• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Strategi Usaha Dagang - EJOURNAL IAI NGAWI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Strategi Usaha Dagang - EJOURNAL IAI NGAWI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS STRATEGI USAHA DAGANG OFFLINE DITENGAH PERSAINGAN USAHA PADA MASA PANDEMI COVID 19

(STUDI KASUS UMKM DI KELURAHAN NGLAMES KABUPATEN MADIUN)

Aldo Robby Pradana Institut Agama Islam Ngawi Email :[email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini dibuat untuk mengetahui berbagai strategi bisnis yang dilakukan pelaku usaha (UMKM) dalam menghadapi pandemic Covid 19 yang berlokasi di Kelurahan Nglames Kabupaten Madiun dengan objek penelitian adalah pelaku usaha (UMKM) yang bertempat di pinggir jalan raya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan pengamatan dan disertai dengan wawancara kepada pemilik dan karyawan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat tiga strategi penting pelaku usaha untuk mempertahankan usaha mereka dalam menghadapi Covid 19, yaitu pertama dengan melihat pergerakan permintaan pasar yang berdampak pada pengurangan produk yang dijual kepada konsumen. Kedua, dengan menggunakan media sosial atau media chatting, dan media massa atau media elektronik, atau gabungan antara keduanya. Strategi ini dianggap mampu untuk mengahadapi pengurangan konsumen yang datang dikarenakan pembatasan mobilitas masyarakat. Sehingga antara penjual dan pembeli tetap dapat melakukan jual beli walaupun tidak terjadi secara langsung.

Ketiga yaitu hanya dengan menggunakan media chatting, yaitu memasarkan produk usaha di grup atau status media chatting, sepeti whatsapp dan telegram.

Semua strategi adalah dapat membantu usaha masing masing untuk bertahan, tetapi strategi yang dianggap paling maksimal dalam mendapatkan laba adalah strategi yang kedua yaitu pemanfaatan teknologi informasi (media sosial dan media massa serta elektronik).

Kata kunci : Strategi Bisnis, Teknologi Informasi, Daya Beli Konsumen

(2)

A. PENDAHULUAN

Bekerja sudah merupakan suatu kewajiban bagi manusia. Tanpa bekerja, manusia tidak akan mendapatkan sesuatu yang disebut kesejahteraan. Karena dengan bekerja, manusia dapat mencukupi segala kebutuhannya baik primer, sekunder, maupun tersier. Bekerja juga dapat memberikan kebahagiaan bagi diri manusia secara individu, keluarga, maupun di sosial masyarakat. Islam sebagai agama yang kita cintai juga memiliki pendapat yang sejalan dengan pernyataan di atas, bahwa bekerja itu adalah suatu kewajiban dan sekaligus menjadi suatu ladang ibadah bagi seorang muslim. Makna bekerja artinya adalah melaksanakan niat yang tulus ikhlas untuk mewujudkan hasil kerja yang optimal dan semaksimal mungkin.1

Bekerja dalam islam memiliki posisi yang sangat mulia dan dijunjung tinggi.

Kemuliaan manusia akan terangkat jika bekerja dengan niat ibadah. Sebaliknya Ketika manusia dengan sengaja tidak bekerja maka akan kehilangan martabat dan hargadiri di tengah masyarakat dan juga akan dibenci oleh Allah SWT. Kegiatan manusia di dunia ini khususnya di Indonesia telah berjalan hari demi hari bahkan sudah bertahun-tahun. Kejadian tidak terduga secara tiba-tiba menghantui umat manusia diseluruh dunia, yaitu terjadinya pandemic Corona Virus Desease 2019 (COVID 19) yang tentu saja terjadi diakhir tahun 2019. Munculnya pandemic ini melanda diseluruh dunia yang mengakibatkan kelumpuhan yang signifikan dalam berbagai bidang khususnya ekonomi. Sector ekonomi yang biasanya dapat menjalankan usahanya dengan lancer harus dipaksa untuk mengalami efek domino dari pembatasan sosial yang diterapkan di seluruh Indonesia. Pembatasan ini membuat masyarakat harus tinggal di rumah. Efeknya adalah tidak banyak orang yang keluar rumah sehingga pelaku usaha dan bisnis kehilangan banyak potensi pendapatannya.2 Pemerintah juga telah berusaha untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan berbagai macam kebijakan yang dapat menampung semua masukan dari masyarakat yang tujuannya untuk menghindari dari

