E-ISSN: 2085-4722 DOI:
10.13057/biodiv/d240619
Artocarpus integer (Thunb.) Merr., Baccaurea lanceolata (Miq.) Müll.Arg., Baccaurea macrocarpa (Miq.) Müll.Arg., Baccaurea polyneura Hook.f., Garcinia atroviridis Griff.
mantan T.Anderson, Garcinia xanthochymus Hook.fil. mantan J.Anderson, Mangifera foetida Volume 24, Nomor 6, Juni 2023
Lour., Mangifera laurina Blume, Mangifera odorata Griff., dan Pometia pinnata JRForst. & G.Forst. merupakan spesies tanaman buah liar yang paling sering tercatat di seluruh wilayah studi. Namun, tercatat 74 jenis tanaman buah liar yang dapat dimakan hanya terdapat di Sumatera Barat, 45 jenis di Riau, 79 jenis di Jambi, dan 9 jenis di Bengkulu.
Di antara 331 spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan dalam penelitian ini, 1 takson diklasifikasikan sebagai terancam punah (0,30%), 9 taksa (2,72%) sebagai rentan, 11 taksa (3,32%) sebagai hampir terancam, dan 139 taksa (41,99%) sebagai paling tidak memprihatinkan, dan 171 taksa (51,67%) sebagai Kekurangan Data.
Halaman: 3245-3257
Abstrak. Suwardi AB, Syamsuardi, Mukhtar E, Nurainas. 2023. Keanekaragaman dan status konservasi regional spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan di Sumatera, Indonesia. Keanekaragaman Hayati 24: 3245-3257. Pulau Sumatera dikenal sebagai pusat persebaran jenis buah-buahan tropis di Indonesia. Namun meningkatnya aktivitas manusia mengancam keberadaan tanaman buah liar yang dapat dimakan di alam. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keanekaragaman dan status konservasi regional spesies tanaman buah liar yang dapat dimakan di Sumatera, Indonesia. Penelitian dilakukan di empat provinsi: Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Bengkulu. Untuk pengambilan sampel, digunakan metode transek garis yang dimodifikasi. Sebanyak 331 jenis tanaman buah liar yang dapat dimakan di empat lokasi penelitian di Sumatera terdiri dari 73 famili. Jumlah jenis tanaman buah terbanyak tercatat di Provinsi Sumatera Barat yakni 176 jenis, disusul Jambi (172 jenis), Riau (121 jenis), dan Bengkulu (76 jenis).
Kata Kunci: Keanekaragaman hayati, daftar merah IUCN, Sumatera, buah tropis
ISSN: 1412-033X
Keanekaragaman jenis tanaman buah liar yang dapat dimakan lebih tinggi di Provinsi Sumatera Barat (3,85) namun lebih rendah di Provinsi Riau (3,25).
24416, Aceh, Indonesia
3Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Samudra. Jl. Prof. Syarief Thayeb, Meurandeh, Langsa 1Doctoral Program, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Universitas Andalas. Jl. Universitas Andalas, Kampus Limau Manis,
Naskah diterima: 29 April 2023. Revisi diterima: 15 Juni 2023.
2Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Universitas Andalas. Jl. Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang 25163, West Sumatra, Indonesia. Tel.: +62-751-777427, ÿemail: [email protected]
Padang 25163, West Sumatra, Indonesia
Keanekaragaman dan status konservasi regional spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan di Sumatera, Indonesia
UNIVERSITAS B IOD
NURAINAS2 ,
Panda 2012). Telah dilaporkan bahwa beberapa buah-buahan liar lebih bergizi dibandingkan buah-buahan budidaya (Nazarudeen 2010; Suwardi dkk. 2022a). Buah-buahan liar yang dapat dimakan juga telah meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dalam kondisi normal (Broegaard et al. 2017) dan selama kekurangan panen (Erskine et al. 2015). Selain itu, tanaman buah liar yang dapat dimakan memiliki banyak kegunaan, seperti kosmetik (Gebauer et al. 2016), obat-obatan (Dreher 2018; Adnan et al.
2022; Navia et al. 2022b), rempah-rempah dan bumbu (Sutrisno et al. 2021; Syamsuardi dkk. 2022a), kerajinan tangan (Hazarika dan Singh 2018), serat (Karun dkk. 2014), dan bahan bakar (Klimas dkk. 2012).
ADI BEJO SUWARDI1,3, SYAMSUARDI2,ÿ, ERIZAL MUKHTAR2
PERKENALAN
Tanaman buah-buahan liar yang merupakan salah satu sumber daya hutan banyak dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Spesies yang tidak dibudidayakan ini ada secara alami di habitat aslinya dan dipanen untuk konsumsi manusia (Mahapatra dan Panda 2012; Ramaidani dan Navia 2022). Tanaman buah-buahan liar yang dapat dimakan memainkan peran penting dalam makanan
manusia sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat makanan (Mahapatra dan
Indonesia, hutan hujan tropis terbesar di Asia Tenggara, dianggap sebagai negara mega keanekaragaman hayati (Von Rintelen dkk. 2017) dan salah satu pusat
keanekaragaman genetik tanaman dunia (Uji 2007). Lebih dari separuh spesies tumbuhan, hewan, dan serangga yang diperkirakan berjumlah 10 juta spesies hidup di hutan tropis (Myers dkk. 2000). Hutan ini sangat penting untuk mengatur siklus unsur hara dan pembentukan tanah (Šamonil et al.
2010), mitigasi banjir (Calder dan Aylward 2006), pemurnian air dan udara (Song et al. 2016), dan penyediaan makanan (Navia et al. 2022a; Suwardi dan Navia 2022) dan tanaman obat (Begossi et al. 2002; Navia et al. 2021). Menurut laporan Global Forest Resources Assessment pada tahun 2020, sekitar 1,6 miliar orang di seluruh dunia bergantung pada hutan untuk penghidupan mereka (FAO 2020).
Sumatera adalah pulau terbesar keenam di dunia dan
terbesar kedua di Kepulauan Melayu setelah Kalimantan,
dan diakui sebagai pusat distribusi buah-buahan tropis di
Indonesia. Sebanyak 226 spesies pohon buah-buahan telah
teridentifikasi di Indonesia, 148 (65%) ditemukan di Sumatera
dan lebih dari 70% tumbuh liar di hutan tropis Sumatera (Uji
2007). Selanjutnya Harianja dkk. (2021) mencatat 29 jenis
tumbuhan buah-buahan liar di hutan Tapanuli Utara Provinsi
Sumatera Utara, 67 jenis di Bukit Rimbang-Bukit Baling,
Provinsi Riau (Syamsuardi et al. 2022b), dan 73 jenis di
Provinsi Bengkulu (Suwardi et al. 2023a), dan 129 spesies
di Provinsi Aceh
Spesies tanaman buah-buahan liar yang dapat dimakan dikumpulkan dari bulan Juni hingga Oktober 2022. Empat lokasi
penelitian dipilih berdasarkan lokasi geografis dan ketersediaan hutan (Tabel 1).
Daftar pertama spesies buah-buahan liar yang terancam punah mencakup 129 spesies yang ditetapkan oleh Suwardi dkk. (2022b) di Provinsi Aceh, Indonesia. Karena belum ada studi evaluasi definitif yang mencakup seluruh spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan di Sumatera, maka penilaian status eksplorasi dan konservasi terhadap spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan sangatlah penting.
