riski, Strategi Pemasaran Terhadap Persaingan Usaha Dalam Persepektif Islam (UIN Raden Fatah Palembang) skripsi, 2016.

(39)

Dengan ciri-ciri masing-masing berjalan dengan program dan cara masing-masing mengembangkan program sendiri-sendiri.

2) Defined (Ada Peraturan Dan Ketentuan)

Disiapkan aturan main untuk mencegah benturan, agar tidak berbeda pengertian dan pemahaman.

3) Aligned (Menyelaraskan)

Pada tahap ketiga ini di mana antara pemasaran dan penjualan memamaki terminologi dan istilah yang sama, ada saling pengertian dalam tugas masing-masing maupun kepentingan bersama.

4) Integrated (Terintegrasi Atau Terpadu)

Tahapan keempat ini yang paling baik dalam hubungan penjualan dan pemasaran. Semua merasa bagian dari tim dengan fungsi yang berbeda, tidak menganggap yang satu lebih dari yang lain. Oleh karena itu tugas dri manajemen adalah memadukan kedua fungsi, pemasaran dan penjualan agar mencapai tingkat keempat yakni terpadu dan terintegrasi.

5.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran pada suatu perusahaan adalah :43

43http://saputridella.blogspot.co.id/2014/12/faktor-faktor-yang-mempengaruhi pemasaran .html.

(40)

a. Lingkungan mikro perusahaan.

Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:

1) Perusahaan.

2) Pemasok (Supplier).

3) Para Perantara Pemasaran 4) Para Pelanggan

5) Para Pesaing 6) Masyarakat Umum b. Lingkungan Makro.

Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:

1) Lingkungan Demografis/Kependudukan

Lingkungan demografis atau kependudukan menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai penduduk, seperti distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras, suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal diatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan dalam

(41)

memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu pasar.

2) lingkungan Ekonomi.

Lingkungan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada pola belanja konsumen, dan sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.

3) Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan, peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan angka campur tangan pemerintah dalam pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber daya alam.

4) Lingkungan Teknologi

Lingkungan teknologi rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan, yang tinggi, perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan bagian kecil produk daripada penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologi.

(42)

5) Lingkungan Sosial/Budaya

Lingkungan ini menunjukkan keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai aturan kehidupan, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, pandangan masyarakat dan lain sebagainya yang merumuskan hubungan antar sesama dengan masyarakat lainnya serta lingkungan sekitarnya.

G. Metodelogi Penelitian 1. Metode Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif karena peneliti melakukan observasi langsung terhadap program, kejadian, aktivitas dan proses pemasaran produk UKM (Usaha Kecil dan Menengah) melalui Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) KUMKM Mataram.

Penelitian kualitatif merupakan salah satu jenis penelitian dimana peneliti melakukan eksplorasi terhadap program, kejadian, aktivitas dan proses pemasarannya. Suatu kasus terikat oleh waktu dan aktivitas dan peneliti melakukan pengumpulan data secara mendetail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data dan dalam waktu yang berkesinambungan.44

44 Sugiyono, Metode penelitian kombinasi (mixed methods), (bandung: Alfabeta,2013), h.

14-15

(43)

2. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunkan penelitian kualitatif atau berdasarkan wawancara, pengamatan, dokumentasi dan observasi langsung dilakukan di lokasi penelitian.

Ada pun penegertian kulitatif adalah suatu cara dimana gejala yang akan diteliti telaah ada secara wajar dalam bentuk uraian pernyataan.45

Adapun alasan peneliti menggunakan penelitian kualitatif adalah:

a) Pendekatan kualitatif lebih mudah bila berhadapan dengan kenyataan di lapangan.

b) Penelitian ini terkait dengan strategi pemasaran produk UKM melalui galeri lebih mudah jika menggunakan pendekatan kualitatif, karena peneliti berhadapan langsung dengan reponden yang menjadi tempat informasi mengenai pemasaran produk UKM di lapangan.

c) Membuat hubungan peneliti dengan responden menjadi lebih eksplisit dan lebih dekat, sehingga nantinya dapat memudahkan penulis dalam mengakses data.

