• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis swot dalam bisnis cuci sepatu

N/A
N/A
Aradea Naufal

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis swot dalam bisnis cuci sepatu"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SWOT DALAM BISNIS CUCI SEPATU

Pertemuan 7

OLEH :

ARADEA NAUFAL RAMANDA 40222100648

FAKULTAS EKONOMI BISNIS UNIVERSITAS WIDYATAMA

Oktober 2023

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...i

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Permasalahan Penelitian...4

BAB II...5

TINJAUAN PUSTAKA...5

2.1 Pengertian Analisis SWOT...5

2.2 Fungsi, Manfaat, dan Tujuan Analisis SWOT...5

BAB III...7

HASIL DAN PEMBAHASAN...7

3.1 Strategi Pengembangan Usaha Cuci Sepatu...7

BAB IV...14

KESIMPULAN...14

DAFTAR PUSTAKA...15

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu persoalan dalam membangun ekonomi Indonesia adalah kurangnya jumlah wirausahawan. Jumlah wirausahawan yang ideal dalam suatu negara mendekati 10%, sedangkan di Indonesia masih di bawah 2%. Oleh karena itu untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi diperlukan partisipasi dari masyarakat untuk menjadi wirausahawan baru. Sejarah menunjukkan bahwa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kurang mendapatkan perhatian di Indonesia sebelum krisis pecah pada tahun 1997 (Hamali, 2016:

hal.112). UMKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dengan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil Industri. Dalam masa krisis ekonomi yang beberapa tahun lalu, banyak usaha berskala besar mengalami kemacetan bahkan berhenti aktifitasnya. Sektor UMKM terbukti lebih tangguh dalam menghadapi masa tersebut. Namun demikian, hal ini tetap tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak terdapat kelemahan yang melekat pada sector UMKM seperti halnya dalam akses informasi. Dengan keterbatasan ini, UMKM yang sebenarnya memiiki potensi pangsa pasar yang cukup besar di dunia Internasional, pada kenyataannya masih belum banyak diketahui konsumen sehingga minat Masyarakat terhadap UMKM masih rendah.

Suatu bisnis berjalan jika ada peluang pasarnya. Peluang pasar yang teridentifikasi dan ditangkap oleh seorang wirausahawan merupakan responnya untuk memecahkan masalah yang ada di dalam masyarakat. Seseorang wirausahawan akan mengeksplorasi peluang tersebut untuk kemudian menciptakan suatu produk atau jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan lingkungan masyarakat. Melalui produk dan jasa tersebut diharapkan masalah yang dihadapi masyarakat dapat terselesaikan secara tuntas. Bagi seorang pengusaha suatu usaha dimulai karena adanya suatu peluang (opportunity) bisnis dan ketertarikan pada keuntungan yang diharapkan dari usaha tersebut. Mewujudkan suatu peluang menjadi suatu kenyataan adalah suatu proses yang memerlukan waktu yang relatif cukup lama. Waktu diperlukan untuk mengatur prasyarat, seperti menjajaki layak tidaknya suatu usaha tersebut (Anoraga, 2011: hal. 5-7).

Peluang bisnis adalah kesempatan atau waktu yang tepat yang seharusnya diambil oleh seorang wirausahawan untuk mendapat keuntungan. Keberhasilan dalam menangkap peluang usaha akan membuka keberhasilan lainnya yang ditentukan oleh faktor teknologi,

(4)

komunikasi dan informasi. Seseorang wirausahawan harus cerdik menangkap dan memanfaatkan peluang kemudian mengambil keputusan yang tepat dengan memanfaatkan sumber daya, baik yang ada dalam kepemilikannya maupun yang ada di lingkungan eksternal secara kreatif. Membaca peluang pasar merupakan komponen kunci agar analisis peluang bisnis bisa dikembangan seakurat mungkin. Dengan membaca peluang pasar secara cermat, maka dapat diketahui apakah produk yang diciptakan mempunyai peluang untuk diserap pasar atau tidak. Seandainya produk terserap pasar maka harus teridentifikasi apa yang menjadi penyebabnya dan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh konsumen (Pramudiana dkk, 2016:

hal.11-12).

