Jurnal Pengalaman Lapangan Pendidikan
http://jplp.ppj.unp.ac.id/index.php
Vol. xx, No. xx, ………. 2024 E-ISSN : xxxx-xxxx
Rizki Maulana Sidiq
1*, Ratna Wilis
2, Putri Nia Tissaria
31Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang1
2Universitas Negeri Padang2
3SMAN 14 Padang3
Alamat Institusi Penulis
*Corresponding author e-mail :kiisidiq17 @ g mail.com
ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di sma negeri 14 padang dengan subjek penelitian kelas XI F 9 yang berjumlah sebanyak 33 siswa. Berdasarkan hasil observasi pada pra siklus yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa kemampuan mengingat huruf hiragana siwa masih tergolong rendah. Oleh sebab itu, maka dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media flashcard huruf hiragana. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Tes kemampuan mengingat huruf hiragana dilakukan dengan tes lisan. Teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator kinerja keberhasilan pada penelitian ditandai dengan meningkatnya kemampuan mengingat huruf hiragana yang ditandai dengan 80% peserta didik mencapai KKM yang telah ditentukan setelah dilakukannya pembelajaran. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa pengaplikasian media flashcard dalam materi huruf hiragana dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat huruf. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai siswa pada pra siklus dengan persentase 12% dengan rata-rata nilai 44,84. Kemudian pada siklus I kemampuan mengingat huruf terdapat peningkatan persentase sebesar 45% dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 61,89. dan disusul oleh peningkatan persentase pada siklus II sebesar 88% dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 80,1.
Kata kunci : mengingat huruf, flashcard, hiragana.
ABSTRACT
This classroom action research was conducted at SMA Negeri 14 Padang with the research subjects being class XI F 9, which consisted of 33 students. Based on the results of the pre-cycle observation that has been conducted, it can be seen that the ability to memorize hiragana letters is still relatively low. Therefore, learning was conducted using hiragana flashcards. The research was carried out in 2 cycles. The test of the ability to remember hiragana letters was conducted through an oral test. The data analysis techniques applied in this research are descriptive qualitative and quantitative analysis. The performance success indicator in the research is marked by the increased ability to remember hiragana characters, indicated by 80% of students achieving the predetermined Minimum Completeness Criteria after the learning process. The results of this study indicate that the application of flashcard media in hiragana letter material can improve students' ability to remember letters. This is evidenced by the students' scores in the pre-cycle with a percentage of 12% and an average score of 44.84. Then, in cycle I, the ability to remember letters showed a percentage increase of 45% with an average score rising to 61.89, followed by a percentage increase in cycle II of 88% with an average score rising to 80.1.
Keywords: remembering letters, flashcard, hiragana.
Penggunaan Media Flashcard Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengingat Huruf
Hiragana Bagi Siswa Kelas XI SMAN 14 Padang
I. PENDAHULUAN
Dalam proses pembelajaran, kemampuan mengingat informasi merupakan keterampilan fundamental yang mempengaruhi keberhasilan akademik siswa. Di tingkat sekolah menengah atas, seperti kelas xi. siswa dihadapkan pada materi pelajaran yang semakin kompleks dan memerlukan pemahaman mendalam serta kemampuan untuk mengingat dan menerapkan informasi secara efektif.
Namun, tantangan besar sering kali muncul dalam hal penguasaan materi pelajaran yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Berbagai metode pembelajaran telah diterapkan untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan mengingat mereka, namun hasil yang dicapai masih bervariasi. Pada kenyataannya peneliti menemukan banyak siswa yang kurang termotivasi dalam pembelajaran bahasa jepang. Dari hasil pengamatan yang peneliti lakukan pada kelas xi mata pelajaran bahasa jepang selama tiga kali pertemuan. Peneliti menemukan ada beberapa gejala siswa masih kurang maksimal dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran tersebut. Pertama dari 33 siswa hanya sekitar 5-7 siswa yang mengikuti pembelajaran dengan baik, hal ini disebabkan karena siswa kurang termotivasi dalam memahami pembelajaran khususnya dalam pembelajaran huruf hiragana.
