Pemetaan Sebaran Penyakit Pernapasan Akibat Polusi Di Kota Padang
Syahdia Nurizah (20136125), Fauzi (20136098), Mohammad Rizki Amril (20136059)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya jumlah kendraan di Kota Padang paad tahun 2019- 2021, dimana peneliti berusaha penelitiannya. Dalam Penelitian, kami menggunakan data dari bps kota padang. Dalam setiap tahunnya dari dari tahun 2019 - 2021 bertambah di setiap tahunnya. Dari 2019 jumlah data 814.118, lalu pada tahun 2020 menurun dikarenakan adanya pandemi covid 19 dengan jumlah 706.369, lalu pada tahun 2021 meningkat dengan jumlah 954.998 dikarenakan tidak adanya covid 19.
Pendahuluan
Kegiatan ekonomi yang berjalan cepat menuntut adanya fasilitas transportasi perkotaan. Pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan. peningkatan pendapatan per kapita, akan menlngkatkah daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor sebagal alat transportasi.
Polusi udara perkotaan dapat menyebabkan gangguan kesehatan dikarenakan efek morbibitas dan mortalitas dan juga hilangnya manfaat kenyamanan lingkungan dikarenakan berkurangnya jarak pandang. Pengukuran kerugian ini dari polusi udara penting dari sudut pandang perubahan kebijakan llngkungan yang diperlukan yang mungkin membutuhkan biaya yang cukup besar dari pemerintah dan agen-agen dari kegiatan ekonomi yang berkontribusi terhadap polusi udara.
Berbagai jenis alat transportasi, terutama "kendaraan bermotor setiap hari memadati jalan-jalan di perkotaan sebagai pusatkegiatan ekonomi {central business district).
Fenomena ini juga terjadi di Di Kota Padang dimana banyak terdapat pusat-pusat perdagangan dan pendidikan yang menunjang perekonomian daerah.
Masalah-masalah yang sering timbui akibat semakin banyaknya kendaraan bermotor adalah tidak seimbangnya jumlah kendaraan bermotor dengan kapasltas jalan raya yang tersedia sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan, kebisingan, dan polusi udara.
EmisiCO di Padang-pun dapatmeningkat karena kebutuhan masyarakat kota Padang dalam menjalankan aktifitas sehari-hari sangat tinggi. Salah satunya adalah tranportasi untuk menjalankan mobilitas sehari-hari, saat ini masyarakat kota Padang lebih memilih memakai kendaraan pribadi dari pada memakai angkutan umum untuk menjalankan aktifitasnya.Hal ini mengakibatkan pertumbuhan populasi kendaraan di jalan raya yang tinggi. Efek dari pertumbuhan ini adalah kepadatan jalan raya yang tinggi dan membuat macet di mana-mana.
Ruas−ruas Jalan Prof. Dr. Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, dan Jalan Rasuna Said merupakan ruas jalan yang padat di Kota Padang karena terdapat beragam aktivitas, seperti pusat pebelanjaan, pusat perkantoran, pusat kota dan perdagangan. Jalan Prof.
Dr. Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, dan Jalan Rasuna Said terdapat tiga ruas jalan
yaitu Jalan Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, dan Jalan Rasuna Said, yang mempunyai karakteristik aktivitas masing−masing.
Hal ini menyebabkan mobilitas perjalanan ke ruas jalan tersebut menjadi tinggi sehingga dapat memicu terjadinya permasalahan lalu lintas. Permasalan yangutama adalah meningkatnya pengguna kendaraan bermotor yang menyebabkan terjadi kemacetan pada beberapa ruas Jalan Prof. Dr. Hamka, Jalan Khatib Sulaiman, dan Jalan Rasuna SaidKepadatan lalu lintas di Kota Padang dari hari ke hari semakin bertambah, terlebih pada setiap akhir pekan. Kenyamanan kota Padang sudah tidak dapat dirasakan lagi seperti pada masa lalu, terutama di kawasan-kawasan dengan aktivitas tinggi, seperti kawasan jalan Prof Dr. Hamka (depan Basko Hotel).