Adapun kaitan peneliti menggunakan penelitian kualitatif yaitu peneliti berhadapan langsung dengan sumber data atau responden dalam melakukan observasi, pengamatan dan

45 Sutrisni Hadi, metode research, (yogyakarta: yayasan penerbit fakultas Pisikologi UGM, 1984), h,5.

(44)

dokumentasi sehingga memudahkan peneliti dalam menemukan informasi melalui wawancara langsung dengan pihak yang bertanggung jawab dalam mengurus Galeri yang ada di PLUT KUMKM Mataram yang digunakan peneliti sebagai sumber data dalam penelitian kualitatif.

3. Sumber Dan Jenis Data a. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian merupakan salah satu bagian penting dalam penelitian, pentingnya data untuk memenuhi dan membantu serangkaian permasalahan yang terkait dengan fokus penelitian. Yang dimaksud dengan sumber data adalah dimana data itu diperoleh. Suharsimi juga mengatakan” bahwa sumber data adalah subjek darimana data diperoleh apabila peneliti menggunakan orang maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang akan merespon atau menjawab pertanyaan peneliti baik pertanyaan tertulis maupun lisan.46

Sumber data dalam penelitian ini dapat dikelasifikasikan menjadi dua sumber yaitu:47

46 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (jakarta: Rineka Cipta, 1997), h, 114.

47 Muhammad, Metodelogi Penelitian Ekonomi Islam (jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), h, 183.

(45)

1) Sumber Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh peneliti dari sumber asli. Dalam hal ini, maka peroses dalam pengumpulan datanya perlu dilakukan dengan memperhatikan siapa sumber utama yang akan dijadikan obyek penelitian yaitu narsumber (konsultan yang menjadi pengurus bidang pemasaran dan konsultan lain yang terlibat dalam melakukan pemasaran produk UKM seperti konsultan IT dan pengurus Galeri PLUT KUMKM Mataram .

2) Sumber Data Skunder

Sumber data sekunder sebagai pendukung diantaranya laporan penelitian, makalah, jurnal ilmiah, dokumentasi temapat penelitian dan literature lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

b. Jenis Data

jenis data dalam penelitian ini, dapat dikasifikasi menjadi dua macam yaitu:48

1. Data Kualitatif

Data kualitatif adalah prosedur penelitian data deskriptif berupa data-data atau lisan tentang orang-orang,

48 Muhammad Nasir, Metodelogi Penelitian, (jakarta: Gahlia Indonesia, 1988), h. 83

(46)

perilaku yang dapat diamati, sehingga menemukan kebenaran yang dapat diterima oleh akal sehat manusia.

2. Data kuantitatif

Data kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data.

Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai gambar, tabel, grafik atau tampilan lainnya.

4. Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) KUMKM Mataram, jln. Pemuda No. 20 Gomong Mataram.

5. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan yang paling penting dalam suatu penelitian bahkan merupakan suatu keharusan bagi seorang peneliti.

Untuk meperoleh data yang diperlukan dalam penelitian, maka peneliti menggunakan beberapa metode dalam pengumpulan data.

a. Observasi

Observasi merupakan kegiatan Pemusatan terhadap suatu objek Yang menggunakan Seluruh Alat indra.49Teknik observasi ini peneliti gunakan untuk mengamati berbagai aspek misalnya kondisi pemasaran dan perannya dalam meningkatkan penjualan dan aspek lain yang dapat dilihat secara langsung.

49 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.h,146.

(47)

b. Wawancara

Merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan jalan komunikasi yakni melalui kontak atau hubungan peribadi antara pengumpul data (pewancara) dengan sumber data (responden). Jadi wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab , bertatap muka antara penanyak dengan penjawab.50 Dengan cara wawancara peneliti akan mendapatakan informasi data untuk menjawab masalah penelitian yang tidak dapat peneliti peroleh dengan pengumpulan data lainnya.

