ANALISIS SOAL UJIAN SEMESTER II MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SMP NEGERI 1 KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
ARTIKEL
DWI MARGASARI NIM. 08010283
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP PGRI SUMATRA BARAT
PADANG
2015
ANALISIS SOAL UJIAN UJIAN SEMESTER II MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SMP NEGERI 1 KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN PELAJARAN
2013/2014 Oleh :
Dwi Margasari, RRP. Megahati, Annika Maizeli
Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat
[email protected]ABSTRACT
Based on interview of writer with one of teacher in Junior High School 1 Koto Baru was gotten the information that low score of science in semester II of class VII was still under KKM, it was caused by the test which was given to the student and lack of motivation on student in learning process. To see a test could be good measurement tool, of course by question analysis. But the analysis of science question class VII hasn’t been ever done before by the science teacher in class Junior High School 1 Koto Baru, so that it can’t be gotten the information whether the test which has been done could be a good measurement or not. The purpose of the research was to get information about validity, reliability, difficulty index, differential, and option effective option on question Semester II science class VII Junior High School 1 Koto Baru subdistrict Dhamasraya 2013/2014. The type of research was descriptive, where the writer describe the real data. The data of the research was question of Semester II science lesson class VII Junior High School 1 Koto Baru 2013/2014 with 40 questions. There were 46 answer sheets which came from 7 classes in Junior High School 1 Koto Baru. In this research data was cultivated by using validity, reliability, difficulty index, differential and option effective. The result can be seen from validity 0,91 in very high criteria.
Reliability was on 0,85 as very high criteria. The difficulty was 6 (15%) questions in difficulty, 23(57,5%) in middle level, 12(30%) as easy criteria. The differential 25(62,5%) in very good criteria, 15 (37,5%) not good criteria, 0 question in good criteria, 0 question in enough, 0 criteria in bad criteria. The option effective, key option effective 24(60%) questions, not effective 16(40%) questions. Fake option effective 48(40%) and not effective fake option was 71(59,16%) options. Based on the result of low score was caused by questions as measurement tools hasn’t been good especially in validity, differential and effective of option in question Semester II science class VII Junior High School 1 Koto Baru subdistrict Dhamasraya year 2013/2014.
Keyword: Validity assay, An analysis, Realibility assay.
PENDAHULUAN
Pembelajaran adalah suatu proses kegiatan yang sistematis, yang bersifat interaktif dan komunikatif antara pendidik (guru) dengan peserta didik. Dalam proses pembelajaran, terdapat berbagai unsur yang menjadi bagian pembelajaran tersebut, mulai dari tujuan, pelaksanaan, hingga pencapaian hasil belajar. Hasil belajar menjadi sasaran utama dalam peningkatan mutu pendidikan, dan mutu pendidikan yang tercermin dari hasil belajar siswa menjadi ukuran pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Untuk mengetahui pencapaian hasil belajar perlu diadakan sebuah evaluasi. Evaluasi adalah salah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari pada sesuatu, evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada
hubungannya dengan dunia pendidikan (Latisma, 2012:1). Salah satu cara melakukan evaluasi adalah dengan soal ujian, baik itu soal objektif maupun soal essay. Soal yang biasanya digunakan di sekolah adalah soal objektif, terutama pilihan ganda. Soal pilihan ganda dapat mewakili lebih banyak materi dan mempermudah guru dalam menilai.
Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa orang guru IPA di SMP Negeri 1 Koto Baru pada tanggal 29 Desember 2014, bahwa salah satu jenis tes yang dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa adalah tes objektif. Pembuatan soal tes belajar siswa dilaksanakan berdasarkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Dimana kepala sekolah menunjuk salah satu guru mata pelajaran IPA, guru yang terpilih akan menjadi tim pembuat soal dan melakukan pembuatan soal berdasarkan ketentuan yang ditentukan oleh Kepala
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Dharmasraya. Hasil wawancara penulis dengan guru IPA kelas VII di SMP Negeri 1 Koto Baru, bahwasannya nilai tes mata pelajaran IPA kelas VII semester II tergolong rendah. Nilai rata-rata ujian semester siswa masih di bawah KKM. KKM mata pelajaran IPA kelas VII semester II tahun ajaran 2013/2014 yang ditetapkan sekolah adalah 75. Hasil tes belajar IPA siswa kelas VIIA (56,04), kelas VIIB (57,93), kelas VIIC (57,84), kelas VIID (59,20), kelasVIIE (61,13). Rendahnya nilai IPA siswa kelas VII disebabkan oleh materi-materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa sesudah melaksanakan ujian. Dilihat dari segi permasalahan rendahnya nilai siswa penulis hanya memfokuskan pada alat evaluasi yang digunakan yaitu soal ujian. Soal ujian IPA semester II dalam bentuk objektif pilihan ganda sebanyak 40 butir soal. Namun analisis soal ujian mata pelajaran IPA kelas VII belum pernah dilakukan sebelumnya oleh guru IPA SMP Negeri 1 Koto Baru, sehingga tidak dapat diinformasikan apakah tes hasil belajar IPA yang telah dilaksanakan mampu menjadi alat ukur yang baik atau tidak. Dalam evaluasi pendidikan, tes merupakan alat yang sering digunakan untuk menilai hasil-hasil pelajaran yang telah diberikan guru kepada siswa. Hasil penilaian berguna untuk membantu siswa dalam mengambil keputusan tentang rencana pendidikan dan membantu sekolah menilai berbagai aspek kurikulum yang menggambarkan kemajuan belajar siswa. Setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai. Menurut Bloom dalam Lufri,dkk (2007 : 51) mengelompokan bahwa hasil belajar dalam tiga wilayah atau dikenal dengan taksonomi bloom, yaitu: (1) ranah kognitif (pengetahuan), (2) ranah afektif (3) ranah psikomotor (keterampilan).
Sudijiono (2009: 4) menyatakan pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mengukur sesuatu yang hakikatnya membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Setelah melakukan pengukuran akan diperoleh data dari hasil pengukuran yang nantinya dengan melalui pertimbangan dengan patokan tertentu akan diberi nilai atau penghargaan berupa keputusan. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa tse sebagai salah satu alat ukur hasil belajar yang dapat digunakan sebagai dasar untuk nilai.
Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan efektifitas option pada soal ujian Semester 2 mata pelajaran IPA kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya tahun pelajaran 2013/2014.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dimana peneliti mendeskripsikan data sebagaimana adanya.Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2015 di SMP Negeri 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang mengikuti ujian semeter II pada mata pelajaran biologi diSMPN 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya pada tahun pelajaran 2013/2014. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa lembaran jawaban peserta tes dan kunci jawaban yang dipakai dalam ujian mata pelajaran Biologi Kelas VII semester II SMP Negeri 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.Sumber data adalah lembaran jawaban siswa SMP Negeri 1 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya kelas VII yang melaksanakan ujian mata pelajaran Biologi pada semester II. Lembar jawaban peserta yang digunakan sebanyak 46 lembar. Data diolah dengan menggunakan rumus validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan efektifitas option.
Lembar jawaban peserta ujian yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus Arikunto (2012: 213)
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL
Berdasarkan analisis soal ujian yang sudah dilakukan secara keseluruhan dari 40 soal ujian semester II IPA kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru tahun pelajaran 2013/2014diperoleh hasil berdasarkan uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan efektifitas option.
1. Validitas
Hasil analisis menunjukkan validitas soal secara keseluruhan adalah 0,91, validitas tersebut berada pada kriteria sangat tinggi.
2. Reliabilitas
Hasil analisis menunjukkan bahwa reliabilitas soal adalah 0,85 sehingga reliabilitas tes termasuk kriteria sangat tinggi.
3. Indeks kesukaran
Hasil analisis indeks kesukaran soal ujian biologi diperoleh 6 soal dengan kriteria sukar, 22 soal dengan kriteria sedang dan 12 soal dengan kriteria mudah, dari segi persentase kriteria sedang 57,5% lebih banyak dibandingkan kriteria sukar dan mudah, seperti terlihat pada Tabel 1.
Table 1. Hasil Analisis Indeks Kesukaran Soal Ujian IPA Semester 2 SMP Negeri 1 Koto Baru Kriteria Soal Nomor Soal Jumlah
Sukar 9, 13, 23, 27,
33
6 Sedang 2, 3, 4, 5, 6,
1o, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 28, 29, 30, 31, 32, 34, 35, 36, 37, 39
23
Mudah 1, 7, 8, 11,
12, 21, 22, 24, 25, 26, 38, 40
12
4. Daya Pembeda
Hasil analisis menunjukkan daya pembeda soal biologi diperoleh 15 soal pada kriteria cukup, 25 soal pada kriteria jelek dan 3 soal tidak baik, dari segi persentase pada kriteria jelek 62,5% lebih banyak dibandingkan persentase criteria cukup dan tidak baik, seperti terlihat pada table 2.
