PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat teoretis
- Manfaat praktis
KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR
Penelitian yang Relevan
Penelitian yang sedang dikerjakan membahas tentang proses morfofonemik pembentukan istilah asing menjadi bahasa Indonesia dengan awalan {meng-} dan {peng}, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Zarvina membahas tentang morfofonemik bahasa daerah yaitu Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian yang dilakukan oleh Faizah membahas tentang morphophonemia berupa prefiksasi, infiksasi, sufiksasi, dan konfiksasi. Penelitian Faizah dan yang sedang dikerjakan sama-sama berurusan dengan morphophonemia.
Penelitian yang sedang berlangsung ini membahas proses morfofonemik pengindonesiaan istilah asing yang memiliki awalan {meng-} dan {peng}. Penelitian yang sedang dilakukan saat ini berfokus pada pengindonesiaan istilah asing yang memiliki awalan {meng-} dan {peng-} sebagai obyek penelitian. Penelitian yang sedang dikerjakan membahas tentang proses morfofonemik istilah asing bahasa Indonesia, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Faizah membahas tentang tingkatan morfofonemik afiksasi bahasa Indonesia.
- Analisis
- Pengadaptasian bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia … 11
- Afiksasi
- Proses morfofonemik
- Hakikat morfem, morf, alomorf, dan bentuk dasar
- Identifikasi morfem
Pemusnahan istilah asing dalam bahasa Indonesia, dan bila perlu dalam salah satu bahasa yang bersangkutan, dilakukan melalui penerjemahan, serapan, atau gabungan antara alih bahasa dan serapan. Jika timbul masalah dalam merekam istilah asing Anglo-Saxon karena perbedaan pelafalan dan ejaan, terjemahan adalah solusi terbaik. Istilah-istilah asing yang akan dimasukkan meningkatkan saling menyalin bahasa asing dan bahasa Indonesia dalam pandangan kebutuhan masa depan.
Istilah asing yang akan diserap memudahkan pembaca Indonesia memahami teks asing karena sudah familiar terlebih dahulu. Penyerapan istilah asing tanpa penyesuaian ejaan dan pengucapan dilakukan jika ejaan dan pengucapan istilah asing tidak berubah dalam banyak bahasa modern, istilah ini dicetak miring. Penyerapan istilah asing tanpa penyesuaian ejaan dan lafal dilakukan apabila istilah tersebut juga banyak digunakan dalam kosakata umum, istilah tersebut tidak ditulis miring (dicetak dengan huruf tegak).
Kerangka pikir
Keraguan ini akan hilang begitu gaya sentripetal menang, gaya sentripetal adalah perencana yang selalu mengharapkan penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah umum bahasa yang ada. Jika gaya sentrifugal berlaku, berbagai kebingungan linguistik akan muncul, yang semakin tidak pasti tentang aturan umum bahasa. Penyadapan bahasa asing dalam bahasa Indonesia lebih khusus mewakili bahasa Belanda, Inggris, Portugis dan Arab dan dilakukan sebagai pemutusan istilah sesuai dengan penerjemahan, penyerapan dan penggabungan penerjemahan dan penyerapan dari beberapa tahapan, itu perlu. memiliki proses morfofonemik.
Pertuturan morfofonemik terlalu luas untuk dibincangkan dalam bahasa asing adaptasi ke bahasa Indonesia dari segi bahasa, perkataan, makna dan sebagainya.
METODE PENELITIAN
- Rancangan Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Jenis data
- Sumber data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik catat
- Teknik dokumentasi
- Cara Penyajian Hasil Analisis Data
- Teknik Analisis data
- Metode padan
- Metode distibusional
Berdasarkan data pada tabel di atas, terdapat fonem /s/ yang diambil dari bahasa Belanda Fonem /s/ larut dalam bentuk ini, dimana bentuk (meny-)+salep menjadi overlay, bentuk ( meny -)+list menjadi list , form(pre-)+sort into. Fonem /k/ mengalami peluruhan pada bentuk di atas, dengan bentuk (meng-)+ dikompresi menjadi padat, bentuk (meng-)+karbol menjadi karbol, bentuk (meng-)+hitung menjadi kalkulatif, bentuk (meng )+memperpendek menjadi tipe , (lagi)+. Berdasarkan data pada tabel di atas, terdapat fonem /r/ yang diambil dari bahasa Belanda Fonem /r/ tidak putus pada bentuk di atas, dimana bentuk (me-)+rokok menjadi rokok, (me -)+reduce menjadi reduksi, bentuk (I-)+ realisasi menjadi realisasi.
