• Tidak ada hasil yang ditemukan

anggriani - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "anggriani - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan dan kegunaan Penelitian

Muzakki agar bersedia mengeluarkan zakat melalui panitia zakat yang ada, mengingat selama ini masih banyak masyarakat yang belum begitu memahami kewajiban membayar zakat dan hakikat tujuan zakat.

Penelitian Terdahulu

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa munculnya gagasan pengelolaan zakat oleh Amil Desa Gunung Terang yang diwujudkan dalam bentuk kambing dilaksanakan pada tahun 2010. Pada masalah kemiskinan yang pertama, konsep zakat yang menurut penulis digulirkan oleh Amil dari desa Gunung Terang menjadi solusi alternatif pengentasan kemiskinan. Selama ini yang mengeluarkan zakat mal di Desa Gunung Terang hanya dari zakat perdagangan.

Selama ini pengelolaan kambing yang diatur oleh mustahiq zakat di Desa Gunung Terang baru sebatas peternakan.

Landasan Teori

Metode Penelitian

Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORI

Pendayagunaan Harta Zakat Secara Produktif

Bentuk menyimpang dalam hal ini berarti zakat diberikan kepada seseorang hanya sekali atau sesaat. Dalam hal ini juga berarti pembagian mustahik tidak dibarengi dengan tujuan kemandirian ekonomi di kalangan mustahik. Hal ini karena mustahiq yang bersangkutan sudah tidak bisa mandiri lagi, seperti halnya orang tua yang cacat atau cacat.

Pembiayaan, penyaluran zakat oleh pengurus kepada mustahik tidak boleh dilakukan dalam bentuk pembiayaan, artinya tidak boleh ada ikatan seperti shahibul maal dan modharib dalam penyaluran zakat. Dalam kategori ini, zakat disalurkan kepada orang yang berhak menerimanya untuk dimanfaatkan langsung oleh yang bersangkutan, seperti zakat fitrah yang diberikan kepada fakir miskin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau zakat harta benda yang diberikan kepada korban bencana alam menjadi Yang dimaksud dengan kreatif mengonsumsi zakat adalah dana zakat yang diwujudkan dalam bentuk perlengkapan sekolah, beasiswa dan lain-lain.

Pemberdayaan zakat tradisional yang dimaksud dalam zakat kategori ketiga adalah zakat uang yang diberikan dalam bentuk barang produktif, seperti kambing, sapi, mesin jahit, alat pertukangan dan sebagainya. Pemberian zakat dalam bentuk ini akan mendorong masyarakat untuk memulai usaha atau menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat miskin. Dalam bentuk penggunaan ini, penggunaan zakat diwujudkan dalam bentuk modal yang dapat dimanfaatkan dengan baik.

Penggunaan zakat pada kategori ketiga dan keempat perlu dikembangkan karena penggunaan zakat tersebut mendekati hakikat zakat, baik dalam fungsinya sebagai ibadah maupun dalam posisinya sebagai dana masyarakat. Sekarang di kota-kota besar seperti Jakarta, misalnya, pengumpulan zakat fitrah dilakukan oleh komite, lembaga atau organisasi Islam, yang kemudian disalurkan kepada yang berhak.

Peran Negara Terhadap lembaga Zakat Produktif

Maksudnya: Ambillah zakat dari harta mereka, dengan zakat itu mensucikan [658] dan mensucikan [659] mereka serta mendoakan untuk mereka. 658] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari ketamakan dan kecintaan yang berlebihan kepada harta benda. 659] Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat yang baik dalam hati mereka dan meluaskan harta mereka.30.

Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan Nabi mengambil harta daripada pemiliknya sebagai sedekah atau zakat. Walaupun perintah memungut zakat dalam ayat ini pada asalnya ditujukan kepada Nabi, ia juga terpakai kepada mana-mana pemimpin atau usahawan dalam masyarakat Islam. Ramai orang mati jiwanya, buta hatinya, jahil tanggungjawab terhadap orang miskin, yang mempunyai hak yang tersembunyi dalam hartanya.

