• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 1"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1. Latar Belakang

Program Penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Program ini merupakan salah satu program nasional (Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah) dalam rangka pemenuhan fasilitas penyediaan air minum dan sanitasi yang layak serta berbasis masyarakat. Program PAMSIMAS II yang di laksanakan pada tahun 2016-2020 kelanjutan dari program PAMSIMAS 1 tahun 2008-2015, merupakan instrument pelaksanaan dua agenda nasional yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan, yaitu (1) 100%- 100% akses air dan sanitasi, dan (2) sanitasi total berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpenghasilan rendah wilayah perdesaan yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi, meningkatkan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target akses air minum pada tahun 2024 di sektor air minum dan sanitasi, melalui pengarusutamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat

Program pamsimas III di laksanakan untuk menunjang pengembangan pemukiman yang berkelanjutan di 15.000 desa serta mengelola keberlanjutan pelayanan air minum dan sanitasi di lebih dari 27.000 desa sasaran PAMSIMAS (pedoman umum Program PAMSIMAS 2021).

(2)

Pelaksanaan program PAMSIMAS dilandasi dengan kebijakan Pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. RPJPN mengamant- kan pada akhir periode RPJMN 2015-2019 layanan dasar air minum dan sanitasi dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Program PAMSIMAS adalah program yang bersifat nasional dan melibatkan berbagai unsur dan pihak dengan para pelaku yang berbeda baik dari kedudukan dan pengetahuan. Program PAMSIMAS adalah program bersama antara Pemerintah. Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan masyarakat yang melibatkan berbagai pemangku kepenting- an baik di tingkat Provinsi, Kabupaten, sampai dengan Desa dan Komunitas.

Pendekatan pelaksanaan dan pengelolaan ini menganut pendekatan Kolaborasi antara Kementerian dan Lembaga berbasis Tupoksi artinya program PAMSIMAS program bersama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemndesa), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Badan Perencanaan Pembanguanan Nasional (Bappenas). Pemerintah Kabupaten berperan sebagai pemegang kebijakan dalam pemilihan Desa serta Kolaborasi.Berbasis masyarakat artinya program PAMSIMAS menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan penanggung jawab kegiatan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi.

Dengan adanya program PAMSIMAS yang diharapkan masyarakat bersedia menerapkan perilaku dan praktek perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Masyarakat memperoleh akses yang berkelanjutan terhadap pelayanan air minum

(3)

yang aman dan sanitasi yang layak, serta mampu menggunakan, memelihara dan mengelola pelayanan secara mandiri, efektif dan berkelanjutan.

Adapun payung hukum berkaitan dengan pengelolaan PAMSIMAS diantaranya adalah:

1. PP No. 122 Tahun 2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum 2. PP No. 69 Tahun 2014 Tentang Hak Guna Air

3. Perpres No. 185 Tahun 2014 Tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi

4. Permenkes No. 3/2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Berdasarkan Undang–Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Peraturan Daerah, penyediaan air minum dan sanitasi telah menjadi urusan wajib Pemerintah Daerah, untuk mendukung kapasitas pemerintah daerah menyediakan layanan air minum dan sanitasi yang memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pemerintah daerah Kabupaten dalam hal pengelolaan, Bupati adalah sebagai penanggungjawab pelaksanaan program PAMSIMAS lingkup Kabupaten.

Sedangkan dalam pelakasanaan program PAMSIMAS di tingkat Desa, Pemerintah Desa berperan dalam menyelenggarakan kebijakan program dan anggaran untuk mendukung pencapaian akses universal air minum dan sanitasi tingkat desa. Pengelolaan program di tingkat masyarakat yakni: a) Kelompok Kesewadayaan Masyarakat (KKM). Peran KKM dalam program PAMSIMAS adalah sebagai pengelola program tingkat masyarakat, sedangkan unit pelaksana program, KKM membentuk satuan pelaksana program PAMSIMAS ( satlak

(4)

pamsimas). b) Kelompok Pengelola SPAMS. Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air minum dan Sanitasi (KPSPAMS) yang sebelumnya bernama Badan pengelola sarana air minum dan sanitasi (BPSPAMS) adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat untuk mengelola pembangunan SPAMS di tingkat Desa.

