NAMA : WAHFI ZULI, SE
Judul Artikel INVESTMENT AND FINANCE UNDER FUNDAMENTAL UNCERTAINTY
Lokasi penelitian tersebut mencakup analisis ekonometrik data runtut waktu
agregat untuk Inggris dan AS selama periode 1952-2001
bidang penelitian Bidang penelitian ini mencakup aspek ekonometrik, teoritis, dan kualitatif, dan mencoba untuk mengintegrasikan pemahaman tentang ketidakpastian dalam konteks keuangan perusahaan dan investasi industri.
research novelty atau research gap 1. Integrasi Teori Post Keynesian dan Preferensi Likuiditas: Tesis ini tampaknya mencari rekonsiliasi antara teori Post Keynesian dan teori preferensi likuiditas Keynes. Integrasi ini dapat dianggap sebagai keunikan jika membawa wawasan atau interpretasi baru yang belum banyak dijelajahi dalam literatur yang sudah ada.
2. Penggunaan Metodologi Kritis Realis: Adopsi pendekatan Kritis Realis untuk metodologi disebutkan. Jika pendekatan ini tidak umum dalam studi terkait investasi dan keuangan, dapat dianggap sebagai kontribusi metodologis yang baru.
3. Penjelasan Anomali dalam Keuangan Ekuitas: Tesis membahas anomali dalam penggunaan keuangan ekuitas dan mengusulkan penjelasan teoretis berdasarkan preferensi likuiditas. Jika penjelasan ini memberikan wawasan baru atau menantang pandangan yang sudah ada, dapat dianggap sebagai kontribusi yang baru.
4. Studi Empiris pada Emisi Saham di Tingkat Perusahaan: Studi empiris tentang emisi saham di tingkat perusahaan, terutama yang fokus pada diskon emisi saham baru yang berbeda, mungkin memberikan wawasan unik tentang hubungan antara investasi dan keuangan. Jika temuan tersebut baru atau menantang asumsi yang sudah ada, dapat dianggap sebagai kesenjangan penelitian.
Literature review yang utama Who’s Involved 1. Post Keynesian Theory:
2. Pemahaman investasi dan keuangan dianalisis dengan menggunakan teori Post Keynesian, khususnya yang berasal dari pemikiran Kalecki. Ini menunjukkan orientasi penelitian ke arah teori ini sebagai dasar analisis.
3. Liquidity Preference and Keynes's Analysis:
Pemahaman mengenai preferensi likuiditas, sebagaimana dijelaskan oleh Keynes dalam The General Theory, menjadi elemen kunci dalam menjelaskan hubungan antara investasi dan keuangan.
4. Imperfect Competition in Post Keynesian Theory:
Penekanan pada ketidaksempurnaan persaingan dalam teori Post Keynesian dan bagaimana hal ini dapat memengaruhi keputusan keuangan dan investasi. Namun, penulis mencatat
bahwa ketidaksempurnaan persaingan ini mungkin tidak memadai di konteks pasar keuangan.
5. Equity Issue Discount and Finance Constraint:
Konsep diskon saat penerbitan saham baru (new issue discount) diidentifikasi sebagai faktor kunci yang membatasi investasi agregat. Ini menunjukkan bahwa ada kendala keuangan yang berasal dari penerbitan saham baru.
6. Role of Fundamental Uncertainty:
Pengakuan peran ketidakpastian fundamental dalam membentuk preferensi likuiditas dan pengaruhnya terhadap keputusan investasi dan keuangan. Pemahaman ini dianggap sebagai elemen penting yang diabaikan dalam teori mekanisme harga (Price Mechanism).
7. Methodological Critique and Retroductive Reasoning:
Kritik terhadap metode deduktif dalam analisis ekonometrik dan usulan untuk menggunakan pendekatan Critical Realist dengan menggunakan retroductive reasoning untuk menjelaskan anomali dan pola empiris yang muncul.
8. Anomaly in the Use of Equity Finance:
Penekanan pada anomali dalam penggunaan keuangan ekuitas dan bagaimana ini dapat menunjukkan adanya kendala keuangan terhadap investasi agregat.
9. Differential New Issue Discount as a Resolution:
Usulan bahwa pemahaman terhadap diskon saat penerbitan saham baru yang berbeda-beda dapat menjadi solusi atau resolusi terhadap anomali ini, dan bahwa diskon ini lebih terkait dengan preferensi likuiditas daripada ketidaksempurnaan persaingan.
