ASPEK LABORATORIUM PENYAKIT TIDAK MENULAR KANKER PAYUDARA
Dosen Pengampu :
Sholeha Rezekiyah, SKM, M.Bmd
Disusun Oleh : INDRA GANDI NIM: PO71340220054
PRODI D III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS POLITEKNIK KESEHATAN JAMBI
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
TAHUN 2024
1. Kanker payudara
Kanker payudara adalah kanker yang terbentuk di jaringan payudara. Kanker payudara terjadi ketika sel-sel pada jaringan di payudara tumbuh secara tidak terkendali dan mengambil alih jaringan payudara yang sehat dan sekitarnya.
Kanker payudara bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus) atau di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat dalam payudara. Meski lebih sering terjadi pada wanita, kanker payudara juga bisa menyerang pria.
2. ELISA
a. https://link.springer.com/article/10.1007/s10585-006-9037-7
Ekspresi mRNA Survivin terdeteksi pada 69,2%–93,8% karsinoma payudara primer, tetapi jarang diekspresikan dalam jaringan payudara normal dan sel hematopoietik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki signifikansi deteksi sel kanker payudara yang bersirkulasi yang mengekspresikan Survivin dalam darah tepi terhadap hasil klinis. Metode deteksi didasarkan pada teknik ELISA RT-PCR yang dikembangkan di laboratorium kami.
Enam puluh tujuh pasien kanker payudara dalam berbagai stadium dan 135 wanita sehat normal diselidiki. Sel kanker yang bersirkulasi yang mengekspresikan Survivin terdeteksi dalam sampel darah tepi dari 34 (50,7%) dari 67 pasien kanker payudara, tetapi tidak pada wanita sehat yang digunakan sebagai kontrol. Kehadiran sel kanker payudara yang bersirkulasi yang mengekspresikan Survivin ditemukan secara signifikan terkait dengan berbagai parameter klinikopatologis seperti infiltrasi pembuluh darah, derajat histologis, ukuran tumor, status nodal, status ER/PgR, status Her-2 dan stadium klinis penyakit ( P < 0,01). Selama periode tindak lanjut selama 36 bulan, 9 dari 11 (81,8%) pasien kanker payudara yang memiliki ekspresi Survivin positif pada saat uji awal mengalami kekambuhan penyakit, sedangkan kekambuhan hanya ditemukan pada 2 dari 6 (33,3%) pasien kanker payudara yang memiliki ekspresi Survivin negatif . Dengan demikian, deteksi sel kanker yang bersirkulasi yang mengekspresikan mRNA Survivin dapat memberikan informasi berharga untuk prediksi metastasis dan kekambuhan kanker payudara.
b. https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/98338029/2114-libre.pdf?
1675745521=&response-content-disposition=inline%3B+filename
%3DUji_Aktivitas_Sitotoksik_Ekspresi_p53_da.pdf&Expires=1733456069&Signature=
G8ENEdjuFra-
SuJq8wYPvTNgbq0hYInpRNuMOWvDu~gVgGhiVDkn7oHlwbwUsCEdeHUpBqbnm qszvwoohS7PibEAEMzUrRA0g0YqP0HEJGRtrJvam9nKrHykRcM1GfmhYqu7Ol0Ro
OgbDuYImdE3bEfA6W-pdjnvzMLGSJvofqY-OziU8K7TRAYIpwYW- ZkeksPPN0u99d26xB0aQWlnij485hjmlr0ugrCKLygk-
l9ZlhI64U~BSaoHliAsPquygCZpCH2MqxagrMWqj5MymT6mcf-
S80N7BGyj5wTRSftFKc1JxgqpamBPc5b5Xf-XIoeFdLCxeS30RGeKK-1ysQ__&Key- Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA
Kanker payudara merupakan kanker yang menyerang jaringan epitel payudara. Terapi kanker dengan obatobatan dapat memiliki efek samping sehingga potensi bahan alam mulai dikembangkan sebagai obat antikanker.
Herba kelakai (Stenochleana palustris (Burm.f.) Bedd.) merupakan bahan alam sebagai alternatif pengobatan kanker. Sel T47D adalah model sel kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas sitotoksik ekstrak, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air dari herba kelakai terhadap sel kanker payudara T47D dan mengetahui pengaruh ekstrak dan fraksi herba kelakai terhadap ekspresi p53 dan Bcl-2. Herba kelakai diekstraksi dengan metode maserasi. Uji sitotoksik dilakukan dengan metode uji methyl thiazolyl tetrazolium (MTT) assay pada sel kanker payudara T47D dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) reader. Ekspresi p53 dan Bcl-2 dilakukan dengan uji imunositokimia. Fraksi n-heksan dan etil asetat herba kelakai memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dengan nilai IC50 86,99 µg/mL dan 98,43 µg/mL, sedangkan fraksi air tidak memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai IC50 >1000 µg/mL. Ekstrak dan fraksi n-heksan herba kelakai dapat meningkatkan ekspresi p53 dan menurunkan ekspresi protein Bcl-2.
c. https://eprints.poltekkesadisutjipto.ac.id/id/eprint/316/1/Publikasi%20Marisa.pdf
Latar belakang: Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia.
Kanker payudara meningkatan stres oksidatif sehingga dapat memicu kerusakan jaringan dan dapat dicegah oleh senyawa yang bersifat antioksidan. GSH merupakan antioksidan endogen yang dapat menetralkan dan juga mencegah kerusakan akibat stres oksidatif.
Penyebab radikal bebas diantaranya usia dan stadium. Vitamin A merupakan antioksidan eksogen yang dapat menghambat radikal bebas dan memutuskan reaksi rantai radikal.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan usia, stadium, dan vitamin A dengan kadar GSH pada pasien kanker payudara. Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan konsekutif sampling.
Subjek penelitian sebanyak 39 orang pasien kanker payudara rawat jalan di RSUD Dr Moewardi Surakarta yang mendapatkan kemoterapi. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara (food recall dan FFQ), pengukuran kadar GSH dengan ELISA kit. Analisis
data menggunakan korelasi Spearman. Hasil: Subjek penelitian memiliki usia 32-57 tahun dengan stadium kanker II dan III, memiliki rerata asupan vitamin A (412,3±52,75 µg) dan kadar GSH (7,10±6,56 ng/ml). Kesimpulan: Ada hubungan usia dan asupan vitamin A dengan kadar GSH pada pasien kanker payudara.