Tabel 2. Hasil Daya Pembeda Soal Ujian IPA Semester 2 Kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru
Kriteria Soal Nomor Soal Jumlah
Baik sekali - -
Baik - -
Cukup 3, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 23, 24, 28, 32, 33, 34, 38, 39
15
Jelek 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 16, 19, 21, 22, 25, 26, 27, 29, 30, 31, 35, 36, 37, 40
25
Tidak baik 2, 29, 40 3
4. Efektifitas Option
Hasil analisis menunjukkan bahwa afektifitas kunci option efektif 24 (60%) butir soal, kunci option tidak efektif 16 (40%) butir soal, sedangkan efektifitas pengecoh efektif 46 (38,33%) option dan pengecoh tidak efektif 74 (61,67%) option. Hasil analisis option soal ujian IPA dapat dilihat pada Tabel 3.
Table 3. Hasil Efektifitas Option Soal Ujian IPA Semester 2 Kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru
Jawaban Option Nomor Soal Jumla h Kunci Efektif 2, 3, 4, 5, 10, 11,
14, 15, 16, 18, 19, 20, 24, 27, 28, 30, 31, 32, 34, 35, 36, 37, 38, 39,
24 butir
Kunci Tidak Efektif
1, 6, 7, 8, 9, 12, 13, 17, 21, 22, 23, 25, 26, 29, 33, 40
16 butir
Pengecoh Efektif 1.(c), 2.(a), 3.(c), 4.(c), 5.(a,d), 9.(
c), 10.(c), 11.(a,c), 12.(c), 13.(b,d), 14.(a,c), 15.(a,b), 16.(c), 17.(b,c), 18.(d), 19.(c), 20.(a), 21.(c), 22.(c), 24.(c), 26.(b,c), 27.(a), 28.(b,c), 30.(b), 31.(b,c), 32.(b,c), 33.(b), 34.(a), 35.(b,c), 36.(b), 37.(a,c), 38.(b), 39.(b,d)
46 option
Pengecoh Tidak Efektif
1.(b,d), 2.(c,d), 3.(b,d), 4.(a,d), 5.(b), 6.(b,c,d), 7.(a,b,d), 8.(a,b,d), 9.(b,d), 10.(a,b), 11.(d), 12.(a,d), 13.(a), 14.(d), 15.(d), 16.(b,d), 17.(a), 18.(a,b), 19.(a,b), 20.(c,d), 21.(a,b), 22.(a,b), 23.(b,c,d),
24.(a,b),
25.(b,c,d), 26.(d), 27.(c,d), 28.(d), 29.(a,c,d),
30.(c,d), 31.(d), 32.(a), 33.(a,d), 34.(c,d), 35.(a), 36.(c,d), 37.(d), 38.(c,d), 39.(a), 40.(a,b,d)
74 option
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil analisis dan pengolahan data soal ujian semester 2 IPA/Biologi kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru tahun pelajaran 2013/2014, pembahasan meliputi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan efektivitas option.
1. Validitas
Berdasarkan hasil analisis validitas soal terhadap soal ujian IPA/Biologi semester 2 kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru adalah 0,91 validitas berada pada kriteria sangat tinggi. Validitas pada soal ini belum layak diberikan untuk siswa, hal ini disebabkan karena soal tersebut belum dapat mengukur apa yang hendak diukur. Sesuai dengan Arikunto (2012:80)
“Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur”.
2. Reliabilitas
Berdasarkan hasil analisis reliabilitas soal terhadap soal ujian IPA/Biologi semester 2 kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru adalah 0,85, reliabilitas berada pada kriteria sangat tinggi. Jika dilihat dari analisis reliabilitas dapat dikatakan soal ujian tersebut bisa dipercaya sebagai alat ukur, karena soal ujian berada pada kriteria yang baik, sesuai dengan teori Arikunto (2012:93) reliabilitas yang baik berkisar antara 0,40 sampai 1,00.