Pemerintah daerah Kabupaten Karimun yakni Bupati, melalui amanat pedoman PAMSIMAS 2021 bertanggungjawab terhadap program PAMSIMAS di wilayah Kabupaten Karimun.Pemerintah Kabupaten berwewenang menentukan Desa yang layak mendapatkan proram PAMSIMAS lingkup Kabupaten. Desa Sungai Ungar Utara Kecamatan Kundur Utara merupakan salah satu lokasi yang mendapatkan program PAMSIMAS. Kondisi Desa Sungai Ungar Utara sangat membutuhkan air bersih dan hiegenis untuk menunjang kehidupan yang bersih dan sehat.

Tabel 1.1. Data Pembangunan PAMSIMAS Kabupaten Karimun tahun 2017

No Lokasi Jumlah

1 Desa Sawang selatan 1

2 Desa Tanjung Kilang 1

3 Desa Sungai Asam 1

4 Dusun 3 Desa Gemuruh 1

5 Desa Tanjung Batu Kecil 1

6 Desa Tulang 1

7 Parit Tegak Desa Sungai Ungar 1

8 Desa Sungai Ungar Utara 1

Sumber Data: Data Olahan Peneliti, 2022

Pemerintah Desa berperan sebagai penyelenggara program PAMSIMAS tingkat Desa. Selanjutnya di tingkat masyarakat Sungai Ungar Utara di bentuklah KKM yang berperan sebagai pengelola tingkat masyarakat. KKM dalam

(5)

melaksankan program membentuk unit pelaksana program PAMSIMAS yaitu Satlak PAMSIMAS. KPSPAMS adalah lembaga yang di bentuk oleh masyarakat untuk mengelola pembangunan PAMSIMAS tingkat Desa, dengan peran perencanaan, pelaksanaan, sampai pengoperasian dan pemeliharaan serta dukungan keberlanjutan kegiatan program. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Sungai Ungar Utara Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Pembentukan BP SPAMS Desa Sungai Ungar Utara Kecamatan Kundur Utara Kecamatan Kundur Utara Pada Program PAMSIMAS Tahun Anggaran 2016 maka di bentuklah nama–nama anggota BP SPAMS Desa Sungai Ungar Utara sebagaimana terlampir. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Sungai Ungar Utara Nomor 23 Tahun 2016, Kelompok Pengguna Sarana (KPS) adalah RW dan RT sedusun I dan II Desa Sungai Ungar Utara.

Dalam pengelolaan Program PAMSIMAS terdapat 5 komponen yaitu: 1) Pemberdayaan masyarakat, pengembangan kelembagaan daerah dan desa, 2) Peningkatan perilaku dan layanan hidup bersih dan sehat melalui sanitasi total berbasis masyarakat, 3) Penyediaan saran air minum dan sanitasi, 4) Hibah insentif, 5) Dukungan pengelolaan dan pelaksanaan program.

Pelaksanaan komponen 1 memiliki sub komponen yaitu,

a) Pelaksanaan pembangunan berbasis masyarakat (Community Driven Development)

b) Pengembangan kapasitas pengelola dan pelaksanaan program tingkat Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa untuk Implementasi

(6)

c) Pengembangan kapasitas pengelolaan dan pelaksana program tingkat Provinsi dan Kabupaten untuk keberlanjutan program

d) Pengembangan kapasitas pengelola dan pelaksana program tingkat desa untuk keberlanjutan program.

Pelaksana komponen 2 memiliki sub komponen yaitu, a) Peningkatan kebutuhan dan permintaan sanitasi b) Program pemasaran Hyiegene dan sanitasi c) Program hygiene dan sanitasi sekolah

d) Penciptaan dan penguatan lingkungan pendukung program hygiene dan sanitasi.

Komponen 3 akan membantu masyarakat berupa penyediaan sarana air minum tingkat desa dan peri-urba, serta sarana sanitasi sekolah melalui pendekatan berbasis masyarakat.

