1
Analisis Pengaruh Dana…, Adinda Agustina, Ak.-IBS, 2018
ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA, PEMBIAYAAN MUDHARABAH, PEMBIAYAAN MUSYARAKAH, DAN TINGKAT EFISIENSI TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM
SYARIAH DI INDONESIA (PERIODE 2013-2017) Adinda Agustina (20141112052)
ABSTRACT
The of this study was to determine the effect of third party funds, mudharabah financing, musyarakah financing, and the level of efficiency on profitability. The population of the study is a Sharia public bank in Indonesia in 2013-2017. The method in selecting samples is a purposive sample method and produces 11 companies. The independent variables are Third Party Funds, Mudharabah Financing, Musyarakah Financing, and Efficiency Levels. The dependent variable is Return on Assets (ROA) as a proxy of profitability. This study uses secondary data obtained from financial reports in each company and the Financial Services Authority. The results showed that Third Party Funds (DPK), Musyarakah Financing, and Efficiency Levels negatively affected profitability and Mudharabah Financing had a positive effect on profitability.
Keyword: Efficiency, Mudharabah Financing, Musharaka Financing, and Third Party Funds.
PENDAHULUAN
Peran perbankan menjadi salah satu aspek penting bagi perekonomian suatu negara, salah satu bagiannya adalah bank syariah. Sistem perbankan syariah di Indonesia menjadi perbankan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan pembayaran imbalan yang tidak didasarkan oleh sistem bunga yang telah digariskan dengan hukum islam yang dirasa jauh dari keadilan dan menjadi pondasi utama dalam prinsip ekonomi syariah. Meningat perbankan merupakan lembaga yang sangat penting bagi perekonomian suatu negara, maka diperlukan adanya pengawasan kinerja yang baik oleh regulator perbankan, salah satunya adalah melihat tingkat profitabilitasnya. Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dalam waktu satu periode akuntansi dan mengukur tingkat efisiensi operasional dengan menggunakan aktiva yang dimiliki.
Kinerja bank merupakan gambaran prestasi yang dicapai oleh bank dalam kegiatan operasionalnya. Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi bank pada suatu periode tertentu baik dalam aspek menghimpun dana dan penyaluran dana, dimana kinerja keuangan bank dapat dinilai dari laporan keuangan bank tersebut (Tristiningtyas dan Mutaher, 2013).
Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan dan transaksi keuangan yang disusun untuk menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan yang akan dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Putra, Rahadian, dan Dewi, 2016).
Fenomena yang terjadi dapat dapat digambarkan bahwa perubahan ROA searah dengan perubahan BOPO, dapat dilihat di tahun 2014 ke tahun 2015 ROA mengalami kenaikan 0,4% dan BOPO mengalami kenaikan sebesar 0,08%. Sedangkan secara teori, jika tingkat efisiensi mengalami kenaikan maka profitabilitas akan mengalami penurunan karena mempengaruhi perolehan laba yang didapatkan, hal ini juga terjadi pada tahun 2016 ke tahun 2017 yang menggambarkan ketika BOPO mengalami penurunan sebesar 1,31% tetapi ROA tidak mengalami perubahan. Maka dari fenomena tersebut ada indikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi profitabilitas meningkat yaitu Dana Pihak Ketiga, Pembiayaan Mudharabah, dan Pembiayaan Musyarakah Hal ini dapat dilihat dari gambaran grafik berikut ini:
2 Gambar 1
Profitabilitas dan Tingkat Efisiensi Bank Umum Syariah 2013-2017
Sumber : Otoritas Jasa Keuangan, Statistik Perbankan Syariah
Perbankan dalam menjalankan kegiatan usahanya memiliki tujuan utama yang harus dicapai yaitu untuk memperoleh keuntungan. Modal bank yang tinggi akan meningkatkan tingkat operasinya.
Keuntungan yang diperoleh bank tidak hanya dari kemampuan bank itu sendiri, melainkan dari para pemegang saham dan masyarakat yang melakukan simpanan berupa giro, deposito dan tabungan, serta dipengaruhi oleh faktor eksternal (Suteja dan Ginting, 2014).
Sumber dana yang paling penting bagi kegiatan operasional suatu bank adalah dana pihak ketiga, dimana keberhasilan suatu bank dapat diukur dari kemampuannya untuk membiayai kegiatan operasional dari sumber dana pihak ketiga ini (Tristiningtyas dan Mutaher, 2013). Dana pihak ketiga merupakan dana yang berasal dari simpanan masyarakat dalam bentuk simpanan giro (demand deposits), simpanan tabungan (saving deposits), dan juga simpanan deposito (time deposits) (Peraturan Bank Indonesia No.10/19/PBI/2008).
