• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

Institut Teknologi Nasional

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Eceng gondok atau Eichornia crassipes merupakan tumbuhan air tawar yang dikenal sebagai gulma. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Indonesia khususnya di perairan tawar yang menyerap nutrien dalam pertumbuhannya. Waduk Saguling merupakan salah satu waduk buatan yang berlokasi di Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada ketinggian 643 mdpl yang banyak ditumbuhi oleh tanaman eceng gondok dalam perairan waduknya.

Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dapat merusak lingkungan perairan. Pertumbuhan tanaman eceng gondok yang cepat akan menyebabkan sungai–sungai ataupun perairan menjadi dangkal serta menyebabkan terjadinya aerasi akibat terhalangnya sinar matahari yang masuk ke dalam air yang disebabkan oleh kerapatan tumbuhan antar eceng gondok. Namun, selain menimbulkan dampak negatif, tanaman eceng gondok pun memiliki manfaat dalam mengurangi pencemaran air diantaranya yaitu dapat menyerap logam-logam berat serta memiliki potensi besar dalam pembuatan bioenergi seperti bioetanol.

Tanaman eceng gondok merupakan tanaman yang memiliki kandungan sellulosa yang mampu dimanfaatkan dalam memproduksi bioetanol. Produksi bioetanol dari tanaman eceng gondok dapat dilakukan melalui cara fermentasi menggunakan mikroorganisme didalam sebuah fermentor. Fermentor yang dapat digunakan ada berbagai jenis diantaranya adalah jenis fixed bed. Kemudian dapat digunakan teknik penambatan sel agar sel dapat bertahan pada perubahan kondisi seperti pH dan temperature, serta mencegah washout.

Pada penelitian ini akan dikaji tentang pemanfaatan eceng gondok dalam produksi bioetanol menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae didalam fermentor fixed bed dengan kondisi immobilized cell.

(2)

2

Institut Teknologi Nasional

1.2 Rumusan Masalah

Berkaitan dengan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh konsentrasi asam pada hidrolisis terhadap konsentrasi glukosa yang dihasilkan dari tanaman eceng gondok?

2. Bagaimana pengaruh konsentrasi awal glukosa terhadap besarnya konsentrasi bioetanol dan %yield yang dihasilkan?

3. Bagaimana kecepatan pembentukan glukosa menjadi bioetanol pada penelitian fermentasi bioetanol?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Memproduksi bioetanol dari tanaman eceng gondok dengan fermentor fixed bed dengan immobilized cell.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Menentukan nilai konsentrasi asam terbaik pada proses hidrolisis asam dari tanaman eceng gondok berdasarkan nilai glukosa yang diperoleh.

2. Menentukan nilai konsentrasi awal glukosa terbaik pada proses fermentasi berdasarkan nilai konsentrasi bioetanol dan %yield yang dihasilkan.

3. Menentukan kecepatan pembentukan glukosa menjadi bioetanol yang dihasilkan pada penelitian fermentasi bioetanol.

1.4 Ruang Lingkup Penelitian

Pada penelitian pembuatan bioetanol dari tanaman eceng gondok ini menggunakan tanaman eceng gondok dengan jenis Eichornia crassipes yang diambil dari Waduk Saguling. Tahap utama dalam pembuatan bioetanol terbagi menjadi tiga, yaitu tahap pendahuluan (penyiapan

(3)

2

Institut Teknologi Nasional

umpan dan penyiapan mikroorganisme), tahap hidrolisis, dan tahap fermentasi. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah waktu hidrolisis selama 90 menit, temperatur hidrolisis pada 100˚C, jenis mikroorganisme menggunakan Saccharomyces cerevisiae, penambat berupa batu apung dengan ukuran mesh 4/10, dan kondisi sel yaitu immobilized cell. Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah konsentrasi asam pada proses hidrolisis sebesar 2%, 6%, 10%. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menganalisis konsentrasi glukosa dengan metode Somogyi-Nelson, jumlah sel dengan metode counting chamber, dan konsentrasi perolehan bioetanol dengan metode refraktometri.

1.5 Manfaat Penelitian

Tanaman eceng gondok menimbulkan dampak negatif diantaranya adalah dapat menutupi permukaan perairan dan menghalangi masuknya cahaya matahari ke dalam perairan. Namun tanaman eceng gondok memiliki dampak positif antara lain dengan memanfaatkan tanaman tersebut untuk dijadikan bahan bakar alternatif seperti bioetanol melalui proses fermentasi.

Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat yaitu berupa informasi mengenai pembuatan bioetanol dari tanaman eceng gondok dengan menggunakan immobilized fixed bed fermentor sehingga dapat dijadikan usaha baik dalam industri kecil, industri menengah, ataupun industri besar. Diharapkan pula dapat meningkatkan antusias masyarakat dalam mengurangi pencemaran lingkungan diakibatkan dari tanaman eceng gondok yang tidak termanfaatkan.

Referensi

Dokumen terkait

Pembuatan Kompos Eceng Gondok ( Eichhornia crassipes (Mart) Solms.) dengan Penambahan Bioaktivator yang Berbeda dan Uji Kualitas Kompos pada Pertumbuhan Tanaman

Eceng gondok merupakan bahan yang paling mudah diperoleh, selain itu kandungan nutrisi dalam eceng gondok sangat berpotensial untuk dijadikan sebagai bahan

PEMBUATAN BIOETANOL DARI ECENG GONDOK DENGAN PROSES HIDROLISIS, FERMENTASI, DAN EKSTRAKSI.. SECARA TERPADU TESIS Oleh OKTA BANI 117022004/TK

Dari uraian diatas maka perlu dilakukan penelitian tentang pengomposan Eceng gondok (Eichornia crassipes) dan jerami padi dengan menggunakan biodekomposer yang

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1 Pada bab 1 pendahuluan ini dijelaskan mengenai latar belakang, alasan pemilihan eceng gondok sebagai bahan ekstraksi selulosa, perumusan masalah, tujuan

2014: Analisis Pengaruh Waktu Pretreatment dan Konsentrasi NaOH terhadap Kandungan Selulosa , Lignin dan Hemiselulosa Eceng Gondok Pada Proses Pretreatment Pembuatan Bioetanol Analysis

Tanaman eceng gondok Eg memiliki kemampuan paling besar untuk menurunkan kandungan parameter kualitas air berupa BOD, COD, N, TSS, dan kekeruhan limbah cair pembuatan tempe, dengan

Tanaman ini sangat toleran terhadap keadaan yang tidak menguntungkan sekalipun dan hal tersebut dilakukan agar dapat mengubah pandangan masyarakat bahwa eceng gondok hanya merusak