Wawancara ada dua jenis yaitu wawancara bebas (tidak terstruktur) dan wawancara terstruktur. Wawancara bebas adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa dengan jawaban dan cara pengungkapan dapat bermacam-macam. Sedangkan wawancara terstruktur adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa, sehingga responden dibatasi dalam memberikan jawaban untuk beberapa jawaban dalam satu jawaban saja.51 Yang menjadi narasumber atau yang di wawancarai oleh peneliti yaitu: konsultan bidang pemasaran, pengurus galeri PLUT KUMKM Mataram dan Pihak-pihak yang tekait dengan penanggung jawab Galeri.

50 Muhammad Nasir, Metodelogi Penelitian, (jakarta: Gahlia Indonesia, 1988), h. 25.

51 Sugiyono, Metodelogi Peneletian Kuantitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2011),h, 138-140.

(48)

c. Dokumentasi

Dalam buku memahami penelitian kualitatif, “Sugiyono mengatakan bahwa: ”Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah lalu, dokumen bisa berbentuk tulisan atau gambar.

Suharsimi mengatakan bahwa” metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapat, agenda dan sebagainya.52 Dari kedua pendapat yang tertera diatas dapat disimpulkan bahwa dokumentasi adalah suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan jalan mencatat keterangan-keterangan yang terdapat dalam buku-buku, majalah, dan peraturan-peraturan. Dalam hal ini yang akan menjadi dokumentasi peneliti yaitu hasil dari Wawancara, foto dan hasil catatan yang diperoleh dari lapangan.

6. Kehadiran Peneliti

Tujuan utama penelitian adalah menemukan data yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, peneliti berusaha secara langsung untuk dapat melibatkan diri dalam kehidupan objek penelitian dalam hal ini kehadiran peneliti di lapangan bukan untuk memanipulasi data dan informasi, tetapi lebih pada usaha untuk mengetahui secara langsung tentang strategi pemasaran yang diterapkan oleh Galeri PLUT (Pusat

52 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelelitian, (jakarta: Rineka Cipta.1997),h,231.

(49)

Layanan Usaha Terpadu) dalam memasarkan produk UKM (Usaha Kecil dan Menengah).

7. Analisis Data

Setelah data-data yang diperoleh dari riset lapangan, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data. Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola kategori sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesa kerja seperti yang disaran kan oleh data.

Menurut bogan dalam bukunya sugiyono mengatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematika data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainya sehingga dapat dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.53

Dari kesimpulan diatas bahwa analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan menyusun data secara sistematik yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi sehingga dapat dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain dan diri sendiri.

8. Validasi Data

Validasi data adalah usaha yang dilakukan peneliti untuk membuktikan apa yang diamati dalam penelitian sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Untuk membuktikan kesesuaian antara

53 Sugiyono, metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. h.244

(50)

data yang deteliti dengan kenyataan, maka diperlukan adanya uji kebenaran data, data yang ada menjadi benar dalam penelitian ini menggunakan tiga langkah yang paling strategis untuk digunakan dalam penelitian ini, yaitu.54

a. Perpanjangan Waktu Penelitian

Peneltian memerlukan perpanjangan waktu penelitian manakala data atau informasi yang diperoleh dianggap masih kurang atau belum memadai, dengan semakin banyaknya tingkat kehadiran dalam menemukan data, maka akan semakin mempermudah dalam memperoleh hasil peneltian yang optimal, peneliti berusaha semakin konsisten dalam hal kehadiran dilokasi penelitian, sehingga diperoleh data yang menyeluruh dan akurat.

b. Kecukupan Referensi

Referensi yang cukup adalah sebuah keharusan yang dipandang sangat perlu untuk kesempurnaan hasil peneltian ini, oleh karna itu peneliti selalu berupaya untuk memperbanyak refrensi sehingga data atau informasi yang diperoleh dapat di pertanggung jawabkan secara cerdas profesional dan ilmiah.

c. Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.

54 Muhammad Ramli,”strategi jajan ring gelang didesa kediri selatan persepektif ekonomi islam “ skripsi. 2015.h.28

(51)

Triangulasi dilakukan untuk mendapat kebenaran informasi dengan menyatakan kembali kepada sumber penelitian.