Zakat merupakan sumber dana terpenting yang dapat membantu kerajaan dalam menjalankan tugasnya dalam menyokong dan memberikan kesejahteraan dan keadilan kepada rakyatnya. Menurut Syaltut” dengan zakat, masyarakat dapat menyingkirkan musuh utama iaitu kemiskinan, dan dapat mengeratkan persaudaraan dan kasih sayang antara si kaya dan si miskin, sehingga timbul rasa kasih sayang, tolong-menolong dan perasaan sesama dan tanggungjawab.

Hukum Zakat Produktif

Adapun orang yang memiliki hutang untuk menjaga keutuhan ummat Islam, maka hutang itu dibayar dengan zakat, meskipun dia mampu membayarnya. Teori hukum Islam menunjukkan bahwa dalam penyelesaian masalah yang tidak jelas detailnya di dalam Al-Qur'an, penyelesaiannya terletak pada metode ijtihad. Dalam arti bahwa perubahan dan perbedaan cara pendistribusian zakat tidak dilarang dalam Islam karena tidak ada landasan hukum yang secara jelas menyebutkan bagaimana cara pendistribusian zakat.

Di Indonesia, misalnya, Badan Amil Zakat Infak dan Sedekah (BAZIZ) DKI Jakarta menetapkan kebijakan berikut berdasarkan hasil lokakarya zakat:34. Penyaluran zakat harus bersifat edukatif, produktif, ekonomis, sehingga penerima zakat pada akhirnya tidak lagi membutuhkan zakat, bahkan wajib membayar zakat. Kebijakan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (BAZIS) adalah menjadikan dana zakat ini produktif sehingga dapat bermanfaat dan berdaya guna bagi masyarakat khususnya fuqara, juru masak, dhu'afa.

Salah satu tujuan zakat adalah agar harta tidak menumpuk pada satu kelompok saja untuk dinikmati orang kaya sedangkan orang miskin hanya menonton. Seperti yang kita ketahui bahwa Islam mengajarkan kita untuk selalu berusaha dan tidak mudah menyerah. Membayar zakat termasuk amal sosial untuk membantu orang miskin dan kelompok ekonomi lemah mempertahankan keuangan mereka sehingga mereka mampu berdiri sendiri di masa depan dan tabah dalam menegakkan kewajiban mereka kepada Allah.

Saefudin juga menyepakati bagaimana pendistribusian zakat produktif, dengan menciptakan lapangan kerja berarti amil dalam hal ini pemerintah dapat menciptakan lapangan kerja dengan dana zakat seperti perusahaan, modal usaha, beasiswa sehingga mereka memiliki usaha tetap dan keterampilan serta pengetahuan untuk kelangsungan hidup secara lebih arah positif.baik dan layak.35. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa zakat produktif diperbolehkan bahkan sangat dianjurkan bila dikaitkan dengan situasi dan kondisi negara Indonesia saat ini, sehingga zakat produktif dapat berorientasi pada masyarakat dan memiliki budaya produktif, sehingga bahwa mereka dapat menghasilkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Tujuan Dan Hikmah Zakat Produktif

Mendidik untuk menegakkan disiplin dan kesetiaan seseorang untuk menunaikan kewajipan dan menyerahkan haknya kepada orang lain. 37. Maksudnya: Jangan sekali-kali orang-orang yang bakhil dengan harta yang dikurniakan Allah kepada mereka dari kemurahan-Nya menyangka bahawa sifat bakhil itu baik bagi mereka. Zakat merupakan salah satu cara manusia menzahirkan kesyukuran kepada Allah SWT.

Selain mereka yang hidup berkelimpahan harta, ada juga yang hidup berkecukupan. Pentingnya kedudukan zakat dapat dilihat dari tiga makna kewajiban zakat. Dengan adanya kewajiban zakat, manusia diuji kadar keimanannya kepada Allah SWT, dengan menyisihkan sebagian hartanya menurut ketentuan-ketentuan tertentu.

Harta Yang Wajib Dizakati, Kadar dan Syarat-Syaratnya

Desa Gunung Terang merupakan sebuah desa kecil yang berada di sekitar bukit Desa Gunung Terang. Desa Amil Gunung Terang merupakan wilayah desa yang berada di bawah Pemerintahan Desa Kecamatan Kinal di Kabupaten Kaur. Umumnya sebagian besar wilayah di Desa Gunung Terang terdiri dari lahan pertanian dan persawahan.