Berdasarkan hal yang telah dipaparkan diatas terkait dengan kemampuan mengingat huruf hiragana bagi peserta didik, peneliti melaksanakan observasi tes kemampuan mengingat huruf hiragana yang dilakukan pada pra siklus. Hal ini dilakukan agar mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam mengingat huruf hiragana sebelum menerapkan media Flashcard hiragana. Setelah diadakannya observasi didapat hasil tes mengingat huruf hiragana peserta didik masih terbilang rendah. Berikut tabel hasil tes kemampuan mengingat huruf hiragana pada saat pra siklus.
Tabel 1 Hasil Tes Kemampuan Mengingat Huruf Pada Pra Siklus
Jumla h Siswa
Nilai Rata - Rata
KK M
Tuntas Tidak Tuntas
Jumla h Siswa
Persentas e
Jumla h Siswa
Persentas e
33 44,8
4
80 4 12% 29 88%
Berdasarkan tabel hasil tes kemampuan mengingat huruf diatas, dapat diketahui bahwa dari 33 peserta didik yang mencapai batas KKM yaitu hanya 4 orang peserta didik dengan persentase 12%, sedangkan sisanya yaitu 29 orang peserta didik dengan persentase 88% belum mencapai batas KKM yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan hasil data tes kemampuan mengingat huruf diatas dapat diketahui bahwa kemampuan peserta didik masih
tergolong rendah, oleh sebab itu maka perlu
diadakannya pembelajaran huruf hiragana dengan media flashcard hiragana.
Peningkatan kualitas pembelajaran dalam meningkatkan motivasi kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran flashcard.
Menurut Angreany, (2017) flashcard merupakan salah satu media pembelajaran yang berbentuk grafis berupa kartu kecil bergambar, biasanya terbuat dengan menggunakan foto, simbol, atau gambar yang ditempelkan pada sisi depan dan pada sisi belakang terdapat keterangan berupa kata atau kalimat dari gambar flashcard tersebut. Pada penerapan media flashcard siswa dapat belajar secara mandiri ketika melakukan repetisi dalam mengingat huruf hirgana.
Flashcard biasanya terdiri dari dua sisi: satu sisi berisi pertanyaan, istilah, atau topik, dan sisi lainnya berisi jawaban, definisi, atau penjelasan terkait. Flashcard, sebagai salah satu alat bantu belajar yang sederhana namun efektif, menawarkan pendekatan yang berbeda. Media ini memungkinkan siswa untuk mempraktikkan pengulangan aktif dan self-testing, yang merupakan teknik terbukti dalam psikologi pendidikan untuk meningkatkan memori dan retensi informasi. Flashcard dapat disesuaikan dengan berbagai jenis materi pelajaran dan memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri, dalam kelompok, atau di kelas, dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.
Kemampuan mengingat merupakan salah satu aspek penting dari fungsi kognitif manusia yang melibatkan proses penyimpanan, pemeliharaan, dan pengambilan kembali informasi. Pada dasarnya kemampuan mengingat sangat berperan penting dalam proses pembelajaran. Kemampuan mengingat dapat diartikan sebagai kapabilitas individu untuk menerima, menyerap, menyimpan, dan memunculkan kembali dalam kesadaran mengenai informasi yang pernah dipelajari atau diterima (Walgito, 2002). Setiap peserta didik diharapkan memiliki kemampuan mengingat yang tajam dalam pembelajaran di sekolah.
Hal ini berguna untuk menerima dan menyimpan informasi baik pelajaran yang telah dilakukan di sekolah. Dengan adanya ingatan yang diperoleh peserta didik dapat mengerjakan tugas-tugas disekolah dengan baik.
