• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arah Kiblat (Dialektika Fiqh, Sains dan Tradisi)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Arah Kiblat (Dialektika Fiqh, Sains dan Tradisi)"

Copied!
185
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Ka’bah dan Arah Kiblat

Ka’bah

  • Baitullah
  • Baitul Haram (rumah suci)
  • Qibla (Kiblat)

Inti dari struktur Ka'bah "empat sisi" adalah batu hitam (al Hajar al Aswad), terletak di dinding timur dan di sudut tenggara. Disebutkan dalam atsar bahwa Ka'bah disebut juga Al-Bait Al-Atiq karena tanpa kesewenang-wenangan.

Gambar 2.1 – Ka’bah dan Bagian-bagiannya 17
Gambar 2.1 – Ka’bah dan Bagian-bagiannya 17

Arah Kiblat

Arah kiblat ialah Kaabah atau sekurang-kurangnya Masjidil Haram dengan mengambil kira latitud dan longitud kedudukan Kaabah. 28. Arah kiblat ialah arah yang menghadap umat Islam ketika solat, iaitu arah ke arah Kaabah di Mekah.

Jejak Sejarah Ka’bah

Sebab, Ka'bah saat ini identik dengan bangunan yang didirikan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail36. Alasan kepergian Nabi Ibrahim ke kota Mekkah adalah atas perintah Allah untuk membangun Ka'bah bersama Nabi Ismail.

Syariat Menghadap Kiblat

  • Dasar Hukum dalam Al-Qur’an
  • Dasar Hukum dalam Al-Hadits

Jika ada orang yang dipercayainya, yang memberitahukannya dengan penuh keyakinan tentang arah kiblat, maka ia wajib mengikutinya. Maka dengan adanya perubahan arah kiblat ini, maka perkataan tersebut akan terkabul, kecuali kepada orang-orang yang zalim di antara mereka. 185 atau lihat juga dalam Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, Ka'bah dan Masalah Arah Kiblat.

134 185 atau lihat juga Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, Ka'bah dan masalah arah kiblat. Artinya, setiap orang yang shalat di dalam atau sekitar Masjid Agung wajib menghadapkan seluruh tubuhnya ke arah Ka'bah atau Masjid Agung. Namun lain halnya jika seseorang jauh dari Ka'bah dan tidak dapat melihat Masjidil Haram, maka cukup melihatnya saja.

Orang yang tempat tinggalnya dekat dengan Ka'bah dan dapat melihatnya wajib menghadapkan seluruh tubuhnya ke arah Ka'bah. Bagi MUI (Majelis Ulama Indonesia) ada beberapa poin terkait arah kiblat, antara lain:. a) Kiblat bagi orang yang dapat melihat Ka'bah secara langsung, Kiblatnya adalah Ka'bah; (b) Kiblat bagi orang yang tidak bisa melihat langsung ke Ka'bah, cukup menunjuk arahnya; (c) Letak geografis Indonesia berada di bagian timur Ka’bah, sehingga arah kiblat umat Islam Indonesia berada ke arah barat. Maka MUI memperbaharui fatwanya mengenai arah kiblat khususnya poin 3 menjadi “ Letak geografis Indonesia berada di bagian timur Ka’bah, sehingga arah kiblat umat Islam Indonesia berada di arah barat laut”.

DIALEKTIKA FIQH, SAINS DAN

Arah kiblat Perspektif Fiqh

Namun para ulama berbeda pendapat mengenai orang yang jauh dari Ka'bah dan tidak dapat melihatnya. Namun jika tidak memungkinkan, maka ia harus melakukan ijtihad untuk menentukan arah menghadap 'ain al-Ka'bah. Ketiga, jika jauh (atau relatif dekat tetapi ada yang menghalangi), maka harus menghadap Ka'bah dengan skor 59.

Adapun arah kiblat bagi orang yang tidak melihat Ka'bah secara langsung karena jauh dari Mekkah, para ulama berbeda pendapat. Dalam permasalahan penentuan arah kiblat ketika hendak tepat berada di dalam bangunan Ka'bah bagi orang yang berada di luar Mekkah menjadi suatu permasalahan. Menurut Imam Hanafi, bagi orang yang jauh dari Ka'bah, cukup menghadapi jihad Ka'bah saja.

Sedangkan melihat bangunan Ka'bah ('ain al-Ka'bah) adalah hal yang tidak bisa dilakukan. Hanya orang yang dapat melihat Ka'bah secara langsung yang boleh melihat bangunan Ka'bah.72. Terdapat dua pendapat dalam Madzhab Syafi’i mengenai kewajiban menghadap kiblat bagi orang yang tidak dapat melihat Ka’bah.

Arah Kiblat Perspektif Sains

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai arah kiblat bagi orang yang tidak dapat melihat Ka'bah. Musallam Syaltut, Al-Ka'bah al-Musyarrafah wa al-Ittijahat al-Arba' al-Jughrafiyyah al-Ashliyyah wa Dilalatuha al-Falakiyyah, dalam Majalah "'I'jaz al-'Ilmy" edisi 22 Ramadhan 1426 Sementara itu melalui penelitian jarak antara kota Mekkah (Ka'bah) dengan kota-kota dunia modern (al-alam al-jadid)84 diketahui jaraknya sekitar 13.040 km, antara lain dihitung dari sebuah kota di Selandia Baru (utara benua Australia).

