• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of ANALYSIS OF SOCIAL MEDIA OPPORTUNITIES AS MARKETING MEDIA FOR ASSALAAM ISLAMIC MODERN BOARDING SCHOOL SURAKARTA TOWARDS THE INTERNATIONAL MARKET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "View of ANALYSIS OF SOCIAL MEDIA OPPORTUNITIES AS MARKETING MEDIA FOR ASSALAAM ISLAMIC MODERN BOARDING SCHOOL SURAKARTA TOWARDS THE INTERNATIONAL MARKET"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAGI PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM SURAKARTA MENUJU PASAR INTERNASIONAL

ANALYSIS OF SOCIAL MEDIA OPPORTUNITIES AS MARKETING MEDIA FOR ASSALAAM ISLAMIC MODERN BOARDING SCHOOL SURAKARTA

TOWARDS THE INTERNATIONAL MARKET

Pertapa Sari [email protected]

ABSTRACT

This study aims to determine the effectiveness of the marketing media for the modern Islamic boarding school Assalaam Surakarta towards the international market. The method used in this study is a qualitative method using a descriptive approach in the form of a literature study conducted by interviews and documentation, coupled with observations made by researchers. The data is taken from the database entered by the PR and IT team of PPMI Assalaam. From this research, it can be concluded that the social media used by PPMI Assalaam has a high chance to be used as a means of promoting the agency’s marketing in the international market.

Keywords: social media, marketing media, international market

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas media pemasaran pondok pesantren modern Islam Assalaam Surakarta menuju pasar internasional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif berupa studi kepustakaan yang dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi, ditambah dengan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. Data dambil dari database yang masuk pada tim humas dan IT PPMI Assalaam. Dari penelitian ini dihasilkan kesimpulan bahwa media social yang digunakan oleh PPMI Assalaam memiliki peluang tinggi untuk dijadikan sarana promosi pemasaran lembaga di pasar internasional.

Kata kunci: media sosial, media pemasaran, pasar internasional

(2)

A. PENDAHULUAN

Banyaknya lembaga pendidikan yang bergengsi saat ini menjadikan persaingan di dunia pendidikan semakin membara. Masing- masing lembaga berusaha menampilkan keunggulannya. Ketatnya persaingan antar lembaga membuat masing-masing harus berfikir lebih keras untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Dalam situasi yang semakin kompetitif para calon santri cenderung akan memilih pondok pesantren yang menawarkan kualitas produk lebih baik. Karena sekarang masyarakat semakin pintar dalam memilih barang/jasa yang akan mereka beli, mereka akan membeli barang/jasa yang memilki kualitas bagus dengan harga yang bersaing. Dengan demikian, setiap lembaga harus memahami perilaku konsumen pada pasar sasarannya karena kelangsungan hidup lembaga tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya (Tjiptono, 2001).

Pada dasarnya tujuan lembaga adalah memberikan kepuasan kepada konsumen.

Dengan konsep pemasaran ini strategi pemasaran yang dilakukan harus berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan konsumen, untuk memenuh keinginan konsumen bukan pekerjaan yang mudah karena harus mengeluarkan biaya besar untuk mempelajarinya agar dapat secara efektif dan efisien, semua strategi pemasaran yang dilakukan untuk menjawab konsumen berupa keputusan pembelian produknya maka perlu usaha-usaha yang bersifat perangsangan agar dapat mempengaruhi konsumen. Pemberian layanan yang baik dan bermutu menjadi keniscayaan bagi semua lembaga, termasuk pondok pesantren sebagai lembaga penyedia

layanan pendidikan. Karena layanan yang baik akan mampu menjadi salah satu bahan utama media pemasaran/promosi lembaga itu.

Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam (PPMI Assalaam) yang merupakan salah satu pondok pesantren modern besar di Indonesia yang berlokasi di Sukoharjo nampaknya sudah memiliki standar yang tinggi dalam memberikan layanan terhadap pelanggannya sehingga memiliki daya jual tinggi pula bagi pelanggan yang dalam hal ini adalah para santri.

Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa pada tahun 2021 pelanggan atau santri yang dimiliki oleh PPMI Assalaam sejumlah 2088.