Berdasarkan data dalam jadual di atas, terdapat data tentang fonem /b/ yang telah diserap daripada bahasa Belanda Fonem /b/ dalam bentuk di atas tidak mengalami pelunakan, di mana bentuk (pem-)+boykot menjadi. pemboykat , borang (pem-)+balut jadi sampul surat, borang (pem-)+berita jadi pemberita. Berdasarkan data dalam jadual di atas terdapat data tentang fonem /s/ diserap daripada bahasa Belanda Fonem /s/ dalam bentuk di atas mengalami pelunakan, di mana bentuk (peny-)+sortir menjadi penyusun, bentuk. (peny-)+steir jadi jurumudi . Berdasarkan data jadual di atas, terdapat data tentang fonem /k/ diserap daripada bahasa Belanda Fonem /k/ dalam bentuk di atas mengalami pelunakan, di mana bentuk kontrak menjadi kontraktor.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian
- Bentuk morfofonemik morfem {meN-}
- Bentuk morfofonemik morfem {peN-}
Berdasarkan data dalam jadual di atas, data fonem /s/ telah diambil daripada bahasa Arab. Berdasarkan data dalam jadual di atas, data fonem /k/, /l/ telah diambil daripada bahasa Portugis. Berdasarkan data dalam jadual di atas, terdapat data fonem /t/ yang diambil daripada bahasa Arab. Fonem /t/ dalam bentuk di atas mengalami kelembutan, dengan awalan (men-) + talak menjadi menalak, bentuk (men-) + takdir menjadi menakdir .
Berdasarkan data dalam jadual di atas, terdapat data fonem /p/ yang diambil daripada bahasa Belanda, fonem /p/ dalam bentuk di atas mengalami pelembutan, dengan awalan (mem-)+ pencen menjadi memensie, bentuk awalan de. (mem-)+potret menjadi foto, bentuk (mem)+perband menjadi memerban, bentuk awalan (mem-)+ pompa menjadi mempumpa, bentuk awalan (mem-)+ awalan menjadi memaraf. Berdasarkan data dalam jadual di atas, data fonem /p/ telah diambil daripada bahasa Portugis.Fonem /p/ dalam bentuk di atas mengalami kelembutan, menjadikan awalan palsu (mem-)+ bentuk palsu . Berdasarkan data dalam jadual di atas, data fonem /f/ telah diambil daripada bahasa Arab, fonem /f/ dalam bentuk di atas tidak mengalami pelunakan, dengan awalan (mem-)+ bentuk fitnah memfitnah menjadi .
Berdasarkan data dalam jadual di atas, data tentang fonem /s/ diserap daripada bahasa Inggeris.Fonem /s/ dalam bentuk di atas dilembutkan, di mana bentuk awalan (meny-)+ simulasi menjadi simulasi, iaitu bentuk awalan (meny)+suplai menjadi tawaran, bentuk awalan (meny-)+ pilihan menjadi pilih. Berdasarkan data dalam jadual di atas, terdapat maklumat tentang fonem /s/ yang diserap daripada bahasa Arab. bentuk awalan (mny-) = penyiasatan menyiasat. Berdasarkan data dalam jadual di atas, terdapat maklumat tentang fonem /k/ yang diambil daripada bahasa Portugis.Fonem /k/ dalam bentuk di atas dilembutkan, di mana bentuk (meng-)+kontan menjadi mengontan, (meng -)+bentuk kampung jadi mengampung, bentuk (meng-)+ cerewet jadi cerewet.
Berdasarkan data pada tabel di atas, data fonemiknya adalah /l/ dan /r/ yang diserap dari bahasa Inggris Fonem-fonem pada bentuk di atas tidak mengalami peluruhan, dimana bentuk (me-)+lobby menjadi lobbying, bentuk (jaz-)+rehabilitasi menjadi rehabilitasi, bentuk (I-)+revisi menjadi revisi, bentuk (I)+reaksi menjadi reaksi. Berdasarkan data pada tabel di atas, terdapat fonem /r/ yang diserap dari bahasa Arab, fonem /r/ tidak pecah pada bentuk di atas, dimana bentuk (I-)+orang menjadi populis. Berdasarkan data pada tabel di atas, terdapat fonem /l/ yang diambil dari bahasa Portugis, fonem /l/ tidak pecah pada bentuk di atas, dimana bentuk (me-)+alender menjadi lelang, bentuk (jaz-)+legenda menjadi legendaris.
Fonem /d/ dalam bentuk di atas tidak tertakluk kepada pelembutan, di mana bentuk (pen-)+debat menjadi pendebat, bentuk (pen)+reka bentuk menjadi pereka, bentuk (pen-)+diet menjadi dieter. Berdasarkan data dalam jadual di atas, terdapat data tentang fonem /p/ yang diserap oleh bahasa Belanda.Fonem /p/ dalam bentuk di atas mengalami kelembutan, di mana bentuk (pem--)+potret menjadi jurugambar. Berdasarkan data dalam jadual di atas, terdapat data bagi fonem /p/ yang diserap oleh bahasa Portugis.Fonem /p/ dalam bentuk di atas mengalami pelunakan, di mana bentuk (pem-)+palsu menjadi palsu.