H. Sistematika Penulisan

Penelitian ini merupakan peneltian lapangan, dalam penulisannya mengacu pada pedoman penulisan proposal skripsi UIN Mataram. Penulisan proposal skripsi ini menggunakan bahasa indonesia yang baik, baik mengenai struktur penulisan kalimat maupun kata dan juga menggunakan ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan dan sesuai dengan kamus besar bahasa indonesia.

Bab I pendahuluan, pada bab ini peneliti mengungkapkan latar belakang masalah sehingga memunculkan keinginan untuk mengkaji permaslahan yang menjadi tema dasar penelitian ini, termasuk juga dalam bab ini diantaranya fokus kajian, tujuan dan manfaat penelitian, telaah pusataka dan kerangka teoritik yang menjadi acuan teori dari penelitian lapangan ini. Kemudian dalam bab ini terdapat juga serangkaian teknis atau metode penelitian yang peneliti gunakan dalam melakukan penelitian dan termasuk didalamya sistematis penulisan dari bab pertama samapai bab terakhir.

Bab II paparan dan temuan data, bab ini menjelaskan tentang sejarah berdirinya PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) KUMKM di Mataram Profil atau letak geografis lembaga, struktur organisasi menjelaskan strategi pemasaran Galeri PLUT KUMKM .

(52)

Bab III Analisis strategi Pemasaran Galeri PLUT KUMKM, bab ini menjelaskan tentang pembahasan hasil jawaban atas pertanyaan yang dirumuskan pada perumusan masalah, bagaimana analisis strategi pemasaran produk UKM pada Galeri PLUT KUMKM dalam meningkatkan penjualan produk UKM.

Bab IV Penutup, menjelaskan tentang uraian kesimpulan dan saran berdasarkan hasil penelitian dan analisis, dan pada bab ini penulis menyampaikan keterbatasan dalam melakukan penelitian serta memberikan beberapa saran sebagai masukan bagi Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM di Mataram.

(53)

BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Berdirinya PLUT KUMKM Mataram

Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) dibangun dalam rangka peningkatan kinerja dan daya saing usaha KUMKM serta pengembangan wirausaha baru, dengan berpedoman kepada Peraturan Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor:

02/PER/M.KUKM/I/2013, tanggal 29 Januari 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Melalui Tugas Pembantuan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2013.

Ruang lingkup pedoman pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi fasilitasi pemberian layanan pemenuhan kebutuhan pengembangan usaha KUMKM, melakukan mediasi bagi KUMKM dalam membangun hubungan dengan pemangku kepentingan lainnya, menstimulasi perkembangan usaha KUMKM dan peningkatan kualitas KUMKM secara inovatif, kreatif dan produktif. Dengan memberikan 7 (tujuh) Fungsi Layanan, yaitu:55

1) Konsultasi Bisnis

2) Pendampingan atau Menotoring Bisnis

55 Dokumentasi PLUT-KUMKM Mataram tahun 2014.

(54)

3) Fasilitasi Promosi dan Pemasaran/Galeri UMKM 4) Fasilitasi Akses Pembiayaan

5) Pendidikan dan Pelatihan Bisnis 6) Networking Bisnis

7) Pustaka Entreupreuner

PLUT – KUMKM dibangun pada Tahun 2013 dan dilanjutkan pembangunannya pada Tahun 2014 dengan sumber dana dari APBN.

Kalaupun sampai dengan awal tahun 2014 pembangunan gedung belum selesai secara optimal, namun kegiatan PLUT KUMKM mulai berjalan sejak konsultan PLUT mulai bekerja, yang diawali dengan kegiatan koordinasi sekaligus sosialisasi PLUT KUMKM NTB ke 5 kabupaten/Kota se Pulau Lombok pada bulan Maret 2014.

