* Corresponding Author
Email : [email protected]
© 2023 Author(s), Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan (14) 1 2023
P-ISSN: 2087-0825, E-ISSN: 2548-6977 DOI: 10.23960/administratio.v14i1.338 Accredited by Kemenristek Number 85/M/KP/2020 (Sinta 4)
ARTICLE
Manajemen Strategi Kerjasama Antar Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Utara dalam Pengendalian Laju Inflasi pada Program Misi Dagang Ekonomi Pasar
Dian Febri Artanti1, Deby Febriyan Eprilianto2*
1,2 Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya
How to cite: Artanti, D.F, Eprilianto, D.F. (2023) Manajemen Strategi Kerjasama Antar Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Utara dalam Pengendalian Laju Inflasi pada Program Misi Dagang Ekonomi Pasar. Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan, 14(1)
Article History
Received: 11 November 2022
Accepted: 15 Mei 2023 Keywords:
Decentralization,
Management Strategy, Trade Mission Program.
Kata Kunci:
Desentralisasi, Manajemen Strategi, Program Misi dagang
ABSTRACT
Changes in economic conditions during the covid-19 pandemic, triggered a decline in the level of the economy in Indonesia. The impact of these events resulted in a weakening of public purchasing power at large. The government is optimistic about implementing the National Economic Recovery (PEN) program, both nationally and through regional authorities specifically in East Java Province. The East Java Provincial Government took the initiative to create a trade mission program, involving cooperation between partner provinces. Through the implementation of the trade mission program, the government is collaborating with several agencies, especially the Department of Trade and Industry, regional apparatus organizations, and business actors. This study aims to identify and analyze the strategic management of the Department of Industry and Trade in developing small, medium and large industries to increase the market economy between the provincies of East Java and North Sulawesi. The method used in this research is qualitative research. Data collection used through observation, interviews and documentation. The results of the study show that the trade mission program between East Java and North Sulawesi from three aspects of strategic management, which shows the good implementation of programs such as environmental monitoring, strategy formulation and strategy implementation which play a role in reducing the market economy inflation rate. Even so it is necessary to make improvements to other aspects in order to have a sustainable impact on the implementation of the dagang mission program being carried out.
ABSTRAK
Perubahan kondisi ekonomi pada masa pandemi covid-19, memicu terjadinya penurunan tingkat perekonomian di Indonesia. Dampak peristiwa tersebut, mengakibatkan melemahnya daya beli masyarakat secara luas. Pemerintah optimis melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), baik secara nasional maupun melalui otoritas daerah secara spesifik di Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berinisiasi menciptakan program misi dagang, dengan melibatkan kerjasama antar provinsi mitra. Melalui pelaksanaan program misi dagang tersebut, pemerintah menggandeng beberapa dinas, terutama Dinas Perdagangan dan Perindustrian, organisasi perangkat daerah, serta pelaku usaha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis manajemen strategi
18 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 31-44
Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam mengembangkan industri kecil, menengah dan besar meningkatkan ekonomi pasar antara provinsi Jawa Timur dengan Sulawesi Utara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program misi dagang antara Jawa Timur dengan Sulawesi Utara dari tiga aspek manajemen strategi, yang menunjukkan berjalan baiknya pelaksanaan program seperti pengamatan lingkungan, perumusan strategi, dan pelaksanaan strategi yang berperan dalam menekan laju inflasi ekonomi pasar. Meskipun demikian, perlu dilakukan pembenahan kembali pada aspek-aspek lainnya agar membawa dampak keberlanjutan pelaksanaan program misi dagang yang dilakukan.
A. PENDAHULUAN
Masa pandemi Covid-19 yang melanda di Indonesia, menjadi isu terbesar bagi pemerintah untuk melakukan pemulihan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data dari BPS, pada tahun 2020 Indonesia mengalami deflasi sebesar -2.07% karena pergerakan perkenomian yang kurang stabil. Berdasarkan permasalahan tersebut, pemerintah berusaha untuk mengembalikan tingkat perekonomian negara melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tujuan dari program tersebut adalah menyelamatkan jiwa serta perekonomian yang mengalami penurunan. Realisasi program PEN pada bulan Agustus tahun 2021 terbesar yaitu pada kebijakan insentif usaha sebesar 81,4 % dan terendah pada realisasi kebijakan dukungan UMKM sebesar 29,6 % (BPS, 2021). Melalui hasil persentase tersebut, agar dapat terealisasi secara maksimal, maka penentuan program subsidi maupun bantuan sosial harus diberikan secara tepat sasaran. Kerjasama perlu dilakukan antara pihak berwenang dengan masyarakat dalam menyukseskan program pemulihan ekonomi ini.
Seperti halnya menjalin hubungan kerjasama nasional maupun internasional.
Pemerintah pusat memiliki wewenang untuk melimpahkan kekuasannya kepada tiap-tiap daerah untuk membantu meningkatkan perekonomian Indonesia melalui desentralisasi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, arti desentralisasi adalah penyerahan kekuasaan pemerintahan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom berdasarkan asas otonomi. Otonomi yang diberikan pada setiap daerah, berkaitan dalam pengelolaan keuangan suatu daerah maupun bantuan dari pemerintah pusat dalam hal capaian peningkatan ekonomi antar wilayah maupun dengan pihak luar negeri. Seperti pada penelitian menurut (Wangke, 2013) menjelaskan bahwa kerjasama antar Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Belu memiliki potensi melakukan perdagangan antar- negara di perbatasan, namun kendala yang dihadapi adalah adanya kerugian yang dialami oleh Indonesia akibat tidak tuntasnya kesepakatan dengan negara-negara terkait. Lemahnya koordinasi yang terjadi atas ketidak jelasan implementasi Broder Trade Agreement, maka perdagangan yang terjadi dapat bersifat informal, serta dampak yang terjadi berakibat pada peredaran barang bukan hanya beredar di daerah perbatasan namun sudah sanpai ke ibukota provinsi. Kemudian, kerjasama yang dilakukan dengan pihak luar negeri memiliki keunggulan dalam melakukan kerjasama sister city. Seperti hal nya pada penelitian menurut (Anggia G et al, 2020), kerjasama yang dilakukan antara kota Bandung dengan kota Petaling Jaya di Malaysia dalam ekonomi perdagangan sudah memadai melalui fisik, finansial sumber daya manusia, ekonomi perdagangan dengan melakukan kolaborasi kegiatan-kegiatan promosi di Petailing Jaya.
Kelemahan yang dialami adalah dari segi perencanaan yang kurang baik. Ketidaksiapan pemerintah menjadi penghambat sebuah tujuan program untuk meningkatkan capaian pertumbuhan ekonomi.
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 31-44 | 31 Negara-negara berkembang yang menginginkan capaian pertumbuhan ekonomi dan berkelanjutan harus melakukan penyesuaian struktural didalam negeri sehingga proses integrasi dengan pasar global dan percepatan industrialisasi bisa menjadi lebih mudah (Purnomo, 2016). Penyediaan sarana dan prasarana maupun proses pendampingan yang memadai pada suatu daerah, mampu membantu dalam kegiatan perdagangan secara optimal.