Kategori dan Kriteria Daftar Merah IUCN secara luas dianggap sebagai metode yang paling dapat diandalkan dan berwenang untuk
menentukan risiko global kepunahan spesies (Vié et al. 2009). Salah satu tujuan utama Daftar Merah IUCN adalah menyoroti spesies yang berisiko tinggi mengalami kepunahan dalam skala global (Shaltout dan Bedair 2022). Penilaian keanekaragaman spesies mempunyai potensi untuk menentukan prioritas perlindungan spesies dan
Kegiatan antropogenik, khususnya perubahan penggunaan lahan, menyebabkan degradasi hutan dan membahayakan berbagai sumber daya hayati, termasuk tanaman buah-buahan liar yang dapat dimakan.
BPS (2021a) melaporkan lebih dari 66.995 ha hutan Indonesia mengalami deforestasi pada tahun 2019-2020, dengan luas wilayah Sumatera sebesar 14.196 ha. Selain pembangunan infrastruktur, permukiman, dan pertambangan, alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian dinilai menjadi pendorong utama meningkatnya laju deforestasi hutan di berbagai wilayah di Indonesia (Wahyuni dan Suranto 2021; Suwardi dan Navia 2022), termasuk yang ada di Sumatera. Akibatnya, sebagian besar buah-buahan liar menjadi rentan terhadap kepunahan. Menurut IUCN (2020), tingkat hilangnya spesies secara global saat ini mendekati angka 1:10 kali lipat dibandingkan masa lalu. Situasi ini memerlukan upaya konservasi jangka panjang terhadap spesies yang terancam, termasuk spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan.
Oleh karena itu, metode transek garis yang dimodifikasi mengumpulkan tanaman buah-buahan liar yang dapat dimakan (Buckland dkk. 2007).
Transek garis sepanjang 1.000 meter dibuat dari tepi hutan ke dalam hutan di setiap lokasi penelitian. Spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan yang ditemukan di sepanjang transek dikumpulkan, dan nama lokal setiap tanaman dicatat. Nama botani spesies tersebut diidentifikasi di Herbarium Andalas, Universitas Andalas, Sumatera Barat, Indonesia. Nama-nama botani telah diperbarui secara online menggunakan The Plants of the World (http://
www.plantsoftheworldonline.org).
(Suwardi dkk. 2022b). Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi yang intensif dapat meningkatkan jumlah spesies tanaman buah-buahan liar yang tercatat. Namun, pengetahuan kita tentang keanekaragaman hayati dunia sangatlah terbatas. Banyak wilayah di dunia yang masih kekurangan pengumpulan taksa (Whittaker dkk.
2005).
Sumatra has a tropical climate with annual rainfall exceeding 2,000 mm and means monthly temperatures ranging from 25 to 27ÿ (Laumonier et al. 2010). Sumatra Island is divided into ten provinces, namely Aceh, Sumatera Utara, West Sumatra, Riau, Riau Islands, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, and Lampung, with a total population of 58,557,211 people (BPS 2021b). The study was conducted in four provinces: West Sumatra, Jambi, Riau, and Bengkulu (Figure 1).
Pengumpulan data Oleh karena itu, kesenjangan atau kekurangan data dalam distribusi,
identifikasi, evolusi, dan dinamika spesies harus dipertimbangkan.
Identifikasi proses ekologi dan evolusi yang salah, serta penggunaan investasi konservasi terbatas yang tidak memadai, dapat disebabkan oleh kesenjangan atau bias data (Hortal dkk. 2015). Selain itu, tujuh kesenjangan atau kekurangan data dalam keanekaragaman hayati telah diidentifikasi, termasuk kekurangan Linnean dalam taksonomi spesies, kekurangan Wallacea dalam distribusi, kekurangan Prestonian dalam kelimpahan, kekurangan Darwin dalam pola evolusi, kekurangan Hutchinsonian dalam toleransi abiotik suatu spesies, kekurangan Eltonian untuk interaksi biotik dan kekurangan Raunkiaeran terkait dengan terbatasnya pengetahuan tentang ciri-ciri spesies (Hortal dkk.
2015; Shaltout dan Bedair 2022). Tujuh kesenjangan atau kekurangan data keanekaragaman hayati dapat membantu dalam menentukan target studi dan upaya konservasi yang lebih efektif. Selain itu, studi flora dan biogeografi dapat berguna untuk mengisi kesenjangan atau bias data mendasar dalam konservasi keanekaragaman hayati (Lomolino 2004; Whittaker et al. 2005) terkait dengan distribusi tanaman, fragmentasi, fluktuasi, dan status konservasi (Shaltout dan Bedair 2022).
(http://www.iucnredlist.org/technical-documents/classification skema/
threats-classification-scheme) menilai ancaman utama terhadap spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan di Sumatera)
BAHAN DAN METODE
Daerah belajar 3246
Pulau Sumatera merupakan pulau terbesar kedua di Indonesia dan dikenal dengan keanekaragaman hayatinya. Sumatera bagian barat didominasi oleh perbukitan yang merupakan punggung pegunungan Bukit Barisan, dengan ketinggian rata-rata 2.000-2.500 mdpl dan banyak gunung api bermunculan yang tingginya mencapai 3.800 meter. Sebaliknya, wilayah dataran rendah dengan topografi landai hingga berbukit mendominasi bagian timur.
mengembangkan strategi konservasi spesies dengan memberikan informasi mengenai risiko kepunahan (Zhang et al. 2011).
Ancaman besar terhadap setiap takson diamati di lapangan.
Tabel 1. Daftar wilayah studi di Sumatera, Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menilai keanekaragaman dan status konservasi regional spesies tanaman buah liar yang dapat dimakan di Sumatera, Indonesia.
Skema Klasifikasi IUCN
Koordinat
Dipterokarpa Dataran Rendah Riau 0°31'03.8"LU, 101°26'45.1"BT Bengkulu Lowland dipterocarp 3°49'15.5"S, 102°17'02.6"E Daerah Studi Tipe
Dipterocarpaceae Dataran Rendah Sumatera Barat 0°56'15.3"S, 100°21'36.5"BT Jambi Lowland dipterocarp 1°36'11.8"S, 103°35'01.3"E
B IOD IVERSITAS 24 (6): 3245-3257, Juni 2023
……… (3)
H'ÿ3 : keanekaragaman tinggi
Di mana:
Indeks kesamaan jenis
: jumlah spesies
c : Jumlah spesies yang ada di lokasi A dan B n : jumlah total individu dalam sampel
Indeks keanekaragaman
Nilai indeks berkisar dari 0-1 berdasarkan kategori berikut:
Indeks kemerataan
E : Kemerataan, H' :
Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener
……… (2) 1 < H'< 3
Indeks keseragaman yang tinggi dan keanekaragaman yang rendah menunjukkan dominasi suatu spesies terhadap spesies lainnya. Rumus indeks dominasinya adalah sebagai berikut (Odum 1996).
0,75< C ÿ 1,0 : Dominasi tinggi
Indeks kemerataan dikategorikan sebagai berikut:
S
Dimana:
C : Indeks Dominasi,
Di mana:
a : Jumlah spesies yang hanya ada di lokasi A
0,5 < E ÿ 0,75: Komunitas tidak stabil
saya : 1, 2…, n Analisis data
: jumlah individu yang tergabung dalam engan
Oleh karena itu, untuk menilai kesamaan spesies tumbuhan di antara wilayah penelitian, koefisien kesamaan Jaccard (CJ) digunakan dengan menggunakan Cabrera-Meléndez dkk. (2022):
b : Jumlah spesies yang hanya ada di lokasi B H' : Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener
Indeks kemerataan (E) dihitung dengan menggunakan rumus berikut (Magurran 2004).