Peluang bisnis yang sudah terbuka luas memerlukan adanya pengembangan. Dalam arti luas pengembangan adalah upaya pendidikan baik formal maupun non formal yang dilaksanakan secara sadar, berencana, terarah, teratur, dan bertanggung jawab dalam rangka memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing, dan mengembangkan suatu dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bakat, keinginan serta kemampuannya, meningkatkan dan mengembangkan dirinya, sesama, maupun lingkungan nya ke arah tercapainya martabat, mutu dan kemampuan manusiawi yang optimal dan pribadi yang mandiri. Pengembangan adalah prihal berkembang dan selanjutnya, kata berkembang juga berarti mekar terbuka atau membentang, menjadi besar, luas dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian pikiran, pengetahuan dan sebagainya (KBBI, 1991: hal.205). Saat wirausahawan menciptakan suatu ide bisnis, mereka juga harus memperhatikan bagaimana menerapkan fungsi-fungsi bisnis yang baru saja digambarkan, untuk membuat bisnis yang berhasil. Mereka harus menciptakan rencana bisnis, yaitu suatu diskripsi dari bisnis, jenis pelanggan yang ingin ditarik, kondisi persaingan, dan fasilitas yang diperlakukan untuk produksi. Dewasa ini Perusahaan yang berskala UMKM sedang gencar-gencarnya mendapat perhatian dari pemerintah baik tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi maupun tingkat Nasional.

Analisis SWOT adalah metode perencanaan setrategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), dan kelemahan (weaknesses) internal organisasi, serta peluang (opportunities) dan ancaman atau tantangan (thereats) eksternal suatu organisasi atau proyek atau suatu spekulasi bisnis. Analisis SWOT dilakukan dengan tujuan untuk mengenali tingkat kesepian setiap fungsi dari keseluruhan setiap usaha yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Berhubung tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat dari setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan factor dalam setiap fungsi, baik faktor internal maupun eksternal. Agar dalam melakukan analisis bisnis pelaku bisnis dapat mengidentifikasi masalah dan faktor-faktor yang mempengaruhi serta menemukan solusinya.

(5)

Saecuci Shoes Cleaning merupakan salah satu sektor bisnis UMKM yang bergerak pada bidang jasa. Saecuci Shoes Cleaning didirikan oleh Aradea Naufal Ramanda pada 27 Agustus 2023 di Jln. Kacapiring Dalam No. 170 Kec. Batununggal. Saecuci Shoes Cleaning mempunyai visi memberikan pelayanan terbaik dan produk berkualitas kepada pelanggan.

Pada perjalanannya Saecuci Shoes Cleaning tentunya menghadapi berbagai hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan usahanya, diantaranya yaitu tempat produksi, kurangnya peralatan produksi dan modal serta sumber daya manusia. Jika dilihat dari segi eksternal, yaitu dari segi persaingan usaha, ada beberapa percetakan yang menjadi competitor bagi Saecuci Shoes Cleaning. Salah satu kompetitor yang bisa dikatakan cuci sepatu besar yaitu Shoes and care dan Cuci Wangi.

Kemudian, untuk mempertahankan dan mengembangkan Saecuci Shoes Cleaning sampai seperti saat ini, tentunya Aradea Naufal Ramanda membutuhkan strategi usaha yang tepat. Dibutuhkan alat analisis untuk membantu Aradea Naufal Ramanda membuat strategi usaha yang tepat dalam menghadapi persaingan usaha salah satunya adalah dengan menggunakan Analisis SWOT. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk menentukan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).

Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treath), merupakan sebuah analisis yang menilai lingkungan internal perusahaan Strength (kekuatan) dan Weakness (kelemahan), serta lingkungan eksternal Opportunity (peluang) dan Treath (ancaman). Hasil penilaian tersebut akan didapatkan informasi seputar perusahaan, dan dengan informasi tersebut perusahaan akan dapat membuat strategi yang tepat guna, untuk memenangkan persaingan. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana implementasi analisis SWOT pada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang diterapkan oleh Saecuci Shoes Cleaning Kec. Batununggal dengan judul "

Analisis SWOT pada Usaha Kecil dan Menengah (Studi kasus pada usaha cuci sepatu Saecuci Shoes Cleaning)". Dalam hal ini percetakan Paradis Saecuci Shoes Cleaning diharapkan mampu membaca lingkungan internal dan juga lingkungan eksternalnya untuk dapat bersaing dengan para kompetitor agar usaha bisnis yang dijalankan tetap eksis di dunia usaha.

