• Tidak ada hasil yang ditemukan

The unit of analysis is the group of students who are implementing PPLK in SMAN 3 Kota Solok

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "The unit of analysis is the group of students who are implementing PPLK in SMAN 3 Kota Solok"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MASALAH MAHASISWA PRAKTEK PENGLAMAN LAPANGAN KEPENDIDIKAN (PPLK) DI SMA NEGERI 3 KOTA SOLOK

Sepni Melia Putri, Nilda Elfemi, Hefni

Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]

ABSTRACT

In practice practice field experience of education students have to adjust two tasks in the training school that is the task of teacing and non teacing, while implementing PPLK problematic students in making RPP, the inconsistency between the media in the RPP with which will be done in the classroom, and problems in classroom management, while the purpose of this study is to describe the problem of PPLK students in SMAN 3 Kota Solok, and to describe the effort to solve the problem of PPLK students in SMAN 3 Kota Solok.The theory used is cognitive learning theory of cognitive Fieled (Kurt Lewin). The approach used in this research is qualitative approach with descriptive type. Selection of informants in this study using the technique of Porposive Sampling with the number of informants 24 people. The type of data used is primary data and secondary data.

Methods of data collection is done by observation, in-depth interview and studidokumen. The unit of analysis is the group of students who are implementing PPLK in SMAN 3 Kota Solok. Data analysis using interactive data analysis model (Milles and Huberman).The results of this study show there are 3 problems of students PPLK in SMAN 3 Kota Solok namely: (1) Problem Making RPP, the efforts undertaken are 1. To guide students PPLK in making RPP, 2. Provide guidance in making RPP. (2) Problems Mismatch between media in RPP and those taught in the classroom, the efforts made are: 1. Thinking about the situation and conditions that will occur when the learning takes place, 2. Knowing the facilities and facilities in the school. (3) Problem Management class, the efforts are: 1. The existence of cooperation between students with students, teachers with students, 2. Provide creative learning.

Keywords: Problems, Students, PPLK

PENDAHULUAN

Sebagai pengajar, guru dituntut untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai tujuan pelajaran

yang optimal.Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar guru harus memainkan berbagai peran diantara sebagai manusia sumber,

(2)

komunikator, mediator, pembimbing dan peneliti (Sofan, 2010:166).

Dengan adanya guru yang berkualitas makaakan didapat pembelajaran yang berkualitas juga, selain itu guru juga dapat berperan penting dalam mewujudkan tujuan pembagunan nasional khususnya di bidang pendidikan. Salah satu cara untuk menciptakan guru yang handal adalah dengan mempersiapkan calon guru yang berkualitas yakni dengan mengadakan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) bagi calon guru atau pendidik itu sendiri dimana sebelum seorang guru mengajar di sekolah tentunya harus dibekali lebih dahulu dengan ilmu- ilmu yang diperoleh melalui jenjang pendidikan yang kemudian diadakan latihan atau disebut juga dengan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK).

Program Pengalaman Lapangan Kependidkan (PPLK) merupakan muara dan aplikasi dari seluruh materiyang diterima peserta didik selama mengikuti pembelajaran di bangkukuliah. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk mendefenisikan Program

Pengalaman Lapangansama dengan praktik mengajar (Asril, 2011:91)

Praktek Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) adalah salah satu kegiatan kurikuler yang merupakan kombinasi dari seluruh program program pendidikan yang telah dihayati oleh mahasiswa di Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK). PPLK dapat diartikan sebagai suatu program pelatihan dikelola oleh Unit Program Pengalaman Lapangan (UPPL).

(UPPL 2016:3).

Dalam pelaksanaan PPLK banyak sekali masalah yang ditemui oleh mahasiswa PPLK di sekolah latihan, ketika sedang melaksanakan PPLK, kita sebagai seorang guru harus bisa mengatasi masalah tersebut. PPLK juga memberikan tantangan untuk praktikan untuk lebih siap dan disiplin dengan situasi dan kondisi yang diciptakan oleh lingkungan sekolah dan PPLK juga memberikan kontribusi yang berarti bagi mahasiswa calon tenaga kependidikan dalam menambahkan wawasan dan pengalaman secara praktis yang harus dihadapi

(3)

seseorang pendidik terhadap peserta didik.

