• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anov Zico Ardilez 13010124130098 Artikel MDKI

N/A
N/A
Anov Zico

Academic year: 2025

Membagikan "Anov Zico Ardilez 13010124130098 Artikel MDKI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Peran Manusia dalam Pertunjukkan Reog Ponorogo Sebagai Representasi Pesan Sosial : Publikasi Tradisional dan Digitalisasi

Anov Zico Ardilez Mahasiswa

Sastra Indonesia , Departemen Sastra, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia

Received: …; Revised: …; Accepted:…

Indonesian local culture is one and the same. Traditional art products owned by Indonesia are very diverse, one of which is the Reog art originating from the city of Ponorogo. In its development, this traditional Reog art has expanded throughout Indonesia. This Reog art is an art that is performed communally where it is a combination of thick mantras / magic, dance, gamelan music and kanuragan sports. The group dynamics that are the focus of this research center on the process of forming group social identity. This research technique uses the literature review method, observation, and interviews of relatives in Dolopo village, Madiun Regency to strengthen the arguments and statements of the Reog Ponorogo show so that the results of the research aim to study social society and general knowledge.

The results of the communication that occurs in the community that is intertwined both routinely and incidentally increase the attitude of tolerance between communities. The discussion of this article is more directed to Person-to-Person Message Delivery and Digital Publication on Social Media through Websites or small articles on social platform Feeds.

Keywords:social, publication, Reog Ponorogo

Abstrak

Kebudayaan lokal Indonesia merupakan satu kesatuan yang sama . Produk seni tradisional yang dipunyai negara Indonesia sangat beragam, salah satunya adalah kesenian Reog yang berasal dari kota Ponorogo. Dalam perkembangannya pelaku kesenian tradisional Reog ini banyak berekspansi keseluruh Indonesia. Kesenian Reog ini merupakan kesenian yang dilakukan secara komunal dimana didalamnya merupakan perpaduan mantra/magis yang kental, seni tari, musik gamelan serta olah kanuragan. Dinamika kelompok yang menjadi fokus pada penelitian ini memusatkan pada proses pembentukan identitas sosial kelompok. Teknik penelitian ini menggunakan metode kajian Pustaka , , observasi , dan wawancara kerabat yang berada di desa Dolopo , Kabupaten Madiun untuk memperkuat argumen dan pernyataan pertunjukkan Reog Ponorogo sehingga hasil penelitian tersebut bertujuan untuk studi sosial masyarakat dan pengetahuan umum. Hasil dari komunikasi yang terjadi dalam masyarakat yang terjalin baik secara rutin maupun inseidental meningkatkan sikap toleransi antar masyarakat. Pembahasan artikel ini lebih mengarah ke Penyampaian Pesan Orang ke Orang dan Publikasi Digital di Media Sosial melalui Website atau artikel kecil pada Feed platform sosial

Kata Kunci: sosial , publikasi , Reog Ponorogo

Copyright © 2024 by Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, Published by Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. This is an open access article under the CC BY-SA License (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).

(2)

1. Pendahuluan

Negara kepulauan Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku yang hidup berdampingan serta alam yang luar biasa indah. Jika melihat berbagai macam keunikan budaya dan adat istiadat yang beragam, akan menimbulkan decak kagum. Begitu pula dengan sejarah, aliran kepercayaan yang beragam bahkan nuansa alamnya yang sangat memukau. Kategorisasi dalam budaya di Indonesia juga beragam. Selain itu, geografi, budaya, agama, suku, dan berbagai faktor lainnya juga dapat mempengaruhi keragaman. Indonesia dianggap sebagai multi-ethnic, multi-agama, multi-budaya, dan masyarakat multietnis, dan multicultural lainnya karena hal tersebut. Salah satu contohnya adalah masyarakat Indonesia yang majemuk (Masyarakat Jamak).