0 < C < 0,5 : Dominasi rendah Keanekaragaman jenis tanaman buah-buahan liar yang dapat
dimakan di daerah penelitian ditentukan dengan menggunakan Indeks Shannon-Wiener (H') yang dihitung dengan rumus berikut (Ludwig dan Reynolds 1988).
Kriteria indeks keanekaragaman adalah sebagai berikut:
S : Jumlah total spesies dalam sampel
0,75 < E ÿ1,0 : Komunitas stabil Di mana:
Ln : Logaritma natural H'ÿ1 : keanekaragaman rendah :
keanekaragaman sedang
Indeks dominasi
0,5< C ÿ0,75 : Dominasi sedang
3247
Pi : Proporsi individu pada buah liar yang dapat dimakan
... (4)
0 < E ÿ 0,5 : Komunitas depresi
……… (1)
di dalam
Gambar 1. Peta wilayah studi di Pulau Sumatera, Indonesia
SUWARDI dkk. – Keanekaragaman dan status terancam buah-buahan liar yang dapat dimakan di Sumatera
Pengetahuan ekologi tradisional masyarakat lokal sangat penting untuk konservasi keanekaragaman hayati di suatu wilayah (Hanazaki dkk.
2018).
Keanekaragaman jenis tanaman buah liar yang dapat dimakan
Kami menggunakan Skema Klasifikasi IUCN untuk menentukan status terancam pada 331 spesies buah liar yang dapat dimakan. Di antara 331 spesies buah liar yang dapat dimakan dalam penelitian ini, 1 Tercatat sebanyak 331 tanaman buah liar yang dapat dimakan dari
empat wilayah penelitian yang terdiri dari 73 famili. Jumlah jenis tanaman buah-buahan terbanyak tercatat di Provinsi Sumatera Barat, yakni 176 jenis, disusul Jambi (172 jenis), Riau (121 jenis), dan Bengkulu (76 jenis) (Gambar 2).
Temuan analisis keanekaragaman spesies di
takson tergolong terancam punah (0,30%), 9 taksa (2,72%) tergolong rentan, 11 taksa (3,32%) hampir terancam, dan 139 taksa (41,99%) tergolong kurang memprihatinkan. Untuk 171 taksa (51,67%), tidak ada informasi yang memadai mengenai keberadaan atau status populasinya;
oleh karena itu, mereka dievaluasi sebagai kekurangan data (Gambar 3).
Nilai Indeks Kesamaan (CJ) berkisar antara 0,23 hingga 0,33 (Tabel 4). Kemiripannya sangat rendah, dengan koefisien lebih rendah dari 50%, dengan koefisien kemiripan tertinggi terdapat pada lokasi Sumatera Barat–Bengkulu (33%). Hal ini diperkirakan karena habitat hutan di kawasan tersebut sebanding dengan topografi dan struktur hutannya. Faktor topografi (misalnya ketinggian, aspek, dan kemiringan) dan faktor edafis (jenis tanah, kesuburan tanah, dan tekstur)
mempengaruhi pertumbuhan vegetasi (Ramos et al. 2020) dan berperan penting dalam distribusi spesies tanaman (Bhat et al. 2020 ; Suwardi et al. 2023b), yang mengarah pada diversifikasi spesies (Bhardwaj et al.
2021) dan dapat memandu komposisi hutan pada satu ketinggian (Kumar et al. 2021). Kemiripan terendah terdeteksi di lokasi Sumatera Barat–Riau dan Jambi–Bengkulu (masing-masing 23%).
HASIL DAN DISKUSI
Jumlah spesies yang tercatat dalam penelitian ini (331 spesies) lebih tinggi dibandingkan 86 spesies tanaman buah liar yang dilaporkan di Kerala, India (George dan Cristopher 2019), 52 spesies di Provinsi Thanh Hoa, Vietnam Utara (Nguyen et al. 2021), 30 spesies di Nias, Sumatera Barat, india (Ziraluo dan Duha 2020), dan 36 spesies di Benguet, Filipina (Chua-Barcelo 2014). Namun, jumlah spesies di wilayah penelitian lebih rendah dibandingkan 520 spesies buah liar yang dapat dimakan di Malaysia (Milow et al. 2014).
Mengancam status spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan.
bahwa komunitas di seluruh wilayah studi lebih stabil (Odum 1996).
Variasi keanekaragaman jenis tanaman buah liar yang dapat dimakan ini dipengaruhi oleh budaya dan pengetahuan tradisional masyarakat setempat yang memanfaatkan tanaman tersebut.
Hook.f., Garcinia atroviridis Griff. mantan T.Anderson, Garcinia xanthochymus Hook.fil. mantan J.Anderson,
Perbandingan keanekaragaman spesies antar wilayah studi
Perubahan penggunaan lahan (misalnya konversi menjadi
pertanian, perubahan praktik pertanian, dan pembangunan infrastruktur), perusakan habitat (akibat penebangan kayu, pengumpulan kayu bakar, penggembalaan, dan kebakaran hutan), dan pemanenan berlebihan merupakan ancaman terhadap tanaman buah-buahan liar yang dapat dimakan.
Mangifera foetida Lour., Mangifera laurina Blume, Mangifera odorata Griff., dan Pometia pinnata JRForst.
Indeks Kesamaan Jaccard menunjukkan kesamaan spesies di seluruh wilayah studi yang dibandingkan. Perbandingan keanekaragaman jenis di seluruh wilayah penelitian disajikan pada Tabel 4
3248
& G.Forst merupakan spesies tanaman buah liar yang paling sering tercatat di seluruh wilayah studi. Sementara itu, 74 jenis tanaman buah- buahan liar yang dapat dimakan hanya terdapat di Sumatera Barat, 45 jenis di Riau, 79 jenis di Jambi, dan 9 jenis di Bengkulu (Tabel 2).
Phyllantaceae merupakan famili tumbuhan yang paling banyak terwakili dengan masing-masing 34 spesies, diikuti oleh Moraceae (31 spesies), Euphorbiaceae dan Fagaceae (masing-masing 18 spesies), Myrtaceae (16 spesies), Anacardiaceae (14 spesies), Fabaceae dan Sapindaceae (masing-masing 13 spesies) dan Malvaceae dengan 12 spesies. 64 famili lainnya masing-masing memiliki satu hingga 10 spesies yang mewakili. Artocarpus bilangan bulat (Thunb.)
Daerah penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman jenis (H') berkisar antara 3,25 dan 3,85 (Tabel 3). Hal ini menunjukkan indeks keanekaragaman jenis tanaman buah-buahan di wilayah studi tergolong tinggi. Keanekaragaman jenis tanaman buah liar yang dapat dimakan lebih tinggi di Provinsi Sumatera Barat (3,85) namun lebih rendah di Provinsi Riau (3,25). Tingginya indeks keanekaragaman di Sumatera Barat (3,85) disebabkan oleh jumlah jenis dan populasi di lokasi ini lebih besar dibandingkan pada penelitian lain.
Merr., Baccaurea lanceolata (Miq.) Müll.Arg., Baccaurea macrocarpa (Miq.) Müll.Arg, Baccaurea polyneura
situs. Temuan ini serupa dengan temuan Solikin (2019) yang menyatakan bahwa jumlah spesies dan populasi berkorelasi positif dengan nilai indeks keanekaragaman. Dominasi jenis tanaman buah- buahan liar yang dapat dimakan di daerah penelitian berkisar antara 0,03 hingga 0,05, menunjukkan tingkat dominasi yang rendah, dan populasi setiap jenis tanaman lebih merata. Hal ini didukung dengan nilai indeks kemerataan yang tinggi yaitu lebih dari 0,90 yang menunjukkan
Gambar 2. Komposisi jenis tanaman buah-buahan liar pada penelitian daerah
B IOD IVERSITAS 24 (6): 3245-3257, Juni 2023
3249
- -
-
- -
DD
- +
tidak
+ -
Kloranthus elatior Tautan
Garcinia atroviridis Griff. mantan T.Anderson Garcinia celebica L.
