Nyeri dirasakan pada punggung (pinggang) dan menjalar ke depan, intensitasnya tidak berubah saat berjalan atau berlari. Selain itu, terdapat jaringan ikat otot dan ligamen yang menopang organ urogenital dan juga berperan penting dalam proses kelahiran. Menurut Sondakh (2013), terdapat tiga dimensi besar saluran masuk cekungan, yaitu: a) Konjugata vera (konjugat sejati).
Presentasi digunakan untuk menentukan bagian bawah janin, yang terdeteksi pada palpasi selama kehamilan atau pemeriksaan internal saat melahirkan. a) Presentasi palpasi kehamilan : kepala, bokong. Dalam hal ini kemampuan dan kesiapan penolong menjadi penting karena dapat mempengaruhi proses persalinan.
Kebutuhan Dasar Selama Persalinan
Posisi melahirkan yang dapat dilakukan adalah duduk/setengah duduk, merangkak, berjongkok/berdiri, dan berbaring miring ke kiri. Namun sebaiknya tidak digunakan bila ibu merasa gemetar, dan jika ibu mengatakan tidak ada perubahan nyeri. Penekanan dilakukan pada bagian sakrum dengan bantuan tumit tangan dan dilakukan dengan gerakan lurus atau lingkaran kecil.Tekanan ini dapat mengurangi nyeri pada area tengah dan punggung.
Yakni pada titik Ho-ku di tangan (terletak di punggung telapak tangan tempat bertemunya metakarpal ibu jari dan jari telunjuk); Tibia selebar 4 jari di atas malleolus medial (tulang tumit bagian dalam), menekan tibia dan miring ke depan, titik ini akan terasa sangat nyeri. Simkin 1989 dalam Nuraisah 2014) menyatakan bahwa akupresur merangsang produksi endorfin lokal atau juga dapat menutup gerbang rasa sakit. Jika dilakukan dengan satu telapak tangan, lakukan dengan cara melingkari perut, dimulai dari perut bagian bawah di atas simfisis kemaluan, bergerak ke arah samping perut hingga fundus rahim, lalu kembali ke perut bagian bawah di atas kemaluan. simfisis.
Tahapan Persalinan
Perhatian dari pasangan merupakan hal paling mendasar yang harus dilalui seorang wanita dalam proses melahirkannya. Menurut WHO (1994), partograf adalah suatu sistem untuk memantau kondisi ibu dan janin selama proses persalinan. Tulisan “kepala turun” dan garis kontinu dari 0-5 pada sisi yang sama dengan angka dilatasi serviks. pada saat yang tepat dan hubungkan dengan garis lurus.
Waktu mulai persalinan fase aktif diberi nomor 1-16, masing-masing kotak berdurasi 1 jam, yang digunakan untuk mengetahui sudah berapa lama proses persalinan berlangsung. Jika ibu menerima oksitosin: Jika infus oksitosin telah dimulai, catat jumlah unit oksitosin yang diberikan per volume cairan IV dan dalam tetes per menit setiap 30 menit. a) Catat denyut nadi ibu setiap 30 menit dan beri tanda titik (.) pada kolom yang sesuai. (b) Ukur tekanan darah ibu setiap 4 jam dan. tempatkan panah pada kolom yang benar. Mencatat hal-hal yang terjadi selama proses persalinan dan kelahiran, serta perawatan yang diberikan dari kala I sampai kala IV dan penatalaksanaan bayi baru lahir.
Lengkapi rincian di setiap tempat yang tersedia, atau dengan mencentang kotak di sebelah jawaban yang benar. Lingkari jawaban yang benar untuk pertanyaan 5, mungkin ada lebih dari satu jawaban untuk pertanyaan 8. Masukkan jawaban pada tempat yang tersedia dan centang kotak di sebelah jawaban yang benar untuk soal 36 dan 37, lingkari jawaban yang benar.
Kontraksi rahim merupakan kunci terjadinya kala II persalinan dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 10 menit, intensitas kontraksi kuat, durasi lebih dari 40 detik. Dimulai segera setelah bayi baru lahir hingga lahirnya plasenta yang memakan waktu tidak lebih dari 30 menit (Marie, 2013). Tujuan penatalaksanaan aktif kala III adalah untuk menghasilkan kontraksi uterus yang lebih efektif sehingga mencegah perdarahan.
Selain itu, nutrisi dan cairan juga penting untuk memulihkan tenaga dan kondisi ibu pasca proses melahirkan. Kemampuan bidan dalam melakukan pemeriksaan unit plasenta diperlukan untuk mengidentifikasi jenis plasenta dan pemasangan tali pusat.