Reog Ponorogo adalah salah satu seni budaya yang berasal dari bagian barat laut Jawa Timur. Kota Ponorogo merupakan kota kelahiran reog yang sebenarnya. Ketika memasuki kota Ponorogo terdapat gerbang yang dihiasi oleh tokoh reog yaitu gemblak dan warok. Kedua tokoh ini menjadi sosok menjadi ciri khas selama pertunjukan reog. Reog merupakan budaya daerah di Indonesia yang masih kental mistisisnya serta kuatnya ilmu kebatinan yang tercermin dari aktifitas tariannya. Untuk menjaga kelestariannya, diperlukan peran sosial yang bersifat krusial dan terkena dampaknya langsung baik secara langsung

Hidup di negara multikultural tidak terlepas dari perbedaan ras, suku, atau agama. Semuanya memiliki karakteristik yang khas dari Indonesia. Dalam keberagaman ini, landasan yang mampu memadukan berbagai perbedaan diperlukan: Binneka Tungal Ika. karena banyak negara seperti ini, perbedaan ini sangat penting bagi negara. Rasa sabar dan toleransi menjadi komponen yang mendukung aktivitas sehari-hari. Peran Peran kebudayaan orang lokal mencakup segala aspek bidang , yaitu bidang ekonomi , sosial dan politik. Sosial merupakan tanggung jawab masyarakat lokal , nasional , dan internasional untuk mencapai sebuah tujuan yaitu komunikasi dan interaksi , lalu membentuk sebuah hasil adalah Identitas Sosial terhadap Kebudayaan Reog Ponorogo itu sendiri. Masalah yang dihadapi sehari hari adalah miskomunikasi dan kurangnya informasi detail terhadap pertunjukkan itu sendiri. Oleh karena itu masyarakat akan sadar terhadap publikasi tradisional lisan dan media digital tulis dan lisan. Teruntuk itu maka peran manusia sebagai representasi sosial dalam pertunjukkan Reog Ponorogo tercapai haknya dalam hak penyebaran kebudayaan di Indonesia dari masa ke masa.

(3)

2. Metode

Penelitian ini dilakukan dengan berbagai metode salah satunya adalah metode studi literatur pustaka dan observasi survey.

dengan mengumpulkan literatur dari artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang memuat teori-teori yang terkait dengan topik penelitian.

Penelitian ini menggunakan Google Scholar sebagai alat pengumpulan data untuk mencari jurnal yang diterbitkan di berbagai jenis media elektronik, seperti lembaga pustaka digital dan internet (Setiabudi dkk., 2024)

maka Artikel ini dapat menjadikan artikel yang terkrediibilitas dan dapat dijadikan sumber pembelajaran

3. Hasil dan Pembahasan

Seni adalah suatu produk budaya dari sebuah peradaban manusia, sebuah wajah dari suatu kebudayaan yang diciptakan oleh suatu sekelompok masyarakat atau bangsa. Secara teoritis, seni atau kesenian dapat didefinisikan sebagai manifestasi budaya (priksa atau pikiran dan rasa; karsa atau kemauan; karya atau hasil perbuatan) manusia yang memenuhi syarat-syarat estetik (Anshari, 1986:116).Seni kebudayaan tarian Indonesia sangat beragam , salah satunya adalah Pelestarian kebudayaan Reog Ponorogo dimulai dari faktor diri manusia dan kebudayaan Indonesia itu sendiri.Tradisi pagelaran Reog Ponorogo harus dilestarikan agar tetap ada (Harsono et al., 2020). Penyebaran seni ini sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat. Informasi yang diberikan oleh informan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragam, baik dari segi budaya ataupun suku bangsanya. Apabila dilihat secara mendalam, dari sekian banyak suku yang ada di Indonesia, budaya yang mereka pahami dan laksanakan memiliki kandungan nilai budaya yang sangat luhur. Kearifan lokal dari sebuah suku bangsa menempati peringkat tertinggi dalam menjaga keutuhan sebuah suku bangsa karena menjadi pedoman dalam interaksi baik antar sesama manusia ataupun lingkungannya. Hal tersebut dikarenakan masyarakat adat biasanya menjadi komunitas yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi leluhurnya

Pagelaran seni ini cocok dengan masyarakat. Selain itu, di tengah gempuran modernisasi, seperti teater, adopsinya cepat. Reog dapat dilakukan pada acara rutin dan inseidental. Acara rutin seperti grebeg suro dan bersih desa adalah contohnya, sedangkan acara inseidental seperti pernikahan, khitanan, dan 17 Agustus adalah contohnya (Kristiandri, 2019).

