• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Yang berdampak besar terhadap perubahan iklim adalah aktivitas manusia, khususnya penggunaan bahan bakar fosil untuk bahan bakar transportasi, industri dan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Misalnya: hasil penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk transportasi dan penggunaan bahan bakar gas cair (LPG) untuk memasak. Penyumbang terbesar tingginya emisi CO2 di lingkungan berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang tergolong sumber emisi primer.

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor juga akan berdampak pada peningkatan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi penggerak. Dengan demikian dapat diketahui bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya emisi yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor adalah jenis bahan bakarnya. Bahan bakar ini khusus diperuntukkan bagi mobil balap atau sepeda motor dengan kompresi mesin lebih tinggi dari 13:1.

Pertamax Turbo merupakan bahan bakar kendaraan yang memiliki oktan 98 dan memiliki kandungan sulfur yang rendah sehingga tidak mengganggu kualitas udara sekitar. Bahan bakar ini diperuntukkan bagi kendaraan bermotor berbahan bakar diesel, khususnya mesin diesel modern dengan teknologi sistem common rail. Bahan bakar ini diperuntukkan bagi kendaraan bermotor berbahan bakar diesel dengan teknologi lama, seperti angkutan umum (bus, angkutan umum) dan kendaraan berbahan bakar diesel pribadi (mobil atau truk).

Penggunaan bahan bakar pada kendaraan bermotor akan menghasilkan emisi gas, proses ini disebut dengan proses pembakaran.

Tabel 2. 2 Kajian Pustaka Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
Tabel 2. 2 Kajian Pustaka Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Faktor Penyerap Emisi Karbon dioksida (CO 2 )

Berdasarkan reaksi diatas terlihat bahwa pembakaran mesin kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air. Dampak yang ditimbulkan oleh emisi CO2 akibat pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor memicu terjadinya pemanasan global yang akan mengakibatkan perubahan iklim dan akan membahayakan kelangsungan makhluk hidup di bumi dalam jangka panjang. Selain itu, dampak jangka pendek dari menghirup emisi CO2 dari kendaraan bermotor akan mengganggu sistem pernafasan dan metabolisme manusia (Purnomo, 2019).

Berdasarkan penelitian yang diuraikan di atas, penelitian literatur mengenai sumber utama emisi gas CO2 rumah tangga disajikan pada tabel berikut. Dalam hal ini, salah satu fungsi vegetasi adalah sebagai penyerap emisi CO2 yang digunakan untuk proses fotosintesis. Untuk menghitung daya serap ruang terbuka hijau swasta, Anda harus mengalikan standar laju serapan CO2 per jenis tanaman dengan jumlah jenis tanaman.

Hal ini sejalan dengan Dahlan dalam Hastuti (2012) yang menyatakan bahwa setiap jenis tanaman mempunyai kemampuan menyerap CO2 yang berbeda-beda. Berdasarkan kedua pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan penyerapan emisi CO2 dari ruang terbuka hijau dipengaruhi oleh jenis fasilitas dan jumlah fasilitas.