-
- -
+ Dracaena elliptica Thunb. & sial.
DD +
-
+ +
-
-
-
-
-
DD
-
- -
LC LC
+ Dracontomelon dao (Blanco) Merr. & Rolfe Gluta
wallichii (Hook.f.) Ding Hou Mangifera caesia Jack Mangifera
decandra Ding Hou Mangifera foetida Lour Mangifera griffithii
Hook.f.
DD Kloranthaceae
-
- -
- Tabel 2. Daftar jenis tanaman buah-buahan liar yang ditemukan di setiap wilayah penelitian
+++
+
+ +
LC
DD
- +
+
+
-
+ - +
-
+
- -
-
Garcinia parvifolia (Teman.) Teman.
Arecaceae
-
- + -
DD Mangifera parvifolia Boerl. & Koord.-Schum. -
DD
LC
DD +
-
+ Willughbeia edulis Roxb.
-
+ Daerah belajar
-
- +++
-
- Achariaceae
-
-
+
DD
Dacryodes rostrata (Blume) HJLam Dacryodes rugosa (Blume) HJLam Santiria apiculata AWBenn.
- -
LC
Garcinia rigida Miq.
-
Combretaceae
-
- -
LC
+ Saurauia bracteosa DC
+
Eleiodoxa conferta (Griff.) Burret Licuala ferruginea Becc.
LC
DD
+ -
- Artabotrys suaveolens (Blume) Blume
Drepananthus deltoideus (Airy Shaw) Survesw. & RMKSaunders Goniothalamus macrophyllus (Blume) Zoll.
DD -
-
DD
-
- +
+
+
- + +
-
-
-
-
-
-
-
DD
+ Anacardiaceae
Terminal Griff yang bau .
-
- +
- +
+
-
Annonaceae
+
DD -
Polyalthia cauliflora Hook.f. & Thomson Xylopia malayana Hook.f. & Thomson Dyera costulata (Miq.) Hook.f.
-
LC Trema orientalis (L.) Blume
Celastrus monospermoides Loes.
DD
+ +
DD
-
LC
Tiang Salacca wallichiana .
-
-
+
SUWARDI dkk. – Keanekaragaman dan status terancam buah-buahan liar yang dapat dimakan di Sumatera
+
- Asparagaceae
+
+ -
LC
Apocynaceae
+ Celastracaceae
LC LC
-
- -
- -
DD Mangifera laurina Blume
Mangifera odorata Griff.
DD
LC +
- - Nama botani
-
LC Voacanga foetida (Blume) Rolfe
Willughbeia coriacea Dinding.
Araliaceae
DD LC
- +++
Clusiaceae
+
+ -
Keluarga
-
+ -
-
- +++
-
LC
-
+ -
-
DD
-
DD
Thottea piperiformis (Griff.) Mabb.
- + +
DD -
+ +
Bhesa panikulata Arn.
-
-
+ Brassaiopsis glomerulata (Blume) Regel LC
Heptapleurum ellipticum (Blume) Tampaknya.
- -
DD
DD Canarium caudatum Raja
Canarium hirsutum Willd.
DD
-
-
VU +
+ -
Konservasi
+ Mangifera quadrifida Jack
Mangifera similis Blume Mauria heterophylla Kunth
Solenocarpus philippinensis (Elmer) Kosterm.
-
LC -
Aktinidiaceae
-
- -
-
-
- -
-
- -
+ +
DD
-
+ -
Garcinia cowa Roxb. ex Choisy Garcinia griffithii T.Anderson Garcinia nervosa (Miq.) Miq.
+ -
-
- -
+
+
- + +
Aristolochiaceae
+ +
+
-
- Status SB RI JA BK (IUCN)
+ +
+
+ +
DD
-
+
-
- -
DD
-
Cannabaceae
DD
-
LC
Polyscias diversifolia (Blume) Lowry & GMPlunkett Schefflera rigida (Blume)
Membahayakan Trevesia palmata (Roxb. ex Lindl.) Vis.
LC
- -
-
- Canarium pateninervium Miq.
DD Pangium untuk sukses Reinw.
+
+ +
- -
-
LC -
Anisophyllea disticha (Jack) Baill.
DD LC -
VU
+
- -
-
+++
-
+ Saurauia javanica (Blume ex Nees) Hoogland Bouea
macrophylla Griff.
- -
-
- -
LC
- +++
Burseraceae
Centroplacaceae
-
+
-
DD
Santiria laevigata Blume Santiria oblongifolia Blume Santiria rubiginosa Blume Triomma malaccensis Hook.f.
- - Anisofilaceae
Garcinia xanthochymus Hook.f. mantan T.
Anderson Terminalia catappa L.
+
- Huberantha rumphii (Blume ex Hensch.)
-
LC +
LC LC
-
-
Salacca berhubungan dengan Griff.
DD
LC
3250
Castanopsis clemensii Soepadmo Castanopsis costata (Blume) A.DC.
+
- + +
+
- -
- +
+
-
DD DD
DD
-
- Castanopsis malaccensis Judi
Castanopsis schefferiana Hance Castanopsis scortechinii Judi Lithocarpus bancanus (Scheff.) Rehder Lithocarpus daphnoideus (Blume) A. Camus Lithocarpus elegans (Blume) Hatus. ex Soepadmo Lithocarpus encleisacarpus (Korth.) A.Camus Lithocarpus gracilis (Korth.) Soepadmo Lithocarpus hystrix (Korth.) Rehder Lithocarpus lucidus (Roxb.) Rehder Lithocarpus reinwardtii (Korth.) A.Camus Lithocarpus sundaicus (Blume) Rehd
LC -
-
-
DD Ebenaceae
+ +
- -
+ -
DD
+ +++
LC Antidesma montanum var. montanum Blume
Cephalomappa malloticarpa JJSm.
DD
+
- Mallotus macrostachyus Müll.Arg.
-
DD
-
-
-
+ -
DD Commelinaceae
+
- -
- +
+
-
DD
- -
LC
- - - Ctenolophonaceae
-
+ +
DD +
-
- +
+ -
-
- -
+ -
+ + Mallotus panikulatus (Lam.) Müll.Arg.
DD -
-
LC Parkia unik Miq.
- -
- Amischotolype mollissima (Blume) Hassk.
-
- +
- -
-
- Konifera Macaranga (Rchb.f. & Zoll.) Müll.Arg.
Castanopsis argentea (Blume) A.DC. DI DALAM
DD
LC
VU -
- Cucurbitaceae
-
+ +
+
+ -
Macaranga tanarius (L.) Müll.Arg.
Connaraceae
LC
- Triadica cochinchinensis Lour.
DD DD +
- -
-
+
LC
+
DD
-
- -
+
-
- + +
DD -
+
- + + -
-
- +
- -
LC -
Daphniphylaceae
-
DD -
-
-
+ -
- +
- Archidendron bubalinum (Jack) ICNielsen
Archidendron clypearia (Jack) ICNielsen Archidendron cockburnii ICNielsen Archidendron ellipticum (Blume) ICNielsen
Archidendron microcarpum (Benth.) ICNielsen Dialium indum L.
LC -
LC
DD Castanopsis inermis (Lindl.) Benth. & Hook.f.