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi peran publikasi tradisional adalah salah satunya adalah Berkembangnya Sumber Daya Manusia yang meluas jangkauannya. Selain itu pembentukan sosiologis

(4)

yang mencakup atau mendekati persyaratan , baik dalam perorangan maupun populasi , produk yang memenuhi unsur kertarikan dan estetika.

Tentunya menghasilkan kesatuan yang berskala kecil yang menjadi populasi warga sekitar , mereka sering menjadikan pertunjukkan ini sebagai tempat bersosisalisasi atau tongkrongan kecil bagi masyarakat,.Mereka berkomunikasi dan bincang-bincang tentang kebudayaan dan saling bertukar pikiran masing masing. Sebagai fungsi Culture Expierence, Masyarakat memperkenalkan sekaligus mempertontonkan budaya kepada orang banyak bahkan pada dunia. Peran peran di masa Tradisional itulah yang menjadi dampak masyarakat lokal Jawa Timur meningkat dari desa ke Kota Ponorogo , terutama alun alun Ponorogo Namun masa itu mereka menghadapi sebuah tantangan yang sering kerap terjadi di masyarakat. salah satunya miskomunikasi. Miscommunication atau miskomunikasi adalah kondisi di mana informasi yang dikirim oleh suatu pihak tidak dipahami atau diterima dengan benar oleh pihak lain. Kondisi ini memicu sebuah permasalahan antara kedua belah pihak atau konflik. Para ahli menjelaskan pengertian istilah ini. Littlejohn dan Foss (2008) mengatakan bahwa miskomunikasi adalah kesenjangan antara apa yang dimaksudkan oleh pengirim dan bagaimana pesan tersebut diterima oleh penerima. Ahli lain menyebutkan, miskomunikasi adalah hasil ketika orang salah mengartikan pesan yang dikirimkan oleh orang lain (Wood, 2016). Miskomunikasi sering kali menjadi masalsh dalam berbagai situasi komunikasi , karena itu sangat penting untuk komunikasi yang efektif.. Ini dapat terjadi karena berbagai alasan , seperti perbedaaan budaya dan Bahasa , latar belakang , kesalahan dalam penyampaian pesan. Dan juga perubahan pandangan terhadap individualisme dan kolektivisme. Banyak budaya tradisional Indonesia menghargai nilai-nilai yang kolektivis seperti gotong royong (kerjasama) dan solidaritas. Oleh karena itu semenjak kasus seperti itu , publikasi tradisional lisan menjadi pudar.

Dan berubah semenjak era teknologi dan informasi mulai mendatang , platform sosial dan perangkat yang menyebabkan terjadi hubungan antar masyarakat lokal , dan sudah menjalar ke media internasional. Melalui berbagai metode publikasi modern layaknya live report , merekam pertunjukkan via video dan diupload ke platform sosial, lalu disalurkan ke . Negara dari Benua Asia , terutama Asia Tenggara , khususnya Malaysia Dalam skala besar. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggunakan pagelaran budaya lokal sebagai sarana sosialisasi untuk menarik minat masyarakat terhadap budaya lokal di daerah mereka. Pengaruhnya dapat dilihat dari keterlibatan masyarakat mulai dari anak-anak, seperti yang ditunjukkan oleh banyaknya peserta yang masih muda tetapi tampil dengan baik dan antusiasme yang terlihat saat pagelaran. Selain itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus berkolaborasi dan membimbing sesepuh ahli seni yang ada di Kabupaten Ponorogo. Untuk menarik perhatian lebih lanjut, pameran acara budaya baru-baru ini, yang melibatkan peserta dari seluruh Jawa Timur, dilakukan pada bulan Oktober 2018. Penyebaran kebudayaan Reog Ponorogo sangat penting untuk mempertahankan identitas budaya bangsa dan mencegah hilangnya tradisi-tradisi nenek moyang yang memiliki nilai historis dan filosofis yang tinggi.