Selain dana pihak ketiga, terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi profitabilitas yaitu pembiayaan mudharabah. Pembiayaan mudharabah merupakan akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pemilik dana (shahibul maal) membiayai 100% kebutuhan suatu usaha, dan pengusaha (nasabah) yang menjadi mudharib atau pengelola usaha. Proses yang terdapat pada pembiayaan mudharabah yaitu jangka waktu usaha, tata cara pengembalian dana, dan pembagian keuntungan ditentukan oleh kedua belah pihak (Wahyuningsih, 2017).
Faktor lain yang dapat mempengaruhi profitabilitas adalah pembiayaan musyarakah.
Pembiayaan musyarakah merupakan kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu kegiatan usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberi dana dengan ketentuan bahwa resiko dan keuntungan akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan (Fajar, 2016).
Lalu faktor lain yang dapat mempengaruhi profitabilitas adalah tingkat efisiensi. Tingkat keefisienan menunjukkan kemampuan manajemen dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Biaya operasional merupakan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan aktivitas sehari-hari yang menunjang kegiatan operasional perusahaan, sedangkan pendapatan operasional merupakan pendapatan yang diperoleh melalui penyaluran pembiayaan berdasarkan ketentuan akadnya (Prasanjaya dan Ramantha, 2013).
1.33 0.41 0.49 0.63 0.63
78,21 96.97 97.01 96.22 94.91
2013 2014 2015 2016 2017
Data Bopo dan ROA Tahun 2013-2017
ROA BOPO
3
Analisis Pengaruh Dana…, Adinda Agustina, Ak.-IBS, 2018
KAJIAN TEORI
Teori Sinyal (Signaling Theory)
Teori sinyal merupakan suatu perilaku manajemen perusahaan dalam memberi petunjuk kepada investor terkait dengan pandangan manajemen terhadap prospek perusahaan untuk masa mendatang (Brigham dan Houston, 2014:284). Dorongan perusahaan dalam memberikan informasi laporan tahunan secara sukarela untuk memberikan sinyal kepada pihak-pihak yang berkepentingan serta mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan pihak luar yang berkepentingan (Wolk, Dodd, dan Rozycki, 2013). Informasi yang dipublikasikan oleh perusahaan memberikan signal kepada investor dalam pengambilan keputusan investasi (Jogiyanto, 2010:392). Asimetri informasi merupakan sebuah kondisi dimana suatu pihak memiliki informasi yang lebih banyak dari pihak lain. Asimetri informasi yang terjadi di perusahaan dikarenakan manajemen perusahaan mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan prospek pada masa mendatang, kurangnya informasi bagi pihak eksternal menyebabkan sulitnya untuk menilai prospek perusahaan (Kodrat dan Herdinata, 2009:16).
Perbankan
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit untuk meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Undang-Undang No.10 tahun 1998).
Profitabilitas
Menurut Syamsudin (2011:59) profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba, laba tersebut diperoleh dari modal dan aktiva yang dimilikinya. Profitabilitas dapat mempengaruhi dan menjamin keberlangsungan suatu perusahaan berjalan dengan baik. Dapat dicontohkan dengan gaji karyawan, profitabilitas yang tinggi berpengaruh dengan penghasilan para pekerja, dimana secara tidak langsung gaji karyawan berhubungan dengan kesejahteraan karyawan yang dapat meningkatkan kinerja para pekerja yang diberikan kepada organisasi, pengadaan barang penunjang kegiatan kerja, serta untuk pengembangan jenis-jenis produk atau jasa dalam kegiatan usaha (Chalifah dan Sodiq, 2015).
Dana Pihak Ketiga
Dana pihak ketiga merupakan dana yang bersumber dari masyarakat luas dan merupakan sumber penting untuk aktifitas operasional bank serta menjadi tolak ukur keberhasilan suatu bank apabila dapat menanggung biaya operasinya dari sumber ini (Kasmir, 2012:59). Dana pihak ketiga merupakan suatu dana yang dipercayakan oleh masyarakat yang menyimpan dananya di bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito, tabungan, dan juga bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu (Dendawijaya, 2009:49).
Pembiayaan Mudharabah
Pembiayaan mudharabah merupakan suatu akad yang pada umumnya digunakan untuk pembiayaan jangka pendek untuk suatu usaha, akad mudharabah melibatkan dua kelompok yaitu bank syariah (shahibul maal) dan para investor (deposan) yang mempercayakan modalnya kepada lembaga peminjam yang digunakan untuk kegiatan usaha operasional (Cronje, Atahau, dan Sparta, 2017:381).