Dengan adanya dukungan potensi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi perdagangan suatu daerah, pemerintah daerah membantu dengan adanya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) serta menggandeng OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dalam pengembangan mutu dagang. Menurut (Nurhayati, 2015) terdapat enam strategi bagi UMKM dalam meningkatkan kinerjanya diantaranya (1) mempermudah dalam permodalan, (2) memperluas jaringan pemasaran, (3) peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, (4) adanya sarana dan prasarana yang memadai, (5) terciptanya iklim yang kondusif, dan (6) teknologi yang tepat guna.
Perkembangan potensi dagang, menjadi ketertarikan suatu daerah lainnya untuk menjalin kerjasama antar daerah. Kerjasama akan terjadi apabila adanya kesesuaian dan keunggulan pada masing-masing daerah dengan mempertimbangkan keuntungan. Karena itu, bentuk kerjasama juga dipengaruhi keunggulan komparatif (kepemilikan sumber) dan keunggulan kompetitif (efisiensi) (Surkati, 2012). Kegiatan perdagangan pada kerjasama antar daerah menciptakan pemenuhan kebutuhan daerah yang tidak dimiliki oleh tiap-tiap daerah. Setiap daerah yang melakukan kerjasama tidak bertujuan menciptakan daya saing namun menciptakan kolaboratif aktif perdagangan.
Sebagai salah satu bentuk program yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur yakni program misi dagang. Program tersebut diciptakan untuk dapat menekan laju inflasi melalui kerjasama antar daerah yang telah melakukan kesepakatan. Program tersebut dilaksanakan bersama dengan Ibu Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur. Beliau melakukan kesepakatan kerjasama antara Sulawesi Utara dengan Jawa Timur. Hal tersebut dilakukan oleh Khofifah dengan menggandeng pelaku usaha hingga OPD, baik dari Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Sebagai informasi, berdasarkan data BPS catatan transaksi perdagangan antara Jatim dan Sulut di tahun 2021.
Tabel 1 : Data BPS Transaksi Perdagangan antara Jatim-Sulut Tahun 2021
Keterangan Rupiah
Nilai muat (Jatim-Sulut) 1,45 Triliun Nilai bongkar (Sulut - Jatim) 300,45 Miliar
Surplus 1,15 Triliun
Sumber : (Azmi, 2022)
Dalam keterangan di atas menyatakan bahwa pergerakan keuntungan yang dirasakan oleh kedua provinsi tersebut dapat menghasilkan pemenuhan potensi yang belum dimiliki menjadi terpenuhi. Adapun barang yang diminati oleh Provinsi Sulut dari Jatim adalah Minyak bahan bakar, Cerutu dan Sigaret, Buah Apel, Perhiasan dan Aksesoris, Jeruk Pamelo,Anggur, Sepeda Motor, Daging dan Telur Ayam, Minyak Goreng, dan sebagainya (Astuti,2022).
Sedangkan barang yang diminati Provinsi Jatim dari Sulut adalah Briket batubara, Ikan hidup , Kayu gelondongan dari pohon bukan jenis konifera, Ikan beku, Biji Pala, Bunga Pala, Kapulaga, Getah Alam, Kacang-kacangan, dan lain-lain (Astuti,2022). Pada saat pandemi
32 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 31-44
Covid-19, Jatim mengalami penurunan dalam ekspor luar negeri. Hal ini mengakibatkan terjadinya defisit cukup besar. Namun, dalam melakukan kerjasama antar daerah yang dilakukan oleh Sulawesi Utara dan Jawa Timur dapat terjadi peningkatan. Potensi yang dimiliki Jawa Timur bagi Sulawesi Utara dapat berupa hasil industri, manufaktur dan pertanian, sedangkan Sulawesi Utara bagi Jawa Timur berupa hasil laut seperti perikanan hingga rempah-rempah. Dalam kesepakatan tindak lanjut kontinuitas kebutuhan yang saling memenuhi dan mengisi pada Sulawesi Utara hingga Jawa Timur, dilakukan penandatanganan MoU bagi OPD maupun bagi organisasi usaha. Guna penandatanganan tersebut untuk terjalin dan terikat atas perjanjian yang dilakukan pada kedua provinsi tersebut. Dari hasil pertemuan Business to Business (B to B) dengan pengusaha Sulut tersebut, Kadin Jatim berhasil membukukan transaksi sebesar Rp27,80 miliar, dengan perincian sebagai berikut :
Tabel 2. Transaksi Pembukuan Kerjasama Antar Daerah antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara
Pembelian alat
pemadam kebakaran Rp.3,6 Miliar
Gula merah Rp.2,88 Miliar
Gula putih Rp.3,6 Miliar
Kopi Rp. 840 Juta
Batok arang Rp.12,5 Miliar
Pelatihan SDM Rp.3,84 Miliar Sumber : (Nila, 2022)
Dalam penjelasan tersebut berdasarkan pengelolaan keuangan hingga kerjasama yang dilakukan antara Sulawesi Utara dan Jawa Timur, maka penerapan manajemen strategi diperlukan dengan tepat. Serta diharapkan dapat meningkatkan kinerja pihak yang terlibat dengan potensi masyarakat, untuk dapat menghasilkan keuntungan pemenuhan kebutuhan antar provinsi dan pengendalian laju inflasi yang sempat mengalami penurunan di masa pandemi. Sehingga, melalui penelitian ini dapat mengetahui dan menganalisis manajemen strategi Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam mengembangkan industri kecil, menengah dan besar meningkatkan ekonomi pasar melalui program kerjasama antar daerah yang dilakukan.
B. TINJAUAN PUSTAKA Desentralisasi
Desentralisasi merupakan kegiatan penyerahan urusan pemerintahan dari pusat kepada daerah. Dengan begitu, wewenang yang telah diberikan pada tiap-tiap daerah dalam mengurus daerahnya masing-masing merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah. Pada tataran organisasi pemerintah, desentralisasi dapat dipahami sebagai konsekuensi dari interaksi yang berlangsung antara lembaga pemerintah yang berbeda kedudukannya secara struktural yakni antara pemerintah di level tinggi dengan yang berada di bawahnya (Guntoro, 2021). Penerapan desentralisasi kebijakan bukan menjadi hal yang rumit, kebijakan publik memberi diskresi pada tiap daerah untuk berpikir mengatur potensi yang ada. Oleh karena itu, pusat memberi jalan dengan model pemberdayaan memberi kesempatan perihal Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta metafora baru untuk desentralisasi kebijakan melalui Dana Kebijakan Publik (Patarai, 2021). Jika dikaitkan dengan pembagian wilayah berdasarkan asas otonomi, maka daerah berhak mengatur dan mengurus
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 31-44 | 33 kepentingannya sendiri. Isu permasalahan yang kerap terjadi terkait lemahnya pengawasan dan penegakan kelembagaan menjadi hal yang krusial bagi pelaku desentralisasi. Adapun hal tidak baik dan menyimpang dari praktek desentralisasi itu sendiri, pertama kebijakan desentralisasi kepada otonom daerah diberlakukan ditengah krisis ekonomi yang amat parah, kedua otonomi daerah diberlakukan ditengah kekacauan dan ketidak pastian hukum, serta adanya gerakan separatisme oleh suatu wilayah (Simanjuntak, 2015).