Bayi Baru Lahir
Alasannya adalah sumbu jalan lahir pada pintu keluar panggul mengarah ke depan dan ke atas, sehingga kepala beradaptasi dengan ekstensi untuk melewatinya. Ini adalah gerakan di mana mahkota kecil diputar ke arah belakang janin, dengan bagian belakang kepala mengarah ke tuberositas iskia. Setelah bahu bayi lahir, seluruh tubuh bayi lahir menuju sumbu jalan lahir.
Dengan kontraksi yang efektif, fleksi kepala yang cukup, dan ukuran janin rata-rata, sebagian besar oksiput berputar dengan cepat setelah mencapai dasar panggul, sehingga persalinan tidak memakan waktu lama. Bayi baru lahir menunjukkan gerakan yang tidak terkoordinasi, pengaturan suhu yang tidak stabil, kontrol otot yang buruk, mudah terkejut, dan gemetar pada ekstremitas. Yaitu feses yang berwarna hitam kehijauan dan lengket serta mengandung darah lemah yang dikeluarkan dalam waktu 24 jam pada 90% bayi baru lahir normal.
Menurut Sumarah (2011), kondisi umum bayi dinilai satu menit setelah bayi lahir dengan menggunakan skor APGAR. Apabila skor Apgar tidak mencapai angka 7 dalam waktu 2 menit, sebaiknya dilakukan tindakan resusitasi lebih lanjut, karena jika bayi mengalami sesak napas lebih dari 5 menit, kemungkinan timbulnya gejala neurologis lebih lanjut di kemudian hari akan lebih besar, sehingga Apgar - penilaian dilakukan pada menit ke 1 dan menit ke 5 setelah bayi lahir.
Pembagian Tempat Sampah Medis
Limbah infeksius merupakan limbah yang berhubungan dengan pasien. Limbah infeksius dapat menyebabkan penularan penyakit dari petugas medis, pengunjung atau pasien lainnya. Digunakan sebagai wadah penampung limbah farmasi, yang dimaksud dengan limbah farmasi adalah obat yang sudah kadaluwarsa.
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu atau kemampuan berpikir ibu, sehingga bidan lebih mudah berkomunikasi atau memberikan nasehat atau KIE kepada pasien. e) Pekerjaan : Menanyakan pekerjaan suami dan ibu untuk mengetahui taraf hidup pasien dan status sosial ekonomi sehingga saran yang diberikan tepat. Wanita karir yang hamil berhak mendapatkan cuti melahirkan selama tiga bulan, yang dapat diambil sebelum melahirkan dan dua bulan setelah melahirkan.Jika ada keluhan mengenai kehamilannya, sebaiknya segera menghubungi perawat kesehatan. Manuaba IBG 1998 dalam Marmi 2012). f) Etnis/Kebangsaan: Data ini berkaitan dengan sosial budaya yang dianut pasien dan keluarganya sehubungan dengan kelahirannya.
Sulistyawati, 2013). g) Alamat : Informasi yang menjelaskan jarak dan waktu perjalanan pasien ke tempat kelahiran. Informasi dari riwayat ini dapat dijadikan peringatan terhadap komplikasi saat melahirkan. Beberapa informasi riwayat kesehatan penting yang perlu kita ketahui adalah apakah ibu pernah atau sedang menderita penyakit seperti penyakit jantung, diabetes melitus, penyakit ginjal, hipertensi, hepatitis atau anemia.
Riwayat kehamilan diperlukan untuk memperjelas jumlah ibu hamil dan para ibu untuk mengidentifikasi potensi permasalahan pada masa persalinan dan masa nifas saat ini. Data nifas diperlukan untuk mengetahui apakah ada komplikasi atau kelainan pada riwayat ibu nifas masa lalu yang dapat mempengaruhi kelahiran saat ini. e) Riwayat kehamilan saat ini. Penting untuk mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin timbul selama dan setelah kelahiran. f) Riwayat pernikahan.
Sebagai gambaran suasana dalam keluarga pasangan dan kepastian siapa yang akan mendampingi persalinan. Data yang diteliti adalah: umur kawin pertama, status perkawinan sah/tidak sah, lamanya perkawinan dan perkawinan saat ini dengan beberapa suami (Sulistyawati, 2013). g) Pola aktivitas sehari-hari (1) Pola gizi. Hal ini dinilai untuk mengetahui asupan cairan selama proses persalinan karena akan menentukan kecenderungan dehidrasi yang dapat memperlambat kemajuan persalinan.