Kemudian dari utara Alaska yang merupakan titik (lokasi) terjauh di Amerika Utara, yaitu sekitar 13.600 km dari kota Mekkah (Ka'bah). Abdul Selam Nawawi (Ketua Lajnah Falakiyah Nahdatul Ulama Jawa Timur) dalam artikel pendeknya yang berjudul “Ka’bah Mean Time”. 86. Faktanya, Ka'bah yang terletak pada posisi geografis 21o 25' utara dan 39o 50' timur, secara astronomis terletak berbentuk lingkaran (madar usthuwani) pada titik peredaran rasi bintang Kanker (si - Sarathan) dan Capricorn (al-Jadyu).

Yahya Waziri, Al-Ka'bah al-Musarrafah I'jaz al-Mawqi' wal Maudhi Wa An-Nisab al-Handasiyyah, h. Bentuk geometri (asy-syakil al-handasy) bangunan Kaabah tidak berubah sejak dibina oleh Nabi Ibrahim sehingga hari ini. Justeru, arah kiblat dalam kajian atau perspektif sains ialah usaha mencari secara tepat arah kiblat dalam pembinaan Kaabah atau ainul kaabah dari segi fiqh.

Arah Kiblat Perspektif Tradisi

Sedangkan pada Abad Pertengahan, penentuan arah kiblat pada umumnya didasarkan pada empat pola pergerakan angin yang ada. Kompleksitas sejarah berdirinya Masjid Kuno Bayan Beleq juga berdampak pada kaburnya sejarah mengenai metode pengukuran arah kiblat yang menjadi fokus penelitian para peneliti saat ini. Hal ini dikarenakan belum tersedianya data primer maupun sekunder yang mendukung wahyu sejarah mengenai cara atau metode penentuan arah kiblat Masjid Kuno Bayan Beleq pada saat pertama kali dibangun.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ani Wafiroh98 dengan menggunakan alat kompas mengenai arah kiblat Masjid Kuno Bayan Beleq, arah kiblat berada di utara dari arah kiblat sebagaimana mestinya. Sedangkan pengukuran lainnya dengan menggunakan alat ukur arah kiblat yang akurat yaitu istiwa'aini adalah arah kiblat Masjid Kuno Bayan Beleq adalah 60 0' 0" utara dari asumsi arah kiblat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tri Pangestu Utami menggunakan alat musik Istiwa'aini mengenai arah kiblat Masjid Kuno Songak Lombok Timur, arah kiblatnya cukup mengejutkan yaitu.

Faktor-faktor inilah yang menyebabkan terjadinya penyimpangan arah kiblat pada masjid-masjid kuno tersebut berdasarkan uji akurasi yang ada saat ini. Pengukuran arah kiblat terhadap masjid kuno tidak dilakukan dengan menggunakan algoritma penghitungan arah kiblat atau menggunakan alat pengukur arah kiblat. Kepercayaan terhadap kesucian masjid-masjid kuno juga menjadi salah satu faktor utama mengapa arah kiblat masjid-masjid kuno yang ada tidak dapat diubah atau dianggap tepat oleh masyarakat.

Gambar 3.1 Masjid Kuno Bayan Beleq
Gambar 3.1 Masjid Kuno Bayan Beleq

Dialektika Fiqh, Sains dan Tradisi

Semua kategori tersebut mempunyai pandangan dinamis terhadap arah kiblat dalam ranah fiqh, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Hal ini terkait dengan perkembangan dan keterhubungan antara arah kiblat dengan ilmu pengetahuan seperti geografi dan astronomi. Jadi jika dikaitkan dengan ilmu fiqh, maka arah kiblat yang dilakukan dari sudut pandang ilmiah adalah arah kiblat yang termasuk dalam kategori Ainul Ka'bah.

Arah kiblat tradisional menitikberatkan pada arah kiblat yang hanya mengacu pada arahnya tanpa perlu menghitung dan mengukur secara tepat posisi arah kiblat (bangunan Ka'bah). Ijtihad dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat dari tempat yang jauh dari Masjidil Haram. Dengan menggunakan alat-alat modern tersebut akan membuat arah kiblat yang kita tuju menjadi lebih tepat dan akurat.

Artinya, ada sudut pandang untuk memahami arah kiblat, yang juga patut dimasukkan sebagai khazanah keilmuan dengan tema atrah kiblat jihadul ka'bah (usaha mencari arah kiblat). Dengan ilmu yang dimiliki dan keterbatasan teknologi, para penjaga mampu menentukan arah kiblat dengan baik sehingga dapat dilakukan pengukuran. Dengan demikian, kita dapat berpendapat keabsahan arah kiblat berdasarkan fiqh sebagai arah kiblat dalam kategori jiahdul Ka'bah.