1 Ziauddin Sardar dan M. Nafik H.R, “KesejahteraandalamPerspektif Islam padaKaryawan Bank Syariah”, Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, Vol. 3, No. 5, (Mei 2016),hlm. 391

2Maskarto Lucky Nara Rosmadi, “Penerapan Strategi Bisnis di Masa Pandemi Covid 19”, Jurnal IKRA-ITH Ekonomika, Vol. 4, No. 1, (Maret 2021), hlm. 122-123

(3)

keterpurukan ekonomi dari skala perusahaan besar maupun skala UMKM agar mampu bertahan dan tetap beroperasi walaupun harus merugi di awal terjadinya pandemi.

Unit Mikro Kecil Menengahatau bias akita sebut UMKM adalah salah satu tulangpunggung ekonomi di Indonesia. Terbukti tahun 1998-1999 di saat ekonomi sedang di masa krisis, UMKM mampu bertahan dengan segala macam strateginya.

Karena jumlahnya yang signifikan walaupun bisnisnya hanya berskala mikro tapi UMKM mampu menjawab tantangan zaman dengan mampu bertahan sampai saat ini.3

Covid 19 yang terjadi pada bulan desember tahun 2019 dan mulai berdampak bagi Indonesia pada bulan maret tahun 2020 membuat sektor UMKM mendapatkan ujian terberatnya. UMKM yang selama ini mampu bertahan ditengah segala persoalan politik dan ekonomi di Indonesia pun seakan tidak mampu berbuat banyak atas datangnya Covid 19 yang berdampak secara nasional ini.

Terbatasnya mobilitas masyarakat yang harus berdiam diri di rumah membuat UMKM kehilangan potensi pendapatannya. Maka penelitian ini akan menganalisa tentang strategi apa saja yang dilakukan atau dijalankan oleh UMKM di Kelurahan Nglames agar mampu bertahan di tengah masa Covid 19 ini. Strategi bisnis sangat diperlukan mengingat suatu usaha secara alami akan menciptakan strategi bisnis masing-masing agar terhindar dari berbagai ancaman dan melihat peluang kedepannya.4

Daya beli konsumen adalah factor yang mungkin sangat berpengaruh di masa Covid 19. Masyarakat sebagai konsumen dibatasi dalam hal mobilitas mereka demi menghindari penularan virus tersebut. Hal tersebut tentu sangat baik bagi Kesehatan namun tidak baik jika dilihat dari kacamata ekonomi. Mobilitas yang terbatas membuat masyarakat tidak pergi kewarung, toko, dan mungkin tidak ada memesan makanan dalam jumlah banyak dikarekan pembatasan

3Danang Faizal Furqon, “Pengaruh Modal Usaha, Lama Usaha, Dan Sikap Kewirausahaan Terhadap Pendapatan Pengusaha Lanting Di Lemah Duwur, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen”, Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, Vol. 7, No. 1, (2018), hlm. 52

4Rangkuti, Analisis SWOT teknik membedah kasus bisnis, (Jakarta: PT. Gramedia, 1998), hlm. 3

(4)

pergerakan masyarakat. maka UMKM harus memiliki strategi dalam mendorong daya beli masyarakat Kembali yang tentunya harus didukung dengan peraturan pemerintah pula.5

Selain itu, dikarenakan masyarakat yang mobilitasnya telah dibatasi membuat UMKM harus melakukan inovasi dengan memasarkan produk atau barang dagangan mereka ke media sosial atau system dalam jaringan (Online).

Dengan luasnya akses internet dan semakin terjangkaunya biaya promosi ke media sosial membuat UMKM dapat meraih Kembali konsumen mereka yang tentu saja akan merubah model bisnis lama ke model bisnis baru.6

Maka dari itu penelitian ini mengambil tema “Analisa Strategi Usaha Dagang Offline ditengah Persaingan Usaha pada Masa Pandemi Covid 19” untuk memberikan gambaran nyata tentang persaingan usaha yang terjadi di tengah pandemic Covid 19 yang tentu saja akan dibahas dalam perspektif umum dan dalam perspektif Islam.

B. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan jenis penelitian dekriptif kualitatif, yaitu metode yang bertujuan membantu memecahkan masalah yang terjadi pada masa sekarang serta berpusat pada masalah yang actual. Metode deskriptif sendiri yaitu menggambarkan sifat suatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab dari suatu gejala tertentu.7 Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, pengamatan, dan menganalisa dokumen pendukung. Metode kualitatif ini akan memudahkan peneliti untuk menyesuaikan keadaan yang sebenarnya di lapangan dan akan lebih fokus pada objek yang akan diteliti. Metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan peneliti dengan responden dan

5Maskarto Lucky Nara Rosmadi, “Penerapan Strategi Bisnis di Masa Pandemi Covid 19”, Jurnal IKRA-ITH Ekonomika, Vol. 4, No. 1, (Maret 2021), hlm. 124

6Ibid.

7Sugiono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2003), hlm. 22

(5)

metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar atau objek yang akan diteliti.8

Lokasi penelitian bertempat di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa strategi yang dijalankan oleh UMKM ditengah persaingan usaha pada masa pandemi. Pada tahap pengumpulan data peneliti menggunakan beberapa instrument, yaitu observasi dan interview. Teknik observasi digunakan untuk mengamati keberadaan UMKM serta strategi bisnis yang digunakan. Dan Teknik kedua yaitu interview untuk menguatkan pengamatan yang telah dilakukan di awal agar mendapatkan hasil yang valid. Objek interview tentu saja adalah pemilik UMKM dan akan didukung oleh karyawan yang bekerja di UMKM tersebut jika ada.

Metode analisis data yang digunakan adalah analisis secara mendalam untuk mengelola data dari hasil wawancara dan observasi, kemudian peneliti memaparkan hasil tersebut dalam bentuk reduksi data, bahan emperik dan menarik kesimpulan.

C. PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini dilakukan kepada UMKM di Kelurahan Nglames khususnya yang toko atau usahanya berada di pinggir jalan raya. Pengertian dari UMKM itu sendiri adalah suatu peluang usaha produktif milik perorangan atau badan usaha perorangan yang telah memenuhi persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan oleh undang undang. Undang-undang yang mengatur kriteria UMKM itu sendiri yaitu undang-undang nomor 20 tahun 2008. Usaha kecil adalah peluang usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi yang kriteria usaha kecil sebagaimana yang dimaksud dalam undang-undang.

Kriteria UMKM dalam skala usaha mikro memiliki asset maksimal Rp 50 juta,

8Adi Kusuma dan Ahmad Mustamil Khaoiron, Metode Penelitian Kualitatif, (Semarang: Pressindo, 2019), hlm. 11

(6)

dengan omset maksimal Rp300 juta per tahunnya. Dan untuk skala usaha kecil memiliki asset di atas Rp50 juta hingga Rp500 juta dengan omset di atas Rp300 juta sampai Rp2,5 Milyar per tahunnya. Sedangkan untuk skala usaha menengah memiliki asset di atas Rp500 juta hingga Rp 10 Milyar dengan omset di atas Rp2,5 Milyar sampai Rp50 Milyar per tahunnya.

Selain dari undang undang nomor 20 tahun 2008, terdapat definisi lain tentang usaha berskala kecil, yaitu undang-undang nomor 9 tahun 1995 tentang usaha kecil yang mengartikan bahwa usaha kecil merupakan kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki hasil penjualan tahunan maksimal 1 miliar dan memiliki kekayaan bersih, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, paling banyak Rp200 juta(diluar tanah dan bangunan yang ditempati). Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS)9 menjelaskan bahwa besar kecilnya suatu industri bergantung pada besar kecilnya pekerjaan yang dijalankan. Menurut BPS, UMKM memiliki peluang yang besar karena akan selalu ada permintaan pasar untuk barang yang UMKM dan akan selalu ada segmentasi pasar yang membutuhkan barang atau jasa dari UMKM tersebut.

Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan keadaan usaha ketika sebelum terjadinya pandemi dan setelah terjadinya pandemi baik dari strategi yang dilakukan sampai pendapatan yang diperoleh setiap bulannya. Maka berikut nama usaha dan bidang usaha di Kelurahan Nglames yang berlokasi di pinggir jalan raya :

Tabel 1

Nama dan Bidang Usaha UMKM

No Nama Usaha Bidang Usaha No Nama Usaha Bidang Usaha 1 WarungMbake warungmakan 15 Tambal Ban

Saridin

Tambal ban 2 Bakul Krupuk

Bakar MbNemplik

UMKM Kerupuk 16 Prediksi AE Printing dan advertising 3 Toko Lumintu Kelontong dan

sembako

17 sate gule Pak Joki

warungmakan

9 Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dari laman digital https://bps.go.id/, di akses tanggal 28 maret 2022 jam 18.05 WIB.

(7)

No Nama Usaha Bidang Usaha No Nama Usaha Bidang Usaha 4 AyamPotong Mr.

Gaban

Ayampotong 18 UD Yuni Indah Plywood

Kelontong dan sembako 5 Nagor dan

MiegorBanjir 2

warungmakan 19 omah jazz hijab pakaian 6 sate

KambingLancar

warungmakan 20 sari rejo Kelontong dan sembako 7 Mie Ayam Wahyu warungmakan 21 Subur Cell Konter hp 8 Soto Lamongan

Asli Pak Doel

warungmakan 22 toko makmur Kelontong dan sembako 9 Toko Nias Kelontong dan

sembako

23 UD sonic putra Kelontong dan sembako 10 sayurasem Bu

Ririn

warungmakan 24 Toko Tsamaniya Minimarket 11 Rahma Cell Konter Hp

12 Alat Pancing Hobby

Alat Pancing 13 UD Serba Rapi Kelontong dan

sembako 14 Toko Rahmad Kelontong dan

sembako

Tabel diatas merupakan usaha atau UMKM milik masyarakat Kelurahan Nglames yang berlokasi di pinggir jalan raya yang memiliki potensi besaratas perubahan yang terjadi Ketika sebelum terjadi pandemi Covid 19 dan setelah terjadi pandemi Covid 19. Peneliti berpendapat bahwa usaha yang berlokasi di pinggir jalan raya memiliki potensi ekonomi lebih besar dari usaha yang berada di dalam gang atau yang jauh dari jalan raya.

Pelaku usaha harus memiliki strategi bisnis mereka masing masing. Maka pengertian strategi itu sendiri adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh seseorang. Jika dikembangkan menjadi strategi bisnis, maka bisa berarti ekspansi wilayah bisnis, akui sisi bisnis, pengembangan sebuah produk, penetrasi pasar, serta pengembangan minat pasar.10

10Mochamad Ammar Faruq dan Indrianawati Usman, “Penyusunan Strategi Bisnis Dan Strategi Operasi Usaha Kecil DanMenengah Pada Perusahaan Konveksi Scissors Di Surabaya”, JurnalManajemenTeori dan Terapan, Vol. 7, No. 3, (Desember 2014), hlm. 176

(8)

Segala macam bisnis akan tumbuh dan berkembang jika menemukan dan menerapkan strategi bisnis yang efektif. Suatu bisnis berdiri pasti menginginkan suatu keuntungan yang maksimal. Maka untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan strategi bisnis yang matang oleh pendiri bisnis atau yang berkepentingan.