- -
LC DD
-
+
- -
-
kacang polong
- Zehneria repanda (Blume) CMSimmons
Evodianthus funifer (Poit.) Lindm.
-
Fagaceae
Elateriospermum kemudian
Blume Sloanea sigun (Blume) K.Schum.
LC
+ - +
+++
+
-
-
+
- -
+ +
+
- Endospermum diadenum (Miq.) Airy Shaw
Glochidion obscurum (Roxb. ex Willd.) Blume Homalanthus populneus Pax
Koilodepas longifolium Hook.f.
-
DD
+
- Mallotus miquelianus (Scheff.) Boerl.
+ -
-
- Euphorbiaceae
- -
+
+ Amischotolype marginata (Blume) Hassk.
- -
+++
Dilleniaceae
-
-
-
+
-
+
+ -
- + +
DD Falcataria falcata (L.) Greuter & R.Rankin
Guilandina bonduc L.
+++
-
LC
Castanopsis javanica (Blume) A.DC. -
DD DD -
-
-
DD +
LC Mallotus peltatus (Geiseler) Müll.Arg.
-
-
- Parkia timoriana (DC.) Dapatkan.
DD LC LC
+ Agelaea trinervis (Llanos) Merr.
-
- Dillenia reticulata Raja
Tetracera scandens (L.) Merr.
- -
-
- Macaranga gigantea (Rchb.f. & Zoll.) Müll.Arg.
- +
-
- -
-
- -
+
+
-
LC
-
+
LC -
DD
- Costaceae
-
LC Elaeocarpaceae
- -
-
+
-
-
-
DD DD
+
+ -
+ - + Alangium ridleyi Raja
Alangium uniloculare (Griff.) Raja Hellenia speciosa (J.Koenig) SRDutta Ctenolophon parvifolius Oliv.
+ -
-
+ + -
-
- +
-
+ + +
- - -
+ +
DD
- Whitfordiodendron nieuwenhuisii (JJSm.) Dunn
Castanopsis acuminatissima (Blume) A.DC. LC
LC VU
- DD
- Diospyros buxifolia (Blume) Hier n
Elaeocarpus floribundus Blume Elaeocarpus serratus L.
- - -
+ Macaranga pruinosa (Miq.) Müll.Arg.
+ -
+
DD Mallotus philippensis (Lam.) Müll.Arg.
-
-
+
-
+ + - Daphniphyllum griffithianum (Wight) Noltie Dillenia
excelsa (Jack) Gilg Dillenia indica L.
+ Antidesma cuspidatum Müll.Arg.
DD DD
+
-
-
DD DD
-
+ -
- -
DD DD
LC
- -
DD -
Cyclanthaceae
- -
DD -
Mallotus floribundus (Bl.) MA
tanaman jagung
DD
- Dialium platysepalum Baker
Adenanthera pavonina L.
LC DD -
+
LC B IOD IVERSITAS 2 4 ( 6 ) : 32 4 5 -3257, 20 Juni 2 3
3251
DD
-
+ - -
- +
- -
Aglaia tomentosa Teijsm. & Kalimat.
- +
LC
-
-
DD
- +++
-
- - +
+
- -
-
DD Lambang Litsea (Blume) Boerl.
- +
tidak
- +
+
+ -
tidak
-
Artocarpus elasticus Reinw. ex Blume Artocarpus integer (Thunb.) Merr.
-
tidak
DD +
Gnetaceae
LC
+ + -
-
Dysoxylum alliaceus (Blume) Blume ex A.Juss Epicharis parasitica (Osbeck) Mabb.
+
+
Artocarpus lacucha Buch.-Ham.
-
LC -
-
+
+ -
- - +
+ +
-
+ +
-
-
LC -
+
- Lecythidaceae
VU DD
+
+ +
LC -
- Cratoxylum formosum (Jack) Benth. & Hook.f. ex Dyer
Cratoxylum sumatranum (Jack) Blume Curculigo capitulata (Lour.) Kuntze Irvingia malayana Oliv. mantan AWBenn.
DD
-
+ + + Nothaphoebe umbelliflora (Blume) Blume
Phoebe grandis (Nees) Merr.
DD
+ -
-
+
LC
+
- -
- Hypericaceae
-
+ -
Tiang berkarinasi keras .
+++
LC -
-
Sturculia fetida L.
DD -
- -
LC
Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.
-
LC +
+ Lauraceae
Artocarpus odoratissimus Blanco Artocarpus rigidus Blume Ficus altissima Blume Ficus annulata Blume Ficus aurata (Miq.) Miq.
-
+ -
-
-
-
- +
- +++
+ Hipoksidaceae
- -
+ -
- -
-
- - Malvaceae
+
+
- -
Pupuk ditetapkan oleh Korth.
LC
LC +
+
LC
-
+
DD
-
LC
+ + -
Ficus cotinifolia Kunth
Ficus fistulosa Reinw. dari Blume Ficus fulva Reinw. ex Dinding Blume Ficus glandulifera (Miq.). dari Raja Ficus globosa
Blume Ficus grossularioides Burm.f.
-
SUWARDI dkk. – Keanekaragaman dan status terancam buah-buahan liar yang dapat dimakan di Sumatera
tidak
+ + -
+ Gmelina elliptica Sm.
DD
+ -
-
+ Memecylon excelsum Blume
Miconia crenata (Vahl) Michelang.
Lamiaceae
Durio lowianus Scort. mantan Raja Durio oxleyanus Griff.
-
-
Aglaia crassinervia Kurz ex Hiern Aglaia silvestris (M.Roem.) Merr.
DD VU Litsea noronhae Blume
Litsea umbellata (Lour.) Merr.
DD
LC -
+++
+
-
-
-
tidak
Bellucia pentamera Naudin Clidemia hirta D.Don
Diplectria divaricata (Willd.) Kuntze Melastoma malabathricum L.
LC
LC -
DD +
DD
+ Gnetum cuspidatum Blume
Gnetum macrostachyum Hook.f.
LC +
+ -
-
+ +
+ +
-
-
-
+ Pternandra azurea (DC.) Burkill
Aglaia edulis (Roxb.) Dinding.
+
+ +++
LC
-
-
DD
- +
DD
-
-
-
-
LC +
LC
+
LC -
+ + +
LC
- Callicarpa pentandra Roxb.
DD
-
+
- Barringtonia acutangula subsp. spicata (Blume) Payens
Barringtonia macrostachya (Jack) Kurz Barringtonia pendula (Griff.) Kurz Barringtonia sarcostachys (Blume) Miq.
-
+ -
LC -
-
- -
- -
-
Aidia racemosa (Cav.) Tirveng.
+++
-
Artocarpus kemando Miq.
-
DD
- -
+
+ -
+ +++
-
+ -
+
DD +
-
Ficus benjamina L.
+
- - - Vitex pinnata L.
DD +++
Melastomataceae
+++
-
+
- Irvingiaceae
+ Durio Graveolens Becc.
- Aglaia angustifolia (Miq.) Miq.
- LC
-
DD -
+ +
LC
- -
tidak
+
- - Planchonia valida (Blume) Blume
Strychnos ignatii PJBergius Boschia griffithii Tiang.
+ -
DD -
Scaphium macropodum (Miq.) Beumée ex K.Heyne Sterculia chrysodasys Miq.
- -
DD
+
- -
+
LC Cinnamomum iners (Reinw.ex Nees & T.Nees) Blume
Liquids cubeba (Lour.) Pers.
+++
-
Meliaceae
LC
-
+ Moraceae
Leptonychia caudata (Dinding. ex G.Don) Burret Microcos tomentosa Sm.