Komponen 4 menyediakan insentif bagi Kabupaten dan Desa yang dapat mencapai target akses air minum dan sanitasi secara berkelanjutan, termasuk pengembangan dan perbaikan kinerja SPAM. Komponen 5 menyediakan dukungan teknis pengelolaan pelaksanaan program komponen 1,2, 3, dan 4 secara terpadu dan terintegrasi serta memberikan dukungan teknis kepada Central Project Management Unit (CPMU) dan Central Project Implementation Unit (CPIU). Kegiatan yang termuat dalam komponen 5 antara lain, National Management Consultants (NMC), Regional Oversight Management Sevices (ROMS), tim konsultan advisor, konsultan survey (baseline survey, evaluasi dampak serta survei tingkat kepuasan.

(7)

Pada komponen 3 penyediaan sarana air minum dan sanitasi, membantu masyarakat berupa penyediaan sarana air minum tingkat desa dan peri-urban, serta sarana sanitasi sekolah melalui pendekatan berbasis masyarakat.

a. Pembiayaan infrastruktur disesuaikan dengan rencana yang dikembangkan masyarakat

b. Masyarakat yang memilih opsi teknologi untuk infrastruktur air minum c. Masyarakat yang mengendalikan perencanaan, pelaksanaan, serta

operasional dan pemeliharaan sarana

d. Masyarakat yang berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan infrastruktur dan bertanggung- jawab penuh terhadap biaya operasional dan pemeliharaan

e. Penerapan berbasis gender dan penanggulangan kemiskinan secara konsisten untuk mencapai output.

Dalam kaitannya pemilihan teknologi, beberapa faktor yang harus dipertimbangkan adalah:

1. Ketersediaan air baku yang dimanfaatkan oleh desa terkait dan desa-desa sekitarnya, kriteria persyaratan untuk usulkan multi-desa (multi-villages) dengan mempertimbangakan sumber daya air yang memadai diatur dalam petunjuk pelaksanaan

2. Jumlah biaya yang dibutuhkan, kemampuan dan kemauan masyarakat untuk memberikan kontribusi pembangunan

3. Kompleksitas teknologi dan kesiapan masyarakat untuk mengelola SPAMS dengan teknologi yang ada, terutama kesiapan Pemerintah Daerah

(8)

dan Pemerintah Desa dalam mendukung dan memfasilitasi keberadaan dan pengembangan kelompok pengelola multi-desa

4. Nilai manfaat, kemudahan, dan kesinambungan penggunaan terhadap opsi yang dipilih.

Berdasarkan beberapa wawancara dengan masyarakat Desa Sungai Ungar Utara, PAMSIMAS di Desa Sungai Ungar Utara belum beroperasi sampai saat ini. Fenomena masalah yang terjadi pada program PAMSIMAS di Desa Sungai Ungar Utara ialah menurut beberapa sumber pertama, kepala dusun II Sungai Ungar Utara beliau mengatakan” PAMSIMAS di Desa Sungai Ungar Utara belum berjalan sampai sekarang, karena tidak terorganisir dengan baik oleh kelompok pengelola PAMSIMAS, karena kemaren awal pengoperasian PAMSIMAS hanya untuk uji coba dan tak dpt berlanjut sampai sekarang”.

Tabel 1.2. Status PAMSIMAS Pembangunan Tahun 2017, Kabupaten Karimun Tahun 2019

No Kabupaten Desa/kecamatan Sumber dan BLM

Status SPAMS 1. Karimun 2017 Dusun 1 Mengkuse

Desa Sawang

Selatan/Kundur Barat

APBN Berfungsi

2. Karimun 2017 Dusun 1 Desa Tanjung

Kilang/Durai

APBN Berfungsi

3. Karimun 2017 Dusun 1 Desa Tulang/Karimun Dusun 3 Desa Gemuruh/Kundur Barat

APBN APBN

Berfungsi Berfungsi

4. Karimun 2017 Dusun II Desa Sungai Ungar Utara/Kundur Utara Dusun II Desa Tanjung Batu

APBN APBN APBN

Berfungsi Berfungsi Berfungsi

(9)

No Kabupaten Desa/kecamatan Sumber dan BLM

Status SPAMS Kecil/Buru

Dusun IV Desa Sungai Asam/Belat 5 Karimun 2017 Dusun Parit Tegak

Desa Sungai

Ungar/Kundur Dusun Baran Abang Desa Tanjung Hutan/Buru

Desa Lubuk/Kundur

APBN APBD APBD

Berfungsi

SPMS Belum Terbangun, Menunggu Dana APBD Cair

Sumber Data: Baperlitbangda Kabupaten Karimun, 2019

kedua, RW 3 Sungai Ungar Utara mengatakan “ permasalahan PAMSIMAS kita kendalanya debit air yang tak mencukupi untuk musim panas”.