II. METODE
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis dan Mc Taggart yang memiliki empat komponen yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
Berikut model penelitian pada penelitian tindakan kelas ini :
Gambar 1. Model Penelitian Kemmis dan Mc Taggart
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMA Negeri 14 Padang dengan subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah kelas xi dengan jumlah 33 orang siswa, terdiri dari
22 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki.
Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah observasi dan tes.Data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif yaitu dengan mencari persentase skor hasil observasi aktivitas keterampilan mengingat huruf, hasil persentase tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif berupa pemaparan data dalam bentuk kata- kata. Data hasil observasi aktivitas keterampilan mengingat huruf dianalisis dengan rumus sebagai berikut :
Nilai Aktivitas : Skor Perolehan
Jumlah Peserta didik × 100%
Nilai Aktivitas : Aktivitas dan Tes Kemampuan mengingat Skor Perolehan : Jumlah skor yang diperoleh peserta didik
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Siklus IPerencanaan Siklus I
Berdasarkan hasil tes observasi pra siklus didapatkan bahwa kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik masih sangat rendah. Oleh sebab itu dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media flashcard. Pada siklus I dilakukan penelitian sebanyak 2 kali pertemuan.
Perencanaan yang dilakukan untuk siklus I terdiri atas penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, mempersiapkan instrumen penilaian berupa tes dan membuat flashcard hiragana yang nantinya akan dibagikan ke peserta didik.
Pelaksanaan Siklus I
Pada tahap pelaksanaan siklus I kegiatan dilakukan seperti biasa pada saat peneliti mengajar bahasa jepang di kelas xi f 9. Kegiatan dimulai dengan melihat kerapian dan kebersihan kelas terlebih dahulu.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan ketua kelas mempersiapkan kelasnya dan berdoa serta mengambil
absensi. Setelah itu dilanjutkan dengan
kegiatan membaca al-quran. Sebelum masuk ke inti pembelajaran, guru memberitahukan capaian atau tujuan pembelajaran terlebih dahulu. Kemudian guru memberikan stimulus terkait huruf hiragana terlebih dahulu. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan media flashcard. Peneliti memberikan penjelasan tentang media flashcard serta membagikan media flashcard huruf hiragana kepada setiap peserta didik. Kemudian peserta didik diminta untuk mengobservasi bentuk dari media flashcard hiragana tersebut.
Pada kegiatan selanjutnya, peserta didik diminta untuk membentuk kelompok, hal yang akan dilaksanakan dalam kelompok tersebut yaitu setiap peserta didik saling bergantian untuk menghafal huruf Hiragana dengan menerapkan media flashcard hiragana yang telah diberikan sebelumnya. Setelah beberapa selang waktu, peserta didik diminta untuk maju ke depan kelas bergantian sesuai dengan nomor absennya. Kemudian guru akan melakukan tes terhadap kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik.
Observasi Siklus I
Tabel 1. Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik Pada Siklus I.
Keterangan Aktivitas Presentasi keberhasilan
Rata- rata
Pertemuan 1 Mengingat 55,03 54
Menyebutkan 53,78 Menunjukkan 53,78
Pertemuan 2 Mengingat 59,84 60
Menyebutkan 60,60 Menunjukkan 59,09
Berdasarkan tabel hasil observasi aktivitas peserta didik diatas dapat diketahui bahwa adanya peningkatan dalam aktivitas peserta didik pada siklus 1 pertemuan 1. Hal ini ditandai dengan persentase aktivitas mengingat sebanyak 55,03%, kemudian aktivitas menyebutkan sebanyak 53,78% dan disusul menunjukkan sebanyak 53,78%. Berdasarkan data ini dapat dilihat adanya sedikit peningkatan terhadap kemampuan mengingat huruf peserta didik.