Pada masa pandemi Covid 19, semua pelaku usaha berfikir keras untuk menemukan strategi pada bisnis mereka masing-masing. Strategi yang paling mudah dilakukan adalah melalui media sosial atau elektronik. Strategi ini dianggap mampu menerobos batas batas suatu usaha dimana jangkauannya bisa semakin luas dan dapat menjangkau calon konsumen yang memiliki batasan mobilitas dikarenakan Covid 19.11

Hasil metode pengamatan peneliti terkait strategi yang digunakan pelaku usaha untuk mengantisipasi terjadinya pandemi Covid 19 dibagi menjadi beberapa macam :12

1. Non-Strategi

Pengertian non strategi adalah ketika pelaku usaha atau UMKM tidak melakukan strategi apapun terkait terjadinya pandemi Covid 19. Pelaku usaha hanya menunggu konsumen datang tanpa menghiraukan berkurangnya konsumen akibat terbatasnya mobilitas ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Pelaku usaha hanya mengurangi produk mereka dan menunggu sampai keadaan membaik. Pelaku usaha yang tidak melakukan strategi cenderung terdampak dari sisi daya beli konsumen dan efeknya adalah pendapatan mereka juga turun secara signifikan.

Harapan pelaku usaha hanya kepada masyarakat sekitar yang mungkin masih membeli produk atau jasa usaha mereka.

11Husna Ni’matulUlya, “Alternatif Strategi PenangananDampak Ekonomi Covid-19 Pemerintah Daerah Jawa Timur pada Kawasan Agropolitan”, el-Barka : Journal of Islamic Economic and Business, Vol. 3 No. 1, (Tahun 2020), hlm. 90

12Maskarto Lucky Nara Rosmadi, “Penerapan Strategi Bisnis di Masa Pandemi Covid 19”, Jurnal IKRA-ITH Ekonomika, Vol. 4, No. 1 (Maret 2021), hlm. 123-124

(9)

2. Strategi Media Cetak dan Elektronik

Informasi dalam media sangat berperan bagi suatu produk baik barang maupun jasa. Media konvensional yang sering digunakan adalah media cetak dan elektronik. Media cetak mencakup sebagai media massa seperti surat kabar, koran, majalah dan lainnya. Sedangkan media elektronik yang memenuhi kriteria media massa secara umum adalah radio dan televisi.

3. Strategi Media Sosial

Dunia bisnis beberapa tahun ini telah banyak melakukan perubahan dari sisi memasarkan produk. Dulu bisnis berjalan secara konvensional dimana pelaku usaha mendirikan bisnis dengan memilih lokasi yang strategis dengan calon konsumen atau target pasar mereka. Sedangkan bisnis dewasa ini dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Media sosial dianggap sebagai strategi pemasaran terbaru untuk suatu usaha. Karena akan memberikan manfaat yang optimal serta efisien dari sisi biaya. Dengan sosial media pelaku usaha dapat mengiklankan produk mereka secara bebas dan lebih detail terkait produk, kualitas, dan harga sehingga konsumen lebih bebas memilih barang atau jasa yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan.13

Setelah mengamati usaha yang terdapat di Kelurahan Nglames dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu pertama tidak semua usaha memiliki media sosial atau lebih spesifik lagi bahwa usaha mereka tidak dipasarkan di media sosial atau media online lainnya, dan juga tidak semua memasarkan produknya di media cetak atau media elektronik. Hal ini dikarenakan banyak usaha yang ada adalah usaha UMKM yang fokus pada warung makan, toko kelontong berskala kecil, dan bengkel.

Maka untuk menghadapi pandemic Covid 19 sebagian mengurangi barang dagangan mereka, Sebagian yang lain menggunakan strategi aplikasi chatting sepeti whatsapp dengan memasarkan produk mereka ke grup yang mereka ikuti.

Hal ini cukup efektif untuk meningkatkan penjualan walaupun skala cakupannya terbatashanya pada grup whatsapp. Sebagian kecil usaha yang skalanya besar

13Purbohastuti, “Efektivitas Media Sosial Sebagai Media Promosi”, JurnalTirtayasaEkonomika, Vol.

12, No. 2, (Tahun 2017),hlm. 220.

(10)

seperti toko Tsamaniya, Prediksi AE Printing dan Advertising sangat efektif dalam mengelola media sosial mereka. Semua produknya dipasarkan secara online untuk menambah potensi pangsa pasar.