Pembiayaan Musyarakah
Pembiayaan musyarakah adalah akad kerjasama antara para pemilik modal yang menggabungkan modalnya dengan tujuan mencari keuntungan, pembiayaan ini dapat dilakukan baik janga panjang maupun jangka pendek, baik mitra maupun bank masing-masing menyediakan modal untuk membiaya suatu usaha yang sudah berjalan maupun yang baru. Mitra dapat mengembalikan
4 modal serta bagi hasil yang sudah disepakati secara lunas maupun secara bertahap kepada bank (Cronje, Atahau, dan Sparta, 2017:384).
Tingkat Efisiensi
Efisiensi itu sendiri adalah suatu keadaan dimana tidak ada alternatif pengalokasian sebuah sumber daya yang dapat membuat satu pihak menjadi lebih baik tanpa merugikan pihak lain, maka sebuah perusahaan dikatakan efisien bila menghasilkan lebih banyak output dibandingkan dengan jumlah input yang sama (Pareto dan Koopmans, 1950). BOPO adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan efektifitas bank dalam menekan biaya operasional sebagai usaha optimalisasi pendapatan operasional (Zaini, 2014:287).
PERUMUSAN HIPOTESIS
H1: Pengaruh Dana Pihak Ketiga Terhadap Profitabilitas
Dana pihak ketiga merupakan salah satu sumber dana terbesar yang diperoleh dari masyarakat yang melakukan simpanan di bank. Dana tersebut dimanfaatkan oleh bank untuk mendapatkan penghasilan dengan memberikan pembiayaan, tentunya ada keuntungan yang diperoleh oleh bank maupun nasabah. Keuntungan yang diperoleh dari bagi hasil akan masuk dalam kas bank, sehingga bank mendapatkan tambahan kas guna mencukupi kegiatan operasionalnya (Syachrifuddin dan Rosyidi, 2017). Semakin besar jumlah dana pihak ketiga maka akan semakin tinggi ROA, sehingga tingkat kinerja keuangan bank akan semakin baik. Atau dengan kata lain, semakin tinggi rasio dana pihak ketiga maka tingkat kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya di bank syariah semakin baik (Tristiningtyas dan Mutaher, 2013).
H2: Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Terhadap Profitabilitas
Bank syariah menyalurkan dana melalui pembiayaan mudharabah untuk membiayai usaha tertentu yang dikelola oleh mudharib yang nantinya akan memperoleh keuntungan dari usaha tersebut sesuai dengan kesepakatan di awal. Dari keuntungan pembiayaan yang telah disalurkan, bank memperoleh pengembalian modal yang akan menambah profit bank (Rahayu et.al, 2016).
H3: Pengaruh Pembiayaan Musyarakah Terhadap Profitabilitas
Bank sebagai lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat dan mengalokasikan dananya untuk kegiatan yang akan menghasilkan keuntungan. Salah satu pengalokasian dana bank yaitu dengan pembiayaan musyarakah. Pembiayaan musyarakah akan menghasilkan laba dari perhitungan bagi hasilnya. Keuntungan yang diperoleh akan dibagi kepada bank dan nasabah pengelolanya sesuai dengan kesepakatan. Keuntungan tersebut juga akan digunakan untuk mengembalikan modal yang telah dialokasikan untuk pembiayaan. Tingkat pengembalian modal tersebut dapat mengukur tingkat profitabilitas suatu bank dengan cara membandingkan keuntungan dan modal yang dimilikinya (Permata et.al, 2014).
H4: Pengaruh Tingkat Efisiensi Terhadap Profitabilitas
Kemampuan bank dalam mengelola biaya operasional dapat dilihat dari besarnya tingkat efisiensi karena rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasionalnya. Apabila rasio BOPO kecil maka semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil serta bank yang memiliki kinerja operasional yang lebih efisien akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar (Ubaidillah, 2016).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dana pihak ketiga, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, dan tingkat efisiensi terhadap profitabilitas. Objek
5
Analisis Pengaruh Dana…, Adinda Agustina, Ak.-IBS, 2018
yang menjadi bahan penelitian ini adalah bank umum Syariah di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan pada periode tahun 2013-2017.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari laporan tahunan bank yang dipublikasikan di masing-masing bank dan OJK dengan periode penelitian 2013 – 2017. Data tersebut diperoleh melalui situs www.ojk.co.id
Metode pemilihan sampel dilakukan berdasarkan metode purposive sampling dengan populasi seluruh bank yang terdaftar di OJK tahun 2013 – 2017. Melalui metode tersebut didapatkan 11 Bank yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa statistik deskriptif, analisa regresi data panel, koefisien determinasi, uji F, uji t dan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang dilakukan adalah uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.
MODEL PENELITIAN
𝐑𝐎𝐀𝒊,𝒕 = α + 𝛃𝟏𝐃𝐏𝐊𝒊,𝒕 + 𝛃𝟐𝐏𝐌𝐃𝐇𝒊,𝒕 + 𝛃𝟑𝐏𝐌𝐒𝐘𝒊,𝒕 + 𝛃𝟒𝐁𝐎𝐏𝐎𝒊,𝒕 + 𝐞𝒊,𝒕 Keterangan:
ROA : Return On Asset
α : Konstanta
DPK : Dana Pihak Ketiga
MDH : Pembiayaan Mudharabah MSY : Pembiayaan Musyarakah
BOPO : Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional β1 : koefisien variabel DPK
β2 : koefisien variabel Pembiayaan Mudharabah β3 : koefisien variabel Pembiayaan Musyarakah β4 : koefisien variabel BOPO
e : residual (eror)
i : Cross Section Identifiers t : Time Series Identifiers Operasionalisasi Variabel
Profitabilitas
Rumus untuk menghitung profitabilitas (Surat Edaran Bank Indonesia N0.3/30/DPNP 14 Desember 2001) adalah:
Dana Pihak Ketiga
Rumus untuk menghitung dana pihak ketiga (Dendawijaya, 2009:49) adalah:
Pembiayaan Mudharabah
Rumus untuk menghitung pembiayaan mudharabah adalah:
ROA = laba sebelum pajak
rata−rata total asetx 100%
DPK = Giro + deposito + tabungan
Pembiayaan Mudharabah = 𝑙𝑛 Total penyaluran pembiayaan mudharabah
6 Pembiayaan Musyarakah
Rumus untuk menghitung pembiayaan musyarakah adalah:
Tingkat Efisiensi
Rumus untuk menghitung tingkat efisiensi adalah:
ANALISIS DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif
Tabel 1 Statistik Deskriptif
ROA DPK MDH MSY BOPO
Mean 0.009282 29.64881 24.68296 27.50149 0.917052
Median 0.008050 29.35274 26.69318 28.15839 0.929350
Maximum 0.056100 31.98649 28.91115 30.75397 1.332000
Minimum -0.032300 23.04516 0.000000 0.000000 0.535300
Std. Dev. 0.009842 1.420985 6.705281 4.787417 0.085399
Skewness 0.797259 -0.442901 -3.108.454 -4.951.431 -0.613862
Kurtosis 8.870332 4.018026 11.63927 28.71443 8.990735
Jarque-Bera 296.0263 14.56819 906.2947 6074.388 299.1697
Probability 0.000000 0.000686 0.000000 0.000000 0.000000
Sum 1.782200 5692.571 4739.129 5280.285 176.0741
Sum Sq. Dev. 0.018500 385.6667 8587.511 4377.598 1.392951
Observations 192 192 192 192 192
Sumber: Data diolah penulis menggunakan EViews 7, 2018
Dapat dilihat pada tabel 1, bahwa pada variabel DPK, MDH, MSY, dan BOPO nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasi, hal ini menunjukkan sebaran data pada variabel DPK, MDH, MSY, dan BOPO kecil (homogen) sehingga data tidak terdistribusi dengan luas. Namun untuk variabel ROA mean lebih kecil dari nilai standar deviasi, hal ini menunjukkan sebaran data pada variabel ROA besar (heterogen) sehingga data terdistribusi dengan luas.
Pembiayaan Musyarakah = 𝑙𝑛 Total penyaluran pembiayaan musyarakah
BOPO = total beban operasional total pendapatan operasional
7
Analisis Pengaruh Dana…, Adinda Agustina, Ak.-IBS, 2018
Selanjutnya, untuk variabel MDH, MSY, dan BOPO nilai mean lebih besar dari nilai median, sehingga besarnya nilai MDH, MSY, dan BOPO pada perusahaan sektor perbankan syariah di Indonesia cenderung tinggi. Namun untuk variabel ROA dan DPK nilai mean lebih kecil dari nilai median, sehingga besarnya nilai ROA dan DPK pada perusahaan sektor perbankan Syariah di Indonesia cenderung rendah.
Pengujian Model
Tabel 2
Hasil Persamaan Regresi Variabel Expected
Sign
Coefficient t-Statistic Prob.
C 0.114563 6.002744 0.0000
DPK - -0.001445 -2.213936 0.0281
MDH - -0.000635 -6.962758 0.0000
MSY + 0.000541 4.543977 0.0000
BOPO - -0.067204 -18.19146 0.0000
F-statistic 79.54201
Prob(F-statistic) 0.000000
R-square 0.862853
Adjusted R-square 0.852005
Number of Obs 192
Sumber: Data diolah penulis menggunakan EViews 7, 2018
Berikut ini merupakan hasil pengujian dimana pada penelitian ini menggunakan Fixed effect, yang diketahui setelah melakukan Uji Chow dan Uji Hausman. Data dalam penelitian ini telah lulus uji asumsi klasik, sehingga data terbebas dari masalah multikolinieritas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas.