Kemudian, jika dilihat dari hasil observasi pada pertemuan 2 dapat diketahui persentase aktivitas mengingat dengan jumlah 59,84%, kemudian aktivitas menyebutkan sebanyak 60,60% dan disusul menunjukkan sebanyak 59,09%. Berdasarkan hal ini, diketahui bahwa terjadinya peningkatan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan observasi yang dilakukan pada pertemuan pertama.
Berkaitan dengan hasil tes yang telah dilakukan terhadap kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 2. Hasil Tes Kemampuan Mengingat Huruf Pada Siklus I.
Keterangan Siklus I
Pertemuan I Pertemuan II Jumlah Peserta
didik mencapai KKM
7 15
Persentase 21 45
Rata-rata 57,27 66,51
Rata-rata keseluruhan
61,89
Berdasarkan tabel hasil tes kemampuan mengingat huruf diatas, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai peserta didik yang mencapai batas KKM pada pertemuan 1 dan 2 siklus 1. Pada pertemuan pertama dapat dilihat bahwa dari 33 orang peserta didik hanya 21% peserta didik yang mencapai batas KKM dengan jumlah 7 orang. Sedangkan pada pertemuan kedua terjadi peningkatan yang cukup dengan persentase 66,51% peserta didik yang mencapai batas KKM yaitu sebanyak 15 orang.
Pada siklus I pertemuan pertama terdapat 26 orang peserta didik dengan persentase 79% yang belum mencapai batas KKM. Sedangkan pada siklus I pertemuan kedua terdapat 18 orang peserta didik dengan persentase 55% yang belum mencapai batas KKM. Berdasarkan hasil data diatas dapat diketahui bahwa terjadinya peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan hasil data pada tahap pra siklus yang hanya 12% persentase peserta didik yang mencapai batas KKM. Tetapi hasil yang telah didapatkan diatas masih belum cukup untuk memenuhi kriteria indikator keberhasilan pembelajaran yaitu sebanyak 80%.
Berdasarkan hasil tes pada siklus I, maka dapat diketahui bahwa penggunaan media flashcard dapat membantu peserta didik dalam mengingat huruf hiragana. Flashcard hiragana membantu peserta didik dalam mengatasi masalah berupa kesulitan dalam mengingat huruf hiragana, disamping itu, tingkat motivasi dan partispasi peserta didik setelah diadakan pembelajaran dengan menggunakan media flashcard mulai terjadi peningkatan yang cukup. Kemudian peserta didik juga tidak merasa takut salah dalam melafalkan bahasa jepang khususnya huruf hiragana.
Selain itu, peserta didik juga sudah dapat menyebutkan huruf hiragana dasar serta menunjukkan huruf hiragana dengan tepat sesuai dengan arahan guru. Namun, disamping itu peserta didik masih belum maksimal dan masih beradaptasi dalam menggunakan media flashcard dalam mengingat huruf hiragana, maka pada siklus II dilakukan perbaikan terhadap penggunaan media flashcard dengan tepat.
Refleksi
Pada proses pertemuan 1 peserta
didik masih mencoba untuk beradaptasi dengan mengenal media flash card hiragana, sehingga masalah yang timbul dari hal ini yaitu hasil belajar terhadap huruf hiragana masih terbilang rendah.
Kemudian pada pertemuan 2 dapat diketahui bahwa adanya sedikit demi sedikit peningkatan terhadap kemampuan peserta didik dalam mengingat huruf hiragana pada mata pelajaran bahasa jepang. Tetapi disamping itu nilai persentase rata-rata yang dicapai peserta didik masih belum memenuhi persentase yang diharapkan. Berdasarkan hal ini maka perlu dilaksanakan perencanaan yang matang untuk kegiatan pada siklus 2.
Siklus II
Perencanaan Siklus II
Pada tahap ini guru menyiapkan terlebih dahulu apa saja hal-hal yang dibutuhkan agar kegiatan pada siklus II dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan. Dimulai dari penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terkait materi huruf Hiragana, serta mempersiapkan media pembelajaran media flashcard hiragana dan lembar tes observasi peserta didik. Disamping itu pertemuan ini dilaksanakan untuk membenahi kekurangan- kekurangan yang terdapat pada siklus I.