Meskipun jumlah ini terhitung menurun setelah pada tahun 2016 tercatat jumlah total santri mencapai 2403. Namun jumlah tersebut masih tergolong cukup tinggi.

Promosi merupakan suatu pengenalan PPMI Assalaam terhadap calon pelanggan.

Promosi dapat dilakukan menggunakan media konvensional maupun media sosial. Seiring berjalannya waktu yayasan PPMI Assalaam lebih menekankan media sosial sebagai media promosi. Promosi akan dikatakan efektif jika informasi yang disampaikan sampai kepada calon santri tertarik untuk masuk menjadi santri di PPMI Assalaam. Sehingga penting untuk menganalisis karakteristik pengakses dan karakteristik media sosial media promosi PPMI Assalaam. Efektivitas promosi dapat dipengaruhi oleh karakteristik pengakses dan karakteristik media sosial yang diukur melalui interest (ketertarikan), desire (keinginan) dan action (tindakan).

Menurut Kotler dan Amstrong (1996) terdapat dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen untuk menentukan keputusan konsumen melakukan pembelian produk yaitu

(3)

Pertapa Sari

faktor internal dan faktor eksternal. Motivasi, persepsi, sikap dan gaya hidup merupakan faktor internal yang mempengaruhi perilaku seseorang dalam membeli produk.

Literatur pemasaran menyatakan bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen. Faktor- faktor tersebut digolongkan ke dalam dua kategori besar, yaitu faktor situasional dan faktor non-situasional (Belk, 1975). Di samping itu, media promosi yang didapat juga akan mempengaruhi daya tarik sebuah produk. Salah satu media promosi yang banyak digunakan di era saat ini adalah internet.

Dewasa ini internet tidak hanya digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi. Menurut APJII (2014), sebanyak 34 persen penggunaan internet dilakukan untuk mencari informasi mengenai produk barang atau jasa. Selain itu, internet juga dapat digunakan dalam berbagai kegiatan sektor bisnis, menunjukkan bahwa industri pengolahan, hotel, dan restoran menggunakan internet dalam kegiatan bisnisnya.

Salah satu media berbasis internet, adalah media sosial. Media sosial digunakan untuk kegiatan komunikasi dan berbagi informasi antar individu. Namun, saat ini media sosial tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi antar individu, tetapi telah menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran bisnis.

Bagi organisasi atau perusahaan, media sosial banyak digunakan sebaga media atau alat untuk memasarkan produknya.

Sosial media sejatinya memang sebagai media sosialisasi dan interaksi, serta menarik orang lain untuk melihat dan mengunjung tautan yang berisi informasi mengenai produk dan lain-lain. Jadi wajar jika keberadaannya dijadikan sebagai media pemasaran yang paling

mudah dan murah (lowcost) oleh perusahaan.

Hal inilah yang akhirnya menarik pelaku usaha untuk mejadikan media sosial sebagai media promosi andalan dengan ditopang oleh website/blog dengan ditopang oleh website/

blog perusahaan yang dapat menampilkan profil perusahaan secara lengkap. Bahkan tidak jarang para pelaku usahanya memiliki media sosial saja namun tetap eksis dalam persaingan (Siswanto, 2013). Media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content” (Kaplan & Haenlein, 2010). Ada beberapa media sosial yang sedang booming saat ini antara lain Whatsapp, Instragam, Twitter, Line, Blackberry Messenger, Facebook, Youtube, dan lain-lain.

Laporan terbaru dari agensi marketing We Are Social dan platform manajemen media sosial Hootsuite mengungkap bahwa lebih dari separuh penduduk di Indonesia telah

melek teknologi” alias aktif menggunakan media sosial pada Januari 2021. Dalam laporan berjudul Digital 2021: The Latest Insights Into The State of Digital itu, disebutkan bahwa dari total 274,9 juta penduduk di Indonesia, 170 juta di antaranya telah menggunakan media sosial. Dengan demikian, angka penetrasinya sekitar 61,8 persen. Bahkan dalam rekam jejak tahun 2019-2020, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) kembali merilis hasil survei penetrasi pengguna internet di Indonesia.