(6)

1.2 Permasalahan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis membuat pertanyaan penelitian sebagai berikut : “Bagaimana implementasi analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) pada UMKM di Saecuci Shoes Cleaning?”

(7)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk menentukan strategi perusahaan.

Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang

(Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Analisis SWOT apabila dilihat berdasarkan filosofinya analisis SWOT merupakan suatu penyempurnaan pemikiran dari berbagai kerangka kerja dan rencana strategi yang pernah diterapkan baik di medan pertempuran maupun bisnis.

Sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Sun Tzu, bahwa apabila kita mengenal kekuatan dan kelemahan lawan sudah biasa dipaastikan bahwa kita akan dapat memenangkan pertempuran.

Pembuatan keputusan perusahaan perlu pertimbangan factor internal yang mencakup kekuatan dan kelemahan maupun factor eksternal yang mencakup peluang dan ancaman.

Dalam hal ini, analisis SWOT dipakai jika para penentu strategi perusahaan mampu melakukan pemaksimalan peranan faktor kekuatan dan memanfaatkan peluang sekaligus berperan sebagai alat untuk meminimalisi kelemahan yang terdapat dalam tubuh organisasi dan menekan ancaman yang timbul dan harus dihadapi dengan tepat.

2.2

Fungsi, Manfaat, dan Tujuan Analisis SWOT

a. Fungsi Analisis SWOT

Secara umum analisis SWOT sudah dikenal oleh sebagian besar tim teknis penyusun rencana perusahaan. Sebagian dari pekerjaan perencanaan strategi terfokus kepada apakah perusahaan mempunyai sumber daya dan kapabilitas yang memadai untuk menjalankan misi dan mewujudkan visinya. Pengenalan akan kekuatan yang dimiliki akan membantu perusahaan untuk menaruh perhatian dan melihat peluang-peluang baru, sedangkan penilaian yang jujur terhadap kelemahan-kelemahan yang ada akan memberikan bobot realisme pada rencana- rencana yang akan dibuat perusahaan. Jadi fungsi Analisis SWOT adalah menganalisis mengenai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan, serta analisa mengenai peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan yang dilakukan melalui telaah terhadap kondisi eksternal perusahaan.

(8)

b. Manfaat Analisis SWOT

Analisis SWOT bermanfaat apabila telah secara jelas ditentukan dalam bisnis apa perusahaan beroperasi dan arah mana perusahaan menuju ke masa depan serta ukuran apa saja yang digunakan untuk menilai keberhasilan manajemen perusahaan dalam menjalankan misinya dan mewujudkan misinya dari hasil analisis akan memetakan posisi perusahaan terhadap lingkungannya dan menyediakan plihan strategi umum yang sesuai serta dijadikan dasar dalam menetapkan sasaran-sasaran perusahaan selama 3-5 tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan para stakeholder atau analisis SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam perusahaan yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.

c. Tujuan Analisis SWOT

Tujuan utama Analisis SWOT adalah mengidentifikasi strategi perusahaan secara keseluruhan. Hampir setiap perusahaan maupun pengamat bisnis dalam pendekatannya banyak menggunakan analisis SWOT. Kecenderungan ini tampaknya akan terus semakin meningkat, yang mana satu dengan yang lain saling berhubungan dan saling tergantung.

Penggunaan Analisis SWOT ini sebenarnya telah muncul sejak lama mulai dari bentuknya yang paling sederhana, yaitu dalam rangka menyusun strategi untuk mengalahkan musuh dalam pertempuran.

Konsep dasar pendekatan SWOT ini tampaknya sederhana sekali sebagaimana dikemukakan oleh Sun Tzu bahwa apabila kita telah mengenali kekuatan dan kelemahan lawan, sudah dapat dipastikan kita dapat memenagkan pertempuran. Dalam perkembangannya saat ini analisis SWOT tidak hanya dipakai untuk menyusun strategi di medan pertempuran, melainkam banyak dipakai dalam penyusunan perencanaan bisnis (Strategic Business Planning) yang bertujuan untuk menyusun strategi-strategi jangka panjang sehingga arah dan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan jelas dan dapat segera diambil keputusan berikut semua perubahannya dalam menghadapi pesaing.