Koefisien Determinasi
Berdasarkan hasil regresi pada tabel 2, besarnya koefisian determinasi yang dilihat melalui Adjusted R-squared, dalam penelitian ini sebesar 0.852005 atau 85,20%. Sehingga Dana Pihak Ketiga, Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Musyarakah, dan Tingkat Efisiensi (BOPO) mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap Profitabilitas sebesar 85,20%, sisanya sebesar 14,8% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
Uji F
Berdasarkan hasil regresi pada tabel 2, nilai probabilitas F sebesar 0.000000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai probabilitas F dalam penelitian ini lebih kecil dari 0.05, sehingga variabel Dana Pihak Ketiga, Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Musyarakah, dan Tingkat Efisiensi (BOPO) secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel Profitabilitas (ROA).
Pengujian Hipotesis dan Pembahasan
1. Pengaruh dana pihak ketiga terhadap profitabilitas
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi kepemilikan memiliki pengaruh negatif dan tida Hasil penelitian yang dilakukan pada tabel 4.11 menunjukkan bahwa pada periode 2013 – 2017 Dana Pihak Ketiga terbukti memiliki pengaruh negatif terhadap Profitabilitas. Hal ini dilihat dari probabilitas sebesar 0,0281 atau lebih kecil dari nilai signifikan 5% dan koefisien regresi dari variabel DPK menunjukkan nilai -0,001445. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
8 Sudarsono (2017), Yusuf dan Mahriana (2016) namun bertentangan dengan penelitian Fitriani dan Musdholifah (2017). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan DPK akan mengakibatkan penurunan terhadap profitabilitas yang disebabkan karena tidak bersaingnya nisbah pada suatu bank. Penghimpunan dana yang besar tidak dengan banyaknya penyaluran pembiayaan yang dilakukan oleh bank, akhirnya dapat menimbulkan tidak meningkatnya laba bank syariah. Semestinya semakin tinggi DPK suatu bank maka harus beriringan dengan penyaluran pembiayaannya, jika tidak maka bank harus tetap membayar biaya dana yang dihasilkan oleh DPK namun sedikit memperoleh laba yang dihasilkan dari penyalurannya, hal inilah yang membuat DPK berpengaruh negatif terhadap profitabilitas bank syariah. Dengan demikian Dana Pihak Ketiga dapat berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.
2. Pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap profitabilitas
Hasil penelitian yang dilakukan pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa pada periode 2013 – 2017 Pembiayaan Mudharabah terbukti memiliki pengaruh negative terhadap Profitabilitas. Hal ini dilihat dari probabilitas sebesar 0.0000 atau lebih kecil dari nilai signifikan 5% dan koefisien regresi dari variabel pembiayaan mudharabah menunjukkan nilai -0.000635. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Faradilla, Arfan, dan Sharbi (2017) dan Permata, Yaningwati, dan Z.A (2014) namun bertentangan dengan penelitian Rahayu, Husaini dan Azizah (2016). Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa setiap peningkatan pembiayaan mudharabah maka profitabilitas bank akan mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena masih lemahnya system bank syariah dalam mengelola pembiayaan mudharabah yang mengakibatkan banyaknya pembiayaan mudharabah yang bermasalah. Serta dampak lainnya, membuat bank menahan penyaluran untuk meminimalisir kerugian yang akan timbul akibat pembiayaan tersebut. Dengan demikian Pembiayaan Mudharabah berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas.
3. Pengaruh pembiayaan musyarakah terhadap profitabilitas
Hasil penelitian yang dilakukan pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa pada periode 2013 – 2017 Pembiayaan Musyarakah berpengaruh positif terhadap Profitabilitas. Hal ini dilihat dari probabilitas sebesar 0.0000 atau lebih kecil dari nilai signifikan 5% dan koefisien regresi dari variabel Pembiayaan Musyarakah menunjukkan nilai 0.000541. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan hasil Sari dan Anshori (2017) dan Permata, Yaningwati, dan Z.A (2014) namun bertentangan dengan penelitian Agza dan Darwanto (2017). Hal ini mengindikasikan bahwa setiap peningkatan pembiayaan musyarakah akan meningkatkan keuntungan bagi bank dan keuntungan dari bagi hasil tersebut akan meningkatkan profitabilitas bank. Peningkatan tersebut diperoleh dari pendapatan bagi hasil yang didapatkan yang berasal dari keuntungan usaha nasabah. Porsi dana dibagi besarannya sesuai kesepakatan yang telah disepakati diawal antara bank dengan nasabah, hal ini menjadi salah satu alasan bank mendorong peningkatan pembiayaan musyarakah agar memberikan kontribusi yang besar terhadap keuntungan bank. Dengan demikian Pembiayaan Musyarakah berpengaruh positif terhadap Profitabilitas.