(5)

Strategi stratergi penyebaran tersebut dikarenakan juga adanya Culture Knowledge Cara ini yaitu dengan membuat pusat informasi kebudayaan masing-masing, sehingga setiap orang dapat dengan mudah untuk menemukan informasi tentang suatu kebudayaan suatu daerah. Di era modern sekarang ini situs website bisa menjadi alternatif yang mudah untuk dijadikan sarana menyediakan segalan sumber informasi tersebut. Peran dokumentasi dalam pelestarian dapat melalui pengumpulan, pengklasifikasian dan meneruskan menyebarluaskan dokumen-dokumen kepada yang membutuhkan.

Perlu diketahui, bahwa dokumentasi merupakan sumber informasi. Masyarakat lokal yang notabene masyarakat seni dapat mengenalkan budaya keseniannya ke seluruh masyarakat indonesia dengan cara mendokumentasikan hasil dari kesenian yang ada di desa desa tertentu. Keuntungan masyarakat menyebarluaskan hasil dokumentasi ke seluruh negeri dan dapat dikenal seluruh indonesia, potensi seninya dapat berkembang karena banyak masyarakat luar yang tertarik untuk datang melihat kebudayaan tersebut dan diapresiasi serta ditarik kesimpulan, dokumentasi sebagai media pelestarian merupakan proses pendokumentasian sebuah karya maupun kesenian, dapat memberi kesan tersendiri bagi para aktor seni

Gambar 1 Reog Ponorogo di Telaga Ngebel 1

Awalnya Reog Ponorogo hanya dinikmati di pusat alun alun kota Ponorogo dan Telaga Ngebel yang terletak di Desa Ngebel, Kec. Ngebel, Kabupaten Ponorogo .sebagai wisata laut Ponorogo yang dikenal tarian selamat datang bagi sisi budaya Ponorogo , merupakan publikasi dan interaksi dan

(6)

akar sejarah yang dimiliki oleh kesenian tersebut sering dirujuk dan dijadikan pakem dan memainkannya. Pakem Reyog Ponorogo tercermin dalam Buku Kuning yang dijadikan pedoman bagi seluruh pentas Reyog, mesti terdapat perbedaan dalam menyikapinya baik secara utuh maupun parsial.

Mbah Bikan menyebut bahwa pementasan Reyog seharusnya dilakukan sesuai dengan Pakem baik dalam tampilan maupun pakaian. Tidak ada beda antara Reyog pentas dan obyok, karena obyok hanyalah tari. Pakem itu mewujud pada urut urutan penampilan dan iring-iringan Reyog. Banyak Reyog bahkan rusak karena kreasi dan inovasi. Mbah Bikan lebih lanjut menyebut Reyog Plunturan sebagai satu-satunya Reyog Kuno yang nggujer (memedomani)keaslian Ponorogo

Gambar 1. Tayangan Reog Ponorogo pada platform sosial Facebook

Seperti pada contoh Proses publikasi dan komunikasi digital terjadi pada gambar 1 di data tersebut , terdapat ada terjadi antara interaksi pengunggah dan pengomentar , disebutkan bahwa dalam postingan dari akun Bernama AY Pesona Ponorogo telah menunjukkan warga lokal menyebarkan kebudayaan lokal sendiri ke publik. Pengaruh dalam era digitalisasi banyak sarana dan prasarana sosial yang bersifat

(7)

mendukung dan membangun. Dengan adanya publikasi tersebut secara modern kini masyarakat luas dapat mengkaji dalam objek pembelajaran profil pelajar pancasila di sekolah maupun objek kajian budaya masyarakat luar lokal.