(9)

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1

Strategi Pengembangan Usaha Cuci Sepatu

Usaha cuci sepatu telah menjadi tren yang populer dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan semakin sibuknya gaya hidup modern, banyak orang yang mencari solusi praktis untuk membersihkan sepatu mereka tanpa harus repot melakukannya sendiri. Namun, dalam persaingan yang semakin ketat, penting bagi pemilik usaha cuci sepatu untuk melakukan analisis SWOT guna menemukan keunggulan bersaing.

Saecuci Shoes Cleaning dalam usahanya dikatakan cukup berkembang, hal tersebut ditandai dengan kemampuannya dalam mempertahankan bisnis usahanya hingga saat ini yang bisa dikatakan baru saja mulai, yakni kurang lebih sekitar 3 bulan. Bertahannya usaha cuci sepatu hingga saat ini tentunya dipengaruhi oleh bagaimana strategi dari usaha cuci sepatu dalam mempertahankan usaha cuci sepatu agar mampu bersaing di tengah perkembangan Ekonomi dan Budaya. Adapun strategi yang digunakan oleh saecuci shoes cleaning dalam mempertahankan usahanya dapat diilustrasikan berdasarkan kondisi usaha cuci sepatu, baik dari aspek kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), kesempatan (opportunities) serta ancaman (threats) yang di hadapi oleh usaha saecuci shoes cleaning, yaitu sebagai berikut:

A. Kekuatan (Strengths)

1. Lokasi strategis: Usaha cuci sepatu yang berlokasi di dekat pusat keramaian atau mall memiliki keuntungan tersendiri karena mudah dijangkau oleh pelanggan.

2. Kualitas layanan: Memberikan layanan cuci sepatu dengan kualitas terbaik akan menjadi kekuatan usaha, karena pelanggan akan puas dengan hasil yang diberikan.

3. Tim yang berpengalaman: Memiliki tim yang berpengalaman dalam menangani

berbagai jenis sepatu dan mengetahui teknik-teknik pembersihan yang efektif akan

meningkatkan reputasi usaha.

(10)

4. Peralatan canggih: Menggunakan peralatan canggih dan modern dalam proses cuci sepatu akan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

5. Harga yang kompetitif: Menawarkan harga yang bersaing dengan usaha sejenis akan membantu menarik pelanggan.

6. Sistem manajemen yang baik: Memiliki sistem manajemen yang terorganisir dengan baik akan dapat meningkatkan efisiensi operasional usaha.

7. Kemitraan dengan produsen sepatu: Membangun kemitraan dengan produsen sepatu lokal untuk memberikan jasa cuci sepatu secara resmi dapat membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan.

8. Layanan antar-jemput: Menyediakan layanan antar-jemput sepatu untuk pelanggan yang sibuk akan menjadi nilai tambah yang menarik.

9. Fasilitas yang nyaman: Menyediakan fasilitas yang nyaman seperti tempat duduk dan ruang tunggu untuk pelanggan yang datang langsung ke toko cuci.

10. Promosi yang efektif: Menggunakan strategi promosi yang tepat akan membantu untuk meningkatkan kesadaran pelanggan tentang usaha cuci sepatu ini.

11. Memiliki jaringan yang luas: Memiliki jaringan dengan pengepul sepatu, toko sepatu, dan komunitas sepatu lokal akan membantu dalam mendapatkan pasokan sepatu yang cukup untuk usaha cuci.

12. Menerapkan teknologi online: Menyediakan platform online untuk pemesanan dan

pembayaran akan memberikan kemudahan bagi pelanggan.

(11)

13. Diversifikasi layanan: Selain cuci sepatu, juga menyediakan jasa perawatan dan perbaikan sepatu dapat menarik pelanggan yang membutuhkan layanan tambahan.

14. Menggunakan produk ramah lingkungan: Menggunakan deterjen dan bahan pembersih yang ramah lingkungan akan menarik konsumen yang peduli dengan lingkungan.

15. Memberikan jaminan layanan: Memberikan garansi bahwa sepatu yang dilakukan cuci tidak akan rusak atau mengalami kerusakan akan memberikan kepercayaan bagi pelanggan.

16. Kecepatan pelayanan: Menyediakan layanan express menjadi daya tarik bagi pelanggan yang membutuhkan sepatu dalam waktu yang cepat.

