Nama reviewer Nurpadilla (200701501128) Tanggal review 11 September 2023
Mata kuliah/Kelas Ketahanan Keluarga/B
Judul Artikel Strategic Family Therapy Untuk Menangani Masalah Komunikasi Ayah dan Anak
Nama Penulis Irma Agustin
Nama Jurnal PROCEDIA (Studi Kasus dan Intervensi Psikologi) :2302–
1462
Volume 4 (2)
Tahun terbit 2016
Tujuan Penelitian Menangani permasalahan anak yang kurang perhatian dan kasih sayang dari Ayahnya dengan teknik strategic family therapy
Metode Observasi dan wawancara.
Partisipan Subjek seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang merupakan seorang anak tunggal dengan status anak angkat.
Masalah keluarga yang diintervensi
Subjek mengalami konflik dengan Ayahnya yang sibuk bekerja di luar kota sehingga subjek kurang mendapatkan perhatian dan kasih saying dari orang tua terutama Ayahnya karena ibu subjek telah meninggal dunia. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya komunikasi antara subjek dengan Ayahnya.
Metode intervensi yang diberikan
Intervensi yang digunakan dalam menangani permasalahan yang dialami keluarga adalah dengan Strategic Family Therapy. Prosedur intervensi terdapat empat tahap yaitu the social stage, the problem stage, the interaction stage, defining desired changes.
Hasil Intervensi yang berlangsung sebanyak tiga sessi dianggap dapat merubah perilaku sehingga dapat memperbaiki pola komunikasi yang salah menjadi lebih baik. Hasil dari therapic family therapy tang telah dilakukan didapatkan dari masing-masing anggota keluarga mengatakan bahwa anak mulai mengerti dengan kondisi pekerjaan Ayahnya yang tidak bisa setiap saat memantau anak, selain itu anak tidak menangis saat Ayah berangkat kerja dan juga anak menjadi tidak susah makan saat tidak ada Ayah di rumah. Selain itu Ayah jadi lebih sering menyempatkan waktu menelpon anak saat sedang tidak bersama, ketika Ayah sedang di rumah Ayah juga mengajak anak jalan atau sekadar refreshing ke luar rumah untuk menghabiskan waktu bersama dan juga Ayah muali mau menidurkan anak ketika berada di rumah.
Hubungan dengan Masalah yang diangkat oleh mahasiswa
Berdasarkan kasus dimana seorang Ayah membunuh anak tirinya karena persoalan uang saku. Hal ini sejalan dengan intervensi yang diterapkan dalam jurnal yang berjudul
“Strategic Family Therapy Untuk Menangani Masalah Komunikasi Ayah dan Anak”. Dimana keduanya berkaitan
dengan masalah komunikasi antara ayah dan anak.
Meskipun dalam kasus yang dianalisis korban telah meninggal sehingga tidak dapat dilakukan intervensi, namun intervensi tersebut dalam dilakukan pada ayah agar bisa memperbaiki pola komunikasi dengan anaknya yang lain.
Selain daripada kasus tersebut, Indonesia menjadi negara urutan ketiga yang mengalami kasus fatherless sehingga diperlukan intervensi Strategic Family Therapy.