Theory Involved 1. Post Keynesian Theory:
Pemahaman dasar tentang perilaku investasi dan keuangan dalam kerangka teori Post Keynesian, khususnya dengan mengacu pada pemikiran Michal Kalecki. Teori ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan kerangka Marshallian dalam The General Theory Keynes.
2. Liquidity Preference (Preferensi Likuiditas):
Menerapkan konsep Keynesian mengenai preferensi likuiditas, yaitu keinginan untuk memiliki aset yang cair dan likuid daripada aset yang kurang likuid. Preferensi likuiditas menjadi faktor penting dalam menjelaskan keputusan investasi dan keuangan.
3. Imperfect Competition (Ketidaksempurnaan Persaingan):
Pengakuan terhadap peran ketidaksempurnaan persaingan dalam teori Post Keynesian, tetapi juga catatan bahwa asumsi ini mungkin tidak sepenuhnya dapat diterapkan dalam konteks pasar keuangan.
4. Equity Issue Discount (Diskon Penerbitan Saham):
Menyelidiki konsep diskon saat penerbitan saham baru sebagai
faktor yang mempengaruhi investasi dan keuangan. Teori ini dihubungkan dengan pembatasan keuangan yang mungkin timbul dari masalah penerbitan saham baru.
5. Fundamental Uncertainty (Ketidakpastian Fundamental):
Pemahaman bahwa ketidakpastian fundamental, yang diabaikan dalam teori mekanisme harga (Price Mechanism), memainkan peran kunci dalam membentuk preferensi likuiditas dan keputusan investasi dan keuangan.
6. Critical Realist Methodology (Metodologi Realis Kritis):
Penerapan metode penelitian yang bersifat kritis realis, yang mencoba untuk mengidentifikasi pola-pola anomali atau kejutan dalam data dan menjelaskan mekanisme di baliknya dengan menggunakan retroductive reasoning.
7. Differential New Issue Discount (Diskon Penerbitan Saham yang Berbeda-beda):
Usulan bahwa pemahaman terhadap diskon penerbitan saham baru yang berbeda-beda dapat memberikan solusi untuk memahami anomali dalam penggunaan keuangan ekuitas.
Data dan cara menganalisa Data:
Aggregate Data:
Penelitian menggunakan data agregat untuk sektor industri di Inggris dan AS dari tahun 1952 hingga 2001. Data agregat ini mencakup informasi tentang investasi, keuangan, dan variabel ekonomi lainnya.
Firm-Level Data:
Terdapat referensi pada dataset yang mencakup laporan tahunan dan akun dari 217 perusahaan di Inggris yang melakukan penerbitan saham baru dengan nilai lebih dari £1 juta pada tahun 1999.
Metode Analisis:
1. Econometric Analysis:
Studi menggunakan analisis ekonometrik untuk menguji hubungan antara investasi dan cash flow. Model-model ekonometrik digunakan untuk mengevaluasi pola-pola anomali dan menjelaskan hubungan antara variabel-variabel tersebut.
2. Critical Realist Methodology:
Pendekatan metodologi Critical Realist digunakan. Ini melibatkan identifikasi pola-pola anomali atau kejutan dalam data sebagai titik awal untuk penjelasan retroductive.
Pendekatan ini diusulkan sebagai alternatif terhadap metode deduktif yang dianggap memiliki kelemahan.
3. Empirical Study on New Issues:
Analisis empiris dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan penerbitan saham baru pada tahun 1999.
Langkah-langkah analisis termasuk pengujian kualitatif dan kuantitatif untuk memahami apakah penerbitan saham baru digunakan untuk membiayai pembentukan modal atau akuisisi.
4. Vector Error Correction Model (VECM):
Model VECM digunakan untuk menguji arah kausalitas antara investasi dan cash flow. Model ini memperhitungkan hubungan jangka panjang dan koreksi kesalahan dalam menjelaskan dinamika antara variabel-variabel tersebut.
5. Retrodictive Reasoning:
Retrodictive reasoning digunakan untuk mengembangkan dan menguji hipotesis yang menjelaskan anomali atau pola empiris yang ditemukan. Pendekatan ini melibatkan pemikiran retrospektif untuk mengeksplorasi kondisi atau kejadian yang mungkin menjadi penyebab hasil yang diamati.