Masyarakat Desa Gunung Terang merupakan masyarakat yang religius, mereka sangat peduli dan menjaga kegiatan keagamaan. Bagi masyarakat Desa Gunung Terang, Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur, selanjutnya akan dikumpulkan dengan Amil Desa yang bertempat di masjid. Penyaluran zakat fitrah dipahami oleh masyarakat Desa Gunung Terang sebagai pemberian bantuan kepada mustahik untuk memenuhi kebutuhannya di hari raya.

Dari keterangan Kepala Desa Gunung Terang.68 rata-rata para mustahik yang memelihara kambing memeliharanya sendiri. Masyarakat desa Gunung Terang dalam memaknai syariat juga memperhatikan konteks situasi dan kebutuhan zaman. Sejak berdiri, Amil Desa Gunung Terang selama ini hanya bekerja menjelang bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Pengelolaan penyaluran zakat oleh Amili Desa Gunung Terang yang berwujud kambing mulai dilaksanakan pada tahun 2010. Pengelolaan penyaluran zakat oleh Amili Desa Gunung Terang yang berwujud kambing telah menjadi solusi alternatif untuk mengentaskan kemiskinan struktural.

Tabel 2.2  Ketentuan Zakat Sapi
Tabel 2.2 Ketentuan Zakat Sapi

Distribusi Zakat Produktif

DISKRIPSI WILAYAH

Pengumpulan Harta Zakat Oleh Amil

Zakat mal zakat fitrah, infak dan shodaqoh Desa Gunung Terang dibayarkan secara bersamaan oleh masyarakat selama bulan Ramadhan. Bentuk zakat fitrah dari muzakki ada dua macam, ada yang dibayarkan dalam bentuk beras dan dalam bentuk uang. Pada tahun 2013 dan 2014 keuntungannya cukup besar karena pada saat itu ada warga desa Gunung Terang yang berhasil berdagang. Faqir karena di desa Gunung Terang tidak ada orang yang tidak memiliki penghasilan, maka faqir diartikan sebagai orang yang paling miskin di antara orang miskin.

Dalam proses pembeliannya, Amil menitipkan warga Desa Gunung Terang yang berprofesi sebagai makelar kambing yang biasa jual beli kambing di pasar untuk mendapatkan kambing berkualitas baik dengan harga murah. Zakat oleh masyarakat Desa Gunung Terang tidak hanya dimaknai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mustahiq, tetapi ada tujuan lain yaitu untuk mendistribusikan harta atau membebaskan mustahiq dari kemiskinan. Mengenai reformasi pemaknaan zakat yang dipahami oleh masyarakat Desa Gunung Terang, menurut penulis masyarakat Desa Gunung Terang tidak kaku dalam memahami syariat Islam.

Dari keseluruhan implementasi sistem pengelolaan zakat dari pengumpulan hingga pendistribusian yang dilakukan oleh Amili Desa Gunung Terang menurut penulis sudah berjalan dengan baik. Kesadaran masyarakat untuk membayar zakat masih tergolong rendah, hal ini terlihat pada setiap tahun hanya empat sampai delapan orang yang berzakat mal di desa Gunung Terang. Namun pada kenyataannya tidak sedikit anak-anak yang putus sekolah atau pesantren, termasuk anak-anak di desa Gunung Terang karena tidak mampu.

Karena Desa Gunung Terang terletak di daerah pegunungan, maka airnya mengalir dengan baik dan melimpah karena banyak mata air di sekitar Desa Gunung Terang. Karena wilayahnya didominasi oleh lahan pertanian, masyarakat di Desa Gunung Terang rata-rata berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Penyaluran zakat yang dikelola oleh Amil Desa Gunung Terang Kecamatan Kinal Kabupaten Kaur sebelum direalisasikan dalam bentuk kambing disalurkan oleh amil kepada mustahiq dalam bentuk uang tunai dan beras.

Panitia Amil Zakat Desa Gunung Terang hendaknya membuat terobosan baru dalam pendistribusian berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi yang ada.

Mustahiq Zakat di Dusun Gunung Terang

Gambar

Tabel 2.2  Ketentuan Zakat Sapi

Referensi

Dokumen terkait

1) Tidak melakukan sumpah palsu. 2) Takaran yang benar dan baik.. Dan beberapa keterangan dari mustah}iq yang menjelaskan Penyaluran zakat produktif dalam bentuk modal