4. Pengaruh tingkat efisiensi terhadap profitabilitas
Hasil penelitian yang dilakukan pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa pada periode 2013 – 2017 Tingkat Efisiensi (BOPO) berpengaruh negative terhadap Profitabilitas. Hal ini dilihat dari probabilitas sebesar 0.0000 atau lebih kecil dari nilai signifikan 5% dan koefisien regresi dari variabel Tingkat Efisiensi (BOPO) menunjukkan nilai -0.067204. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan hasil Javaid dan Alalawi (2018), Tristiningtyas dan Mutaher (2013), dan Widyaningrum dan Septiarini (2015) bahwa tingkat efisiensi berpengaruh negatif terhadap ROA namun bertentangan dengan penelitian Kurniasih (2016). Tingkat Efisiensi (BOPO) berpengaruh negatif disebabkan karena tingginya beban operasional akan berdampak pada menurunnya profitabilitas yang didapatkan oleh bank. Beban operasional yang tinggi dapat disebabkan oleh banyaknya biaya yang dikeluarkan pada bank tersebut, juga banyaknya tenaga kerja di suatu perusahaan yang dirasa kurang optimal
9
Analisis Pengaruh Dana…, Adinda Agustina, Ak.-IBS, 2018
disertai dengan tingginya biaya tunjangan karyawan membuat beban operasional pada perusahaan menjadi tinggi, sehingga profitabilitas menurun. Dengan demikian Tingkat Efisiensi (BOPO) berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas.
IMPLIKASI MANAJERIAL
Berdasarkan dari penelitian ini, diperoleh hasil bahwa dana pihak ketiga berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Hal ini dapat disebabkan oleh penyaluran pembiayaan yang tidak sesuai dengan peningkatan dana pihak ketiga, penyaluran pembiayaan yang kecil akan mengurangi pendapatan bank bersangkutan sedangkan biaya dana yang dihasilkan dana pihak ketiga harus tetap dibayarkan bank, serta masih tingginya tingkat dana mahal (deposito) dibank membuat biaya dana membesar.
Pada variabel pembiayaan mudharabah memiliki pengaruh negative terhadap profitabilitas.
Penyebabnya karena masih lemahnya system bank syariah dalam mengelola pembiayaan mudharabah yang mengakibatkan banyaknya pembiayaan mudharabah yang bermasalah. Serta dampak lainnya, membuat bank menahan penyaluran untuk meminimalisir kerugian yang akan timbul akibat pembiayaan tersebut. Berbeda dengan mudharabah, variabel pembiayaan musyarakah berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Meningkatnya keuntungan bank karena banyaknya penyaluran pembiayaan musyarakah karena diperoleh dari pendapatan bagi hasil yang didapatkan yang berasal dari keuntungan usaha nasabah. Porsi dana dibagi besarannya sesuai kesepakatan yang telah disepakati diawal antara bank dengan nasabah, hal tersebut menjadi salah satu alasan bank mendorong peningkatan pembiayaan musyarakah agar memberikan kontribusi yang besar terhadap keuntungan bank.
Pada variabel tingkat efisiensi memiliki pengaruh negatif tehadap profitabilitas. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap peningkatan BOPO maka akan mengurangi profitabilitas bank bersangkutan. Bank Syariah di Indonesia masih memiliki nilai BOPO yang berada pada nilai yang relatif tinggi yang berkisar pada angka 90-100%, hal ini menggambarkan bahwa bank Syariah di Indonesia masih memiliki tingkat efisiensi yang kurang baik. Tingkat efisiensi yang dicerminkan oleh BOPO menjadi gambaran bagaimana pengelolaan bank atas beban yang dikeluarkan untuk mendapatkan pendapatan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, disimpulkan bahwa dana pihak ketiga, pembiayaan mudharabah, dan tingkat efisiensi berpengaruh negative terhadap profitabilitas bank umum syariah yang terdaftar di OJK periode 2013-2017. Sedangkan untuk pembiayaan musyarakah berpengaruh positif terhadap profitabiltas bank umum syariah yang terdaftar di OJK periode 2013-2017.