Hisab Arah Kiblat

  • Menentukan Azimut Kiblat
  • Rasydul Kiblat Global

ARAH KIBLAT HISAB DAN INSTRUMENNYA.. 2) Bujur suatu tempat (Thulul Balad) yaitu jarak daerah tersebut ke garis bujur yang melewati kota Greenwich dekat London. B = adalah arah kiblat dihitung dari titik utara atau selatan, jika hasil perhitungan positif maka arah kiblat dihitung dari titik utara (U), dan jika hasil perhitungan negatif maka arah kiblat dihitung dari selatan titik ( S). C = adalah garis bujur terpendek, dari Ka'bah sebelah timur atau barat sampai dengan garis bujur tempat diukurnya arah kiblat.

Rasyd Al Qibla Global merupakan penunjuk arah kiblat yang diambil dari posisi matahari pada saat kulminasi (merpassing) di titik puncak Ka'bah, yang terjadi antara tanggal 27 Mei atau 28 Mei pk. Siapkan garis bujur dan lintang Ka'bah, garis bujur lokasi atau tempat yang akan diukur arah kiblatnya, dan garis bujur regional atau garis bujur waktu setempat (BTd atau BBd atau BTL atau BBL) baik untuk Ka'bah maupun tempatnya. dimana arah kiblat akan diukur. Perhatikan, amati dan hitunglah kapan zawal (mer transit) matahari bertepatan dengan zenit Ka'bah (setidaknya lebih dekat dengan titik zenit Ka'bah), masing-masing pada saat zawal (mer transit) deklinasi matahari (δm) adalah sama dengan garis lintang Ka'bah (Φk).

Ketika matahari zawal (lebih banyak melintas) di atas Ka'bah, pada saat itu terjadi ruam. Dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara mengubah waktu zawal (mer pass) di atas Ka'bah menjadi waktu setempat (BTd) atau waktu rata-rata lokal (LMT) dengan menambah atau menambah waktu (mer pass) di atas Ka'bah (Mekkah) dikurangi zona waktu antara Ka'bah dan tempat pengukuran arah kiblat. Gambaran benda pada saat erupsi global al-kiblat adalah arah kiblat (arah menuju matahari pada saat itu adalah arah kiblat).

Gambar 4.1 Ilustrasi Tongkat Istiwa b.  Rumus CoTan
Gambar 4.1 Ilustrasi Tongkat Istiwa b. Rumus CoTan

Instrument Arah Kiblat

  • Kompas
  • Mizwala Qibla Finder
  • Istiwa’aini

Di antara alat-alat yang dimodifikasi jam matahari adalah Mizwala Qibla Finder dan Istiwaaini yang digunakan untuk menentukan arah kiblat. Dari sinilah ia mendapat ide untuk merekonstruksi tongkat istiwa' dan jam matahari menjadi sebuah alat penentu arah kiblat yang diberi nama Mizwala Qibla Finder. Dengan kata lain alat ini merupakan miniatur atau transformasi dari teodolit sebagai alat untuk menentukan arah kiblat dengan ketelitian yang tinggi.

Dengan hasil perhitungan tersebut, pengguna dapat menerapkan pengukuran arah kiblat sesuai manual penggunaan Mizwala Qibla Finder yang juga disertakan dalam paket Mizwala Qibla Finder. Fungsi memutar kunci adalah untuk memungkinkan pengukuran arah kiblat dalam waktu singkat (kurang dari 5 menit). Dengan Mizwala Qibla Finder, arah kiblat suatu tempat dapat ditentukan kapan saja, kapan saja dan siang hari selama ada sinar matahari di siang hari dan tidak ada pengukuran.

Ilmu pengetahuan memandang arah kiblat sebagai upaya mencari arah kiblat agar tepat mencapai bangunan Ka'bah atau arah kiblat akurat. Sedangkan dalam pandangan tradisional, arah kiblat merupakan warisan yang keluhuran dan kesuciannya harus dijaga. Jika kita berbicara tentang arah kiblat dalam bidang ilmu pengetahuan, sebenarnya kita berbicara tentang arah kiblat kategori Ainul Ka'bah.

Sedangkan jika kita berbicara tentang arah kiblat dalam sudut pandang tradisional, sebenarnya kita juga berbicara tentang fiqih arah kiblat dalam kategori Jihadul Ka'bah. Pengujian Keakuratan Hasil Pengukuran Arah Kiblat Menggunakan Istiwaaini Oleh Slamet Hambali, Laporan Penelitian Individu, IAIN Walisongo Semarang.

Gambar 4.2 Kompas
Gambar 4.2 Kompas

Ka’bah dan Bagian-bagiannya

Ilustrasi arah dari pengamat ke sebuah Obyek

Masjid Kuno Bayan Beleq

Bedug tua yang ada di dalam Masjid Kuno -

Masjid Kuno Songak

Kompas

Kompas Kiblat (Produksi RHI)

Mizwala Qibla Finder

Istiwa’aini

Referensi

Dokumen terkait