Berdasarkan data dalam jadual di atas, terdapat data tentang fonem /f/ yang diserap daripada bahasa Arab.Fonem /f/ dalam bentuk di atas tidak mengalami pelunakan, di mana bentuk (pem-)+fitnah pemfitnah. menjadi Berdasarkan data dalam jadual di atas, terdapat data tentang fonem /s/ diserap daripada bahasa Inggeris Fonem /s/ dalam bentuk di atas mengalami pelunakan, di mana bentuk (peny-)+survei menjadi juruukur, bentuk (peny-)+suplai jadi pembekal .
Pembahasan
Terkait dengan hal ini, awalan {peng-} mengalami proses morfofonemik dengan menghilangkan fonem /n/ dan /g/ pada awalan {peng-}. Dari ketiga proses serapan dalam proses morfofonemik pembuatan istilah asing menjadi bahasa Indonesia yang diberi awalan {mix-} dan {peng}, hanya digunakan dua proses serapan yaitu sebagai berikut. Detail morfem morfem dalam proses morfofonemik pengindonesiaan istilah asing diberi awalan {mix-} dan {peng-}.
Setiap morfem afiks memiliki beberapa bentuk konkrit berupa morf ketika digabungkan ke bentuk dasar melalui afiksasi. Awalan {meng-} yang diuraikan di atas memiliki enam bentuk konkrit berupa {meng-} menjadi {men-} jika diikuti bentuk dasar dengan fonem awal /t/ (luluh), gugus konsonan /tr/, /sk/, /st/, /sm/ dan /d/;. menjadi {mem-} jika diikuti bentuk dasar dengan fonem awal /p/. hasil), gugus konsonan /pr/, fonem /b/, /f/; menjadi {meny-} jika diikuti bentuk dasar dengan fonem awal /s/ (meluh), /c/, /j/; menjadi {meng-} jika diikuti bentuk dasar dengan fonem awal /k/ (meluh), gugus konsonan /kl/, /kr/, fonem /g/, /kh/ dan vokal /a/, /i /, / e/, /o/; menjadi {menge-} jika diikuti bentuk dasar yang terdiri dari satu suku kata dan jumlahnya masih sangat terbatas; menjadi {me-} jika diikuti bentuk dasar dengan fonem awal /l/, /r/. Awalan {peng-} yang diuraikan di atas memiliki enam bentuk konkrit berupa {pen-} menjadi {pen-} jika diikuti bentuk dasar dengan fonem awal /d/; menjadi {pem-} jika diikuti bentuk dasar dengan fonem awal /p/ (mencair), gugus konsonan /pr/, fonem /b/, /f/;.
Adaptasi bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia dapat berupa (1), menggugurkan awalan (peng-) menjadi (pen-), apabila diikuti dengan. 2) menambah imbuhan awalan (meng-) kepada (menge-) apabila diikuti dengan fonem dasar yang terdiri daripada suku kata. (3) perubahan serentak dan kehilangan awalan ( meng-) kepada (mem-) akibat diikuti oleh fonem /p, b, f ,/ dan fonem konsonan /p,b,f/ akan pudar. . Penyelidikan yang dijalankan (Budiman) membincangkan proses morfofonemik bahasa Sumbawa iaitu dialek Sumbawa utama yang hanya mempunyai morfem berimbuhan yang hanya terdiri daripada awalan {ba-}, {ra-}, {ka}, {sa-}, { ma-}, {pa-} dan {gan-}. Perbezaan antara dua kajian tersebut, Budiman membincangkan proses morfofonemik bahasa Sumbawa iaitu dialek Sumbawa Besar yang hanya mempunyai morfem berimbuhan yang hanya terdiri daripada awalan {ba-}, {ra-}, {ka-}, {sa- }, {ma-}, {pa-} dan {gan-}.
Penelitian yang sedang dikerjakannya membahas proses morfofonemik pengindonesiaan istilah asing, sedangkan penelitian yang dilakukan Budiman membahas proses morfofonemik bahasa daerah yaitu bahasa Sumbawa dialek Sumbawa Besar. Proses morfofonemik pengindonesiaan istilah asing melalui dua proses serapan dari tiga proses serapan yang digunakan yaitu translasi dan serapan. Prefiks {meN-} menjadi {mem-} jika diikuti bentuk dasar dengan fonem awal /p/, gugus konsonan /pr/, fonem /b/, /f/.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Saran
Politik Bahasa Nasional, Bagian II Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pembinaan Bahasa. a) Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Subroto, (1993:5) Metode kualitatif adalah metode pengkajian atau metode penelitian terhadap suatu masalah yang tidak dirancang atau dirancang dengan menggunakan prosedur statistik. Soedjito, (dalam seminar 5-6 Juli 2012) adaptasi adalah proses penyerapan yang disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Zarvina, 2014 “Bahasa morfofonik Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai penunjang bahan ajar bahasa Indonesia di SMA”.