Selain pengamatan terhadap pelaku usaha, daya beli konsumen juga berpengaruh dalam berjalannya suatu usaha. Ketika daya beli konsumen naik maka potensi pelaku usaha untuk memperoleh pelanggan juga semakin besar, begitu juga sebaliknya. Beberapa teori dasar terkait daya beli konsumen dijelaskan bahwa ketertarikan atau keinginan konsumen untuk membeli produk barang ataupun jasa dipengaruhi beberapa factor, diantaranya kualitas, produk, spesifikasi, dan harga. Seiring dengan perkembangan teknologi, konsumen dapat dimudahkan dalam memilih barang yang mereka sukai dengan media sosial atau aplikasi chatting online. Maka pilihan konsumen semakin bervariasi dan konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan mereka.14

Dari pernyataan di atas terdapat benang merah yang dapat menjelaskan bahwa antara pelaku usaha dan konsumen sama sama dapat memanfaatkan teknologi dimana pelaku usaha untuk mengembangkan usaha dan konsumen untuk memilih barang atau jasa yang lebih bervariatif. Kondisi ini harus didukung oleh data yang jelas, sifat yang jujur, dan dan terpercaya dari pelaku usaha agar konsumen tidak dirugikan. Harga yang kompetitif akan menguntungkan antara konsumen dan pelaku usaha.

Pengumpulan data selanjutnya yaitu metode wawancara dengan pemilik usaha terkait strategi yang diterapkan pada usaha mereka. Terdapat beberapa poin besar yang dapat ditarik kesimpulan, yaitu :

a. Pelaku usaha yang tidak memiliki strategi apapun dalam menghadapi Covid 19 cenderung mengurangi persediaan barang dagangan dengan harapan dapat menjual barang sesuai dengan rata rata konsumen yang datang setiap hari. Hal ini bersumber dari hasil wawancara dengan beberapa pemilik warung makan, yaitu Warung Makan Mbake, Nasgor dan Miegor Banjir 2, Mie Ayam Wahyu,

14M.F. Nasution dan H. Yasin, “PengaruhPromosi dan Harga Terhadap Minat Beli Perumahan Obama PT. Nailah Adi Kurnia Sei Mencirim Medan”, Jurnal Manajemen dan Bisnis , Vol. 14, No. 2 (Tahun 2014), hlm. 139.

(11)

Sayur Asem Bu Ririn, dan Sate Gule Pak Joki dimana ketika awal terjadinya Covid 19, usaha mereka sangat sepi pembeli. Tapi menurut pengakuan pemilik usaha, saat ini usaha mereka sudah perlahan pulih dan konsumen sudah mulai ramai walaupun pada awalnya masih dengan aturan yang ketat, seperti harus memakai masker, cuci tangan, dan makan tidak boleh lebih dari 20 menit.

b. Pelaku usaha yang memanfaatkan media massa atau media elektronik. Hal ini sejalan dengan apa yang diterapkan oleh Toko Minimarket Tsamaniya,Omah Jazz Hijab dan Prediksi AE Digital Printing and Advertising. Menurut manajer dari toko Tsamaniya dan pemilik percetakan Prediksi AE, mereke menggunakan media massa seperti memasang baliho di depan toko, memasarkan produk atau toko mereka di radio, dan menyebarkan brosur.

Media sosial juga digunakan untuk memasarkan produk, memberikan update promo atau diskon harga dan yang lainnya. Sehingga konsumen memiliki banyak informasi yang diperoleh sehingga potensi peningkatan konsumen akan naik signifikan. Sedangkan yang hanya menggunakan media massa saja adalah Subur Cell dan Rahma Cell dimana mereka memasang harga kartu provider dan paket internet di pamphlet, atau baliho di depan toko mereka.

c. Pelaku usaha yang memanfaatkan media sosial atau media chatting seperti telegram atau whatsapp. Strategi ini dilakukan oleh UD Serba Rapi, Toko Nias, Sari Rejo, UD Yuni Indah. Beberapa toko tersebut melakukan ekspansi pemasaran melalui status media chatting dengan harapan banyak dari kontak- kontak yang tersedia dapat membaca iklan tersebut. Metode lain adalah dengan membagikan produk usaha di grup yang dimiliki pemilik atau karyawan yang bekerja di toko tersebut. Sehingga metode ini sangat efektif untuk menambah pendapatan di tengah masa pandemic Covid 19

D. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa strategi yang dilakukan pelaku usaha untuk bertahan dalam menghadapi pandemi Covid 19.