Berdasarkan hasil survei penetrasi pengguna internet Indonesia 2019 -2020 (Q2), total pengguna internet Indonesia saat ini mencapai 196,7 juta pengguna dengan penetrasi 73,3 persen dari total populasi Indonesia sekitar 266,9 juta.

(4)

Grafik 1: hasil survei penetrasi pengguna internet di Indonesia oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Jumlah pengguna internet tersebut meningkat signifikan dibandingkan hasil survei

2018 yang mencapai 171,1 juta pengguna internet dengan penetrasi 64,8 persen.

Sementara itu, bisa dilihat dari gambar di bawah ini tentang prosentase pengguna media social yang berkembang di Indonesia. Youtube menempati posisi teratas. Kemudian diikuti

WhatsApp, Instagram, Facebook, lalu Twitter.

Mirisnya, tidak ada satupun media sosial lokal yang dipakai warga RI.

Grafik 2: hasil survei pengguna media sosial di Indonesia oleh We Are Social dan Hootsuite.

(5)

Pertapa Sari

B. METODE

Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif berupa studi kepustakaan dan studi kasus yang dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi, ditambah dengan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. Pendekatan deskriptif, yaitu memandu seorang peneliti untuk dapat mengungkapkan atau memotret serta menggambarkan situasi sosial yang akan diteliti dengan menyeluruh, luas dan mendalam (Sugiyono, 2010: 35).

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi yaitu suatu penelitian kualitatif yang mengkhususkan pada fenomena atau realitas yang tampak untuk mengkaji penjelasan didalamnya. Fenomenologi sendiri memiliki dua makna yaitu sebagai filsafat sains dan juga metode penelitian, yang bertujuan mencari arti atau makna dari pengalaman yang ada dalam kehidupan yang dialami oleh beberapa individu tentang konsep atau fenomena tertentu dengan mengeksplorasi struktur kesadaran manusia. Sehingga peneliti menggunakan metode ini, karena menggunakan penjabaran metode dan langkah-langkah yang dilakukan dengan menguraikan secara eksploratif dengan menggunakan metode ini dengan pertimbangan bahwa kasus yang diteliti merupakan kasus yang memerlukan pengamatan dan bukan model pengangkatan.

selain itu, penelitian kualitatif lebih mudah apabila dihadapkan dengan kenyataan.

Peneliti dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti situasi tertentu.

Sosiologi fenomenologis pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh pandangan Edmund Husserl dan Alfred Schultz. Pengaruh lainnya

berasal dari Weber yang memberi tekanan pada verstehn, yaitu pengertian interpretatif terhadap pemahaman manusia. Fenomenologi tidak berasumsi bahwa peneliti mengetahui arti sesuatu bagi orang-orang yang sedang diteliti oleh mereka.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Karakteristik Media yang Digunakan oleh PPMI Assalaam

Komunikasi yang dilakukan oleh humas PPMI Assalaam melalui media sosial memerlukan keahlian agar berjalan secara efektif. Informasi yang disampaikan kepada khalayak harus lengkap, pesan disampaikan harus jelas, singkat, padat dan tidak terlalu banyak basi-basi, dan kalimatnya harus mudah dimengerti. Menurut Kusumastuti (2009) ada tujuh prinsip komunikasi bisnis agar berjalan secara efektif meliputi completeness lengkap, consiceness jelas, singkat dan padat, concretness spesifik dan tidak abstrak, consideration mempertimbangkan situasi penerima, clarity mudah dipahami, courtesy bertata krama, correctness cermat. 1. Completeness (lengkap).

Berisi semua materi yang diperlukan agar penerima pesan dapat memberikan tanggapan yang sesuai dengan harapan pengirim pesan.

Informasi yang lengkap akan memberikan kepastian dan kepercayaan, 2. Consiceness (jelas). Dapat mengutarakan gagasan dalam jumlah kata sesedikit mungkin (singkat, padat tetapi jelas) tanpa mengurangi makna, namun tetap menonjolkan gagasannya, 3.

Consideration (pertimbangan). Menerapkan empati dengan mempertimbangkan dan mengutamakan penerima gagasan, 4.