-
Artocarpus anisophyllus Miq.
VU
DD DD -
LC
+++
- -
- - -
- Loganiaceae
-
VU +
LC
Ventilasi pupuk makrophylla .
DD -
- -
LC
LC +
3252
+
+
DD -
+
-
- Prainea limpato (Miq.) Beumée ex K.Heyne
Sloetia elongata (Miq.) Koord.
DD
DD +
-
-
+ +
- +
+
- -
- -
-
Aporosa nervosa Hook.f.
-
DD +++
-
-
LC
Baccaurea dulcis (Jack) Müll.Arg.
+
+
DD LC
- Syzygium littorale (Blume) Amshoff
Syzygium palawanense (CBRob.) Merr. & LMPerry Syzygium polyanthum (Wight) Walp.
- +
- + +
Eurya nitida Korth.
Ficus hispida Lf
LC
-
DD +++
Knema conferta (Raja) Warb.
DD Myrtaceae
- Syzygium zeylanicum (L.) DC. -
+
+ -
-
- -
- - -
- -
- -
-
DD +
+
DD DD
-
LC
-
+
DD
- Antidesma nigrikan Tul.
+ Ficus parietalis Blume
Ficus racemosa L.
DD
- Pentaphylacaceae
Aporosa subcaudata Dapatkan.
+
-
-
Baccaurea javanic dan MA
-
- -
+
+ -
-
+
-
- - + +
DD DD DD LC
-
-
LC
+ -
LC
DD Knema furfuracea (Hook.f. & Thomson) Warb.
+ -
- Tiang Ochanostachys amentacea .
-
+
+
Tembok Antidesma roxburghii . mantan Tul.
+ -
+ + +
-
+ -
+ -
+ +
DD Musaceae
-
DD -
DD -
+ +++
+++
-
+
LC
-
LC
-
LC
-
Phyllanthaceae
+++
+
-
-
Passiflora foetida L.
Olacaceae
- -
+
-
Aporosa falcifera Hook.f.
LC
DD
+
Baccaurea brevipes Hook.f.
LC
+ +
DD +
-
DD Dinding Myristica elliptica . dari Hook.f. &
Thomson Embelia amentacea CBClarke Litsea
angulata Blume Litsea
elliptica Blume Rhodomyrtus tomentosa
(Aiton) Hassk Syzygium acuminatissimum (Blume) DC.
-
-
- +
-
LC
Baccaurea edulis Merr.
- +
+
LC VU
- -
LC
- +
+ Eurya trichocarpa Korth.
+++
- Ficus lepicarpa Blume
Ficus obscura Blume Ficus padana Burm.f.
LC
Aporosa octandra (Buch.-Ham. ex D.Don) Vickery Aporosa stellifera Hook.f.
Passifloraceae
-
DD
- + +
DD + +
+ -
+
DD -
-
DD LC
+
+ +++
-
- -
+ Myristicaceae
-
- -
LC DD
-
+ -
+
- -
+++
Ficus ribes Reinw. ex Blume Ficus rosulata CCBerg Ficus sagittata Vahl Ficus sumatrana (Miq.) Miq.
DD
+
Aporosa yunnanensis (Pax & K.Hoffm.) FPMetcalf Baccaurea angulata Merr.
- +
-
-
Baccaurea lanceolata (Miq.) Müll.Arg.
DD -
+
- -
- + Musa acuminata Colla
Horsfieldia polyspherula (Hook.f.) J.Sinclair Knema cinerea (Poir.) Warb.
DD Myrsinaceae
- + Syzygium pycnanthum Merr. & LMPerry
Syzygium racemosum (Blume) DC.
+
- +
+
-
-
- +
-
- -
DD +
-
Scorodocarpus borneensis (Bola.) Becc.
- -
+ -
Aporosa benthamiana Hook.f.
Ficus variegata Blume Ficus virens Aiton
DD +
+ +
- -
-
+ +
+ -
LC -
Knema latericia Elmer Knema laurina (Bunga) Warb.
DD
-
+++
-
-
- -
+++
+ -
Baccaurea bracteata Mull.Arg.
DD -
+
DD
Baccaurea macrocarpa (Miq.) Müll.Arg.
DD -
-
-
LC
LC
+
- Granular aprosa Airy Shaw Lucid
aprosa (Miq.) Airy Shaw Mainayi aprosa Hook.f.
-
LC + +
-
Baccaurea deflexa Müll.Arg.
DD + +
+
DD DD -
Syzygium antiseptikum (Blume) Merr. & LMPerry Syzygium attenuatum (Miq.) Merr. & Perry Syzygium cerasiforme (Blume) Merr. & LMPerry Syzygium creaghii (Ridl.) Merr. & LMPerry Syzygium cumini (L.) Skeels
Syzygium grande (Wight) Walp.
- +
- + +
Adinandra dumosa Jack Eurya acuminata DC.
-
-
- -
-
- -
LC -
+ -
DD LC
+
+
LC
- -
LC
+ - B IOD IVERSITAS 2 4 ( 6 ) : 32 4 5 -3257, 20 Juni 2 3
3253
-
-
- -
LC
Leea mencuri Blume Nauclea orientalis (L.) L.
-
DD +
- Flacourtia inermis Roxb.
+ LC
-
+ +
-
-
DD
+ +
+ -
DD +
-
+ + + Baccaurea tetrandra (Bola.) Mull.Arg.
- - Pohon willow
+++
DD
-
- +
+
LC +
Catatan: Provinsi: SB: Sumatera Barat; RI: Riau; JA: Jambi; BK: Bengkulu. Status Konservasi: DD: Kekurangan Data; LC: Paling Tidak Kekhawatiran;
NT: Hampir Terancam; LR: Risiko Lebih Rendah; VU: Rentan; -: absen; +: sekarang Nephelium memikat Radlk. dari Leenh.
- +
DD
- Baccaurea macrophylla (Müll.Arg.) Müll.Arg.
Gonystylus forbesii Gilg
Aralidium pinnatifidum (Jungh. & de Vriese) Miq.
+ - Coffea canephora Pierre ex A.Froehner
Gardenia jasminoides J.Ellis Nauclea subdita (Korth.) Steud.
tidak
-
+ Dimocarpus lengkeng subsp. Leenh Malaysia
- +
LC
- - Buah menyirip JRForst. & G.Forst.
DD +
+ -
+ -
LC
- Primulaceae
-
DD +
- - -
DD
Solanaceae
-
-
LC
+
-
+
-
DD -
- Baccaurea polyneura Hook.f.
+
- +
+
Bunga Bridelia glauca Bunga Bridelia tomentosa
+
+
+ -
-
DD -
+ +
-
DD -
-
-
DD
- + +
LC
-
Thymelaaceae
-
-
-
DD
-
LC
+
- Harpullia cupanioides Roxb.
+
tidak
-
+ Xerospermum noronhianum (Blume) Blume
Madhuca pallida (Burck) Baehni Palaquium hexandrum (Griff.) Bola.
-
LC -
-
+++
-
DD
Debregeasia longifolia (Burm.f.) Rabu.
- Kait merica L
LC -
- Neolamarckia cadamba (Roxb.) Bosser
Porterandia anisophylla (Jack ex Roxb.) Ridl.
-
-
+ -
LC
- +
-
LC +
Rinorea anguifera (Lour.) Kuntze
Ampelocissus cinnamomea (Dinding.) Planch.