17. Menyediakan layanan antiseptik: Menawarkan layanan antiseptik pada sepatu akan memberikan rasa aman dan kebersihan bagi pelanggan.

18. Menggunakan teknik cuci sepatu yang unggul: Menyediakan teknik-teknik cuci sepatu yang berkualitas dan sesuai dengan jenis bahan sepatu akan meningkatkan popularitas usaha.

19. Menawarkan program membership: Memberikan program keanggotaan akan menjadi insentif bagi pelanggan untuk menggunakan jasa cuci ini secara

berkelanjutan.

20. Memiliki sertifikasi keamanan: Mendapatkan sertifikasi keamanan dan pelayanan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau lembaga terkait akan meningkatkan

kepercayaan pelanggan.

B. Kelemahan (Weaknesses)

(12)

1. Kurangnya brand awareness: Jika usaha ini masih baru, mungkin kurangnya brand awareness akan menjadi kendala dalam menarik pelanggan.

2. Keterbatasan dana: Kurangnya dana untuk membangun dan mempromosikan usaha dapat mempengaruhi kemampuan untuk bersaing dengan usaha sejenis.

3. Kurangnya pengalaman dalam pemasaran: Jika tim usaha ini kurang memiliki pengalaman dalam pemasaran, mungkin akan sulit untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.

4. Terbatasnya ruang: Jika toko cuci ini memiliki ruang yang terbatas, dapat membatasi kapasitas penerimaan pelanggan.

5. Kurangnya karyawan: Jika usaha ini hanya memiliki sedikit karyawan, dapat mempengaruhi kualitas dan kecepatan layanan.

6. Ketergantungan pada pemasok sepatu: Jika terjadi masalah dengan pemasok sepatu, misalnya tidak bisa mendapatkan pasokan yang cukup, dapat berdampak pada

operasional usaha.

7. Kurangnya pelatihan karyawan: Jika karyawan tidak mendapatkan pelatihan yang memadai, mungkin akan sulit untuk memberikan layanan yang memuaskan

pelanggan.

8. Ketergantungan pada teknologi: Jika terjadi masalah dengan peralatan canggih yang digunakan, dapat mempengaruhi operasional usaha.

9. Kurangnya sistem manajemen: Jika tidak memiliki sistem manajemen yang teratur, dapat mempengaruhi efisiensi dan efektivitas operasional.

10. Tingkat persaingan yang tinggi: Jika terdapat banyak usaha cuci sepatu di sekitar, dapat menjadi kendala untuk menarik pelanggan.

11. Kurangnya tenaga marketing: Jika usaha ini tidak memiliki tenaga marketing yang handal, akan sulit untuk mempromosikan usaha secara efektif.

12. Kurangnya pengetahuan tentang jenis sepatu: Jika karyawan tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang jenis sepatu, dapat mempengaruhi hasil cuci.

13. Kurangnya variasi layanan: Jika usaha ini hanya menyediakan layanan cuci sepatu dan tidak ada layanan tambahan, akan sulit untuk menarik pelanggan.

14. Tidak memadainya tempat untuk penyimpanan sepatu: Jika usaha ini hanya memiliki sedikit tempat untuk penyimpanan sepatu, dapat membatasi jumlah sepatu yang dapat diterima dari pelanggan.

15. Kurangnya pengetahuan tentang bahan sepatu: Jika karyawan tidak memiliki

pengetahuan yang cukup tentang bahan sepatu, dapat berisiko merusak sepatu

pelanggan.

(13)

16. Kurangnya pengetahuan tentang teknologi cuci: Jika karyawan tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang teknologi cuci sepatu, dapat mengurangi kualitas layanan.

17. Kurangnya promosi online: Jika usaha ini tidak memiliki kehadiran online yang kuat, akan sulit untuk menjangkau pemirsa yang lebih luas.

18. Kurangnya koordinasi dengan pengepul sepatu: Jika tidak ada koordinasi yang baik dengan pengepul sepatu, dapat mempengaruhi ketersediaan sepatu yang harus dilayani.

19. Tidak memadainya fasilitas: Jika toko cuci ini tidak memiliki fasilitas yang cukup, pelanggan mungkin tidak merasa nyaman saat menunggu.

20. Kurangnya variasi harga: Jika usaha ini tidak menawarkan beberapa paket harga atau variasi harga, pelanggan yang memiliki budget terbatas mungkin tidak tertarik.