Kebijakan desentralisasi menjadi tolak ukur pengembangan mutu pemerintahan yang bertanggung jawab sebagai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, agar dapat berjalan baik maka perlu diterapkannya sistem desentralisasi memiliki tujuan tertentu, menurut Suparmoko (dalam Sutriani & Damanik, 2022), tujuan kebijakan desentralisasi adalah mewujudkan keadilan antara kemampuan dan hak daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengurangan subsidi dari pemerintah pusat, dan mendorong pembangunan daerah sesuai dengan aspirasi masing-masing daerah. Arah kebijakan desentralisasi ini kemudian perlu sejalan dengan tujuan pembangunan, dengan mempertimbangkan peran serta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Potensi masyarakat juga menjadi bentuk pendukung dilaksanakannya kebijakan desentralisasi, sebagai penggerak pembangunan nasional maupun daerah dalam menekan angka laju inflasi.
Manajemen Strategi
Keberlanjutan sebuah kebijakan, dipengaruhi oleh sejauh mana pelaksana menentukan dan menyusun strategi untuk memberi dampak perubahan positif kedepan. Dalam pelaksanaannya, suatu strategi kebijakan memerlukan sebagian tim/orang yang bertugas untuk bertanggung jawab merumuskan strategi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Pearch dan Robinson (dalam Juliansyah, 2015), manajemen strategi adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Sasaran yang dilakukan dapat menciptakan efektivitas perusahaan dalam mengimplementasikan strategi tersebut. Berbagai kemungkinan yang harus diperhatikan dalam perumusan strategi dan implementasi strategi menurut (Anwar, 2020), adanya (1) Success (Keberhasilan), (2) Trouble (Masalah), (3) Roulette (Perputaran), (4) Failure (Kegagalan).
Hal yang dapat dijadikan komponen suatu strategi, dapat dijadikan bahan pertimbangan berjalan baiknya pelaksanaan kebijakan/program. Seperti mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya tahap pengorganisasian, pelaksanaan, anggaran, sumber daya manusia, serta evaluasi pada pelaksanaan program sebelumnya. Tahap pengorganisasian dilakukan dengan melakukan pengamatan, pembagian tugas pokok, serta menjalin hubungan kerjasama dengan pihak yang berkepentingan. Tahap pelaksana, adanya kegiatan koordinir suatu lembaga terkait kegiatan program yang dilaksanakan. Tahap anggaran, adanya dana pendukung yang diperoleh dari pemerintah pusat kepada suatu lembaga sebagai operasional pelaksanaan program. Sumber daya manusia, mengacu pada partisipasi aktif antara lembaga dengan masyarakat. serta evaluasi berperan untuk menilai kekurangan yang terjadi sebelumnya, untuk dilakukan pembaharuan strategi yang dibuat.
Dari pemaparan tersebut, dapat diketahui berupa pengamatan awal yang perlu diamati sebelum dilakukannya fokus pelaksanaan program yang ditentukan. Terdapat juga pendukung dari penentuan manajemen strategi melalui empat unsur menurut Hunger dan Wheelen (dalam Budiman & Berlian, 2020), yakni (1) Analisis lingkungan, (2) perumusan strategik, (3) pelaksanaan strategik, dan (4) evaluasi dan pengendalian. Secara garis besar, penelitian ini dilakukan menggunakan teori tersebut, berdasarkan hasil analisis peristiwa pandemi covid-19 yang membawa dampak pada pembangunan perekonomian di Indonesia. Hingga
34 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 31-44
pada akhirnya pemerintah pusat memberikan wewenang bagi tiap daerah untuk membantu meningkatkan perekonomian yang terpuruk selama pandemi. Seperti pada program misi dagang yang dilakukan oleh provinsi Jawa Timur dengan mitra sebagai bentuk peningkatan partisipasi kemampuan masyarakat sebagai tonggak pertumbuhan ekonomi.
Kerjasama Antar Daerah
Kerjasama memiliki arti adanya kolaborasi, sedangkan antar daerah merupakan antara daerah satu dengan yang lain. Dijelaskan pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2022 Pasal 2 Ayat (1) bahwa, kerjasama antar daerah dimaksudkan untuk (a) meningkatkan kesejahteraan masyarakat, (b) meningkatkan pelayanan publik, (c) mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan (d) meningkatkan sumber pendapatan asli daerah. Sehingga, dapat diketahui bahwa kerjasama antar daerah merupakan kolaborasi antara pemerintahan daerah yang menjalin hubungan kerjasama dalam pemerataan potensi yang menguntungkan. Jika kegiatan kerjasama yang dilakukan bersifat menggantikan maka dapat terjadi suatu persaingan antar daerah.
Menurut Subianto et all (2017) dalam bukunya menjelaskan kerjasama antar daerah dapat dilakukan secara vertikal antar daerah kabupaten/kota antar daerah, sedangkan secara horizontal melalui kerjasama antar daerah antar kabupaten/kota atau antar daerah provinsi dalam tingkat pemerintahan yang sama. Disisi lain, seperti pada program misi dagang yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini, memiliki fokus untuk meningkatkan perekonomian antar provinsi melalui kegiatan perdagangan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini berfokus pada pelaksanaan kegiatan program misi dagang yang dilakukan antara pemerintah provinsi Jawa Timur dengan Sulawesi Utara dalam menekan laju inflasi ekonomi pasar.
C. METODE
Pada pelaksanakan penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian deskriptif adalah suatu jenis dalam meneliti status kelompok, objek, keadaan, sistem pemikiran hingga peristiwa pada masa sekarang (Nazir, 2012). Peneliti menganggap bahwa metode dan jenis penelitian tersebut cocok dengan yang akan diteliti, karena dapat membedah secara dalam topik yang akan dibahas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 hingga November 2022, dengan menggunakan landasan teori penelitian empat unsur manajemen strategi menurut Hunger dan Wheelen yakni analisis lingkungan, perumusan strategik, pelaksanaan strategik, serta evaluasi dan pengendalian. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan, diperoleh melalui hasil observasi, dokumentasi serta wawancara. Teknik pelaksanaan observasi dan wawancara dilaksanakan secara langsung di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan secara online dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara. Hal tersebut dilakukan karena perlu adanya perolehan data dan hasil yang valid melalui kedua provinsi tersebut mengenai pelaksanakan kegiatan kerjasama antar provinsi yang dilakukan.
Sehingga dapat memperoleh validitas data melalui hasil wawancara maupun observasi dari kedua belah pihak.
Untuk memperoleh data, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Menurut Sugiono dalam (Wiranata, 2020) purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang dimaksud adalah memilih narasumber yang dianggap mengetahui dan menguasi suatu peristiwa yang diteliti.