Pelaksanaan Siklus II
Menurut hasil tes kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik yang telah dilakukan pada siklus I dapat diketahui bahwa adanya peningkatan yang cukup signifikan dari pada hasil tes yang dilakukan pada pra siklus. Namun hasil tes tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan penelitian yaitu 80% peserta didik mencapai batas KKM.
Pada tahap kegiatan ini dilakukan sama seperti pada siklus 1 yaitu dimulai dengan memeriksa kerapian dan kebersihan kelas, kemudian dilanjutkan dengan berdoa dan mengambil absensi. Sebelum masuk ke kegiatan inti, guru akan menjelaskan terlebih dahulu capaian atau tujuan pembelajaran yang akan dilakukan. Setelah tujuan pembelajaran disampaikan, guru menjelaskan tentang bagaimana penyebutan huruf Hiragana yang tepat. Setelah itu peserta didik diminta untuk melafalkan kembali bunyi huruf hiragana tersebut. Pada kegiatan selanjutnya peserta didik diminta untuk menyusun flashcard hiragana sesuai dengan urutannya mulai dari huruf vokal, huruf konsonan dan gabungan huruf vokal konsonan sembari guru mengecek benar atau tidaknya urutan huruf Hiragana yang disusun oleh peserta didik. Setelah flashcard hiragana tersusun sesuai dengan urutan, peserta didik diminta untuk mengingat huruf hiragana sesuai dengan flashcard yang telah disusunnya.
Setelah itu guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk mengingat-ingat kembali bunyi dan bentuk dari huruf Hiragana sesuai dengan media flashcard yang dimilikinya. Setelah dirasa sudah cukup waktunya, peserta didik diminta untuk maju ke depan sesuai dengan nomor absennya, kemudian guru akan melakukan tes kemampuan mengingat peserta didik satu persatu.
Pada kegiatan ini guru akan memperlihatkan bagian depan flashcard yang berisi huruf hiragana, kemudian peserta didik diminta untuk menyebutkan cara baca atau bunyi huruf hiragana tersebut, sembari guru memberikan penilaian kepada peserta didik tersebut. Kemudian guru akan mengucapkan bunyi dari salah satu huruf hiragana setelah itu peserta didik dipersilahkan untuk memilih flashcard hiragana yang tepat sesuai dengan bunyi yang dilafalkan gurunya.
Kegiatan ini diterapkan ke semua peserta didik secara bergantian hingga nomor absen terakhir.
Observasi Siklus II
Berikut ini dipaparkan hasil observasi aktivitas peserta didik dalam kemampuan mengingat huruf hiragana pada siklus II.
Tabel 3. Hasil Observasi Aktivitas Peserta Didik Pada Siklus II.
Keterangan Aktivitas Presentasi
keberhasilan Rata- rata
Pertemuan 1 Mengingat 71,21 75
Menyebutkan 75 Menunjukkan 78,03
Pertemuan 2 Mengingat 76,51 81
Menyebutkan 81,06 Menunjukkan 84,84
Berdasarkan tabel hasil observasi aktivitas peserta didik diatas dapat diketahui persentase aktivitas mengingat dengan jumlah 71,21%, kemudian aktivitas menyebutkan sebanyak 75% dan disusul menunjukkan sebanyak 78,03%. Berdasarkan hal ini, dapat diketahui bahwa adanya peningkatan yang lebih tinggi terhadap kemampuan mengingat huruf peserta didik dibandingkan dengan siklus 1. Kemudian pada pertemuan 2 dapat diketahui persentase aktivitas mengingat dengan jumlah 76,51%, kemudian aktivitas menyebutkan sebanyak 81,06% dan disusul menunjukkan sebanyak 84,84%. Berdasarkan hal ini, diketahui bahwa terjadinya peningkatan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan hasil observasi yang dilakukan pada pertemuan pertama.
