Pada periode 2020, Restoran Pizza Hut memberikan kontribusi sebesar 67,8% terhadap seluruh penjualan Pizza Hut di tahun 2020. Sedangkan kontribusi bisnis meningkat menjadi 31,4% untuk Pizza Hut Delivery dari kontribusi tahun lalu sebesar 26,5%. Contoh pesaing Pizza Hut lainnya adalah Burger King, restoran ini juga mengalami kerugian di masa pandemi.
Faktor-faktor yang diambil peneliti adalah diferensiasi produk, pemasaran media sosial, serta minat pembelian sebagai faktor yang mempengaruhi calon konsumen dalam melakukan keputusan pembelian di Pizza Hut Buaran Jakarta. Pizza Hut sendiri melakukan pemasaran media sosial melalui berbagai platform media sosial antara lain Instagram, Youtube, Tiktok, Facebook, dan Twitter. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang membuat pemasaran media sosial Pizza Hut mengalami tren yang kurang baik.
Selain itu, Pizza Hut juga merilis beberapa menu baru lainnya untuk bertahan di masa pandemi. Melihat kondisi yang dialami Pizza Hut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh PERUBAHAN PRODUK DAN SOSIAL MEDIA MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PIZZA HUT DENGAN NIAT PEMBELIAN SEBAGAI TERLIBAT”.
Rumusan Masalah
Keputusan pembelian yang tinggi akan meningkatkan keuntungan, sedangkan keputusan pembelian yang rendah akan menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Pizza Hut juga melakukan terobosan baru dengan menghadirkan variasi menu All You Can Eat Pizza Hut yang relatif baru dan unik. Keputusan pembelian dapat terjadi apabila calon konsumen tertarik dan berniat membeli suatu produk.
Pada akhir tahun 2020, Pizza Hut mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 3,45 triliun, dengan hasil tersebut menunjukkan penurunan penjualan bersih Pizza Hut sebesar 13,25% dibandingkan tahun 2019. Di akhir tahun 2020, Pizza Hut juga mencatatkan laba kotor sebesar Rp 2,26. triliun, turun 15,66% dibandingkan tahun 2019, dimana Pizza Hut mencatatkan laba kotor sebesar Rp 2,68 triliun pada tahun 2019. Berdasarkan uraian yang telah dibahas di atas maka permasalahan penelitiannya adalah bagaimana diferensiasi produk dan pemasaran media sosial mempengaruhi keputusan pembelian dengan minat pembelian sebagai variabel intervening.
Adakah terdapat pengaruh antara pembezaan produk (X1) terhadap keputusan pembelian (Y) melalui minat membeli (Z) produk Pizza Hut. Adakah terdapat pengaruh antara pemasaran media sosial (X2) terhadap keputusan pembelian (Y) melalui minat membeli (Z) produk Pizza Hut.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kerangka Teori 1 Perilaku Konsumen
- Keputusan Pembelian
- Minat Beli
- Diferensiasi Produk
- Social media marketing
- Keterkaitan Antar Variabel
- Keterkaitan Diferesiasi Produk Terhadap Minat Beli
- Keterkaitan Social media marketing Terhadap Minat Beli
- Keterkaitan Diferensiasi Produk terhadap Keputusan Pembelian Diferensiasi produk yang dilakukan oleh perusahaan membuat produk yang
- Keterkaitan Social media marketing terhadap Keputusan Pembelian
- Keterkaitan Minat Beli dengan Keputusan Pembelian
- Keterkaitan Diferensiasi Produk terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat Beli
- Keterkaitan Social media marketing terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat Beli
- Penelitian Terdahulu
Karena perusahaan dapat memiliki minat beli yang tinggi, maka akan mendorong keputusan pembelian yang terjadi di dalam perusahaan. Berdasarkan ketiga pendapat tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa minat beli merupakan reaksi sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu benda berharga. Penerapan diferensiasi produk yang baik akan membantu mempengaruhi munculnya minat beli yang tinggi dan juga membantu meningkatkan keputusan pembelian yang akan mempengaruhi penjualan yang dihasilkan oleh perusahaan.
Sedangkan jika diferensiasi produk buruk dan tidak sesuai dengan preferensi konsumen, maka minat beli yang dihasilkan akan rendah dan keputusan pembelian yang terjadi juga akan rendah. Oleh karena itu, pemasaran media sosial yang baik sangat diperlukan agar produk yang ditawarkan dapat merangsang minat konsumen untuk membeli dan pada akhirnya akan mengambil keputusan pembelian. Pemasaran melalui media sosial yang kurang baik juga dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Meatry (2018), terdapat pengaruh yang signifikan antara pemasaran media sosial terhadap minat beli konsumen. Apabila diferensiasi produk yang dilakukan perusahaan dilakukan dengan baik maka kemungkinan pengambilan keputusan pembelian terhadap produk tersebut akan tinggi. Dengan melakukan pemasaran media sosial yang baik, bisnis cenderung menjangkau cakupan pasar yang lebih luas dan terkait dengan keputusan pembelian yang tinggi.
Namun jika perusahaan menggunakan media sosial yang buruk maka keputusan pembelian cenderung rendah karena perusahaan tersebut. Menurut Gunelius (2011), pemasaran media sosial mempengaruhi keputusan pembelian dengan memberikan kesempatan kepada calon pelanggan untuk memberikan ulasan online yang dapat mempengaruhi pemikiran calon pelanggan ketika mengambil keputusan pembelian suatu produk. Penelitian yang dilakukan oleh Mileva (2018) menghasilkan adanya pengaruh antara pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian.