KETERBATASAN DAN SARAN
Pada penelitian ini masih terdapat beberapa keterbatasan yaitu (i) Penelitian ini menggunakan variabel independent yaitu dana pihak ketiga, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, dan tingkat efisiensi. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel independen yang berbeda seperti net operating margin, dan pembiayaan (ii) Pengelolaan terhadap biaya operasional harus lebih diperhatikan oleh manajemen perusahaan mengingat masih tingginya BOPO bank syariah di Indonesia (iii) Bank lebih menonjolkan unsur syariah kepada masyarakat, seperti memperkenalkan bahwa menabung di Bank Syariah tidak hanya sekedar menabung, tetapi juga menghindari riba dimana mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia beragama islam, serta tujuan penyaluran dana oleh perbankan syariah adalah menunjang pelaksanaan pembangunan, meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat dan (iv) Untuk peneliti selanjutnya menggunakan pengukuran Maqashid Syariah Index (MSI) untuk mengukur Kinerja Perbankan Syariah dalam mengidentifikasi unsur ke-Islamannya, pengukuran MSI harus dilakukan karena karakteristik bank syariah berbeda dengan bank konvensional, dimana pada MSI terdapat unsur porsi produk yang berbasis bagi hasil, porsi zakat, dan rasio lainnya seperti yang terdapat dalam komposisi MSI.
10 DAFTAR PUSTAKA
Al-Saidi dan Al-Shammari. (2015). Ownership Concentration, Ownership Composition, and The performance of the Kuwaiti Listed non-financial Firms. International Journal of Commerce and Management, Vol.25, Iss.1 pp 108- 132.
Athanasoglou P. P., Brissimis S. N. & Delis M. D. 2005. Bank-specific, industry- specific and macroeconomic determinants of bankprofitability. Bank of Greece Working Paper, No. 25.
Bank Indonesia. 2011. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/24/DPNP Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Jakarta: Bank Indonesia.
Bank Indonesia, Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/18/PBI/2012 Tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.
Bank Indonesia, Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/2/PBI/2013 Tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Umum Konvensional.
Bank Indonesia, Peraturan Bank Indonesia Nomor 3/21/PBI/2001 Tentang Ketentuan Penyediaan Modal Minimum.
Bank Indonesia. 1998. UU No.10 tahun 1998, Tentang Perubahan Terhadap UU No. 7 tahun 1992, Jakarta.
Bank Indonesia, Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/24/PBI/2012 pasal 1 ayat 3 tentang Kepemilikan Tunggal Pada Perbankan Indonesia.
Berger, A. N., Klapper, L. F., Peria, M. S. M., Zaidi, Rida. 2006. Bank ownership type and banking relationships. Journal of Finance Intermediation.
Bonin, J.P., Hasan, I., Wachtel, P. 2005. Bank performance, efficiency and ownership in transitioncountries. Journal of Banking and Finance29.pp 31-53.
Cahaya Y., dan Hartini. 2016. Dampak Struktur Kepemilikan dan Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Bank. Jurnal Ekonomi. Vol 7, No.1, pp. 22-33.
Claessens, S, D. S. & Lang, L.H.P. (2000), 'The Separation of Ownership and Control in East Asian Corporations, Journal of Financial Economics, vol. 58, no. pp. 81-112.
Dallas, George. (2004). Governance and Risk. Analytical Hand books for Investors, Managers, Directors and Stakeholders. New York: McGraw Hill.
Fries, S. and Taci, A. 2005. Cost efficiency of banks in transition: Evidence from 289 banks in 15 post- Communist countries, Journal of Banking and Finance. Vol. 29, pp. 55–81.
Ghozali, Imam. 2009. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS “. Semarang: UNDIP.
Gitman, L.J dan Zutter, C.J. 2015. Principles of Managerial Finance. 14th Edition. Global Edition:
Pearson Eduaction Limited Halimatusadiah, E., Sofianty, D. dan Ermaya, H.N. (2015). Effect of The Implementation of Good Corporate Governance on Profitability. European Journal of Business and Innovation Research, 3(4), pp.19-35.
Gujarati, D. N. 2006. Dasar - Dasar Ekonometrika Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Gujarati, D. N. 2007. Dasar - Dasar Ekonometrika Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Gujarati, Damodar N, dan Dawn C. Porter. 2010. Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Salemba Empat.
Gunawan, Ade., dan Wahyuni, S.S. 2013. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Perdagangan di Indonesia. Jurnal Manajemen & Bisnis. Vol. 13, No 1.
11
Analisis Pengaruh Dana…, Adinda Agustina, Ak.-IBS, 2018
Hadad, Muliaman. D. et.al. 2003. Kajian Mengenai Struktur Kepemilikan Bank di Indonesia. Bank Indonesia, Jakarta.
Hamidu, N. P. (2013, Juni). Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perbankan di BEI. EMBA, 1.
Hendrawan, Y. P., dan Lestari, H. S. 2016. Faktor-Faktor Penentu Profitabilitas Bank Umum Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Manajemen dan Pemasaran Jasa, Vol. 9, No.1.
pp 99-118.
Hubert, Ooghe., dan Langhe, Tine De. 2002. The Anglo-American Versus the Continental European Corporate Governance Model: Empirical Evidance of Board Composition in Belgium. Europen Business Review, volume 14, number 6-2002-pp.437-449.
