BAB II Ka’bah dan Arah Kiblat
B. Arah Kiblat
menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
Dalam kajian hukum Islam, istilah qiblah ini digunakan secara khusus untuk arah menghadap yang digunakan umat Islam ketika menjalankan ibadah salat.22 Sedangkan dalam al-Qur’an kata kiblat memiliki dua makna, yaitu bermakna arah didalam surat al-Baqarah:
142 dan tempat di dalam surat Yunus: 87.
Surat Al-Baqarah : 142
ْاوُناَك يِتَّلا ُمِهِتَلبِق نَع مُهٰيَّل َو اَم ِساَّنلا َنِم ُءٓاَهَف ُّسلا ُلوُقَيَس ط ٰر ِص ٰىَلِإا ُءٓا َشَي نَم ي ِدهَي ُب ِرغَملاَو ُق ِرشَملا ِهَّلِّل لُق اَهيَلَع ميِقَتسُّم
Artinya : Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: «Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?» Katakanlah:
«Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus».
Surat Yunus : 87
اتوُيُب َصرِمِب َم ُكِموَقِل اَء َّوَبَت نَأ ِهيِخَأ َو ٰى َسوُم ٰ َلِإ آَني َحوَأ َو
َينِنِمؤُلا ِ ِّشَب َو َة ٰوَل َّصلا ْاوُميِقَأ َو ةَلبِق م ُكَتوُيُب ْاوُلَعج َو
Artinya: “Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: «Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan
hlm. 26.
22Ibid.
jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman».
Ulama memberikan definisi yang beragam tentang arah kiblat, meskipun pada dasarnya mereka berpangkal pada satu obyek kajian yang sama, yaitu ka’bah.23 Arah kiblat menurut sebagian ulama adalah arah ka’bah atau wujud ka’bah. Maka barang siapa yang berada didekat ka’bah tidak sah salatnya kecuali menghadap wujud ka’bah dan orang yang jauh dari ka’bah (tidak melihat) maka baginya berijtihad untuk menghadap kiblat (kearah kiblat).
Adapun definisi kiblat secara terminologi Depar- temen Agama Republik Indonesia mendefinisikan kiblat sebagai suatu arah tertentu bagi kaum muslimin untuk mengarahkan wajahnya dalam melakukan salat.24 Adapun dalam kajian ilmu falak sebagaimana dijelaskan Muhyiddin Khazin yang dimaksud kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar25 yang
23Ahmad Izzuddin, ilmu falak praktis, (semarang, PT.Pustaka Rizki Putra, 2012), hlm. 18
24 Departemen Agama RI, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Proyek Peningkatan Prasarana dan Sarana Perguruan Tinggi Agama / IAIN, Ensiklopedi Islam, Jakarta:
CV. Anda Utama, 1993, hlm. 629.
25Lingkaran pada permukaan bola langit yang dibuat melalui pasangan titik-titik pada permukaan bola langit yang berlawanan dan bertitik pusat pada titik pusat bola langit. Dengan demikian bidang lingkaran besar tersebut senantiasa menyinggung titik pusat bola langit. Lingkaran besar ini dapat dibuat sebanyak mungkin (tak terhingga) dan setiap lingkaran besar membagi bola langit menjadi
melewati ke Ka’bah (Makkah) dengan tempat kota yang bersangkutan. Slamet Hambali memberikan definisi kiblat sebagai arah menuju Ka’bah melalui jalur paling terdekat, dan menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk menghadap ke arah tersebut pada saat melaksana- kan ibadah salat, dimana pun berada di belahan dunia ini.26
Pengertian arah kiblat pun diberikan pengertiannya oleh beberapa ahli, di antaranya :
a. Slamet Hambali
Kiblat adalah arah menuju Ka’bah (Baitullah) melalui jalur paling terdekat, dan menjadi keharusan bagi setiap orang muslim untuk menghadap ke arah tersebut pada saat melaksanakan ibadah shalat, di manapun berada di belahan dunia ini.27
b. Ahmad Izzuddin
Arah kiblat yaitu Ka’bah atau paling tidak Masjidil Haram dengan mempertimbangkan posisi lintang bujur Ka’bah.28
dua bagian yang sama besar. Dalam bahasa Inggris disebut GreatCircle sedang dalam bahasa Arab disebut Dairah ‘Adzimah atau Dairah Kabirah. Lihat Susikan Azhari, Ensiklopedi Hisab Rukyat, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2008, hlm. 132.