Dalam pelaksanaan PPLK mahasiswa harus menyelesaikan dua tugas disekolah latihan yaitu tugasteaching dan tugas non teaching, tugas teaching yaitu seperti proses pembelajaran di dalam kelas, untuk bisa melakukan proses pembelajaran di kelas mahasiswa PPLK harus mengerjakan tugas mengajar, seperti: Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Silabus, Rencana Program Pembelajaran (RPP), Kriteria Ketuntasan Minimal(KKM), Bahan Ajar, Media Pembelajaran, Program Tahunan, Program Semester, sedangkan dalam melaksanakan tugas non teaching mahasiswa harus menyelesaikan tugas seperti piket TU, piket Perpustakaan, dan lain sebagainya.

Pada tahun pelajaran 2016/2017 jumlah mahasiswa PPLK di SMAN 3 Kota Solok yaitu berjumlah 6 orang, yaitu mahasiswa dari Universitas Negri Padang (UNP), dengan jurusan pendidikan sejarah, pendidikan geografi, dan

pendidikan seni, untuk lebih jelas lihat ditabel berikut:

Sedangkan pada tahun ajaran 2017/2018 di SMAN 3 Kota Solok terdapat 12 mahasiswa PPLK dari Universitas Negri Padang (UNP) dan Universitas Islam Negeri (UIN), dengan jurusan sejarah, bahasa inggris, kimia, olahraga, ekonomi.

Ketika mahasiswa

melaksanakan PPLK pada semester genap dan ganjil, mahasiswa pasti menemukan masalah yang berbeda, karena semester genap tahun pelajaran 2016/2017 menggunakan kurikulum KTSP sedangkan pada semester ganjil pada tahun ajaran 2017/2018 mengunakan kurikulum 2013.

Berdasarkan fakta diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang Masalah mahasiswa PPLK di SMA N 3 Kota Solok dan bagaimana upaya pemecahan masalahnya shingga masalah yang ditemui oleh mahasiswa PPLK terselesaikan.

(4)

METODE PENELITIAN

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang dimaksud untuk memahami tentang apa yang dipahami oleh subjek penelitian. Data yang diperoleh dalam bentuk kata-kata, gambaran, holistik (Moleong, 2010:6).Tipe penelitian ini adalah deskriptif yang menyatakan bahwa penelitian deskriptif tidak dimaksud untuk menguji hipotesis terteentu, tetapi hanya menggambarkan tentang apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau keadaan tentang masalah- masalah sosial yang ada

Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Porposive Sampling yaitu pengambilan informan berdasarkan subjek penelitian berdasarkan pada pertimbangan dan tujuan tertentu yang ianggap mempunyai sangkut paut dengan karekteristik yang sudah diketahui sebelumnya (Yusuf, 2007:2005).

Adapun kriteria informan dalam penelitian ini adalah: 1.

Mahasiswa PPLK di SMA N 3 Kota

Solok.2. Guru pamong mahasiswa PPLK.3. Siswa yang belajar sama mahasiswa PPLK.

Jenis data dalam penelitian ini di kelompokkan dalam dua jenis yait: data primer dan data sekunder.

Data primer merupakan data yang dikumpulkan lansung dari sumber asli oleh orang yang melakukan penelitian (Mahmud, 2011:164).

Data di dapat melalui observasi dan wawancara dengan mahasiswa yang sedang melaksanakan PPLK di SMAN 3 Kota Solok. Data sekunder dari penelitian ini adalah data yang didapat dari sumber bacaan, masyarakat dan berbagai macam sumber laiinnya yang terdiri dari buku harian dan dokumen-dokumen yang di dapatkan dari TU SMAN 3 Kota Solok.

Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi Dalam penelitian ini penulis menggunakan observasi nonpartisipan (non partisipan observation) dimana peneliti tidak ikut terlibat langsung dan hanya sebagai pengamat independen untuk mencari data tentang masalah mahasiswa PPLK di SMA N 3 Kota Solok. Dengan

(5)

menggunakan metode observasi maka peneliti akan mencari data tentang, bagaimana situasi mahasiswa yang sedang melaksanakan PPLK di SMA N 3 Kota Solok.