Husnan, Suad. 2001. Corporate Governance dan Keputusan Pendanaan: Perbandingan Kinerja Perusahaan dengan Pemegang Saham Pengendali Perusahaan Multinasional dan Bukan Multinasional. Jurnal Riset Akuntansi, Manajemen, Ekonomi. Vol. 1, No. 1, pp. 1-12
Ilhomovich, S.E. (2009) Factors affecting the performance of foreign banks in Malaysia.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.2 Laporan Arus Kas (Revisi 2009). Jakarta: Salemba Empat.
Jensen, Michael C. dan Meckling. William H., 1976, “Thery of The Firm: Managerial Behavior, Agency Cost, and Ownership Structure”, Jurnal of Financial Economics, Vol. 3, No. 4, October pp. 305- 360.
Kasmir. 2013. Dasar-Dasar Perbankan Edisi Revisi 2012. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Kiruri, R. M. (2013). The effects of ownership structure on bank profitability in Kenya. European Journal of Management Sciences and Economics, 1(2), 116-127.
Kuncoro, Mudrajad & Suhardjono, 2002, Manajemen Perbankan, BPFE, Yogyakarta Kuncoro, Mudrajad & Suhardjono, 2011, Manajemen Perbankan, BPFE, Yogyakarta
La Porta, R.F. and Lopez-de Silanes. “Corporate Ownership around the Word.” Journal o f Finance 54 (1999): 471-518.
Lipunga, Andrew M. 2014. Determinants of Profitability of Listed Commercial Banks in Developing Countries: Evidence from Malawi. Research Journal of Finance and Accounting, Vol 5, No 6.
Makri, V., Tsagkanos, A., & Bellas A. 2014. Determinants of non-performing loans; The case of Eurozone. Panoeconomicus, 61 (2), 193-206.
Melayu hasibuan. 2011. Manajemen Sumber daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Mohd-Saleh, N., Rahman, C. A., dan Ridhuan, M. 2009. Ownership structure and intellectual capital performance in Malaysia. Asian Academy of Management Journal of Accounting and Finance, vol. 5(1), pp. 1-29.
Ngoc, Phan Minh, dan Ramstetter, Eric D., 2004. Foreign Multinationals and Local Firms in Vietnam’s Economic Transition. Asian Economic Journal. Vol. 18, No. 4, pp. 371-404.
Nguyen Hong Son, Tran Thi Thanh Tu, Dinh Xuan Cuong, Lai Anh Ngoc & Pham Bao Khanh. (2015).
Impact of Ownership Structure and Bank Performance–An Empirical Test in Vietnamese Banks.
International Journal of Financial Research, 6 (4), hal. 123-129.
Novado A., dan Hartomo D.W. (2014). Kinerja Perbankan pada Kepemilikan: Domestik, Asing, Pemerintah dan Swasta. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 14 (2), hal. 51 – 66.
12 Oktaveri, John Andhi. 2018. “DPR: Kaji Ulang Aturan Kepemilikan Asing di Perbankan”.
http://finansial.bisnis.com/read/20180131/90/732642/dpr-kaji-ulang-aturan-kepemilikan-asing- di-perbankan. Diakses tanggal 1 Maret 2018.
Pracoyo, A., & Putriyanti, D. (2016, Juni). Assessment of Bank Health Level towards Profit Growth.
Jurnal Ilmu Manajemen & Ekonomika, Vol.8, No.2, hal. 133-149.
Prawironegoro, Darsono dan Ari Purwanti. (2009). Akuntansi Manajemen. Edisi Ketiga, Jakarta: Mitra Wacana Media.
Republik Indonesia. 1999. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum. Jakarta
Soedarmono, Wahyoe. 2011. Bank Capital Inflows, Institutional Development and Risk: Evidence from Publicly - Traded Banks in Asia. Buletin Ekonomi, Moneter dan Perbankan, Oktober 2011.
Sudana, I. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan Praktek. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. 2012. Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabetha: Bandung.
Taruh, Victorson dkk. 2012. Pengaruh Besar Perusahaan, Tingkat Leverage dan Tingkat Penjualan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2007-2010: Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing Vol 3 No. 2 Desember 2012.
Veitthzal, Rivai. 2013. Credit Management Handbook Manajemen Perkreditan cara Cara Mudah Menganalisis kredit. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Widarjono, A. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta: EKONISIA.
Winarno, W.W. 2011.Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan EViews. Edisi Ketiga, Cetakan pertama.UPP STIM YKPN.Yogyakarta.
Wiranata, Yulius A., dan Nugrahanti, Yeterina W., 2013. Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 15, No.1, hal. 15-26.