Terdapat tiga strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha yaitu yang pertama dengan menyesuaikan permintaan konsumen saat Covid 19. Ketika permintaan

(12)

sedang turun pelaku usaha harus mengurangi produk mereka agar setidaknya dapat mempertahankan usaha mereka. Kedua, yaitu dengan memanfaatkan teknologi berupa media sosial, media chatting, media massa, media elektronik atau kombinasi antar media. Strategi ini tergolong mampu untuk mempertahankan usaha bahkan tetap mendapatkan keuntungan meskipun tidak sebesar Ketika sebelum terjadi Covid 19. Strategi ketiga, yaitu hanya memanfaatkan media chatting seperti whatssap, dan telegram untuk memasarkan produk usaha disamping juga melihat permintaan secara riil di lapangan. Semua strategi di atas adalah bertujuan agar setiap pelaku usaha dapat bertahan sampai Covid 19 ini menurun kasusnya dan kehidupan normal kembali kesedia kala.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik (BPS)., “Statistik Daerah Kabupaten Madiun” dikutip dari https://bps.go.id/, pada tanggal 28 Maret 2022 pukul 18.05 WIB.

Faruq, Mochammad Ammar., Indrianawati Usman., 2014, “Penyusunan Strategi Bisnis Dan Strategi Operasi Usaha Kecil Dan Menengah Pada Perusahaan Konveksi Scissors Di Surabaya”, JurnalManajemenTeori dan Terapan, Vol.

7, No. 3, Desember 2014, Surabaya: Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya.

Furqon, Danang Faizal., “Pengaruh Modal Usaha, Lama Usaha, Dan Sikap Kewirausahaan Terhadap Pendapatan Pengusaha Lanting Di Lemah Duwur, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen”, Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, Vol. 7, No. 1, Tahun 2018, Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Kusuma, Adi., Ahmad Mustamil Khaoiron., 2019, Metode Penelitian Kuantitatif, Semarang: Pressindo.

Nasution, M.F., H. Yasin, “Pengaruh Promosi dan Harga Terhadap Minat Beli Perumahan Obama PT. Nailah Adi Kurnia Sei Mencirim Medan”, Jurnal Manajemen dan Bisnis , Vol. 14, No. 2, Tahun 2014, Medan: Universitas Sumatera Utara.

Purbohastuti., 2017, “Efektivitas Media Sosial Sebagai Media Promosi”, Jurnal Tirtayasa Ekonomika, Vol. 12, No. 2, Tahun 2017, Banten: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan AgengTirtayasa.

Rangkuti., 1998, Analisis SWOT Teknik MembedahKasusBisnis, Jakarta: PT.

Gramedia.

(13)

Rosmadi, Maskaro Lucky Nara., 2021, “Penerapan Strategi Bisnis di Masa Pandemi Covid 19”, Jurnal IKRA-ITH Ekonomika, Vol. 4, No. 1, Maret 2021, Bandung:

STIE Kridatama Bandung.

Sardar, Ziauddin., H.R, M. Nafik., 2016, “Kesejahteraan dalam Perspektif Islam”, Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan. Vol. 3, No. 5, Mei 2016, Surabaya: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Airlangga.

Sugiono., 2003, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta.

Ulya, Husna Ni’matul., 2020, “Alternatif Strategi Penanganan Dampak Ekonomi Covid-19 Pemerintah Daerah Jawa Timur pada Kawasan Agropolitan”, el- Barka : Journal of Islamic Economic and Business, Vol. 3 No. 1, Tahun 2020, Ponorogo: Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian di Toko Dejams Store adalah Merancang dan membangun sebuah E-Katalog berbasis website sebagai media promosi dan penjualan online pada

Abu> al-Fida>’ Isma>’i>l ibn Kathi>r ketika menafsirkan ayat al-Qur’a>n yang berbunyi ‚… ٍجَرَح ْنِم ِنيِّدلا يِف ْمُكْيَلَع َلَعَج اَم َو…” …Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu