Analisis Surat Keputusan Badan Hukum tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan Terbatas “PT MITRA DIGITAL ASIA”
A. SK Badan Hukum
Surat keputusan badan hukum didefinisikan sebagai surat atau ketetapan yang dibuat oleh badan atau perusahaan tertentu dalam bentuk tertulis yang menjadi keputusan suatu solusi atau dari setiap permasalahan yang ada. Pengesahan SK badan hukum diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 11 Tahun 2019 tentang “TATA CARA PERMOHONAN SALINAN SURAT KEPUTUSAN DAN/ATAU SALINAN SURAT PENERIMAAN PEMBERITAHUAN BADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS, YAYASAN DAN PERKUMPULAN”. Segala prosedur dan kelengkapan dalam SK badan Hukum Perseroan Terbatas haruslah mengikuti ketentuan pada Undang- undang tersebut. SK badan hukum bagi sebuah PT berfungsi sebagai butki otentik bahwa perusahaan telah berbadan hukum dan dapat secara legal melakukan kegiatan usahanya.
Misalnya, Badan Usaha Hukum dapat melakukan pemisahan harta kekayaan pribadi pemilik/pendirinya dan harta kekayaan perusahaan.
SK Badan Hukum dikeluarkan dan disahkan oleh Kementrian Hukum dan Asasi Manusia melalui surat keputusan yang ditandangani oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham. Permohonan pengesahan dilakukan oleh Notaris yang diberikan kuasa oleh Direksi Perseroan Terbatas yang tercatat terakhir dalam data SABH untuk mengajukan permohonan salinan surat keputusan dan surat penerimaan pemberitahuan badan hukum perseroan terbatas.
B. Analisis SK Badan Hukum
Permenkumham Nomor 11 Tahun 2019 pada Pasal II ayat 4 menyebutkan format isian permohonan surat keputusan badan hukum perseroan terabatas yang paling sedikit harus memuat:
a. nama badan hukum Perseroan Terbatas, Yayasan, dan Perkumpulan;
b. jenis permohonan;
c. nomor dan tanggal Surat Keputusan dan/atau Surat Penerimaan Pemberitahuan dimaksud;
dan
d. nama direksi Perseroan Terbatas
Pada kajian ini, saya akan menganalisis kesesuaian Surat Keputusan Badan hukum Perseroan Terbatas PT Mitra Digital Asia dengan Undang-undang yang mengatur. PT Mitra Digital Asia mendapat pengesahannya melalui Surat Pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0032123.AH.01.01.TAHUN 2016.
Permohonan pengesahan badan hukum diajukan oleh notaris ERVINA CHRISTINA SEMBIRING, S.H., M.KN tentang Pendirian Badan Hukum PT MITRA DIGITAL ASIA tanggal 13 Juli 2016 dengan Nomor Pendaftaran 4016071336100386 telah sesuai dengan persyaratan pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan.
Surat Keputusan Badan Hukum PT Mitra Digital Asia terdiri dari dua halaman, halaman pertama memiliki struktur sebagai berikut:
Judul SK Badan Hukum; yaitu Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum perseroan Terbatas.
Nomor Surat; Nomor AHU-0032123.AH.01.01.TAHUN 2016.
Pernyataan Pertimbangan; Memuat hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam penetapan status badan hukum perseroan terbatas.
Keputusan Menteri; Memuat putusan-putusan final pengesahan badan hukum PT Mitra Digital Asia.
Tempat dan tanggal Penetapan; SK ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Juli 2016, dengan ini juga PT Mitra Digital Asia resmi berbadan hukum terhitung sejak tanggal penetapan tersebut.
Tanda Tangan Pejabat terkait; Dalam hal ini yang menandatangani SK Badan Hukum adalah Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham yaitu Dr.
Freddy Harris, SH, LL.M, ACCS. Dengan ditandatanginya SK tersebut oleh pejabat terkait, maka PT Mitra Digital Asia telah sah diakui sebagai badan hukum oleh negara.
Halaman kedua SK badan hukum PT Mitra Digital Asia memiliki struktur sebagai berikut;
Judul SK Badan Hukum dan Nomor surat pengesahan; Judul dan nomor surat sama seperti halaman pertama.
Modal Dasar; Merupakan seluruh nominal saham dari suatu perseroan yang tercantum dalam anggaran dasar perusahaan, dan dalam SK Badan hukum tersebut, modal dasar yang dimiliki PT Mitra Digital Asia berjumlah Rp. 500.000.000,00.
Modal Ditempatkan; Merupakan kesanggupan pihak pemegang saham dalam menanamkan modal perseroan, dan dalam SK Badan Hukum tersebut, modal ditempatkan yang dimiliki PT Mitra Digital Asia berjumlah Rp. 200.000.000,00.
Susunan organisasi perusahaan; Merupakan susunan organisasi dalam badan
perusahaan yang terdiri dari pemegang saham, dewan komisaris dan direksi. Pada PT Mitra Digital Asia, Rudy Lasut berstatus sebagai direktur, Mohammad Anis Yunianto berstatus sebagai komisaris utama, dan Firman Ardi, SE berstatus sebagai komisaris.
Tempat, tanggal dan tanda tangan pejabat terkait.
Berdasarkan hasil analisis saya, SK Badan Hukum PT Mitra digital Asia sudah sesuai dengan apa yang diharuskan dalam Permenkumham Nomor 11 Tahun 2019 tentang “TATA CARA PERMOHONAN SALINAN SURAT KEPUTUSAN DAN/ATAU SALINAN SURAT PENERIMAAN PEMBERITAHUAN BADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS, YAYASAN DAN PERKUMPULAN” dan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Tersbatas. Susunan struktur surat dalam SK badan hukum telah memuat format yang sesuai dengan Undang-undang, dilihat dari dicantumkannya nama badan hukum, nomor dan tanggal surat keputusan, susunan direksi perseoran terbatas, keputusan-keputusan, dan dibubuhi tanda tangan pejabat Kemenkumham. Dengan penerbitan surat keputusan ini, maka PT Mitra Digital Asia secara de jure telah sah dinyatakan sebagai perusahaan berbadan hukum yang dapat menjalankan kegiatan usahanya secara legal di wilayah Republik Indonesia.