• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis tingkat agency cost terhadap - Universitas Bosowa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "analisis tingkat agency cost terhadap - Universitas Bosowa"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan penelitian

Manfaat Penelitian

Kerangka Teori

  • Teori Keagenan
  • Pengertian Agency Theory
  • Struktur Kepemilikan
  • Faktor Yang Mempengaruhi Agency Problems
  • Profitabilita
  • Kerangka Fikir
  • Hipotesis

Dalam teori keagenan, yang disebut prinsipal adalah pemegang saham, dan yang disebut agen adalah manajemen yang menjalankan usaha. Jensen dan Meckling (2014) mengemukakan Agency Theory yang menjelaskan bahwa kepentingan manajemen dan pemegang saham seringkali bertentangan, sehingga dapat timbul konflik diantara keduanya. Konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham dapat diminimalkan dengan adanya mekanisme pengawasan yang dapat mengakomodasi kepentingan terkait tersebut.

Dalam teori keagenan, prinsipal adalah pemegang saham dan agen adalah manajemen yang menjalankan perusahaan. Hal ini terjadi karena manajer berusaha mengutamakan kepentingan pribadinya yang tidak sejalan dengan keinginan pemegang saham, sedangkan kepentingan manajer dapat meningkatkan biaya perusahaan sehingga menjadi lebih rendah. Biaya keagenan adalah biaya yang terkait dengan pemantauan manajemen untuk memastikan bahwa manajemen bertindak secara konsisten sesuai dengan perjanjian kontrak perusahaan dengan kreditor dan pemegang saham.

Dengan demikian, manajer cenderung mengambil risiko yang relatif kecil yang mempunyai return kecil sehingga tidak dapat memuaskan keinginan pemegang saham. Kegiatan pemantauan dan pengendalian perilaku manajer dibiayai dari biaya keagenan, agar tidak menyimpang dan sesuai dengan harapan pemegang saham. Pertama, dengan meningkatkan kepemilikan manajemen atas saham perusahaan untuk menyelaraskan kepentingan manajer dan pemegang saham.

Manajer hanya menyampaikan informasi secukupnya dan tidak menyampaikan informasi penting lainnya yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pemegang saham. Menurut Sartono (2011) dalam Pandansari (2011), terdapat beberapa mekanisme khusus yang dapat digunakan untuk memotivasi manajer agar bertindak kembali demi kepentingan pemegang saham. 14 Konflik antara manajer dan pemegang saham atau yang sering disebut dengan agency problem dapat diminimalisir dengan adanya mekanisme pengawasan yang dapat menyelaraskan kepentingan-kepentingan tersebut sehingga timbul agency cost.

Menurut teori keagenan, struktur kepemilikan diperlukan sebagai mekanisme untuk mengurangi konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham. Karena adanya hubungan antara pemegang saham dan manajer perusahaan, terdapat perbedaan kepentingan yang mengakibatkan timbulnya masalah keagenan. Keuntungan yang diperoleh perusahaan dapat berupa dana yang tersedia untuk investasi atau dibagikan kepada pemegang saham.

Berdasarkan teori keagenan, perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi sebaiknya menggunakan hutang untuk mengurangi penyalahgunaan dana oleh manajer yang tidak mempertimbangkan kepentingan pemegang saham. Perusahaan yang dapat menghasilkan laba yang besar tentu saja akan menghimbau para pemegang saham untuk mengajukan usulan agar laba tersebut dibagikan dalam bentuk dividen.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Jenis dan Sumber Data

  • Jenis data
  • Sumber Data

Penelitian kualitatif dapat dimulai dari suatu teori yang telah diakui kebenarannya dan dapat disusun berdasarkan teori tersebut pada saat penelitian berlangsung. Pada tipe pertama disajikan teori-teori yang sesuai dengan permasalahan penelitian, kemudian di lapangan dilakukan verifikasi terhadap teori-teori yang sudah ada, mana yang sesuai dan mana yang perlu diperbaiki atau bahkan ditolak. Penelitian kualitatif mengakui adanya teori-teori yang tersusun dari data. yang ada dalam dua jenis teori yang terbagi. , yaitu teori substantif dan teori formal (Lexy J. Moleong, 1989 dan Mubyarto, dkk, 1984). Sebelum memilih pendekatan, metode, teknik atau cara dan instrumen, peneliti menentukan sudut pandang yang digunakan mengenai materi dan tujuan penelitian. Burrell dan Morgan berpendapat bahwa paradigma interpretatif menggunakan cara pandang nominalis yang melihat realitas sosial sebagai sesuatu yang hanya sekedar label, nama atau konsep yang digunakan untuk mengkonstruksi realitas dan bukan merupakan sesuatu yang nyata melainkan hanya sekedar penamaan terhadap sesuatu yang nyata, melainkan hanya suatu setting. tentang sesuatu benar-benar sesuatu yang diciptakan oleh manusia atau sesuatu yang berbeda dalam diri manusia sehingga bersifat subjektif dan objektif.

Penafsir melihat fakta sebagai sesuatu yang unik dan mempunyai konteks serta makna khusus sebagai hakikat dalam memahami makna sosial, dan melihat fakta sebagai sesuatu yang cair (tidak kaku) yang melekat pada sistem makna dalam pendekatan kualitatif. Secara umum pendekatan kualitatif merupakan suatu sistem sosial yang menafsirkan perilaku secara rinci karena mengamati langsung objek penelitian (Newman, 1997 dalam Erna, 2018). Sehubungan dengan penelitian tersebut, pendekatan kualitatif mendeskripsikan dan menginterpretasikan hasil observasi berdasarkan fenomena yang ada yaitu kinerja keuangan perusahaan, yang kemudian melaporkan penelitian mengenai realitas kinerja keuangan perusahaan.