Ardisia forbesii S.Moore
Ardisia pterocaulis Miq. -
LC
Ulmaceae
-
-
DD
Rhizoporaceae
- -
-
DD -
DD -
-
- SUWARDI dkk. – Keanekaragaman dan status terancam buah-buahan liar yang dapat dimakan di Sumatera
Payena acuminata (Blume) Pierre Planchonella maingayi (CBClarke) P.Royen Eurycoma longifolia Jack
Physalis angulata L.
- -
- Baccaurea ramiflora Lour.
-
- +
-
- -
LC
+ Mikromelum minutum (G.Forst.) Wight & Arn.
-
tidak
-
- Mischocarpus pentapetalus (Roxb.) Radlk.
Violaceae
Bischofia javanica Blume
Breynia vitis-idaea (Burm.f.) CECFisch.
+
- +
+
-
LC
Simarubacaeae
-
+ Proteaceae
LC
Urtikaceae
Oroxylum indicum (L.) Kurz Paranephelium xestophyllum Miq.
-
DD -
- Baccaurea parviflora (Müll.Arg.) Müll.Arg.
Gironniera nervosa Planch.
- +
+
LC +++
+ -
-
DD -
Leea indica (Burm. f.) Merr.
Helicia Robusta (Roxb.) R.Br. ex Blume Drypetes polyneura Airy Shaw Carallia borneensis Oliv.
- +
LC -
+
+ +
LC
Rosaceae
-
-
+ -
LC
+ -
+ +
Symplocaceae
- -
LC
-
- +
- -
DD
- Baccaurea pubera (Miq.) Mull.Arg.
-
- +
- +
-
+
+
+ -
LC
-
LC
-
+ Rubus moluccanus L.
tidak
-
+++
Flacourtia rukam Zoll. & Moritzi Dimocarpus fumatus (Blume) Leenh.
- +
DD +
-
-
DD +
+ -
+ +
DD Rubiaceae
- Piperaceae
-
- Lepisanthes rubiginosa (Roxb.) Leenh.
LC -
- Palaquium obovatum (Griff.) Bahasa Inggris.
-
-
DD Baccaurea pyriformis Gage
Baccaurea racemosa (Reinw.) Müll.Arg.
-
LC -
- Ardisia crenata Sims
Ardisia elliptica Thunb.
+
Poikilospermum suaveolens (Blume) Merr.
DD -
+ Psikotria limonensis K.Krause Citrus
swinglei Burkill ex Harms Clausena excavata Burm.f.
- -
LC
-
DD
-
- -
+
-
LC
+ - +
+
- -
DD
+
+
+
DD
-
Sapindaceae
-
Symplocos cochinchinensis (Lour.) S.Moore Schima wallichii (DC) Korth.
-
Theaceae
-
+ + Baccaurea sumatrana (Miq.) Müll.Arg.
- +++
Sabiaceae
DD
-
- - Meliosma sumatrana (Jack) Walp.
DD -
Vitaceae
Nephelium cuspidatum Blume Nephelium maingayi Hiern
Nephelium ramboutan-ake (Labill.) Leenh.
Sapotaceae Rutaceae
LC
+
LC +
- -
+++
-
DD
- -
+ +
+ +
LC
-
Torricelliaceae
-
- Putranjivaceae
LC
- -
lahan pertanian. Sektor pertanian, khususnya pertumbuhan tanaman non-kayu tahunan dan tahunan, mengancam keberadaan lebih dari separuh WEF di wilayah studi di masa depan. Namun penggunaan sumber daya hayati, khususnya penebangan dan pemanenan kayu, menyumbang 19,9% dari ancaman tersebut (Gambar 4).
3254
Konservasi spesies tanaman buah-buahan liar yang dapat dimakan Sumatera kaya akan spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan, yang penting bagi mata pencaharian masyarakat lokal.
Terlebih lagi, kawasan ini memiliki lahan yang tersedia, dan iklim yang cocok untuk kelangsungan hidup spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan. Namun, berbagai aktivitas manusia, khususnya perubahan penggunaan lahan, secara signifikan mengancam keberadaan spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan. Menurut daftar merah IUCN, 22 dari 331 spesies yang ditemukan di wilayah penelitian tergolong
terancam. Oleh karena itu, upaya konservasi baik in-situ maupun ex-situ harus dimulai dari:
Castanopsis argentea adalah spesies tanaman buah liar yang dapat dimakan dan terdaftar sebagai spesies terancam punah. Pada saat yang sama, S. bracteosa, M. similis, C. parvifolius, C. scortechinii, D.graveolens, D. lowianus, A. angustifolia, A. anisophyllus, dan H.
polyspherula adalah delapan spesies tanaman buah liar yang dapat dimakan yang terdaftar. sebagai Rentan. Sebaliknya, Daftar Merah IUCN hanya mencantumkan dua spesies tanaman buah-buahan liar yang dapat dimakan yang ditemukan di wilayah studi sebagai kekurangan data, sementara 169 spesies belum terdaftar. Penelitian ini mendukung temuan Suwardi et al. (2022b), yang menemukan bahwa lebih dari separuh spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan di Provinsi Aceh, Indonesia tidak memiliki penilaian konservasi global dalam Indeks Daftar Merah Tanaman IUCN. Borelli dkk. (2020) mencatat bahwa dalam Indeks Daftar Merah Tanaman IUCN, hanya kurang dari sepertiga spesies tanaman buah liar yang diketahui memiliki penilaian konservasi global.
secepatnya. Upaya konservasi in-situ meliputi Temuan mengungkapkan bahwa ancaman utama terhadap
ketersediaan WEF di wilayah studi adalah perluasan
Keserasian
Bengkulu
0,25 Tabel 3. Indeks Dominasi, Keanekaragaman Shannon, dan Kemerataan di empat provinsi
Sumatera Barat 176
172 76
West Sumatra Riau Jambi Bengkulu 3,85
3,25 3,84 3,40 Jambi
Gambar 3. Jumlah WEF dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN yang diklasifikasikan berdasarkan kelas dan kategori risiko
Indeks (C)
0,92
Jambi
0,23 0,26 0,24
Indeks (E)
0,95 Riau 121
Indeks
Keanekaragaman Shannon (H')
Tabel 4. Indeks Kesamaan Sorenson di wilayah penelitian
0,23 0,94
0,33 Bengkulu
Jumlah spesies
Sumatera Barat
Gambar 4. Ancaman utama terhadap WEF di wilayah studi
Riau
Dominasi
0,03 0,05 0,03 0,04 Propinsi
0,95
B IOD IVERSITAS 24 (6): 3245-3257, Juni 2023
Jenis tanaman buah yang dapat dimakan lebih tinggi di Provinsi Sumatera Barat (3,85) namun lebih rendah di Provinsi Riau (3,25). A. integer, B.
lanceolata, B. macrocarpa, B. polyneura, G. atroviridis, G. xanthochymus, M. foetida, M. laurina, M. odorata, dan P. pinnata merupakan spesies tanaman buah liar yang paling sering tercatat di seluruh wilayah studi.
Namun, 76 jenis tanaman buah liar yang dapat dimakan hanya ditemukan di Sumatera Barat, 44 jenis di Riau, 75 jenis di Jambi, dan 9 jenis di Bengkulu.