Wawancara pada penelitian ini wawancara dimulai pada bulan oktober-november 2017 kepada informan yang sudah ditenukan oleh peneliti yaitu: sebelas orang mahasiswa PPLK, sembilan orang guru pamong mahasiswa PPLK dan empat orang siswa, untuk mencari data tentang masalah mahasiswa PPLK dan bagaimana upaya pemecahan masalah bagi mahasiswa PPLK di SMAN 3 Kota Solok.

Dengan cara peneliti turun kelapangan mewawancarai inforan yang telah di tentukan tentang masalah yang ditemui ketika membuat perangkat pembelajaran, apakah ada masalah yang ditemui dalam pelaksanaan pembelajaran, dan bagaimana upaya pemecahan masalah mahasiswa PPLK itu?

Unit analisis dalam penelitian ini adalah kelompok, yang mana kelompok yang dimaksud adalah Mahasiswa yang sedang

melaksanakan PPLK di SMA N 3 Kota Solok .

(Moleong, 2010:248) analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data,memilih-milihnya, menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistensiskannya, mencari dan menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Analisis data menggunakan model analisis data interaktif (Milles dan Huberman) yaitu pengumpulan data, Dalam hal ini peneliti turun kelapangan untuk memperoleh data terkait dengan penelitian yaitu tentang masalah mahasiswa PPLK di SMAN 3 Kota Solok, dan bagaimana upaya penyelesaian masalah bagi mahasiswa PPLK di SMAN 3 Kota Solok, metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observas, wawancara dan studi dokumen yang dipaparkan dalam bentuk narasi.

Rreduksi data, Peneliti akan memberikan kode yang jelas dan masuk akal dari kejadian-kejadian yang di gambarkan dalam catatan

(6)

lapangan dan hasil wawancara.

Gambaran singkat, kode pola adalah eksplantori atau interensal yang mengidentifikasi kemunculan tema pola atau penjelasan yang menegaskan situs pada analisis yang berfungsi untuk menarik banyak bahan ke dalam unit analisis yang lebih irit dan bermakna, kode pola merupakan sejenis meta kode (Miles dan Huberman, 1992:111-112).

Penyajian data, Dalam penelitian ini, peneliti mengelompokkan hal-hal yang dianggap penting mengumpulkan data-data yang penting untuk keperluan penelitian terikait masalah penelitian yaitu tentang masalah mahasiswa PPLK di SMA N 3 Kota Solok.

Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan merupakan rangkaian pengolahan data yang berupa gejala kasus yang terdapat di lapangan. Kesimpulan akhir tidak akan terjadi sampai waktu proses pengumpulan data berakhir.

Kesimpulan harus diverifikasi agar cukup mantap dan benar-benar bisa dipertanggung jawabkan. Untuk itu peneliti melakukan aktivitas

pengulangan untuk tujuan pemantapan, penelusuran data kembali, melihat kembali field note sehingga kesimpulan penelitian menjadi kokoh dan bisa dipercaya (Sutopo 2002: 187).

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Mahasiswa PPLK di SMAN 3 Kota Solok

Mahasiswa adalah

sekelompok manusia yang menganalisis dan bertanggung jawab untuk mengembangkan kemampuan penalaran individual. Mahasiswa merupakan aktor yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan studi, karena mahasiswa sangat berpengaruh terhadap studi tersebut (Sulam, 2004:67-69), Di SMAN 3 Kota Solok ini setiap tahun atau setiap semester selalu ada mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK), dari berbagai unversitas di Sumatra Barat, UNP, STKIP, UBH, UIN, UMY, STAY, Sekarang di SMAN 3 Kota Solok terdapat dua belas orang (12) mahasiswa PPLK pada semester ganjil yaitu pada tahun ajaran 2017/2018, yaitu enam orang (6)

(7)

mahasiswa dari Universitas Negri Padang (UNP) dan mahasiswa enam orang (6) dari Universitas Islam Negri (UIN), dan guru pamong sebanyak sembilan orang (9).