Informan yang dipilih dalam penelitian ini berjumlah 2 (dua) orang yang terdiri dari kepala bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Provinsi Sulawesi Utara dan pegawai seksi Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Provinsi Jawa Timur. Kemudian untuk pengumpulan data dilakukan dengan kreduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 31-44 | 35 Kegiatan dilakukan secara bertahap seperti pengumpulan data, pemisahan data sesuai indikator penelitian, membaca hasil dokumen maupun catatan kegiatan wawancara yang dilakukan, kemudian memperoleh kesimpulan naratif serta dokumen-dokumen pendukung yang dapat diolah menjadi tabel, grafik maupun gambar sebagai penjelas penelitian.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan kerjasama antar daerah yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan provinsi mitra telah dilaksanakan sejak 2016.
Pelaksanaan dilakukan sebanyak 12 kali dalam satu tahun dengan berbagai provinsi. Program kerjasama yang dilaksanakan antara Provinsi Jawa Timur dengan Sulawesi Utara adalah berupa misi dagang. Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu dengan mempertemukan pelaku usaha antar kedua provinsi untuk mengenalkan produk yang berpotensi pada pemenuhan kebutuhan suatu provinsi. Pelaksanaan tersebut memiliki tujuan berupa menunjang perekonomian suatu daerah sebagai penekanan laju inflasi bidang perdagangan.
Persiapan yang dilakukan dalam melaksanakan program tersebut adalah dengan melakukan pengamatan maupun perolehan data komoditi yang diperlukan pada Provinsi Jawa Timur maupun Sulawesi Utara, melakukan koordinasi dengan KPD (Kantor Perwakilan Dagang), mempersiapkan fasilitasi maupun pendampingan, serta membantu dalam melakukan pemasaran produk yang dihasilkan. Kerjasama antar daerah yang dilakukan dengan Sulawesi Utara, dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2022 dengan menggandeng beberapa komoditi pelaku usaha. Komoditi tersebut diantaranya berupa olahan makanan, fillet ikan patin, beras, jenis gula, sayur-sayuran, pupuk,cengkeh,kelapa,kuliner ikan asap,frozen food,beras, hingga fashion. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melakukan penjualan maupun pembelian produk dengan potensi yang belum dimiliki pada masing- masing provinsi.
Dengan diciptakannya program misi dagang ini, diharapkan mampu mencapai tujuan berupa peningkatan angka pendapatan daerah serta menekan laju inflasi melalui kemampuan sumber daya manusia untuk menciptakan daya tarik pasar perdagangan. Pelaksanaan perencanaan strategi yang dilakukan oleh Dinas Prindustrian dan Perdagangan Jawa Timur dan Sulawesi Utara dapat diketahui berdasarkan hasil penelitian dan wawancara yang diolah menggunakan empat unsur dasar manajemen strategi yakni:
Analisis Lingkungan
Pengamatan lingkungan merupakan kegiatan mengetahui lingkungan sekitar dalam mengamati suatu hal yang sedang terjadi. Pengamatan lingkungan yang dilakukan berasal dari analisis internal maupun eksternal. Pada penyelenggaraan program misi dagang antara Jawa Timur dengan Sulawesi Utara, diawali dengan melakukan komunikasi untuk dapat mengetahui data komoditi yang dibutuhkan pada masing-masing provinsi tersebut. Berikut hasil wawancara dengan Ibu Riry Mustika selaku pegawai seksi Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Provinsi Jawa Timur pada tanggal 14 Oktober 2022, beliau mengatakan bahwa :
“Misalnya dilakukan dengan pengamatan neraca perdagangan kemudian komoditi apa saja yang diperjual belikan. Kemudian tiap Provinsi melakukan penjualan terbesar dengan provinsi lainnya di daerah mana. Nah, dari situ kita bisa mengamati kira-kira IBM, IKM maupun UMKM apa yang sekiranya mampu memenuhi kebutuhan di Sulawesi Utara.
Misalnya seperti kebutuhan buah-buahan, daging maupun kreatifitas berupa perhiasan. Lalu, kami melakukan pengamatan dalam kesiapan fasilitasi maupun pendampingan bagi usaha- usaha yang berpotensi tersebut”.
Mengenai persiapan pengamatan lingkungan yang dilakukan oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, direncanakan secara terstruktur dan
36 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 31-44
bertahap. Kegiatan yang diawali dengan melakukan komunikasi, kemudian diarahkan untuk melakukan koordinasi persiapan barang yang dibutuhkan oleh provinsi mitra. Koordinasi tersebut juga memerlukan pelaku usaha untuk penyediaan kebutuhan yang diinginkan oleh provinsi mitra. Dengan adanya dukungan kemampuan pegawai dalam melakukan pembagian fokus kinerja, serta menciptakan kesiapan dapat diharapkan mencapai kepuasan pihak eksternal pada misi dagang antara Jawa Timur dengan Sulawesi Utara. Pengamatan awal yang dilakukan juga didukung dari pihak Disperindag Sulawesi Utara, berdasarkan hasil wawancara melalui telepon whatsapp dengan Bapak Ir. Ronny H. Erungan, M.Si selaku kepala bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 25 November 2022, beliau mengatakan bahwa :
“Langkah pertama yang dilakukan adalah mempelajari dan mengetahui barang- barang apa saja yang kita butuhkan antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Seperti daging ayam. Kalau ikan memang yang dibutuhkan oleh Jawa Timur. Selanjutnya, kami mencari dengan mitra dagang Jawa Timur melalui Disperindag untuk menghubungkan perkomoditi antar Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Kemudian barulah setelah sudah jelas maka kita pertemukan pada misi dagang. Jadi misi dagang yang dilaksanakan benar- benar orang yang saling membutuhkan.”
Berdasarkan hasil pengamatan kebutuhan antara kedua provinsi tersebut, dapat dijabarkan lebih jelas bahwa, kebutuhan Sulawesi Utara dari Jawa Timur berupa telur, perhiasan, aksesoris serta kebutuhan pokok. Sedangkan kebutuhan Jawa Timur dari Sulawesi Utara berupa komoditi ikan, kayu-kayuan dan rempah-rempah. Laporan kebutuhan antara kedua provinsi tersebut dikoordinasikan dengan pelaku usaha untuk mempersiapkan pemasukan yang dibutuhkan. Sebanyak 40 pengusaha yang melakukan transaksi perdagangan pada program misi dagang antara Jawa Timur dengan Sulawesi Utara dapat diketahui sebagai berikut.