Data sekunder merupakan data yang diperoleh melalui kajian keputusan dan resensi buku serta referensi yang berkaitan dengan judul yang merupakan data pendukung primer.

Metode Pengumpulan Data

Metode Analisis

Data berupa dokumen seperti ini dapat digunakan untuk menggali informasi yang terjadi di masa lalu. SGA merupakan proksi beban usaha berdasarkan penjualan dan administrasi umum yaitu perbandingan beban usaha terhadap total penjualan. Biaya operasional mencerminkan kebijaksanaan manajemen dalam menggunakan sumber daya perusahaan. Semakin tinggi beban diskresi manajerial maka semakin tinggi pula biaya keagenan.

FCF adalah arus kas yang sebenarnya tersedia untuk didistribusikan kepada semua investor setelah perusahaan melakukan seluruh investasinya pada aset tetap, produk baru, dan modal kerja yang diperlukan untuk mempertahankan operasi yang sedang berjalan.

Defenisi Operasional

Struktur organisasi adalah ketentuan tertulis mengenai pembagian tugas, kewajiban dan tanggung jawab serta kesepakatan kerja sama antar masing-masing jabatan dalam suatu organisasi dalam rangka melaksanakan tugas pokok. Fungsi manajer pemasaran adalah: Mengendalikan aktivitas dan hasil kerja masing-masing Pejabat Pemasaran Kredit, serta memastikan kebijakan dan prosedur berjalan dengan benar, lengkap dan konsisten. Melakukan pengecekan terhadap hasil survey (Permohonan Pinjaman, Survei & Rekomendasi) yang dilakukan oleh Credit Marketing Officer untuk memastikan bahwa survey yang dilakukan telah sesuai dengan materi survey yang diinginkan dan bila perlu dilakukan pengecekan di lapangan.

Melakukan wawancara kepada Credit Marketing Officer untuk memastikan bahwa Credit Marketing Officer telah menjalankan tugasnya dengan baik. Fungsi dari seorang Relationship Officer adalah: Mengendalikan aktivitas dan hasil kerja setiap Customer Relations Officer yang berada dibawahnya, mengembangkan potensi pasar di wilayah tanggung jawabnya. Fungsi dari seorang Relationship Officer adalah: Membantu pelanggan dalam proses penagihan dan membina hubungan baik dengan pelanggan dan dealer.

Kirimkan lamaran yang belum lengkap kepada Kepala Pemasaran Kredit untuk segera dilengkapi dan ditindaklanjuti. Meminta surveyor untuk mengulang survei apabila dirasa ada data yang hilang atau meragukan dalam laporan surveyor. Fungsi dari phone verifikator adalah: Melakukan survei melalui nomor telepon rumah, kantor atau ekonomi nasabah untuk mengumpulkan dan memperjelas data yang akan digunakan untuk analisis kredit.

Membuat gambaran umum mengenai data yang telah dikumpulkan sehingga dapat dijadikan bahan analisis kredit oleh para analis kredit. Memberikan masukan/saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan analis kredit apabila terdapat data yang menguatkan atau meragukan. Fungsi surveyor adalah: Melakukan investigasi melalui kunjungan ke alamat nasabah untuk mengumpulkan dan memperjelas data yang akan digunakan untuk analisis kredit.

Melakukan survei alamat tempat tinggal dan memastikan alamat korespondensi serta keakuratan data yang diberikan oleh calon pelanggan. Begitu pula dengan PT Finansia Multi Finance juga perlu mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya. Pada periode tahun 2014-2015 terlihat terjadi peningkatan pada biaya keagenan, dimana perubahan ini menandai adanya perubahan yang signifikan, terlihat dari data dimana ketika biaya keagenan meningkat maka hutang juga meningkat, penjualan juga meningkat. dan administrasi umum juga meningkat., uang tunai gratis. Aliran untuk rasio profitabilitas pun mengalami peningkatan, dimana net profit margin meningkat, penurunan dan return on assets stagnan.

Pada periode tahun 2015-2016 dan 2017 biaya keagenan mengalami peningkatan, perubahan ini menunjukkan adanya perubahan biaya keagenan yang signifikan, namun pada periode ini terlihat seluruh rasio yang digunakan untuk mengukur biaya keagenan mengalami penurunan. Rizka Putri Indahningrum dan Ratih Handayani, “Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Free Cash Flow dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan,” Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol.

TABEL 4.2  REKAPITULASI DATA  TAHUN  Agency
TABEL 4.2 REKAPITULASI DATA TAHUN Agency

Jadwal penelitian

Gambar

GAMBAR 2.1 KERANGKA FIKIR ......................................................... 33  GAMBAR 4.1 STRUKTUR ORGANISASI ............................................
TABEL 1.1 PEROLEHAN LABA PT.FINANSIAL MILTI  FINANCE   PRIODE  2024-2017 ...............................................................
TABEL 4.2  REKAPITULASI DATA  TAHUN  Agency

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwasanya terdapat perbedaan kinerja keuangan pada rasio profitabilitas, likuiditas,

Age distribution of trigeminal neuralgia patients Age group Number of patient Percentage 81 1 5.5 Total 19 100 Analgesic Therapy Distribution Patients receive multiple