Diantara dua belas mahasiswa PPLK memiliki masalah ketika sedang melaksanakan PPLK, pada tanggal 28 oktober peneliti melakukan observasi yaitu mengamati mahasiswa PPLK yang sedang mengajar di lokalnya masing-masing peneliti banyak melihat masalah, masalah yang dialami oleh mahasiswa PPLK, dalm menjalankan tugas mengajar,

Berikut beberapa tugas-tugas dan kewajiban mahasiswa Praktek Pengalaman Kependidikan (PPLK) di SMAN 3 Kota Solok.

Tugas- Tugas dan Kewajiban Mahasiswa PPLK di SMAN 3 Kota Solok

Dalam pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) dari kampus mereka memiliki dua tugas yang harus mereka selesaikan yaitu tugas teacihng dan tugas non teaching.

Dimana tugas teacing yaitu tugas mengajar tentang pembuatan

perangkat pembelajaran , mengajar dan mengevaluasi hasil pembelajaran serta penilaian, dan juga tugas non teacing seperti kegiatan di luar pembelajaran yaitu ekstrakurikuler, piket dan lain sebagainya.

Ketika mahasiswa

melaksanakan PPLK di SMAN 3 Kota Solok yaitu di sekolah latihan sekolah menyesuaikan antara tugas yang diberikan dari kampus dengan yang akan dilaksanakan di sekolah oleh mahasiswa dengan yang akan diberikan disekolah yaitu melaksanakan dua tugas yaitu tugas teaching dan tugas non teaching, tugas teaching yang dilakukan di sekolah yaitu membuat perangkat pembelajaran, mengajar mengevaluasi hasil pembelajaran serta penilaian danjuga tugas non teaching seperti piket TU, piket Perpustakaan, di sekolah latihan mahasiswa tidak di ikut sertakan dalam kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

Berikut beberapa masalah yang ditemui oleh mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK), dalam

(8)

melaksanakan tugas mengajar di SMAN 3 Kota Solok.

Masalah Mahasiswa PPLK di SMAN 3 Kota Solok

Masalah Dalam Pembuatan RPP Dalam pelaksanan Praktek Pengalaman Lapangan (PPLK) mahasiswa harus membuat perangkat pembelajaran yaitu Silabus, RPP, KKM, Bahan Ajar, Media Pmbelajaran, Program Semester, Program Tahunan, Minggu Efektif.

Dalam pembuatan perangkat pembelajaran tersebut penulis melihat mahasiswa kesulitan dalam pembuatan RPP yitu dalam membedakan antara fakta, konsep dan prinsip,

Dalam pembuatan perangkat pembelajaran khususnya dalam pembuatan RPP, guru pamong melihat banyak mahasiswa PPLK yang merasa kesulitan dalam menentukan alokasi waktu, berdasarkan wawancara diatas mahasiswa di beri pedoman RPP oleh guru pamong, tapi tiak mungkin semua guru pamong bisa melakukan hal yang sama, ketika guru pamong tidak mau memberikan RPP yaitu karena guru pamong menuntut kita

bisa, nanti ketika kita di dunia kerja kita sudah bisa membuat semua perangkat pembelajaran itu.

Masalah Ketidak Sesuaian Antara Media dalam RPP dengan Media yang Akan Digunakan Dalam Pembelajaran

Berdasarkan observasi yang penulis lakukan, dalam pembutan RPP pasti menggunakan media untuk pembelajaran, dimana media merupakan wahana penyalur pesan atau informasi kepada penerima informasi, sumber belajar adalah segala sesatu yang dapat dimanfaatkan untk menfasilitasi kegiatan pembelajaran, dalam kegiatan pembelajaran guru di tuntut untuk menggunakan media secara efektif dan efisien, menghasilkan pesan yang menarik dan melibatakan siswa dalam pemanfaatan media.

Tetapi di sini mahasiswa PPLK merasakan masalah dalam penggunaan media dalam RPP dengan media yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Biasanya media yang dipakai di sekolah yaitu seperti Audio, Chart, Peta, Gambar, infokus, berdasarkan Pengamatan yang penulis lakukan pada tanggal 2 November 2017 yaitu

(9)

pada mahasiswa PPLK yang sedang mengajar di kelas yang menjadi masalah dalam penggunaan media yaitu tentang infokus dimana mahasiswa tidak melihat ketersedian media di sekolah, dan tidak bisa menyesuaikan dengan media yang akan digunakan ketika mengajar di lokal.