Ruang Terbuka Hijau Privat

Namun pembangunan perkotaan khususnya di Indonesia seringkali mengabaikan ketersediaan ruang terbuka hijau. Kemampuan tanaman dalam menyerap gas karbon dioksida berbeda-beda sesuai dengan jenis tutupan hijaunya (Adiastari, 2010). 25 dengan mengabaikan nilai ekologisnya, baik yang berupa jalur linier (ruang memanjang) maupun permukaan non linier yang terbuka dan ditumbuhi tanaman, baik yang tumbuh secara terencana maupun alami.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa RTH adalah suatu kawasan hijau yang berbentuk jalur linier (ruang yang diperluas) maupun kawasan non linier yang bersifat terbuka dan ditumbuhi tanaman, baik yang sengaja ditanam maupun yang tumbuh secara alami di kawasan perkotaan. yang berfungsi menampung seluruh aktivitas manusia, baik dengan menunjang nilai-nilai sosial, budaya, ekonomi, dan estetika setempat, tanpa mengabaikan nilai-nilai ekologisnya. Menurut Arianti (2010), ruang terbuka hijau privat adalah ruang yang dimiliki dan dikelola oleh individu atau lembaga tertentu sesuai dengan ketentuan perizinan pemanfaatan ruang dari pemerintah kabupaten atau kota setempat. Kemudian menurut Marselina dan Mussadun (2014), dijelaskan bahwa RTH privat pada kawasan perumahan dan pemukiman adalah RTH yang dikelola dan dimiliki oleh pemilik rumah yang bertempat tinggal pada kawasan tersebut dan pemanfaatannya terbatas, dapat dalam berupa pekarangan dan pekarangan yang ditanami tanaman.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ruang terbuka hijau privat adalah ruang hijau yang penyediaan dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab orang atau lembaga tertentu, dan pemanfaatannya terbatas pada lahan pertanian dan lahan pertanian yang ditanami tanaman. Menurut Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Perkotaan (2008), dijelaskan bahwa ruang terbuka privat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu sebagai berikut. Ruang Terbuka Hijau Pribadi (RTH), merupakan ruang terbuka dengan jalur linier (ruang lonjong) maupun kawasan non linier yang lebih terbuka dan banyak ditumbuhi tanaman, baik yang tumbuh secara alami maupun yang sengaja ditanam.

Ruang Terbuka Non Hijau Pribadi (RTNH) adalah suatu kawasan terbuka yang berupa tanah beraspal atau badan air yang tidak berpori dan tidak dapat dimanfaatkan. Kemudian Marselina dan Mussadun (2014) menjelaskan bahwa ruang terbuka hijau privat mempunyai fungsi utama yaitu fungsi ekologis (ecological) yang artinya dapat memberikan jaminan terhadap sistem sirkulasi udara, sebagai penghasil oksigen, peneduh dan penyerap udara. polutan di lingkungan perumahan dan pemukiman. Dari segi ekonomi, ruang terbuka hijau swasta juga dapat menjadi sumber pendapatan yaitu berupa hasil pertanian (hidroponik) dan perkebunan seperti bunga hias, buah-buahan dan sayur-sayuran (Marselina dan Mussadun, 2014).

Tujuan penyediaan ruang terbuka hijau privat di perkotaan menurut V.Jennings, dkk (2019) adalah sebagai berikut. Selain itu, manfaat ruang terbuka hijau swasta menurut Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan (2008) adalah sebagai berikut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini fokus penelitiannya adalah pada RTH privat, yaitu RTH yang terbuka dan penuh dengan tanaman, baik tanaman yang tumbuh secara alami maupun tanaman yang ditanam oleh pemiliknya dalam bentuk taman. yang berfungsi sebagai penghasil oksigen dan peneduh serta penyerap polutan udara pada lingkungan hidup dan pemukiman.

Intensitas Pemanfaatan Ruang (IPR)

4 Persyaratan luas lantai bangunan berdasarkan kontur tanah (a) naik ke belakang dan (b) tenggelam ke belakang (Sabaruddin, 2013). JudulTujuanMetode IndikatorVariabel HasilPenggunaan Penelitian antropogenik bahan bakar minyak dan gas berdasarkan analisis emisi dan serapan gas CO2. JudulTujuanMetode IndikatorVariabel HasilPenggunaan Penelitian perumahan/kelompok agama mempengaruhi konsumsi energi rumah tangga 5. Perumahan sekolah atau perumahan dengan tingkat ekonomi lebih tinggi menggunakan lebih banyak energi rumah tangga, sehingga menyebabkan emisi CO2 lebih besar.

Kemudian indikator daya serap ruang terbuka hijau eksisting dan emisi sisa menentukan daya serap kawasan hijau hijau target 3. Tipe vegetasi yang direkomendasikan untuk menurunkan emisi sisa CO2 adalah pohon tanjung dengan daya serap 5,04 ton/pohon /tahun. 42 Tidak. Nama penulis dan tahun terbit Judul Tujuan Indikator Metode Variabel Hasil Kegunaan Penelitian 5. Nugrahayu, dkk, Estimasi Emisi 2017.