Concretness (konkrit). Disampaikan dengan

(6)

bahasa yang gamblang pasti dan jelas 5.

Clarity (kejelasan). Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah diinterpretasikan serta memiliki makna yang jelas, 6. Courtesy (kesopanan). Disampaikan dengan gaya bahasa dan nada yang sopan, sehingga dapat memupuk hubungan baik dalam komunikasi bisnis, 7. Concretness (ketelitian). Dibuat dengan teliti, dan menggunakan tata bahasa, tanda baca dan ejaan dengan benar (formal atau resmi). Karakteristik-karekteristik tersebut harus melekat kuat pada penyediaan informasi dan promosi PPMI Assalaam terutama yang menggunakan media sosial karena media ini begitu melekat pada masyarakat apalagi di era digital seperti saat ini.

2. Komunikasi pemasaran PPMI Assalaam

Menurut Tjiptono (2008:219) hakikat promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang di tawarkan perusahaan yang bersangkutan. Jadi tujuan utama dari promosi sebagaimana ditulis oleh Jevi dalam merdeka.

com 2018 adalah untuk menarik pelanggan, membangun citra produk, meningkatkan penjualan, menjaga kestabilan penjualan, dan penyebaran informasi produk.

Dengan memperhatikan karakteristik media dan komunikasi pemasaran, humas PPMI Assalaam melakukan promosi melalui

media sosial yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat. Media sosial yang digunakan dalam hal ini adalah Instagram, Facebook, serta Youtube. Ketiga media sosial tersebut digunakan untuk meng-upload berita-berita, informasi, serta kegiatan yang diselenggarakan oleh PPMI Assalaam. Ketiga media sosial tersebut dinilai efektif dan memiliki peluang tingi sebagai media informasi yang secara langsung dan tidak langsung menjadi media promosi PPMI Assalaam. Hal tersebut didukung dengan data mengenai follower atau teman yang dihimpun oleh ketiga media sosial yang dimiliki oleh akun dan kanal PPMI Assalaam.

Gambar 1: menunjukkan jumlah follower instagram PPMI Assalaam

Diunggah 30 April 2022

(7)

Pertapa Sari

Gambar 2: menunjukkan jumlah follower facebook PPMI Assalaam

Diunggah 30 April 2022

Gambar 3 : menunjukkan jumlah follower youtube PPMI Assalaam

Diunggah 30 April 2022

Gambar di atas menunjukkan jumlah follower instagram, facebook serta youtube PPMI Assalaam. Dari follower ketiga akun tersebut, dapat dilihat dalam rangkuman sebagaimana tercantum pada tabel di bawah:

Akun medsos Jumlah follower/

teman

Instagram 5.410

Youtube 4.870

Facebook 3.991

Table 1: data follower dan teman dihimpun oleh humas PPMI Assalaam

Dari tabel di atas nampak bahwa follower Instagram PPMI Assalaam mencapai 5.410 akun, kanal youtube diikuti oleh 4.870 subscriber, serta memiliki pertemanan facebook sebanyak 3.991. Jumlah jumlah tersebut tergolong cukup banyak mengingat akun-akun media sosial tersebut masih dikelola dan disiarkan hanya dalam wilayah Indonesia.

3. Dampak Media Sosial PPMI Assalaam terhadap Peluang Pasar Internasional Follower akun instagram PPMI Assalaam merupakan para asatidzah, santri, serta alumni dan masyarakat umum lainnya. Dari alumni maupun orang tua santri serta santri yang tercatat sebagai follower dari 3 akun medsos tersebut, diantaranya ada beberapa yang tinggal di luar negeri seperti Qatar, Jerman, Jepang, Turki, Malaysia, Amerika, Mesir, dan Yaman.

Akun media sosial ini tentunya akan memiliki peluang yang tinggi dalam menggaet calon-calon santri PPMI Assalaam. Hingga saat ini dari 2.088 santri yang tercatat dalam daftar santri ada sekitar 1% yang berasal dari luar negeri.

Hal ini membuktikan PPMI Assalaam memiliki peluang daya saing hingga di pasar internasional.