Keputusan pembelian juga merupakan tindakan yang dilakukan konsumen untuk membeli suatu produk atau jasa, yang menentukan proses kegiatan dalam proses pengambilan keputusan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Meatry (2018), terdapat pengaruh positif minat pembelian terhadap keputusan pembelian. Pengaruh Social Media Marketing, Brand Awareness Terhadap Niat Membeli Keputusan Pembelian Sebagai Variabel Tidak Langsung Pada JCO Donuts & Coffee Semarang.
Pengaruh Social Media Marketing Terhadap Keputusan Pembelian (Survei Online Pada Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Yang Membeli Starbucks Menggunakan LINE). Dari penelitian ini diketahui terdapat pengaruh yang signifikan antara social media marketing terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi <0,05 yaitu sig sebesar 0,000.
Hipotesis
Definisi Konseptual
Definisi Operasional
- Tipe Penelitian
- Populasi dan Sampel .1 Populasi
- Sampel
- Teknik Pengambilan Sampel
- Sumber Data
- Skala Pengukuran
- Teknik Pengolahan Data
Pemasaran media sosial merupakan strategi pemasaran Pizza Hut dalam menciptakan jaringan online melalui media sosial. Niat membeli merupakan pernyataan mental konsumen yang mencerminkan rencana pembelian banyak produk Pizza Hut. Anda mempunyai keinginan untuk membeli produk Pizza Hut yang bernilai tinggi - Anda mempunyai keinginan untuk membeli produk Pizza Hut yang bernilai tinggi 4.
Keputusan pembelian merupakan tindakan konsumen apakah ingin membeli atau tidak membeli produk Pizza Hut. Tinggi rendahnya nilai pembelian Pizza Hut dalam 1 tahun - Jumlah (potongan) pembelian Pizza Hut yang dilakukan dalam satu kali pembelian 1.9 Metode penelitian. Penelitian deskriptif atau penelitian penjelasan merupakan pilihan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dimana tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antar variabel dalam penelitian.
Pizza Hut Buaran sendiri berlokasi di Buaran Plaza Mall, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Karena populasi di sekitar Pizza Hut Buaran cukup besar, maka peneliti memerlukan sampel untuk mewakili populasi yang besar tersebut. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah konsumen produk Pizza Hut Buaran yang berada di Kelurahan Klender Jakarta Timur yang jumlahnya banyak dan belum diketahui jumlah pastinya.
Jadi, dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan adalah 100 responden yang cukup mewakili penelitian. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data kuantitatif, dimana data tersebut berupa angka-angka hasil pengukuran atau observasi. Data primer ini diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden pengguna produk Pizza Hut Buaran, Jakarta Timur.
Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini adalah bagaimana konsumen menilai diferensiasi produk Pizza Hut, bagaimana konsumen menilai pemasaran media sosial yang dilakukan Pizza Hut, bagaimana tingkat minat beli konsumen terhadap produk Pizza Hut, dan bagaimana tingkat keputusan pembelian konsumen. untuk produk Pizza Hut. Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup yang jawabannya diberikan oleh peneliti sehingga responden hanya memilih saja. Informasi yang diperlukan dalam survei ini dengan menggunakan kuesioner adalah bagaimana konsumen menilai diferensiasi produk Pizza Hut, lalu bagaimana konsumen menilai pemasaran media sosial yang dilakukan Pizza Hut, bagaimana tingkat minat beli konsumen terhadap produk Pizza Hut dan bagaimana tingkat keputusannya. pembelian konsumen terhadap produk Pizza Hut.
Uji Validitas dan Reliabilitas .1 Uji Validitas
Uji Reliabilitas
Dalam pengujian reliabilitas, kuesioner sebagai alat penelitian yang akan digunakan harus diuji reliabilitasnya, yang berkaitan dengan konsistensi dan keakuratan pengukuran, apakah alat yang digunakan dapat digunakan berulang kali untuk mengukur objek yang sama dan apakah dapat menghasilkan hasil yang diinginkan. hasil. data yang sama, juga konsisten. Instrumen yang digunakan dapat dinyatakan reliabel apabila instrumen tersebut dapat digunakan dua kali untuk mengukur permasalahan yang sama dan untuk memeriksa apakah pengukuran yang dilakukan relatif sama dan konsisten, begitu pula sebaliknya. Menurut Ghozali, kriteria penentuan reliabilitas suatu kuesioner disebut reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 dinyatakan tidak reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha < 0,60.
Analisis Data .1 Koefisien Korelasi
Koefisien Determinasi
Tujuan dari koefisien determinasi adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Nantinya diketahui bahwa perubahan yang terjadi pada variabel keputusan pembelian dipengaruhi oleh sejauh mana diferensiasi produk dan pemasaran media sosial melalui minat beli berlangsung. Pada koefisien determinasi ini akan diketahui seberapa besar pengaruhnya terhadap seluruh variabel bebas dengan variabel terikat secara parsial atau simultan melalui nilai persentase.
Pengujian Hipotesis Signifikansi Parsial (Uji t)
Analisis Jalur
Dalam persamaan analisis jalur terdapat variabel eksogen yang merupakan variabel penyebab dan variabel endogen yang merupakan variabel pengaruh. Akibat tidak langsung (indirect effect) adalah dari X ke Z sampai Y, atau lebih sederhananya dapat dilihat sebagai berikut.