Dengan melihat hasil wawancara di atas terdapat permasalahan yang terjadi pada Program PAMSIMAS di Desa Sungai Ungar Utara. Ada 5 komponen pengelolaan PAMSIMAS, pada komponen 3 penyediaan sarana air minum dan sanitasi point c masyarakat yang mengendalikan perencanaan, pelaksanaan, serta operasional dan pemeliharaan sarana. Dalam kaitannya dengan pilihan teknologi, beberapa faktor yang harus dipertimbangkan point 1 tentang ketersediaan jenis sumber air baku yang akan dimanfaatkan oleh desa terkait, Menurut RW 3 Desa Sungai Ungar Utara, permasalahan PAMSIMAS Desa Sungai Ungar Utara ialah debit air yang tidak mencukupi untuk musim panas. Selanjutnya point 4 nilai manfaat, kemudahan, dan kesinambungan penggunaan terhadap opsi teknis yang dipilih, menurut kepala dusun 2 Desa Sungai Ungar Utara, PAMSIMAS di Desa Sungai Ungar Utara belum berjalan sampai sekarang, karena tidak terorganisir

(10)

dengan baik oleh kelompok pengelola PAMSIMAS serta kurangnya partisipasi dari masyarakat , karena awal pengoperasian PAMSIMAS hanya untuk uji coba dan tak dapat berlanjut sampai sekarang.

Berdasarkan data pada tabel 1.2. dari Bapperlitbngda Karimun Tahun 2019 tentang kondisi SPAM Eksisting, yakni PAMSIMAS Kabupaten Karimun status PAMSIMAS Desa Sungai Ungar Utara ialah berfungsi. Ini sangat bertolak belakang dengan apa yang di sampaikan oleh kepala dusun 2 dan RW 3 Desa Sungai Ungar Utara yang mengatakan tidak beroperasi dan kurangnya debit air pada saat musim panas.

Dengan fenomena masalah di atas Peneliti tertarik untuk meneliti

“Bagaimana Tata Kelola Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Sungai Ungar Utara?”

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalah di atas, peneliti mencoba merumuskan permasalahan yang akan di teliti yaitu : “ Bagaimana Tata Kelola Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Sungai Ungar Utara?”

1.3. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui bagaimana Tata Kelola Program PAMSIMAS di Desa Sungai Ungar Utara yang tidak beroperasi sampai saat ini dan ingin mengetahui kendala apa yang di hadapi sehingga belum dapat di rasakan dampak program bagi masyarakat Desa Sungai Ungar Utara.

(11)

1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapakan dapat menjadi referensi atas masukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan menambah kajian ilmu pengetahuan khususnya ilmu pemerintahan tentang tanggung jawab atas apa tugas yang diemban, berbudi pekerti dan berakhlak mulia dalam menjalankan tugas.

1.4.2. Manfaat Praktis

Bagi penulis sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri serta menambah pengetahuan dan pengalaman tentang pengelolaan PAMSIMAS di Desa Sungai Ungar Utara.Bagi masyarakat dapat di jadikan sumber pengetahuan bahwasanya masyarakat harus berpartisipasi dalam mengawasai berjalannya PAMSIMAS sebagaimana mestinya. Bagi anggota pelaksana PAMSIMAS tingkat Desa sungai ungar utara dapatlah dijadikan bahan masukan dan pengembangan keberlanjutan PAMSIMAS di Desa Sungai Ungar Utara.

Referensi

Dokumen terkait

4 ©All rights reserved May 2023 Monthly Cement Dispatches Saudi Cement Sector | April 2023 Yamama Cement and Saudi Cement recorded the highest market share in April-23, of 11.8% and

Dengan metode kalkulasi yang dicontohkan pada studi ini, diharapkan dapat diprediksi fasa albit sebenarnya yang terkandung di dalam pasir besi titan Yogyakarta ini berdasarkan prediksi