Media pembelajaran erat hubungannya dengan proses pembel jaran media yang dipaki guru waktu mengajar juga dipakai oleh siswa untuk menerima bahan yang di ajarkan, media pembelajran yang lengkap akan memperlancar penerimaan bahan pembelajran yang diberikan pada siswa, kendala guru dalam mengajar yaitu minimnya media pembelajaran yang disediakan di sekolah, padahal dengan menggunakan media dalam proses pembelajaran akan mempermudah siswa dalam menerima materi yang disampaikan.

Masalah Dalam Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar dan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Penulis melihat sulit bagi mahasiswa dalam pelaksanaan pengelolaan kelas, dimana pengelolaan kelas adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru, dan juga pengelolaan kelas merupakan upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar, untuk menyusun atau merapikan bangku aja membutuhkan waktu yang sangat lama apalagi dengan yang lainnya. karena kita sebagai seorang guru tidak hanya mengajar tapi juga mendidik, disini pengelolaan kelas yaitu mendidik siswa.

Dalam pengelolaan kelas, terdapat pengelolaan kelas secara fisik dan non fisik, lingkungan fisik yang baik adalah ruangan kelas yang menarik, efektif dalam mendukung

(10)

siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Penataan tempat duduk yang mengganggu lalu lintas selama kegiatan pembelajaran, dan penempatan barang-barang yang tidak sesuai dengan fungsinya, dapat menghambat berlansungnya proses pembelajaran, sedangkan dalam pengelolaan non fisik memiliki peran yang besar juga dalam mempengaruhi kondisi belajar, penampilan, sikap guru, hubungan harmonis antara guru dengan peserta didik, peserta didik dengan guru, dan sesama peserta didik itu sendiri, serta organisasi dan bahan pembelajaran secara tepatsesuai dengan kemampuan dalam perkembangan peserta didik.

Upaya Pemecahan Masalah Bagi Mahasiswa PPLK yang Sudah Dilakukan

A. Upaya Yang Dilakukan Dalam Masalah Pembuatan RPP

1) Membimbing Mahasiswa PPLK Dalam Pembuatan RPP

Upaya yang dilakukan oleh seorang guru pamong supaya mahasiswa tidak terkendala dalam pembuatan RPP seperti menentukan jam, membedakan antara fakta,prinsip dan kosep dan lain

sebaginya jadi sebagai seorang guru pamong harus melakukan hal-hal yang bisa mempermudah mahasiswa PPLK dalam melaksanakan pembuatan RPP, membimbing mahasiswa PPLK dalam pembuatan RPP untuk memperkuat data dilakukan wawancara dengan guru pamong mahasiswa PPLK.

2) Memberikan Pedoman Dalam Pembuatan RPP

Upaya yang dilakukan oleh seorang guru pamong supaya mahasiswa tidak terkendala dalam pembuatan RPP seperti menentukan jam, membedakan antara fakta,prinsip dan kosep dan lain sebaginya jadi sebagai seorang guru pamong harus melakukan hal-hal yang bisa mempermudah mahasiswa PPLK dalam melaksanakan pembuatan RPP, memberikan pedoman atau contoh RPP kepada mahasiswa PPLK dalam pembuatan RPP.

(11)

B. Upaya Masalah Ketidaksesuaian Antara Media dalam RPP dengan yang Akan

Digunakan Dalam

Pembelajaran

1).Memikirkan Situasi Dan Kondisi Yang Akan Terjadi Ketika Pembelajaran Berlansung

Upaya yang dilakukan oleh seorang dalam menyesuaikan antara media di RPP dengan yang akan digunakan dalam pembelajaran yaitu, ketika membuat RPP kita harus memikirkan metode dan media yang di buat dan juga harus menyesuaikan metode dan media apa yang akan di guna kan dalam RPP, misalnya dalam RPP mengunakan media seperti infokus tetapi pada pembeljaran sudah menggunakan media yang lain, dengan juga mempertimbangkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

2).Mengetahui Sarana Dan Prasarana Yang Ada Di Sekolah

Upaya yang dilakukan oleh seorang dalam menyesuaikan antara media di RPP dengan yang akan digunakan dalam pembelajaran yaitu, ketika membuat RPP kita harus memikirkan sarana dan prasarana di

sekolah agar penggunaan media berjalan dengan yang diharapkan.