Berkaitan dengan hasil tes yang telah dilakukan terhadap kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik, dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4. Hasil Tes Kemampuan Mengingat Huruf Pada Siklus II.
Keterangan Siklus II
Pertemuan I Pertemuan II Jumlah Peserta
didik mencapai KKM
25 29
Persentase 75 88
Rata-rata 78,48 81,81
Rata-rata
keseluruhan 80,1
Berdasarkan tabel hasil tes kemampuan mengingat huruf diatas, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai peserta didik yang mencapai batas KKM pada pertemuan 1 dan 2. Pada pertemuan pertama dapat dilihat bahwa dari 33 orang peserta didik terdapat 75% peserta didik yang mencapai batas KKM dengan jumlah 25 orang. Sedangkan pada pertemuan kedua terjadi peningkatan dengan persentase 88% peserta didik yang mencapai batas KKM yaitu sebanyak 29 orang. Dengan data diatas maka dapat disimpulkan hanya 4 orang peserta didik yang belum mencapai batas KKM yang telah ditentukan. Oleh sebab itu pembelajaran kemampuan mengingat huruf dengan menggunakan media flashcard dicukupkan dan dinyatakan berhasil.
Disamping hal tersebut dapat juga dilihat bahwa terdapat adanya peningkatan pada nilai rata-rata kemampuan mengingat huruf peserta didik, yang mana pada pertemuan pertama rata-rata nilai peserta didik berjumlah 78,48. Kemudian disusul dengan rata- rata nilai 81,81 pada pertemuan kedua. Hal ini menandakan bahwa nilai rata-rata peserta didik telah mencapai batas KKM yang ditentukan, maka penelitian dinyatakan berhasil dan dicukupkan.
Berdasarkan hasil tes terhadap kemampuan mengingat huruf hiragana diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pada siklus II pertemuan pertama dan kedua peserta didik sudah dapat mengingat huruf hiragana dan menyebutkan serta menunjukkan huruf hiragana, walaupun masih ada beberapa peserta didik yang masih terkendala dalam huruf hiragana.
Disamping itu, peserta didik juga sudah aktif dalam berpartisipasi dan bermotivasi tinggi dalam pembelajaran huruf hiragana. Kemudian, Peserta didik juga sudah dapat menggunakan media flashcard dengan baik dan tepat.
Refleksi
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan pada pertemuan II dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan terhadap kemampuan peserta didik dalam mengingat huruf hiragana. Hal ini terbukti dilihat dari peserta didik yang sudah dapat menyebutkan huruf hiragana dengan tepat, dan peserta didik dapat membedakan bentuk dari setiap huruf Hiragana melalui media Flashcard. Dengan adanya peningkatan yang cukup signifikan ini maka peniliti
memutuskan untuk menghentikan penelitian dan beranggapan bahwa peneliti berhasil di siklus II.
Pembahasan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di kelas xi f 9 terkait dengan penggunaan media flashcard hiragana dalam meningkatkan kemampuan mengingat huruf hiragana bagi peserta didik, maka data hasil belajar dari pra siklus hingga siklus II, dapat diuraikan dalam grafik berikut.
Gambar 1 Rata-rata Nilai Peserta Didik
Pra Tindakan Siklus I Siklus II 0
20 40 60 80 100
Rata-rata Nilai Peserta Didik
Berdasarkan data rata-rata nilai peserta didik dari pra siklus hingga siklus II diatas, dapat diketahui bahwa terjadinya peningkatan nilai rata-rata peserta didik pada setiap siklusnya. Dimulai dari pra siklus menuju siklus I terdapat peningkatan rata-rata kemampuan mengingat huruf hiragana dengan jumlah 17,05. Kemudian disusul dari siklus I ke siklus II dengan jumlah nilai 18,21. Berdasarkan data yang telah diuraikan maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengaplikasian media flashcard hiraganadalam materi hiragana dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengingat huruf hiragana.