Data Objektif a) Keadaan Umum
Manajemen Kebidanan Kala II Tanggal… pukul
Evaluasi: dekontaminasi sarung tangan dilakukan terbalik dalam larutan 0,5% selama 10 menit, dan tangan dicuci dengan air mengalir. 10) Periksa detak jantung janin (FHR) setelah kontraksi. Evaluasi: Denyut jantung janin diperiksa saat rahim berelaksasi untuk memastikan DJJ dalam batas normal (120-160 kali/menit). Evaluasi: dilakukan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu dan janin (sesuai pedoman penatalaksanaan fase aktif), dan dokumentasi sesuai temuan yang ada.
Penilaian: handuk bersih diletakkan di atas perut ibu, pada saat kepala bayi sudah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm. 16) Letakkan kain bersih yang dilipat 1/3 di bawah bokong ibu. Penilaian: perlindungan perineum dilakukan dengan satu tangan ditutup dengan kain bersih dan kering. Evaluasi: oksitosin 10 unit IM disuntikkan pada 1/3 anterolateral paha, 1 menit setelah bayi lahir.
Dorong isi tali pusat ke arah ibu dan klem kembali tali pusat dengan jarak 2 cm dari klem pertama. Evaluasi : penentuan awal kontraksi dilakukan dengan meletakkan salah satu tangan pada fundus ibu, pada saat terjadi kontraksi tangan digerakkan ke tepi atas simfisis. Tangan yang lain memegang tali pusat.. 35) Saat rahim berkontraksi, kencangkan tali pusat ke bawah sementara tangan yang lain mendorong rahim secara perlahan ke arah dorsokranial untuk mencegah inversi uterus.
Jika plasenta tidak bersalin selepas 30-40 saat, hentikan ketegangan tali pusat (PTT) terkawal dan tunggu sehingga kontraksi berlaku. Penilaian: ketegangan tali pusat dilakukan apabila kontraksi berlaku, apabila dalam 30-40 saat ia tidak hilang, ketegangan dihentikan dan tunggu sehingga kontraksi berlaku. Penilaian: apabila plasenta dilepaskan, tarik tali pusat selari dengan lantai dan kemudian ke atas, mengikut paksi saluran kelahiran.
Manajemen Kebidanan Kala IV Tanggal …pukul …
Pegang dan putar plasenta (searah jarum jam) hingga selaput ketuban terpelintir, kemudian keluarkan plasenta ke dalam wadah yang telah disediakan. Evaluasi: Saat plasenta keluar dari introitus vagina, plasenta dikeluarkan dengan kedua tangan dengan cara memegang dan memutar plasenta hingga selaput terpelintir dan diletakkan pada wadah yang telah disediakan. Pada kala empat, kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik. 39) Pertimbangkan kemungkinan terjadinya laserasi pada vagina dan perineum.
Evaluasi: celupkan tangan yang masih memakai sarung tangan ke dalam larutan kaporit 0,5%, bersihkan noda darah dan cairan tubuh lalu bilas dengan air DTT tanpa melepas sarung tangan, keringkan tangan dengan handuk. Evaluasi : dilakukan pemantauan kondisi bayi, pernapasan bayi baik (40-60x/menit) dan suhu tubuh normal (36,5-37,5ºC). Evaluasi: area bersalin didekontaminasi dengan larutan klorin. Celupkan sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5%, balikkan bagian dalam dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit.
Evaluasi: celupkan sarung tangan ke dalam larutan kaporit 0,5%, balikkan bagian dalam ke luar dan rendam dalam larutan kaporit 0,5% selama 10 menit. Evaluasi: kedua tangan dicuci dan dikeringkan 55) Pakai sarung tangan bersih/DTT untuk pemberian vitamin K1 1 mg secara intramuskular (IM) pada 1/3 anterolateral paha kiri. Berikan salep/tetes mata preventif (eritromisin 0,5% atau tetrasiklin 1%), dan lakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir.
Evaluasi: Vitamin K1 1 mg intramuskular (IM) diberikan pada 1/3 anterolateral paha kiri, serta salep/tetes mata preventif (eritromisin 0,5% atau Tetrasiklin 1%), dan dilakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir. keluar. Evaluasi : Telah dilakukan pemeriksaan fisik lanjutan, kondisi bayi baik, suhu tubuh normal 36,5-37,5°C. 57) Setelah 1 jam pemberian vitamin K, diberikan suntikan Hepatitis B (HB0 Uniject 0,5 ml) pada paha anterolateral kanan. Evaluasi: Suntikan hepatitis B (HB0 Uniject 0,5 ml) diberikan pada paha anterolateral kanan, setelah 1 jam pemberian vitamin K. Anak diletakkan dalam jangkauan ibu agar dapat disusui setiap saat... 58 ) Lepaskan sarung tangan secara terbalik dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit.
Asuhan Bayi Baru Lahir 0-2 Jam