Tabel 3. Data Pengusaha dan Komoditi Misi Dagang Jawa Timur dan Sulawesi Utara No Nama Pengusaha Jawa
Timur
Nama Pengusaha Sulawesi Utara
Komoditi
1. Cv. Anisa Jerfi Beras premium B
2. Cv. Anisa Jerfi Beras Premium A
3. Pt.Dimas Bimario Marshell, Mm Tulang ikan
4. Cv. Kirana Bahari Indonesia Cv. Samudra Pangan Indonesia
Fillet ikan patin 5. Pt. Phalosari
Unggul Jaya
Cv. Mitra Bejo Nusantara
Frozen Food 6. Cv. Siti Oetomo Pt. Transportindo
Agung Sejahtera Jagung ose kering
7. Ud. Makmur Selti Rumondor Jahe merah
8. Ud. Makmur Pt. Viola Katok Porang
9. Cv. Dua Putri Sholehah Ud. Surya Bawang merah, cabai
10. Pt. Panadia Dandy Pupuk Organik
11. Pt. Sriana Tirtatama Felora Cengkeh
12. Pr. Ainur Jaya Ud. Surya Sulut Rokok kretek
13. Pt. Sriana Tirtatama Felora Kopra
14. Pt. Panadia Bapak Dendy Jagung
15. Pt.Sriana Tirtatama Cv. Rizki Apel, olahan makanan
16. Pt. Dimas Bimario Pt.Caritana
Trijaya Makmur
Tulang ikan dan tepung ikan
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 31-44 | 37 17. Pt. Somawi Surya Semesta Pt. Sulut Maju Sejahtera Finsyc mobile fire
(APAR) 18. Pt. Mansurin Dvd Pt. Gloria Blessindo Gula pasir
19. Namira Ecoprint Ud. Sederhana Fashion
20. Pt. Sinebel Konensi Sukses Makmur
Koperasi Karya Keluarga Jawa Sejahtera
Kopi 21. Pt. Wira Agro Nusantarase
Jahtera
Cv. Mitra Petani Bibit cabai, bibit jagung manis
22. Namira Ecoprint Ud. Sederhana Kuliner ikan asap sambalroa
23. Orca Paint Pt. Bumi Mapam Abadi Bahan bangunan
(Cat waterproof, genteng, seng) 24. Pt. Ayo Tani Berjaya Pt.Ocean Hill Indonesia Gula merah cair 25. Pt. Kasa Husada Wira Jatim Pt. Indofarma Global Medikal
Manado Alat kesehatan
26. Pt. Puri Panca Pujibangun Sakinah Catering Packaging
27. Pt.Carma Wira Jatim Aqiqah Sakinah Kulit mentah garaman sapi
28. Pt.Carma Wira Jatim Rph Kota Manado Kulit mentah garaman sapi
29. Pt. Moya Kasri Wira
Jatim Pw. Dewan Masjid Indonesia
Sulut AMDK
30. Pt. Graha Eka Wira Jatim Pt. Narwastu Masmur Gelora Sewa hall
31. Forkas Jatim Rei Sulawesi Utara Material konstruksi
32. Pr.Ainur Jaya Ud. Wili Rokok
33. Ud. Makmur Cv.Hindianindo Kelapa parut kering
34. Eko Ganefianto Phri Sulawesi Utara Hotel dan pariwisata
35. Pt. Panadia Selti Rumondor Benih kentang
36. Pr. Ainur Jaya Cv. Rengas Jaya Rokok
37. Pt.Adigraha Wira Jatim Pt. Membangun Sulut Hebat
Penhgelolaan dan pemasaran properti 38.
Cv. Satriya Abdi Buana Pt. Gloria Blessindo
Arang batok kelapa 39. Cv. Satriyaabdi Buana Pt. Gloria Blessindo Arang batok kelapa 40. Pt. Nusantara Tjahja
Cipta
Pt. Sulut Maju Sejahtera Jasa pelatihan petugas keamanan Sumber: Disperindag Prov. Jatim (2022)
Perumusan Strategi
Perumusan strategi adalah proses menciptakan langkah-langkah yang dituju untuk mencapai suatu tujuan pada organisasi maupun instansi. Sebagai bentuk pelaksanaan program misi dagang, maka kegiatan program kerjasama dengan berbagai pihak yang berkoordinasi menciptakan kesepakatan capaian tujuan yang diinginkan. Kegiatan program misi dagang antara Jawa Timur dengan Sulawesi Utara dilakukan untuk memberi peluang berinvestasi, hingga pada akhirnya terjadi pengendalian laju inflasi. Mengenai hal tersebut, didukung melalui rumusan strategi hasil wawancara dengan Ibu Riry Mustika, selaku pegawai seksi
38 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 31-44
Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Provinsi Jawa Timur pada tanggal 14 Oktober 2022, beliau mengatakan bahwa :
“Untuk perumusan strategi yang kita lakukan pertama kali adalah dengan sinergi yaitu lintas OPD, kemudian antar kementerian lembaga kemudian ada dilakukan dengan Pemda yaitu Kabupaten/kota kebutuhannya untuk narik data berupa data komoditas.
Untuk perencanaan selanjutnya adalah menciptakan program misi dagang yang dilaksanakan sebanyak 12 kali dalam setahun, Diantaranya adalah dengan Sulawesi Utara. Misi dagang dirumuskan dengan melibatkan beberapa instansi maupun Gubernur.
Hal tersebut dilakukan untuk menjaring pasar yang lebih luas, konektivitas dengan gubernur provinsi Sulawesi Utara yang ada disana. Serta dilanjutkan dengan persiapan mempertemukan pelaku usaha Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara. Kemudian dari hal tersebut pada seksi P3DN dalam hal promosi dan pemasaran produk menciptakan strategi pembuatan kemasan produk”.
Penyediaan fasilitas penunjang dalam pemasaran produk secara berkala oleh dinas, OPD (Organisasi Perangkat Daerah), maupun dengan pelaku usaha, sehingga mampu dapat dipasarkan secara merata pada provinsi mitra dengan skala yang lebih luas. Dari perumusan tersebut dilakukan koordinasi berupa kegiatan rapat secara teratur dengan adanya keterlibatan masukan dari pelaku usaha, maupun Dinas Perdagangan dan Perindustrian antar Provinsi Jawa Timur dengan Sulawesi Utara. Melalui hasil jabaran rumusan strategi pihak Jawa Timur tersebut, didukung dengan hasil wawancara melalui telepon whatsapp dengan Bapak Ir.
Ronny H. Erungan, M.Si selaku kepala bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 25 November 2022, beliau mengatakan bahwa :
“Strategi yang kami lakukan tentunya lebih banyak dalam hal fasilitasi dan tidak memiliki strategi khusus. Yang utama sebetulnya adalah komunikasi antara pedagang dengan pemerintah maupun pedagang dengan pedagang. Bila mana ada kendala dapat difasilitasi oleh kami (Pemerintah). Jadi itu hal utama yang dilakukan yaitu membangun dan menjaga komunikasi antar pelaku usaha dengan pemerintah seperti itu.”.
Dapat diketahui dari hasil penjelasan antara pihak Jawa Timur maupun Sulawesi Utara, bahwa komunikasi serta koordinasi awal dalam kesiapan pelaksanaan program misi dagang sangat diperlukan. Kegiatan tersebut dilakukan agar tidak terjadi miss communication maupun kekurangan pasokan yang harus dipersiapkan. Peran Dinas dalam kegiatan ini memerlukan pengawasan atas fasilitasi maupun ketika kegiatan sedang berlangsung.