C. Peluang (Opportunities)

1. Pertumbuhan pasar: Permintaan akan jasa cuci sepatu terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna sepatu yang sadar akan perawatan.

2. Trend kesadaran lingkungan: Konsumen saat ini cenderung memilih usaha yang ramah lingkungan, sehingga menggunakan produk ramah lingkungan akan

meningkatkan peluang untuk menarik pelanggan.

3. Kemitraan dengan toko sepatu: Membangun kemitraan dengan toko sepatu lokal untuk menawarkan diskon khusus kepada pelanggan mereka akan meningkatkan sinergi bisnis.

4. Penawaran layanan perawatan sepatu: Menambahkan layanan perawatan sepatu seperti poles atau perbaikan kecil dapat mendorong peningkatan pendapatan dan pelanggan.

5. Keterlibatan dalam komunitas sepatu: Terlibat dalam komunitas sepatu lokal dan berpartisipasi dalam event atau acara sepatu akan meningkatkan eksposur dan menghasilkan pelanggan baru.

6. Pembukaan toko di area strategis: Membuka cabang toko cuci di area pusat perbelanjaan atau perkantoran yang ramai akan meningkatkan peluang mendapatkan pelanggan baru.

7. Kerjasama dengan perusahaan: Menawarkan layanan cuci sepatu kepada

perusahaan untuk keperluan sepatu karyawan dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil.

8. Peningkatan mobilitas: Semakin banyak orang yang aktif dan mobilitas tinggi akan

meningkatkan permintaan akan layanan cuci sepatu.

(14)

9. Peningkatan kesadaran akan kesehatan kaki: Semakin banyak orang yang sadar akan kesehatan kaki dan kebersihan sepatu, sehingga meningkatkan permintaan akan jasa cuci sepatu.

10. Kemitraan dengan komunitas atletik: Membangun kemitraan dengan komunitas atletik lokal untuk memberikan layanan cuci sepatu secara rutin dan mendapatkan pelanggan setia.

11. Layanan untuk hotel dan apartemen: Menyediakan layanan cuci sepatu kepada hotel dan apartemen dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

12. Peningkatan popularitas sepatu bermerk: Semakin banyak orang yang

menggunakan sepatu bermerk, yang biasanya membutuhkan perawatan yang lebih baik, sehingga meningkatkan permintaan akan jasa cuci sepatu.

13. Pembukaan toko online: Membuka toko online untuk menerima pesanan cuci sepatu secara online akan memperluas jangkauan dan peluang mendapatkan pelanggan.

14. Pelayanan antar jemput: Tersedianya layanan antar jemput sepatu akan memudahkan pelanggan dan meningkatkan kepuasan.

15. Peningkatan kesadaran akan kebersihan: Semakin banyak orang yang menjadi sadar akan pentingnya kebersihan, termasuk kebersihan sepatu, akan meningkatkan permintaan akan jasa cuci sepatu.

16. Kolaborasi dengan influencer: Melakukan kolaborasi dengan influencer sepatu atau fashion di media sosial akan membantu dalam meningkatkan eksposur dan popularitas usaha cuci sepatu.

17. Layanan pickup dan delivery: Menyediakan layanan pickup dan delivery yang berkualitas dan tepat waktu akan menjadi nilai tambah dalam persaingan dengan usaha sejenis.

18. Memiliki layanan 24 jam: Menyediakan layanan 24 jam akan memberikan fleksibilitas bagi pelanggan yang membutuhkan sepatu dalam waktu yang singkat.

19. Meningkatnya jumlah wisatawan: Semakin banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut akan memberikan peluang untuk mendapatkan pelanggan baru.

20. Kualitas produk lokal yang meningkat: Semakin berkembangnya industri sepatu lokal yang menghasilkan produk berkualitas tinggi akan meningkatkan permintaan akan jasa cuci sepatu.

D. Ancaman (Threats)

(15)

1. Persaingan usaha sejenis: Persaingan dengan usaha cuci sepatu lain di sekitar dapat menjadi ancaman yang harus dihadapi.

2. Perubahan tren mode: Perubahan tren mode yang cepat dapat mempengaruhi permintaan akan jasa cuci sepatu tertentu.

3. Penyusutan ekonomi: Saat ekonomi sedang mengalami penyusutan, mungkin akan ada pengurangan dalam pengeluaran pelanggan untuk jasa cuci sepatu.