2017). Kebun raya dapat digunakan untuk melestarikan dan memamerkan spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan serta melakukan penyelidikan mengenai biologi dan ekologinya. Selain itu, pembentukan bank benih merupakan strategi penting untuk melestarikan spesies tanaman liar, termasuk spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan, mengingat benih dapat bertahan selama bertahun-tahun, memungkinkan penyimpanan genetik jangka panjang dan penting bagi pengembangan pertanian, kehutanan, dan peternakan (León- Lobos dkk.2012). Bank benih juga dapat digunakan untuk memulihkan populasi tanaman buah-buahan liar yang punah atau terancam punah. Konservasi berbasis masyarakat melalui domestikasi spesies tanaman buah liar yang dapat dimakan juga dipertimbangkan untuk konservasi tanaman buah liar yang dapat dimakan. Masyarakat lokal dapat menanam buah-buahan liar yang dapat dimakan dengan menggabungkannya dengan tanaman di kebun, pekarangan, atau lahan pertanian mereka (Suwardi dkk.
2023c). Seleksi, pengelolaan, dan budidaya spesies tanaman buah liar yang dapat dimakan mungkin memerlukan penerapan konsep silvikultur dan hortikultura (Akinnifesi dkk. 2007).
Di antara 331 spesies buah-buahan liar yang dapat dimakan dalam penelitian ini, 1 takson diklasifikasikan sebagai terancam punah (0,30%), 9 taksa (2,72%) sebagai rentan, 11 taksa (3,32%) sebagai hampir terancam, dan 139 taksa (41,99%) sebagai paling tidak memprihatinkan, dan 171 taksa (51,67%) sebagai Kekurangan Data.
UCAPAN TERIMA KASIH
Pengembangan teknik perbanyakan seperti kultur jaringan, stek, okulasi, dan perkecambahan biji dapat digunakan untuk memperbanyak spesies buah liar yang dapat dimakan. Mempromosikan dan mendomestikasi spesies tanaman buah-buahan liar yang dapat dimakan akan meningkatkan status gizi dan penghidupan masyarakat lokal sekaligus melindungi spesies buah-buahan tersebut dari kepunahan di alam liar (Rathore 2009). Dengan dilaksanakannya upaya tersebut, diharapkan konservasi ex-situ terhadap tanaman buah- buahan liar dapat diperkuat, dan keberadaannya dapat tetap terjaga meskipun habitat aslinya dirusak atau terancam.
3255
Kesimpulannya, penelitian kami mendokumentasikan total 331 satwa liar
Kami berterima kasih kepada semua masyarakat di desa-desa yang diteliti atas keramahtamahan dan berbagi pengetahuan mereka. Kami berterima kasih kepada semua masyarakat di desa-desa yang diteliti atas keramahtamahan dan berbagi pengetahuan mereka. Kajian mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia pada tahun 2022-2023 melalui Hibah Penelitian Disertasi/
PDD (083/E5/PG.02.00/PT/2022) dan Badan Riset Inovasi Nasional Republik Indonesia melalui Hibah Penelitian Ekspedisi dan Eksplorasi/PEE Tahun 2022 (01/PEE/PPK-DFRI/2022).
REFERENSI perlindungan dan pengelolaan habitat tanaman buah-buahan liar, serta
pemulihan populasi tanaman liar (Nduche et al. 2023). Tanaman buah- buahan liar yang dapat dimakan membutuhkan habitat yang sesuai untuk bertahan hidup; oleh karena itu, melindungi habitat alami yang cocok untuk tanaman ini sangatlah penting. Membatasi akses manusia terhadap habitat, memantau dan mengurangi aktivitas manusia yang mengancam habitat, dan memulihkan kondisi lingkungan yang rusak merupakan strategi penting dalam perlindungan dan pengelolaan habitat alami (Hofmann 2022).
Penanaman pohon buah-buahan liar yang sudah punah atau terancam punah serta penguatan populasi tumbuhan liar yang ada dinilai dapat mengembalikan kekayaan spesies ke habitat aslinya. Selain itu, dengan menyebarluaskan informasi mengenai tumbuhan liar, memberikan pelatihan konservasi in-situ, dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan konservasi, upaya konservasi in- situ terhadap tanaman buah-buahan liar yang dapat dimakan diyakini akan semakin diperkuat, dan keberadaannya tidak terancam punah. .
jenis tanaman buah yang dapat dimakan di empat lokasi penelitian di Sumatera yang terdiri dari 73 famili. Jumlah jenis tanaman buah terbanyak tercatat di Provinsi Sumatera Barat yakni 176 jenis, disusul Jambi (172 jenis), dan Riau (121 jenis).
Konservasi ex-situ tanaman buah-buahan liar dilakukan dengan melakukan konservasi tanaman di tempat lain selain habitat alaminya, seperti kebun raya, bank benih, dan fasilitas lainnya. Kebun raya menawarkan peluang bagus untuk melestarikan keanekaragaman tanaman secara ex-situ dan memainkan peran penting dalam pencegahan kepunahan spesies melalui tindakan konservasi terpadu (Mounce et al.
spesies), dan Bengkulu (76 spesies). Keanekaragaman alam liar
Borelli T, Hunter D, Powell B, Ulian T, Mattana E, Termote C, Pawera L, Beltrame D, Penafiel D, Tan A, Taylor M, Engels J. 2020. Lahir untuk memakan makanan liar: Pendekatan konservasi terpadu untuk mengamankan alam liar tanaman pangan untuk ketahanan pangan dan gizi. Tanaman 9 : 1299. DOI : Adnan, Navia ZI, Silvia M, Antika M, Suwardi AB, Baihaqi, Yakob M.
10.3390/tanaman9101299.
Bhardwaj DR, Tahiry H, Sharma P, Pala NA, Kumar D, Kumar A, Bharti.
2021. Pengaruh Aspek dan gradien ketinggian terhadap pola vegetasi, karakteristik pohon dan kepadatan karbon ekosistem di Himalaya Barat Laut.
Tanah 10 (11): 1109. DOI: 10.3390/tanah10111109.
2017. Pengumpulan dan nutrisi makanan liar secara komersial
Bhat JA, Kumar M, Negi A, Todaria N, Malik ZA, Pala NA, Kumar A, Shukla G.
2020. Gradien ketinggian Keanekaragaman spesies dan komunitas vegetasi berkayu sepanjang gradien ketinggian Himalaya Barat. Konservasi Glob Ecol 24: e01302. DOI: 10.1016/j.gecco.2020.e01302.
Akinnifesi FK, Leakey RRB, Ajayi OC, Sileshi G, Tchoundjeu Z, Matakala P, Kwesiga F. 2007. Pohon Buah-buahan Asli di Daerah Tropis: Domestikasi, Pemanfaatan dan Komersialisasi. CAB Internasional, Inggris. DOI:
10.1079/9781845931100.0000.
BPS (Badan Pusat Statistik Republik Indonesia). 2021b. Jumlah Penduduk Hasil SP2020 Menurut Wilayah Dan Jenis Kelamin. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Jakarta. [Indonesian]
Broegaard RB, Rasmussen LV, Dawson N, Vongvisouk T, Grogan K.
Begossi A, Hanazaki N, Tamashiro JY. 2002. Tanaman obat di Hutan Atlantik (Brasil): Pengetahuan, kegunaan, dan konservasi. Hum Ekol 30: 281-299. DOI:
10.1023/A:1016564217719.
2022. Keanekaragaman Tanaman Jamu dan Rempah-Rempah Serta
Kepentingannya Dalam Pengobatan Tradisional Di Kabupaten Aceh Selatan Indonesia.
BPS (Badan Pusat Statistik Republik Indonesia). 2021a. Angka Deforestasi Netto Indonesia di Dalam Dan di Luar Kawasan Hutan Tahun 2013-2020. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Jakarta.
Biodiversitas 23 (7): 3836-3843. DOI: 10.13057/biodiv/d230761.
[Bahasa Indonesia]
SUWARDI dkk. – Keanekaragaman dan status terancam buah-buahan liar yang dapat dimakan di Sumatera