JudulTujuanMetode IndikatorVariabel HasilPenggunaan bahan bakar memasak penelitian adalah pola konsumsi bahan bakar memasak, jumlah rumah tangga, serta pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita di suatu daerah. Kecamatan dengan konsentrasi karbon dioksida tertinggi adalah Kecamatan Kepanjenkidul sebesar 16.406 kg.m-3 dan konsentrasi terendah. dapat dijadikan referensi antara lain: 1. Indikator berupa emisi CO2 dari kendaraan bermotor dan emisi CO2 dari konsumsi LPG untuk sasaran analisis 2. 2. Variabel berupa jumlah kendaraan dan konsumsi bahan bakar untuk mengetahui besarnya emisi CO2 dari transportasi dan konsumsi rumah tangga. JudulTujuanMetode IndikatorVariabelHasil Kegunaan survei desa di Ngadirejo adalah 0,096 kg.m-3. 3. Total konsumsi LPG di Kota Blitar sebesar 2,57385 kg.m-3, dengan konsentrasi tertinggi di Desa Kepanjenlor sebesar 0,3021 kg.m-3 dan terendah di Desa Ngadirejo sebesar 0,03911 kg.m-3.

JudulTujuanMetode IndikatorVariabelHasilPenerapan Penelitian diperoleh dari konsumsi listrik. 3. Total emisi CO2. . masak dalam 1 bulan. 2. Total emisi CO2 sekunder Desa Limbungan Baru di Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru sebesar 2.009.089 ton CO2/bulan 3. Total emisi CO2 Desa Limbungan Baru di Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru sebesar 2.194.614 ton CO2/bulan. bulan bulan bulan. masakan rumah tangga dalam analisis target 2. 2. Variabel berupa konsumsi bahan bakar LPG dalam 1 bulan untuk target analisis 2. 3. Metode analisis kuantitatif yang dikeluarkan oleh IPCC sehubungan dengan pedoman inventarisasi gas rumah kaca nasional.

Gambar 2. 1 Ketentuan Luas Lantai Bangunan Berdasarkan Ketinggian  Dinding pada Lantai Beratap (Sabaruddin, 2013)
Gambar 2. 1 Ketentuan Luas Lantai Bangunan Berdasarkan Ketinggian Dinding pada Lantai Beratap (Sabaruddin, 2013)

Sintesa Teori

Gambar

Tabel 2. 1 Kajian Pustaka Faktor Utama Penyebab Perubahan Iklim
Tabel 2. 2 Kajian Pustaka Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
Tabel 2. 5 Kajian Pustaka Sumber Emisi Primer CO 2  Rumah Tangga
Tabel 2. 6 Kajian Pustaka Kemampuan RTH dalam Menyerap Emisi CO 2
+6

Referensi

Dokumen terkait

Competitive advantage satu perusahaan terhadap perusahaan lainnya cenderung mengalami perubahan yang sangat lambat dalam pasar yang stabil namun cepat

Eskalasi pada proyek multi years disebabkan karena adanya fluktuasi ekonomi negara yang menyebabkan perubahan harga satuan komponen pekerjaan saat pelaksanaan proyek.. Akibat

Adalah suatu keadaan yang ditandai dengan perubahan dari variasi harian normal sesak napas, batuk dan atau sputum, onsetnya akut dan dapat menyebabkan perubahan

Berdasarkan penyebab klinis terjadinya resistensi terhadap antibiotik Resistensi terhadap antibiotik dapat disebabkan oleh keadaan klinis sebagai berikut: (1) Penggunaan

Pada anak-anak yang berusia setahun hingga pra-remaja lebih cenderung mengalami gangguan gizi yang disebabkan oleh asupan-asupan makanan yang tidak tepat, hal ini dapat

Apabila suatu deretan gelombang bergerak dari laut dalam menuju pantai, maka gelombang tersebut akan mengalami deformasi atau perubahan bentuk yang disebabkan oleh proses refraksi

Obstruksi yang disebabkan oleh perubahan fungsi detrusor, diperberat oleh peningkatan usia yang menyebabkan perubahan pada fungsi kandung kemih dan fungsi sistem saraf,

Gizi buruk merupakan keadaan kurang zat gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari- hari dan terjadi dalam waktu cukup lama yang