C. Upaya Yang Dilakukan Dalam Masalah Pengelolaan Kelas 1).Ada Kerja Sama Antara Siswa

Dengan Guru, Siswa Dengan Siswa

Upaya yang dilakukan dalam pengelolaan kelas yaitu dalam kegiatan ini adalah meningkatkan kerja sama antara siswa di kelas, sehingga tenaga pendidik harus menyiasati dengan cara menggunakan variasi belajar yang dapat menciptakan suasana keakraban antar siswa dapat terjalin dengan sendirinya, secara umum masalah yang dihadapi oleh mahasiswa PPLK disebabkan oleh, watak, sifat, dan lingkungannya yang memberikan sifat dan respon yang minim terhadap proses belajar mengajar di sekolah, selainitu beberapa siswa terkadang tidak mau berpisah dengan teman akrab mereka pada saat pembagian kelompok belajar sehingga pengaturan kelompok belajar demi terciptanya model pembelajaran kooperatif menjadi sulit.

(12)

2). Memberikan Pembelajaran Yang Kreatif

Upaya yang dilakukan dalam pengelolaan kelas yaitu memberikan pembelajaran yang kreatif kepada siswa, supaya siswa tidak bosan dalam menggikuti pembelajaran.

Beberapa siswa belum mempunyai kesadaran penuh untuk mengali sendiri pengetahuan, oleh karena itu kami dari pihak mahasiswa PPLK berupaya untuk senantiasa mengonsultasikan dengan guru pamong tentang metode atau gaya mengajar yang diterapkan dikelas sehingga siswa tetap antusias menerima materi pembelajaran.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMAN 3 Kota Solok mengenai masalah mahasiswa PPLK di SMAN 3 Kota Solok maka dapat disimpulkan, dari sekian bayak mahasiswa PPLK sebagian besar mereka memiliki masalah dalam pelaksanan PPLK,:1) Masalah dalam pembuatan RPP,upaya yang dilakukan adalah. Membimbing mahasiwa PPLK dalam pembuatan RPP, memberikan pedoman dalam

pembuatan RPP. 2)Msalah ketidak sesuaian media yang ada di RPP dengan yang akan di ajarkan dikelas, upaya yang dilakukan adalah Memikirkan situasi dan kondisi ketika pembelajaran berlansung, mengetahui sarana dan prasarana yang ada di sekolah. 3) Masalah dalam Pengelolaan kelas upaya yang dilakukan adalah: adanya kerjasama antara siswa dengan siswa, guru dengan guru, melaksanakan pembelajaran yang kreatif.

DAFTAR PUSTAKA

Amri, Sofan 2010. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas.

Jakarta : PT Prestasi Pustakarya

Asril, Zainal. 2013.Micro Theaching Disertai dengan Pedoman Pengalaman.

Mahmud. 2011 Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: CV Pustaka Setia.

Miles dan Huberman,1992, Analisis Data Kualitatif (terj.).

Jakarta: Sage Publications Moleong, Laxcy J.2010. Metodologi

Penelitian Kualitatif.

Bandung :Remaja Rosda Karya

(13)

Muri, Yusuf .2007. Metodologi Penelitian. Padang: UNP Press.

UPPL.2015. Buku Pedoman Pelaksanaan dan Pedoman Penelitian PPLK. STKIP PGRI. SUMBAR. Padang Sulam, Burhanudin, 2004.Cara

Belajar Yang Sukses Di Perguruan Tinggi:

Jakarta:PT Rineka Cipta Sutopo. 2002. Metodologi Penelitian

Kualitatif. Surakarta:

Sebelas Maret University Press.

Referensi

Dokumen terkait

iv USING THINK-ALOUD STRATEGY TO IMPROVE THE STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT THE EIGHTH GRADE OF MTS N 1 LAMPUNG TIMUR ABSTRACT BY: Neti Dwi Ratnasari The main purpose of