Sehingga dapat tercapainya tujuan dari kegiatan program misi dagang tersebut. Dari kegiatan rumusan strategi yang dilakukan, dapat diketahui beberapa data pelaku kerjasama dari pihak Jawa Timur dan Sulawesi Utara sebagai berikut:
Tabel 4. Data Pelaku Kerjasama Lintas OPD No. Pelaku Kerjasama Lintas OPD
1. Pemerintah Provinsi Jatim dan Sulut
2. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim dengan Sulut 3. Dinas Koperasi UKM Prov. Jatim dan Sulut
4. Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jatim dan Sulut
5. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim serta Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan Daerah Prov. Sulut
6. Dinas Kehutanan Prov Jatim serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Prov. Sulut
7. Dinas Peternakan Prov. Jatim serta Dinas Pertanian dan Pertenakan Prov. Sulut 8. Dinas Perkebunan Prov. Jatim dan Prov. Sulut
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 31-44 | 39 9. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Prov. Jatim serta Dinas Sosial dan
Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Sulut
10. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim serta Dinas Pangan Daerah Prov. Sulut
11. Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jatim serta Prov. Sulawesi Utara 12. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jatim serta Dinas Pariwisata Prov. Sulut Sumber: Disperindag Prov. Jatim (2022)
Pelaksanaan Strategi
Implementasi Strategi dapat diartikan sebagai pelaksanaan/penerapan strategi yang telah dibuat untuk dapat dilaksanakan, dilakukan pemantauan serta pemanfaatan hasil rumusan strategi yang telah disusun. Kegiatan penyelenggaraan strategi program misi dagang diawali dengan melakukan penandatanganan MoU oleh beberapa OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BUMD Jawa Timur dan Organisasi Pengusaha di Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan pelaksanaan program misi dagang ini dilakukan oleh Gubernur Provinsi Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa. Pelaksanaan program misi dagang antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2022 dan menghasilkan keuntungan yang berpotensi pada timbal balik pemenuhan kebutuhan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Riry Mustika selaku pegawai seksi Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Provinsi Jawa Timur pada tanggal 14 Oktober 2022, beliau mengatakan bahwa:
“Misi Dinas lebih banyak pada pendampingan dan fasilitasi, kami melakukan pembimbingan, pembinaan dan pendampingan seperti melakukan promosi dengan pameran, misi dagang, promosi luar negeri. Pada penerapannya dilakukan dengan dukungan menyediakan Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di tiap provinsi terutama ada juga yang di Sulawesi Utara untuk membantu kinerja perdagangan antara provinsi Jawa Timur dengan Mitra. Dinas juga menyediakan UPT untuk pelayanan berupa PMPI (Pusat Pengembangan Mutu Produk Industri) untuk memberi sertifikasi halal, dan ISO. Lalu untuk makanan dan minuman membantu pada pembuatan desain produk. Lalu jika berupa penjualan muatan berat seperti batubara maupun kebutuhan pokok didukung dengan fasilitasi dari sistem SIPAP (Sistem Informasi Perdagangan Antar Pulau)”.
Dari hasil wawancara tersebut, kegiatan fasilitasi tidak hanya dilakukan dengan melalui pengawasan kegiatan jual beli saja, namun peran dinas melakukan pembagian penyediaan dalam hal pendampingan meningkatkan mutu produk. Melalui kegiatan misi dagang tersebut terdapat antusiasme dari pelaku usaha dalam melakukan penjualan produknya. Dapat juga didukung dari hasil wawancara melalui telepon whatsapp dengan Bapak Ir. Ronny H.
Erungan,M.Si selaku kepala bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 25 November 2022, beliau mengatakan bahwa:
“Langkah awal pastinya dengan bikin MoU antar Jatim dan Sulut, lalu ditindak lanjuti dengan persiapkan barang yang dipesan dari masing-masing daerah. Kemudian setelah semua sudah dipersiapkan barulah pelaku usaha antar provinsi tersebut dipertemukan.
Dipertemukannya di manado. Tidak hanya itu saja, langkah kedepannya kami tetap memelihara grup Sulut dan Jatim dengan harapan bilamana tidak tersedia pada daerah tersebut dapat menghubungi kami. Jadi dari kegiatan misi dagang ini para pelaku usaha dapat memasarkan produknya. Setelah itu, pelaku usaha dapat mengatur sendiri dalam melakukan penjualan ke berbagai daerah yang membutuhkan. Jadi memang yang utama adalah membangun serta menjaga komunikasi itu tadi, baik dari pemerintah maupun dengan pelaku usahanya. Selalu kita perhatikan serta mengawasi dari kegiatan perdagangan tersebut untuk terjadi peningkatan neraca perdagangan antar daerah
40 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 31-44
tersebut. Untuk tahun 2022 ini Sulawesi Utara mengalami defisit, karena lebih banyak barang yang dibutuhkan dari Jawa Timur. Sehingga tingkat membeli dari Jawa Timur lebih besar daripada melakukan penjualan yang dilakukan oleh pelaku usaha kami”.
Dari pelaksanaan program misi dagang tersebut dilakukan pertemuan di Sulawesi Utara tepatnya di Hotel Luwansa Manado dengan persetujuan penandatanganan 25 nota kesemapahaman (MoU) oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Provinsi (Pemprov Jatim) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur dan Organisasi Pengusaha antara Jawa Timur dengan Sulawesi Utara. Pada penandatanganan MoU tersebut, dilakukan oleh Jawa Timur dan Sulawesi Utara melalui Gubernur Jawa Timur yaitu ibu Khofifah Indah Prawansa dengan Wakil Gubernur Sulawesi Utara yaitu Steven Kandouw. Pelaksanaan dilakukan dengan adanya beragam produk UMKM, bisnis hingga industri antara Jawa Timur dan Sulawesi Utara untuk dipamerkan. Seluruh pelaku usaha bertemu dan melakukan transaksi perdagangan dengan saling memperkenalkan produk.
Gambar 1. Gubernur Jatim dan Wagub Sulut menunjukkan dokumen MoU
Melalui kegiatan tersebut, peran pemerintah adalah melakukan pendampingan, fasilitasi hingga pemasaran produk untuk diperdagangkan. Pelaku usaha yang berpotensi dalam memenuhi kebutuhan dagang, diberikan kebebasan melakukan penjualan dagangan pada pihak mitra. Dengan adanya potensi perdagangan antar pulau bagi pelaku usaha maka pengendalian laju inflasi dapat dilakukan. Hal tersebut didukung berdasarkan hasil wawancara melalui telepon whatsapp dengan Bapak Ir. Ronny H. Erungan, M.Si selaku kepala bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Provinsi Sulawesi Utara tanggal 25 November 2022, mengatakan bahwa:
“Pengendalian laju inflasi dilakukan dengan monitoring. Dalam kegiatan perdagangan, masing-masing punya transaksi dan kita hanya monitor saja. Kalau misalnya ada kendala baru kita melakukan kegiatan fasilitasi. Lalu, dalam melakukan monitor perdagangan bisa saja melalui SIPAP. Dan SIPAP bisa saja berisi orang yang tidak terlibat dalam misi dagang yang melakukan perdagangan antar pulau. Bisa saja data SIPAP itu lebih besar daripada transaksi yang dari misi dagang”.