Menurut tanggapan mayoritas informan, pagelaran seni Reog dapat menghasilkan interaksi yang bermanfaat yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan bermasyarakat. Dipercaya bahwa pagelaran ini terjadi secara teratur atau pada acara tertentu, dan ini menyebabkan kerukunan di masyarakat. Sebaliknya, sebuah sistem yang dikemas dengan seni harus dapat membuat pembauran sehingga komponen dapat berfungsi secara optimal (Julfanny Harti, 2021, p. 24).

Komunikasi adalah salah satu interaksi yang paling terlihat dari hasil wawancara dari interaksi masyarakat selama pagelaran seni Reog Ponorogo. Menurut Syarif dan Kurniawati (2018, p. 17), setiap seni memiliki fungsi komunikatif. Hasil wawancara dengan informan ini juga diperkuat dengan gagasan bahwa komunikasi ini terjadi antara pelaku seni dan penikmat seni.

4. Simpulan

Reog Ponorogo adalah salah satu seni budaya yang berasal dari bagian barat laut Jawa Timur. Kota Ponorogo merupakan kota kelahiran reog yang sebenarnya. Ketika memasuki kota Ponorogo terdapat gerbang yang dihiasi oleh tokoh reog yaitu gemblak dan warok. Kedua tokoh ini menjadi sosok menjadi ciri khas selama pertunjukan reog. Reog merupakan budaya daerah di Indonesia yang masih kental mistisisnya serta kuatnya ilmu kebatinan yang tercermin dari aktifitas tariannya. Untuk menjaga kelestariannya, diperlukan peran sosial yang bersifat krusial dan terkena dampaknya langsung baik secara langsung. Seni adalah suatu produk budaya dari sebuah peradaban manusia, sebuah wajah dari suatu kebudayaan yang diciptakan oleh suatu sekelompok masyarakat atau bangsa. Secara teoritis, seni atau kesenian dapat didefinisikan sebagai manifestasi budaya (priksa atau pikiran dan rasa; karsa atau kemauan; karya atau hasil perbuatan) manusia yang memenuhi syarat-syarat estetik (Anshari, 1986:116).Seni kebudayaan tarian Indonesia sangat beragam , salah satunya adalah Pelestarian kebudayaan Reog Ponorogo dimulai dari faktor diri manusia dan kebudayaan Indonesia itu sendiri.Tradisi pagelaran Reog Ponorogo harus dilestarikan agar tetap ada (Harsono et al., 2020).

Penyebaran seni ini sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat. Informasi yang diberikan oleh informan. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragam, baik dari segi budaya ataupun suku bangsanya. Apabila dilihat secara mendalam, dari sekian banyak suku yang ada di Indonesia, budaya

(8)

yang mereka pahami dan laksanakan memiliki kandungan nilai budaya yang sangat luhur. Kearifan lokal dari sebuah suku bangsa menempati peringkat tertinggi dalam menjaga keutuhan sebuah suku bangsa karena menjadi pedoman dalam interaksi baik antar sesama manusia ataupun lingkungannya.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat adat biasanya menjadi komunitas yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi leluhurnya

berkomunikasi dan bincang-bincang tentang kebudayaan dan saling bertukar pikiran masing masing.

Sebagai fungsi Culture Expierence, Masyarakat memperkenalkan sekaligus mempertontonkan budaya kepada orang banyak bahkan pada dunia. Peran peran di masa Tradisional itulah yang menjadi dampak masyarakat lokal Jawa Timur meningkat dari desa ke Kota Ponorogo , terutama alun alun Ponorogo Namun masa itu mereka menghadapi sebuah tantangan yang sering kerap terjadi di masyarakat. salah satunya miskomunikasi.