4. Perubahan kebiasaan pengguna: Jika pengguna semakin jarang menggunakan sepatu, dapat mengancam permintaan akan jasa cuci sepatu.

5. Pesaing yang menawarkan harga lebih rendah: Jika terdapat pesaing yang menawarkan harga lebih rendah, dapat mempengaruhi jumlah pelanggan yang memilih jasa cuci sepatu ini.

6. Teknologi baru: Kemajuan teknologi dalam bidang perawatan sepatu dapat mengancam keberadaan usaha cuci sepatu jika tidak mengikuti perkembangan ini.

7. Perubahan regulasi pemerintah: Perubahan regulasi dalam industri usaha dapat mempengaruhi operasional atau biaya usaha cuci sepatu.

8. Meningkatnya kesadaran tentang self-cleaning sepatu: Semakin berkembangnya teknologi self-cleaning sepatu dapat mengurangi permintaan akan jasa cuci sepatu.

9. Kualitas deterjen yang buruk: Penggunaan deterjen yang buruk dapat merusak kualitas sepatu dan mempengaruhi reputasi usaha ini.

10. Perkembangan e-commerce: Kemajuan e-commerce dapat membuat pelanggan lebih memilih untuk membeli sepatu baru daripada mencuci sepatu yang lama.

11. Meningkatnya biaya operasional: Peningkatan biaya operasional seperti biaya listrik atau air yang tinggi dapat mempengaruhi margin keuntungan usaha.

12. Perubahan gaya hidup: Perubahan gaya hidup yang mengurangi penggunaan sepatu formal dapat mengurangi permintaan akan jasa cuci sepatu.

13. Kualitas sepatu yang buruk: Jika banyak merk sepatu yang menggunakan bahan yang buruk, dapat mempengaruhi kualitas hasil cuci dan kepercayaan pelanggan.

14. Perubahan tren fashion: Perubahan tren fashion yang cepat dan permintaan yang fluktuatif dapat mempengaruhi permintaan akan jasa cuci sepatu.

15. Kehadiran deterjen alami: Semakin banyaknya produk deterjen alami yang aman untuk sepatu dapat mengurangi permintaan akan jasa cuci sepatu.

16. Tingkat kesulitan pembersihan: Jika jenis noda atau kotoran pada sepatu sulit

untuk dibersihkan, dapat mempengaruhi hasil cuci dan kepuasan pelanggan.

(16)

17. Fluktuasi harga bahan baku: Jika harga bahan baku seperti deterjen, air, atau bahan pembersih lainnya naik secara tiba-tiba, dapat mempengaruhi biaya operasional usaha.

18. Perubahan gaya hidup vegan: Perubahan gaya hidup vegan dapat mengurangi

permintaan akan jasa cuci sepatu yang menggunakan bahan-bahan non-vegan.

(17)

BAB IV KESIMPULAN

Dari analisis SWOT usaha Saecuci di atas, dapat disimpulkan bahwa usaha ini

memiliki potensi untuk berkembang dengan baik. Dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan

seperti lokasi strategis, kualitas layanan yang baik, dan penggunaan peralatan canggih, usaha

ini dapat menarik pelanggan dan membangun reputasi yang baik. Namun, ada juga

kelemahan dan ancaman yang perlu diperhatikan, seperti persaingan yang tinggi dan

perubahan tren mode. Untuk menghadapi hal ini, usaha ini dapat memanfaatkan peluang-

peluang seperti pertumbuhan pasar dan kemitraan dengan toko sepatu. Dengan menyediakan

layanan perawatan sepatu tambahan, menjalin hubungan dengan komunitas sepatu, dan

menggunakan strategi pemasaran yang efektif, usaha ini memiliki potensi untuk mencapai

keberhasilan.

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Cristea Frisdiantara, Imam Mukhlis, Ekonomi Pembangunan Sebuah Kajian Teoretis dan

Empiris, Malang, Katalog Dalam Terbitan (KDT), 2016.

David, Fred R. Managemen Strategis, Jakarta: Salemba Empat,2006.

Freddy Rangkuti. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1997

Sueharto Prawirokusumo, Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil, Yogyakarta:BPFE,

2010.

Referensi

Dokumen terkait