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 31-44 | 41 Gambar 2. Tampilan Website SIPAP
Kegiatan program misi dagang didukung dengan adanya website SIPAP (Sistem Informasi Perdagangan Antar Pulau). Website ini dibuat berdasarkan penandatanganan dan pelaksanaan nota kesepahaman bersama yang dilakukan oleh kementerian perhubungan dengan kementerian perdagangan bersama PT. Pelabuhan Indonesia I-IV, mengenai pertukaran data dalam penguatan sistem di bidang perdagangan dan sarana angkut antar pulau. Pada peranannya, website SIPAP ini digunakan sebagai kebutuhan data terkait distribusi barang di dalam negeri, sehingga sistem website ini digunakan untuk menjaga ketersediaan pokok maupun barang penting serta menjaga disparitas harga antar daerah.
Sistem ini dibutuhkan pengelolaan oleh masing-masing Dinas Perindustrian dan Perdagangan setiap Provinsi untuk melakukan input data produksi dan konsumsi secara berkala. Sehingga dapat bermanfaat dalam memantau stabilitas harga pokok.
Gambar 3. Presentase Misi Dagang Jatim dan Sulut
Program misi dagang yang dilakukan, dapat diketahui bahwasannya sub total nilai jual yang dilakukan oleh Jawa Timur ke Sulawesi Utara adalah 80% dengan capaian angka Rp.127.010.000.000. Lalu, pada nilai beli yang dilakukan oleh Jawa Timur ke Sulawesi Utara adalah 20 %, dengan capaian angka Rp. 31.975.000.000. Sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui, bahwasannya potensi nilai jual Provinsi Jawa Timur lebih besar dibandingkan nilai beli. Begitu juga sebaliknya, Provinsi Sulawesi Utara mengalami defisit dan berada dibawah dari Provinsi Jawa Timur. Hasil kegiatan perdagangan, defisit yang terjadi pada Sulawesi Utara tersebut disebabkan karena, banyaknya barang yang tidak bisa disediakan, sehingga banyak melakukan pembelian lebih besar dari Jawa Timur.
Evaluasi dan Pengendalian
Evaluasi dan pengendalian memiliki arti berupa proses melakukan penilaian kembali dalam menangani pengelolaan maupun perbaikan dari hasil kegiatan yang telah dilakukan.
Melalui kegiatan program misi dagang yang telah dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan
42 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 31-44
Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Utara tersebut, hal yang menjadi perbaikan lebih lanjut adalah mengenai pemerataan. Pemerataan yang dilakukan berkaitan dengan melakukan sebaran perdagangan yang lebih luas terhadap Provinsi yang ada di Indonesia, serta memiliki kesamaan kebutuhan yang dapat saling memenuhi. Hal ini didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan Ibu Riry Mustika selaku pegawai seksi Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Provinsi Jawa Timur pada tanggal 14 Oktober 2022, beliau mengatakan bahwa :
“Untuk hal tersebut pastinya perlu dilakukan optimalisasi kegiatan, ya terutama misi dagang berupa pengembangan persebaran antar provinsi agar terjadi pemerataan capaian misi dagang. Untuk pengendalian kerjasama antar Sulawesi Utara belum ada dan lebih diprioritaskan dalam pemerataan itu tadi. Mengenai standar pegawai yang diperlukan adalah pada KPD karena dijadikan Contact Person yang berkoordinasi dengan kami. Karena mereka sebagai cermin perdagangan Jawa Timur disana dan harus bisa berkomunikasi dan menjembatani Jawa Timur dengan Sulawesi Utara. Kalau pelaku usaha tidak ada kualifikas, dan yang penting produknya apa dan komoditasnya apa dan lebih ke sertifikasi produk. Lalu dari segi capaian yang dirasakan adalah pengembangan pasar, perluasan konektivitas, dan terkunci pada sinergi berdasarkan neraca perdagangan surplus serta pemerataan yang dilakukan”.
Peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Utara bertugas sebagai pemberi fasilitasi hingga membantu dalam pengenalan usaha untuk terjalin konektivitas saling menguntungkan antar daerah mengenai perdagangan. Untuk selanjutnya, pelaku usaha mengurus penjualannya secara pribadi melakukan pengurusan penjualan pada provinsi mitra. Sehingga peran Dinas dalam mengontrol kegiatan perdagangan adalah dengan meningkatkan kualitas SDM untuk dapat secara mandiri mengelola usahanya hingga proses penjualan. Selain itu, pada akhir pelaksanaan program misi dagang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan antar Provinsi tersebut melakukan rapat koordinasi berupa penyusunan nilai jual maupun beli yang dilakukan antar pelaku usaha. Menurut hasil wawancara melalui telepon whatsapp dengan Bapak Ir. Ronny H. Erungan, M.Si selaku kepala bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 25 November 2022, mengatakan bahwa :
”Rapat evaluasi dilakukan setelah satu tahun. Apa yang telah ditandatangani dalam MoU itu biasanya harus kita evaluasi berapa persen yang terealisasi dalam transaksi tersebut. Hasil capaian kinerja dalam pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan secara subjektif skor nya nggak ada. Tapi menurut saya optimal. Terkait evaluasi kerjasama secara berkala tetap akan dilakukan. Dalam perjanjian dijelaskan bahwa minimal enam bulan sekali dilakukan evaluasi agar strategis.”
Dari pemaparan kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur dan Sulawesi Utara tersebut dapat diketahui bahwa, kegiatan evaluasi dilakukan setelah kegiatan misi dagang selesai dilakukan. Kegiatan evaluasi tersebut menghasilkan perhitungan jumlah transaksi dagang yang dilakukan hingga capaian pelaksanaan misi dagang. Sehingga kegiatan evaluasi dilakukan secara berkala dalam satu tahun kegiatan misi dagang.
E. PENUTUP
Simpulan analisis manajemen strategi pada penerapan program misi dagang antar Jawa Timur dan Sulawesi Utara yang diterapkan maupun dilaksanakan dapat diambil kesimpulan yaitu :
1. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menggelar program misi dagang karena adanya desentralisasi serta otonom daerah dalam memperbaiki perekonomian negara yang mengaami penurunan semenjak pandemi. Program ini didirikan untuk melaksanakan
Administratio, Vol. 14 (1) 2023: 31-44 | 43 kegiatan perdagangan, menjalin konektivitas antar daerah, serta pemulihan ekonomi.
Pelaksanaan program misi dagang yang dilakukan antar Jawa Timur dan Sulawesi Utara dilakukan secara Bussiness to Bussiness (B to B) dengan mempertemukan pelaku usaha kedua provinsi, Gubernur, dan adanya kerjasama antar lintas OPD Jawa Timur dengan Sulawesi Utara sebagai penghubung pelaksanaan misi dagang.