Hal ini akan sangat berarti jika didukung dengan

(8)

fasilitas media promosi yang memadai, salah satunya adalah melalui media sosial. Peluang untuk melakukan promosi pemasaran di pasar internasional tentunya memerlukan sebuah usaha yang tidak mudah. Peningkatan follower, subscriber serta pertemanan di media sosial yang saat ini digunakan oleh PPMI Assalaam sangat dibutuhkan. Tentunya follower, subscriber dan pertemanan ini diharapkan merambah ke pasar internasional.

D. SIMPULAN

B e r d a s a r k a n h a s i l s u r v e i penetrasi pengguna internet Indonesia 2019- 2020 (Q2), total pengguna internet Indonesia saat ini mencapai 196,7 juta pengguna dengan penetrasi 73,3 persen dari total populasi Indonesia sekitar 266,9 juta.

Jumlah follower Instagram PPMI Assalaam mencapai 5.410 akun, kanal youtube diikuti oleh 4.870 subscriber, serta memiliki pertemanan facebook sebanyak 3.991. Jumlah jumlah tersebut tergolong cukup banyak mengingat akun-akun media sosial tersebut masih dikelola dan disiarkan hanya dalam wilayah Indonesia.

Hingga saat ini dari 2.088 santri yang tercatat dalam daftar santri ada sekitar 1% yang berasal dari luar negeri. Ini membuktikan PPMI Assalaam memiliki peluang daya saing hingga di pasar internasional.

Dengan demikian, rekomendasi yang bisa diberikan kepada PPMI Assalaam untuk lebih memajukan lembaga menuju pasar internasional adalah dengan lebih memajukan teknologi informasi yang dikembangkan dengan platform yang mengikuti standar internasional. Peningkatan fasilitas penunjang teknologi informasi dalam rangka memperluas jaringan pertemanan dan meningkatkan follower serta subscriber pada media sosial yang digunakan dengan target pasar internasional. Ketiga akun medsos tersebut harus

ada yang merawat sehingga bisa terus aktif.

Salah satunya adalah dengan selalu meng-update konten-konten yang ada di dalamnya.

E. DAFTAR PUSTAKA

Belk, R.W. 1975. “Situational variables and consumer behavior”. Journal of Consumer Research, (2), 157-64.

Kaplan, A dan Haenlein, M. 2010.

“Users of the World, Unite! The Challenges and Opportunities of Social Media Business Horizons 53. Hlm: 59-68.

Kotler & Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip pemasaran. Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

______. 2008. Prinsip-prinsip pemasaran.

Jilid 1. Edisi Ke-12. Jakarta: Erlangga.

Siswanto T. 2013. “Optimalisasi So- sial Media sebagai Media Pemasaran Usaha Kecil Menengah”. [internet]. [diunduh pada:

12 Desember 2017]; Vol. 2 No.1: 80-86.

Terdapat pada: https://www.google.co.id/

url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&c- d=9&cad=rj a&uact=8&ved=ahUKEwjQjpab- 64TYAhVMyLwKHfDzCx0QFghnMAg&url=htt.

p%3A%2F%2Fojs.stiead.ac.id%2Findex.php%- 2FLQ%2Farticle%2Fdownload%2F 92%2Fpd- f&usg=AOvVaw39Sd7mrtw39DC4BCgzyXJ0

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis : Pendekatan kuantitatif, Kualitatif dan R&D.

Penerbit Alfabeta. Bandung.

Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasa- ran. Edisi ke 3Yogyakarta: Andi.

h t t p s : / / t e k n o . k o m p a s . c o m / read/2021/02/24/08050027/riset-ung- kap-lebih-dari-separuh-penduduk-indone- sia-melek-media-sosial.

https://www.beritasatu.com/digi- tal/696577/apjii-pengguna-internet-di-indo- nesia-capai-1967-juta.

h t t p s : / / i n e t . d e t i k . c o m / c y b e r- life/d-5407834/pengguna-aktif-medsos-ri-170- juta-bisa-main-3-jam-sehari.

Referensi

Dokumen terkait

Socket preservation using a combination of Moringa oleifera leaf extract and demineralized freeze-dried bovine bone xenograft (DFDBBX) is expected to increase the area of the