Daftar Pustaka

Anjani, A. K. D., Putri, N. K., & Ghasli, A. D. P. K. (2023, October). Pesan Komunikasi Dalam Penyelesaian Konflik Pengklaiman Reog Ponorogo Oleh Malaysia Dari CNN Indonesia.

In Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS) (Vol. 2, pp. 290-300).

Baharuddin, F., & Rachmah, E. N. (2019). Dinamika Identitas Sosial Pada Anggota Kelompok Reog Singo Mangku Joyo Di Surabaya. In Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Sosial (pp. 194-201)

Goonasekera & et al, 1996. Opening Windows: Issues in Communication. Asian 15 Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol.14 No.1 Januari-Juni 2023 FKIP Universitas Palangka Raya ISSN 2087-166X (printed) ISSN 2721-012X (online) DOI: https://doi.org/10.37304/jikt.v14i1.202 Mass Communication Research and Information, Issue Singapore.

Harsono, J., Santoso, S., & Hilman, Y. A. (2020). Mitologi Seni Reog Ponorogo Vs Kampanye Perlindungan Satwa Animal Walfare Melalui Praktik Rekayasa Sosial 2 Program Studi Ekonomi Pembangunan , Fakultas Ekonomi , Universitas Muhammadiyah 3 Program Studi Ilmu Pemerintahan , Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu P. 4(2).

Julfanny Harti. (2021). Fungsi Sosial Pengajian Rutin (Studi Pada Jama’ah.

Kristiandri, D. (2019). Mistisisme Musik Iringan Kesenian Reog Ponorogo. Virtuoso: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Musik, 2(1), 1. https://doi.org/10.26740/vt.v2n1.p1-14

Setiabudi, D. I., Ramadhana, A., Permana, G., Hambali, A., & Basri, H. (2024). INTEGRASI NILAI- NILAI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DALAM MANAJEMEN KURIKULUM DI SEKOLAH-SEKOLAH ISLAM. 09. Kasnowihardjo, H. G. (2017). Manusia dan ranu: kajian arkeologi permukiman (S. Atmosudiro, Ed.). Kepel Press.

(9)

Suneki, S. (2012). GLOBALISASI EKSISTENSI DAMPAK TERHADAP BUDAYA DAERAH. 1.

Syarif, M. I., & Kurniawati, D. W. (2018). Fungsi Iluminasi pada Naskah Jawa Skriptorium Keraton.

Imajinasi, 12(2), 85–96.

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu kesenian hasil budaya dari negara Indonesia yaitu

Di mata para pengamat budaya, kesenian wayang memiliki nilai lebih dibandingkan seni lainnya, karena kesenian wayang merupakan kesenian yang komprehentif yang

kegiatan seperti apresiasi seni budaya, pengembangan kesenian daerah, penulisan ilmiah, pers mahasiswa, pengembangan kelompok ilmiah remaja, seni lukis, seni ukir, seni pahat,

Menurut Moeheriono (2012:81) budaya merupakan sesuatu yang berasal dari budi atau daya, cipta, karya, pikiran, karsa, serta adat istiadat manusia yang secara

24 Meningkatnya pembinaan kelompok 1 Penyelenggaraan festi-val seni dan budaya 4 kesenian, organisasi budaya dan 2 Sarana penyelenggaraan seni dan budaya (unit) 7

Selain itu, disini penulis juga salah satu guru pada mata pelajaran seni budaya dan kesenian di sekolah tersebut, bahwasanya dari pengamatan dan kejadian yang ada,

Apabila dihayati dan diamalkan akan menjadikan pikiran, rasa, dan karsa akan mengarah pada realitas keimanan yang dibutuhkan bagi stabilitas dan ketentraman hidup pribadi dan

iii PENGAKUAN Projek bertajuk Pengurusan Pengendalian Persidangan Seni Budaya dan Warisan oleh ASWARA Akademi Seni Budaya dan Warisan dan KeKKWa Kementerian Kebudayaan Kesenian dan