3. Tingkat Kesukaran
Berdasarkan data hasil perhitungan tingkat kesukaran soal ujian IPA/Biologi semester 2 kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru tahun pelajaran 2013/2014, diperoleh 6 (15%) butir soal pada kriteria sukar, 23 (57,5%) butir soal pada kriteria sedang dan 12 (30%) butir soal pada kriteria mudah, dilihat dari segi tingkat kesukaran soal berada pada kriteria sedang. Jika suatu soal memiliki tingkat kesukaran seimbang, maka dapat dikatakan bahwa soal tersebut baik. Suatu soal tes hendaknya tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah, sesuai dengan pendapat Arikunto (2012:223) Tingkat kesukaran soal, soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Kisarannya adalah 0,30 sampai 0,70 soal berada pada kriteria sedang.
4. Daya Pembeda
Hasil analisis daya pembeda diperoleh 25 (62,5%) soal kriteria jelek, 15 (37,5%) soal cukup, 0 soal kriteria baik, 0 soal kriteria jelek dan 3 (7,5%) soal tidak baik. Dari segi daya pembeda pada soal ujian IPA tersebut dianggap kurang baik karena soal yang baik itu adalah soal yang dapat membedakan siswa yang berkemampuan tinggi (pandai) dan siswa berkemampuan rendah (kurang pandai). Menurut Arikunto (2012:226) Bagi suatu soal yang dapat dijawab benar oleh siswa pandai dan siswa kurang pandai, maka soal itu tidak baik karena tidak mempunyai daya pembeda. Demikian pula jika semua siswa baik pandia maupun siswa kurang
pandai tidak dapat menjawab dengan benar. Soal tersebut tidak baik juga karena tidak mempunyai daya pembeda. Soal yang baik adalah soal yang dapat dijawab benar oleh siswa yang pandai-pandai saja.
5. Efektifitas option
Berdasarkan hasil analisis, dari segi efektifitas option terdapat kunci yang efektif 24 (60%) butir soal, option kunci yang tidak efektif 16 (40%) butir disini terlihat bahwa option kunci lebih banyak efektif dari pada option kunci tidak efektif, hal ini menunjukkan bahwa option kunci pada soal ujian IPA SMP Negeri 1 Koto Baru sudah memenuhi syarat jumlah pemilih kelompok atas lebih banyak dari pada kelompok bawah dan jumlah pemilih kelompok atas dan kelompok bawah berada antara 25% - 75%. Selanjutnnya dari segi option pengecoh, terdapat 74 (61,67%) option pengecoh yang tidak efektif dan 46 (38,33%) pengecoh yang efektif, jika dilihat dari segi option pengecoh lebih banyak option pengecoh tidak efektif dari pada option pengecoh efektif, option pengecoh dikatakan belum menjalankan fungsinya secara efektif karena tidak sesuai syarat yang ditentukan. Omit pada soal ujian IPA semester II siswa kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru seluruhnya efektif. Option ini efektif karena jumlah omitnya tidak lebih dari 10% jumlah siswa kelompok atas dan kelompok bawah. Berfungsinya option dapat ditentukan oleh pengecoh, menurut Arikunto (2010:225) pengecoh dapat berfungsi dengan baik jika pengecoh mempunyai daya tarik yang besar sehingga dipilih oleh pengikut tes yang kurang memahami konsep atau bahan, dan pengecoh yang tidak berfungsi jika tidak dipilih oleh peserta tes. Menurut Arifin (2013: 279) pada soal bentuk pilihan ganda ada alternative jawaban (opsi) yang merupakan pengecoh. Butir soal yang baik, pengecohnya akan dipilihsecara merata oleh peserta didik yang menjawab salah. Sebaliknya, butir soal yang kurang baik, pengecohnya akan dipilih secara tidak merata. Pengcoh dianggap baik bila jumlah pesertas didik yang memilih pengecoh itu sama atau mendekati jumlah ideal.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan tentang perangkat soal ujian IPA semester 2 kelas VII SMP Negeri 1 Koto Baru tahun pelajaran 2013/2014 bahwa soal ujian dari segi validitas,daya pembeda dan efektifitas option belum memenuhi kriteria soal yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Z. 2013. Evaluasi Pembelajaran, Bandung:
Remaja Rosdakarya
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: BumiAksara.
Latisma. 2011. Evaluasi Pendidikan. Padang: UNP Press.
Lutfri, dkk. 2007. Kiat Memahami Metodologi dan Melakukan Penelitian.UNP Press: Padang.