26Slamet Hambali, Ilmu Falak I (Tentang Penentuan Awal Waktu Salat dan Penentuan Arah Kiblat di Seluruh Dunia), Semarang: Program Pasca Sarjana IAIN Walisongo, 2011, hlm. 167.
27Slamet Hambali, Ilmu Falak 1 (Penentuan Awal Waktu Shalat
& Arah Kiblat Seluruh Dunia, cet. I (Semarang : program Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang), h. 167.
28Ahmad Izzuddin, Menentukan Arah Kiblat Praktis,
c. Muhyidin Khazin
Arah kiblat adalah arah ka’bah di Mekkah yang harus dituju oleh orang yang sedang melakukan shalat, sehingga semua gerakan shalat, baik ketika berdiri, ruku’ maupun sujud senantiasa berimpit dengan arah itu .29
d. Susiknan Azhari
Arah kiblat adalah arah yang dihadap oleh muslim ketika melaksanakan shalat, yakni arah menuju Ka’bah di Mekkah. Sebelumnya, kiblat shalat adalah kea rah Masjid Al-Aqsa di Yerussalem tetapi pada tahun kedua hijriyah terjadi perubahan arah kiblat.30
e. Awin Juli Butar-Butar
Kiblat atau Ka’bah merupakan tempat dan arah yang dituju kaum muslimin ketika shalat.31
f. Harun Nasution
Kiblat sebagai arah untuk menghadap pada waktu shalat.32
(yogyakarta : logung pustaka, 2010), h. 4
29Muhyiddin Khazin, Kamus Ilmu Falak, Yogyakarta : Buana Pustaka, 2005, cet. I, hal. 67.
30Susiknan Azhari, Ensiklopedia Hisab Rukyat, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2008, cet. II, hal. 174.
31Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, Ka’bah dan Problematika Arah Kiblat, Yogyakarta: Museum Astronomi Indonesia. 2013. Hal. 4
32Harun Nasution, Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta:
Djambatan, 1992) h. 563
g. Mochtar Effendi
Kiblat adalah arah shalat, arah ka’bah di kota Makkah.33
Dari definisi-definisi maka kesimpulan penulis kiblat adalah arah terdekat dari seseorang menuju Ka’bah dengan titik koordinat yang tepat dan akurat, sehingga setiap muslim wajib menghadap ke arahnya ketika melaksanakan shalat. Arah kiblat seseorang ketika melaksanakan shalat tergantung posisinya di muka bumi ini. Sehingga tidak aneh jika arah kiblat orang yang berada di Amerika akan berbeda arah kiblatnya dengan orang yang ada di Indonesia. Bahkan, seseorang yang berada di pulau Lombok akan berbeda arahhnya beberapa derajat dengan orang yang berada di Jawa atau Sumatera. Hal tersebut dikarenakan oleh koordinat antara suatu daerah dengan daerah lainnya berbeda-beda. Sehingga arah kiblat suatu tempat tidak bisa sama dengan arah kiblat tempat lainnya.
33Mochtar Effendy, Ensiklopedi Agama dan Filsafat, Vol. 5, Palembang: Penerbit Universitas Sriwijaya, Cet. Ke I, 2001) h.49
Gambar 2.2 Ilustrasi arah dari pengamat ke sebuah Obyek di permukaan Bumi, Sumber: Khafid, 2013