Adapun permasalahan yang akan diteliti yaitu berapa banyaknya jumlah kendraan dari 2019- 2021.
Metode Penelitian
Penelitian ini memakai bahan bacaan hasil penelitian dan pustaka yang ada dan berkaitan dengan topik tulisan.
Hasil dan Pembahasan
Tidak bisa kita pungkiri, polusi udara dapat mengganggu kesehatan manusia, bahkan mungkindapat mengancam keselamatan jiwa. Namun, masih banyak orang yang seolah-olah menyepelekan bahaya polusi udara. Tanpa disadari juga, manusia yang sehari-hari menjadi pengguna kendaraan bermotor, yang menyebarkan polusi udara, secara langsung dan otomatis menjadi korban dari pencemaran tersebut. Penyakit yang dapat timbul akibat pekatnya polusi udara antara lain : Asma (Asthmatic bronchiale), Bronchopneumonia dan COPD, chronicle obstructive pumonary dieses (penyempitan saluran pernafasan) , ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas Akut ), paru-paru basah atau pneumonia dan Jantung koroner.
Jenis Kendaraan Jumlah Kendaraan
2019 2020 2021
Sedan 7554.00 6833.00 10311.00
Jeep 7795.00 7370.00 9154.00
Minibus/ST Wagon 81287.00 75316.00 86809.00
Microbus 675.00 588.00 694.00
Bus - - -
Pick Up 12987.00 11667.00 15084.00
Light Truck 7257.00 6597.00 958.00
Truck 5849.00 5231.00 6970.00
Sepeda Motor Roda Dua 283098.00 242238.00 346432.00 Sepeda Motor Roda Tiga 475.00 364.00 1087.00
Jumlah 407141.00 356359.00 477499.00
Polutan kendaraan bermotor adalah senyawa kimia yang dihasilkan dari emisi gas buang kendaraan bermotor yang menjadi polusi udara. Emisi gas buang kendaraan adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar didalam mesin kendaraan yang dikeluarkan melalui system pembuangan mesin, sedangkan proses pembakaran adalah reaksi kimia antara oksigen di dalam udara dengan senyawa hidrokarbon didalam bahan bakar untuk menghasilkan tenaga. Dalam reaksi yang sempurna, sisa hasil pembakaran berupa gas buang yang mengandung Karbondioksida (CO2), Uap air (H2O), Oksigen (O2) dan Nitrogen (N2). Pada kenyataanya, pembakaran yang terjadi didalam mesin kendaraan tidak selalu berjalan secara sempurna sehingga didalam gas buang mengandung senyawa berbahaya seperti Karbon monoksida
CO), Hidrokarbon (HC) Nitrogeneksida (NOx) dan Partikulat .Emisi gasbuang kendaraan bermotor diukur dalam gram per kendaraan per km dari suatu perjalanan dan terkait dengan beberapa faktor seperti type kendaraan, umur kendaraan, ambang temperatur dan ketinggian. Kendaraan dengan usia dan jenis bahan bakar yang berbeda akan menghasilkan kadar emisi yang berbeda juga.
Akibat dari banyaknya kendraan tersebut membuat polusi semakin meningkat di Kota Padang, sehingga tercemar dan menimbulkan beberapa penyakit pernapasan.
Daftar Pustaka
BPS Kota Padang. (2019-2021).Kota padang dalam angka 2021.
KepalaBadan Dampak Lingkungan. (1997). Pengelolaan LingkunganHidup. No.107 tahun 1997.
MenteriLingkungan Hidup. (1997).Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). KEP.
45 /MENLH/1997.
PeraturanMenteriLingkungnHidup.(2010). PengendalianPencemaran Udara di Daerah. No. 12/2010.