Pada tahap pra siklus, dapat diketahui bahwa kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik masih terbilang sangat rendah. Hal ini bisa dilihat dari data hasil tes pra siklus dengan nilai rata-rata sebesar 44,84. Rendahnya hasil nilai ini dikarenakan peserta didik masih belajar huruf hiragana dengan belum menggunakan media flashcard yang terbukti memudahkan peserta didik dalam mengingat huruf hiragana sehingga hasil belajar peserta didik menjadi rendah. Oleh sebab itu peneliti berupaya untuk menerapkan media flashcard hiragana pada siklus berikutnya, sehingga pada siklus I dan II terjadi peningkatan terhadap kemampuan mengingat huruf hiragana bagi peserta didik sesuai dengan indikator keberhasilan awal.
Pada tahap pra siklus, hasil nilai rata-rata kemampuan mengingat huruf hiragana yang diperoleh peserta didik yaitu sebesar 44,84. Pada siklus I, pertemuan pertama nilai rata-rata kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik berjumlah 57,27. Kemudian disusul dengan nilai rata-rata kemampuan mengingat huruf hiragana pada
pertemuan kedua sebesar 66,51.
Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa adanya peningkatan terhadap nilai rata-rata kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik.
Pada siklus II, pertemuan pertama hasil nilai rata-rata kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik sebesar 78,48. Pada pertemuan kedua peserta didik memperoleh nilai rata-rata kemampuan mengingat huruf hiragana sebesar 81,81. Disamping hal itu persentase jumlah nilai peserta didik yang mencapai batas KKM yaitu sebesar 88. Berdasarkan data tersebut hasil nilai peserta didik sudah mencapai batas nilai KKM 80%, sehingga dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan hasil nilai rata-rata peserta didik terhadap kemampuan mengingat huruf hiragana dengan menggunakan media flashcard hiragana.
Kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik sebelum diadakannya tindakan pembelajaran masih tergolong rendah. Pada siklus I didapatkan hasil belajar yang belum mencapai indikator keberhasilan pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh peserta didik belum beradaptasi dengan baik terhadap media flashcard. Oleh sebab itu peneliti melakukan pembenahan terhadap masalah yang ditemukan pada siklus I, sehingga siklus II dapat berjalan dengan lancar.
Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan pada bagian identifkasi permasalahan, berupa rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengingat huruf hiragana, rendahnya motivasi dan partipasi peserta didik serta peserta didik yang merasa takut salah dalam melafalkan bahasa jepang dikarenakan oleh peserta didik belum beradapatasi dengan huruf hiragan dan media pembelajaran yaitu media flashcard. Dengan adanya media flashcard hiragana dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang ditemukan peserta didik pada tahap awal pembelajaran. Hal ini juga dibuktikan dengan peningkatan nilai hasil belajar serta motivasi dan partisipasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran bahasa jepang. Berdasarkan pernyataan yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah tidak kesulitan lagi dalam mengingat huruf hiragana karena telah dilakukan pembelajaran dengan media flashcard. Kemudian motivasi dan partisipasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran telah meningkat dengan cukup signifikan dan peserta didik tidak takut dalam melafalkan bahasa jepang. Dengan adanya peningkatan yang cukup signifikan ini maka peniliti memutuskan untuk menghentikan penelitian dan beranggapan bahwa peneliti berhasil di siklus II.
IV. KESIMPULAN
Kemampuan mengingat huruf hiragana peserta didik sebelum diadakannya tindakan pembelajaran masih tergolong rendah. Pada siklus I didapatkan hasil belajar yang belum mencapai indikator keberhasilan pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh peserta didik belum beradaptasi dengan baik terhadap media flashcard. Oleh sebab itu peneliti melakukan pembenahan terhadap masalah yang ditemukan pada siklus I, sehingga siklus II dapat berjalan dengan lancar.