Disamping itu, program ini juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat menciptakan potensi unggulan yang dimiliki suatu daerah untuk diperjual belikan.
2. Inovasi pengamatan berbasis digital melalui aplikasi SIPAP, menjadi alternatif pemantauan data kebutuhan terkait distribusi barang antar wilayah di Indonesia serta membantu mengetahui jumlah pemasokan barang yang masuk pada pemenuhan kebutuhan disuatu wilayah tertentu. Dengan begitu mampu mempermudah lembaga disuatu daerah mengetahui pergerakan distribusi barang terjadi.
3. Berdasarkan 4 (empat) aspek penelitian yang digunakan, penerapan aspek analisis lingkungan, perumusan strategi, hingga pelaksanaan strategi dapat dikatakan efektif.
Kekurangan yang terjadi adalah pada aspek evaluasi dan pengendalian. Pada aspek tersebut, dapat diketahui bahwa kegiatan evaluasi tidak berfokus pada pengendalian kerjasama yang dilakukan di daerah terlebih dahulu, melainkan juga berfokus pada kegiatan kerjasama dengan pihak luar negeri. Sehingga kegiatan evaluasi program terkesan kurang optimal.
Selain itu penulis menyarankan bahwa perlu adanya sudut pandang dari masyarakat.
Karena masyarakat yang merasakan pemenuhan kebutuhan suatu daerah dalam hasil program misi dagang tersebut. Dengan begitu, penelitian ini perlu dilakukan secara komprehensif yang dapat diteliti secara optimal.
UCAPAN TERIMA KASIH
Peneliti mengapresiasi dengan adanya dukungan dari beberapa pihak yang membantu pada penelitian ini hingga lancar, ucapan terimakasih terutama bagi Jurusan Administrasi Publik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Utara, serta Dosen Pembimbing pembuatan jurnal, hingga dapat terselesaikan dengan baik.
REFERENCES
Anwar, M. (2020). Manajemen Strategik Daya Saing dan Globalisasi (Pertama). SASANTI INSTITUTE.
Anggia G et al. (2020). Strategi Kerjasama Sister City Kota Bandung Dengan Petaling Jaya Di Bidang Ekonomi Perdagangan. Jurnal Caraka Prabu, 4(2), 180–202.
https://doi.org/10.36859/jcp.v4i2.286
Aulia Nur. (2016). KONSEP DESENTRALISASI, DEKONSTRUKSI, DAN OTONOMI DAERAH. 23, 1–23.
Badan Pusat Statistik tahun 2021
Budiman, & Berlian, U. C. (2020). Manajemen Strategik: Konsep dan Implementasi. In Syria Studies (1st ed.). CV. PUTRANA JAYA MANDIRI.
Detikjatim. (2022, Agustus 25). Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sulut,Transaksi Tembus Rp. 159 Miliar. Diakses pada 20 September 2022, dari https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-6254706/khofifah-pimpin-misi-dagang-jatim- sulut-transaksi-tembus-rp-159-miliar
Guntoro, M. (2021). Desentralisasi dan otonomi daerah: desentralisasi dan demokratisasi.
Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon.
https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=mF6bdlj8qrYC&oi=fnd&pg=PA3&d q=
44 | Administratio, Vol. 14 (1 ) 2023: 31-44
akuntabilitas+dan+transparansi+dana+bantuan&ots=eAmY321XJ7&sig=gwtH9f6GC U UR8zcoYTf1qKpoiTc
Idris Patarai, M. (2021). Desentralisasi Kebijakan dalam Otonomi Daerah. Jurnal Sosial Teknologi, 1(11), 1406–1417. https://doi.org/10.36418/jurnalsostech.v1i11.237
Juliansyah. (2015). Manajemen Strategi. 1–9.
Mercury96FM Surabaya. (2022, Agustus 27). Misi Dagang Dengan Sulut, Kadin Jatim bukukan transaksi Rp 27,8 M. Diakses pada 26 September 2022, dari https://mercuryfm.id/26/37640/
Nadir, S. (2013). Otonomi Daerah dan Desentralisasi Desa. Jurnal Politik Profetik, 1(1), 1–
21. Nurhayati, D. (2015). Strategi Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Global Dibidang Ekonomi. Jurnal Heritage, 3(1), 33–48.
https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/HERITAGE/article/view/819
Okenews. (2022, Agustus 26). Gubernur Khofifah Optimis Kerjasama Antar Daerah Mampu Dorong Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat dan Tekan Laju Inflasi. Diakses pada 26 September 2022, dari
https://news.okezone.com/read/2022/08/26/340/2654982/gubernur-khofifah-optimis- kerjasama-antar-daerah-mampu-dorong-pulih-lebih-cepat-bangkit-lebih-kuat-dan- tekan- laju-inflasi
Prayudi. (2014). DESENTRATISASI DALAM SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA:
POLITIK NEGARA DI TENGAH HUBUNGAN PUSAT.DAERAH. Kajian, 19(4), 293–310.
Purnomo, J. (2016). Pembangunan era Desentralisasi: Kedaulatan Ekonomi dan Kelestarian Alam yang Terabaikan. Transformasi Global, 1(1), 75–89.
https://transformasiglobal.ub.ac.id/index.php/trans/article/view/12
Simanjuntak, K (2015). Implementasi Kebijakan Desentralisasi Pemerintahan di Indonesia.
Jurnal Bina Praja, 07(02), 111-130. https://doi.org/10.21787/jbp.07.2015.111-130.
Soemantri, G. (2005). Out-source call center operates in the Moscow region. MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, 9, 57–65.
Subianto, A. et all. (2017). Kerja Sama Antar Daerah Teori dan Aplikasi. In Brilliant.
https://pemerintahansetda.bulelengkab.go.id/artikel/kerjasama-antar-daerah-44
Surkati, A. (2012). Otonomi Daerah sebagai Instrumen Pertumbuhan Kesejahteraan dan Peningkatan Kerjasama Antardaerah. MIMBAR, Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 28(1), 39. https://doi.org/10.29313/mimbar.v28i1.337
Sutriani, & Damanik, D. (2022). Analisis pengaruh derajat desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi di kota pematangsiantar. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 7(1), 38–50.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah
Wangke, H. (2013). Perdagangan Lintas Batas Antar-negara: Memacu Pembangunan Ekonomi Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Belu. Politica, 4(1), 1–24.
Wibhawani, R., Zauhar, S., & Saleh, C. (2016). Prioritas dan Strategi Perencanaan Kerjasama Antar Daerah Dalam Pengembangan Sarana dan Prasarana Wilayah (Studi di Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu). Wacana, Jurnal Sosial Dan Humaniora, 19(02), 73–82. https://doi.org/10.21776/ub.wacana.2016.019.02.2
Wiranata, A. (2020). Inovasi Pelayanan Publik Simawar (Sistem Informasi Warga) Di Kabupaten Bima. Skripsi. Mataram: Universitas Muhamadiah Mataram