Dalam menjalankan fungsi layanannya PLUT KUMKM difasilitasi oleh 7 (tujuh) Orang Konsultan Pendamping yang terseleksi dan memiliki Kompetensi di bidangnya masing-masing. Seleksi dilakukan oleh tim Independen yang dibentuk oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI serta dari unsur pembina dari daerah. Berdasarkan hasil seleksi yang dikirim oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, SK pengangkatan konsultan ditandatangani oleh Kepala Dinas koperasi dan UMKM Provensi Nusa Tenggara Barat. Seleksi konsultan dilakukan setiap 2 tahun sekali. Sejak Maret 2014, dengan dukungan dana operasional dari APBN melalui dana dekonsentrasi yang ada, konsultan sudah melakukan fasilitasi di 5 kabupaten/Kota se Pulau Lombok yaitu: Kota Mataram, Kabupaten

(55)

Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara.

Pelayanan baru bisa dilakukan di Pulau Lombok dan belum bisa dilakukan di Pulau Sumbawa karena konsultan tidak memiliki anggaran untuk biaya operasional (komunikasi, transportasi, akomodasi dan konsumsi) yang ada hanya honor bulanan sebesar Rp. 2.500.000,- dipotong PPH dan sejak pertengahan 2016 sampai dengan saat ini honor bulanan sebesar Rp.

2.600.000,- dipotong BPJS. Tahun 2014 dan 2015 sudah menfasilitasi Bimtek dan Workshop TTG (Teknologi Tepat Guan) sebanyak 84 paket kegiatan dengan jumlah UMKM yang terfasilitasi sebanyak 2.100 orang termasuk pengurus/pengelola Koperasi dengan pendekatan menjemput bola/ konsultan datang langsung menfasilitasi ke wilayah kabupaten masing-masing dengan dibantu oleh nara sumber terkait. Pendekatan ini dilakukan karena untuk kegiatan ini tidak ada anggaran untuk sewa tempat, transportasi peserta hanya Rp. 50.000,- dan anggaran kegiatan hanya untuk 1 hari.

Sementara kegiatan Lokakarya penerapan tekhnologi tepat guna tidak bisa dilakuakan hanya sehari sehingga dengan berbagai pendekatan terhadap peserta dan nara sumber/fasilitator kegiatan TTG dapat dilakukan dalam 2-3 hari. Tahun 2016 karena tidak ada dana untuk kegiatan Bimtek dan Lokakarya TTG dari APBN, kegiatan dilakukan secara swadaya dan dengan bekerjasama secara informal dengan organisasi lain dalam 16 angkatan yang melibatkan lebih dari 250 UMKM yang dilakukan melalui pelatihan /bimbingan tekhnis dan diskusi tematik

(56)

yang dilakukan di kantor PLUT KUMKM NTB dan kantor mitra.

Kegiatan konsultasi dan pendampingan juga dilakukan dengan model kaderisasi, dimana pelaku UMKM yang sudah maju membantu mendampingi KUMKM baru untuk pengurusan izin-izin usaha dan memberikan kesempatan kepada UMKM baru untuk magang di tempat usahanya. Tahun 2017 ini, selain untuk honor konsultan kembali ada dukungan dana dari APBN untuk kegiatan Bimtek hanya untuk 6 paket kegiatan dan transportasi monitoring ke sentra usaha KUMKM di Pulau Lombok sekali dalam sebulan oleh masing-masing konsultan. Kegiatan- kegiatan yang lain dilakukan secara swadaya di kantor PLUT KUMKM NTB dan di lokasi usaha masing-masing KUMKM, dalam bentuk pemberian layanan konsultasi, Bimtek secara informal. Pendampingan dan konsultasi ke lokasi usaha dilakukan di masing-masing kabupaten yang sudah disepakati bersama oleh tim konsultan PLUT KUMKM NTB sesuai kemampuan masing-masing konsultan dan pemanfaatan berbagai media dan jaringan kerjasama dengan berbagai pihak terkait lainnya. Berdasarkan hasil temuan peneliti Terkait dengan produk UKM yang dipasarkan di Galeri PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Koperasi UMKM dapat di golongkan sebagai berikut:

a. Makanan dan Minuman Olahan b. Hendycraft (Kerajinan tangan) c. Tenun dan Batik

Referensi

Dokumen terkait

Bagi pelaku usaha kecil atau UKM, untuk dapat menjalankan online marketing dalam kegiatan promosi, pemasaran dan penjualan produk, maka peran gadget dan media