Berdasarkan hasil dari penelitian terkait penggunaan media flashcard dalam meningkatkan kemampuan mengingat huruf hiragana maka dapat diketahui bahwa pengaplikasian media flashcard dalam materi huruf hiragana dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat huruf. Hal ini disebutkan berdasarkan adanya peningkatan terhadap kemampuan mengingat huruf peserta didik dengan menggunakan aspek observasi aktivitas dan tes dalam dua siklus. Peningkatan kemampuan mengingat huruf peserta didik bisa dilihat pada pra siklus terkait dengan mengingat huruf diawali dengan persentase 12%
dengan rata-rata nilai 44,84. Kemudian pada siklus I kemampuan mengingat huruf terdapat peningkatan persentase sebesar 45% dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 61,89. dan disusul oleh peningkatan persentase pada siklus II sebesar 88%
dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 80,1.
V. SARAN
1) Bagi GuruGuru dapat menerapkan media pembelajaran flashcard dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan huruf hiragana maupun katakana bagi peserta didik.
2) Bagi Siswa
Peserta didik dapat menggunakan flashcard dalam upaya meningkatkan kemampuan huruf bahasa jepang.
3) Bagi Peneliti lain
Peniliti lain yang akan atau sedang menyusun penilitian tindakan kelas dapat menggunakan media pembelajaran flashcard dalam meningkatkan kemampuan peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Harahap, Risa Sulastri. (2023). Penerapan Media Flash Card Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengenal Huruf Siswa di Kelas 1 SD Negeri 100280 Parigi Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara. Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Admad Addary.
[2] Prabowo, A., Indrawadi, J., & Amrii, U. (2021).
Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan
Siswa Menggunakan Media Gambar
Flash Card dengan Pendekatan Saintifik Kelas II. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 3219-3228.
[3] Arikunto, S. (2019). Penelitian Tindakan Kelas.
Bumi Aksara.
[5] Wahyuni, Sri. (2020). Penerapan Media Flashcard untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema
“Kegiatanku”. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(1), 10-11.
[6] Wulandari, Amelia Putri., Salsabila, Annisa Anastasia., Cahyani, Karina., Nurazizah, Tsani Shofiah., & Ulfiah, Zakiah. (2023). Pentingnya Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar. Journal on Education. 5(2), 3928-3936.
[7] Saputri, Sisca Wulansari. (2020). Pengenalan Flashcard Sebagai Media Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris. Jurnal Abdikarya, 2(1), 57-58.
[8] Febriyanto, B., & Yanto, A. (2019). Penggunaan media flash card untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 3(2), 108-116.
[9] Putri, N. P. (2021). A Effectivity Of Flashcard Learning Media To Memorize Vocabulary In Japanese Language. Sosioedukasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 10(2), 250-256.
[10]Khotimah, D. K. (2020). Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa Kelas VII SMP Dengan Media Pembelajaran Flash Card. Jurnal Pionir, 6(2).
[11] Pranowo, G. (2021). Pengembangan Media Flash Cards untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca. Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 6(2), 129-139.
[12] Musyadad, V. F., Supriatna, A., & Gosiah, N.
(2021). Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Dengan Menggunakan Media Flash Card Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas III SDN Kertamukti. Jurnal Tahsinia, 2(1), 85-96.
[13] Gerhani, Febrina. (2019). Penerapan Media Pembelajaran Flash Card Untuk Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
[14] Pasaribu, M., & Mukhrimah, N. A. (2022).
Efektifitas Penggunaan Media Flashcard Terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah. Journal on Teacher Education, 4(2), 1190-1200.
[15] Alvita, A., & Airlanda, G. S. (2021).
Pengembangan flashcard untuk meningkatkan keterampilan menulis permulaan pada siswa kelas I mata pelajaran bahasa inggris di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 5714-5715