Adapun kebahagiaan duniawi, dapat dicapai oleh orang yang beriman dan dapat dicapai oleh orang yang tidak beriman. Athaillah berkata: "Allah memberikan harta kepada orang yang dicintai Allah dan kepada orang yang tidak dicintai Allah, tetapi Allah tidak akan memberikan iman melainkan kepada orang yang dicintai-Nya." Jika nenek moyang itu mulia, tetapi orang yang bersangkutan tidak baik, maka dia tetap dalam keadaan hina.
Orang yang bersedia berjuang saat ini adalah pemilik masa depan, sedangkan orang yang tidak bersedia berjuang saat ini adalah pemilik masa lalu. Allah berfirman, “Pada hari itu sebagian sahabatnya akan menjadi musuh kecuali orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Ahzab/33: 67). Dalam kehidupan sehari-hari, Anda dapat melihat bahwa orang baik bisa menjadi jahat karena bergaul dengan teman yang buruk.
Angan-angan adalah impian orang yang tidur di siang hari, hanya untuk terbangun dan menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi. Impian bagi orang yang berusaha (usaha) berdasarkan keimanan dan ilmu adalah ideal. Nabi bersabda: “Orang yang berakal budi adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya dan beramal shaleh untuk menjamin rezekinya setelah mati.
Dan orang yang lemah ialah orang yang keinginannya mengikuti hawa nafsunya dan angan-angan kosong kerana Allah swt.” (HR Ad-Daruqutni).
Menanyakan Alasan Mengapa Manusia Harus Beragama dan Bagaimana Agama Dapat
Penunjuk seterusnya ialah makanan boleh membantu seseorang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan; walaupun dia kaya, dia tidak ditujukan kepada dunia tetapi diarahkan kepada kehidupan yang akan datang dan akhirat; semangat dalam ibadah; jangan banyak bercakap tentang perkara yang sia-sia; menunaikan kewajipan solat; berwarak, iaitu berhati-hati dalam memanfaatkan sumber kehidupan agar tidak terjerumus ke dalam perkara yang meragukan, apatah lagi yang haram; berurusan dengan orang yang soleh; merendah diri dan tidak sombong;. bermurah hati dan bukan sebaliknya, iaitu kedekut; bermanfaat kepada orang lain; dan jangan pernah lupa tentang kematian. Kemudian berikan hujah akademik mengapa penunjuk yang anda pilih mempunyai perkaitan yang kuat dengan kebahagiaan. Maka pandanglah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah;. di atas) sifat Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Yang dimaksud dengan sifat Allah pada ayat diatas adalah manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Selain itu ayat diatas juga mengandung makna bahwa setiap manusia yang dilahirkan dikaruniai agama dan yang dimaksud dengan agama adalah agama Islam. Jadi, jika seseorang dibekali tauhidullah ketika dilahirkan, maka ketika ia hidup di dunia dan ketika kembali kepada Sang Pencipta, ia harus tetap dalam fitrah yaitu dalam tauhidullah.
Mengubah fitrah yang ada dalam diri manusia sama saja dengan menghilangkan jati diri manusia itu sendiri. Allah sendiri yang melarangnya.” Tidak boleh ada pengganti bagi agama ini, karena ini adalah agama yang benar meskipun kebanyakan orang tidak mengetahuinya.” (QS Ar-Rum/30:30). Ibnu Kasir ketika menafsirkan surat Ar-Rum ayat 30 dengan tegas menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “khalkillah” adalah agama Allah dan yang dimaksud agama disini adalah agama Islam.
Untuk memperkuat pendapatnya, Ibnu Kasir kemudian mengutip surat Al-A'raf/7:172 yang diartikannya bahwa Allah menciptakan semua manusia di bawah bimbingan agama Islam, namun kemudian datang kepada mereka agama fasid, Yahudi, Kristen. dan orang Majusi. Mungkin orang akan mengatakan bahwa “pindah” agama seseorang merupakan pelanggaran hak asasi manusia karena agama merupakan hak fundamental yang melekat pada diri manusia. Artinya, lingkunganlah yang mempengaruhi manusia untuk berpindah dari jalan yang benar ke jalan yang tidak dapat diterima olehnya.
DRAFT
Menggali Sumber Historis, Filosofis, Psikologis,
Sosiologis, dan Pedagogis tentang Pemikiran Agama sebagai Jalan Menuju Kebahagiaan
Membangun Argumen tentang Tauḫīdullāh sebagai Satu-satunya Model Beragama yang Benar
Arti dari kalimat tersebut adalah “Tidak ada Tuhan selain Allah”. “Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah.” "Tidak ada yang dicintai kecuali Allah." “Tidak ada seorang pun yang berhak dimintai pertolongan/pertolongan kecuali Allah.” “Tidak ada seorang pun yang dapat dimintai tolong kecuali Allah.” “Tidak ada yang perlu ditakutkan kecuali Allah.” “Tidak seorang pun boleh dimintai ridhonya kecuali Allah.” Sekiranya tidak ada manusia, maka Allah tidak perlu menciptakan dunia ini, sesuai dengan hadis qudsi yang berbunyi, “Dan manusia yang mengetahui tawḫīdullāh dengan benar adalah mereka yang berpotensi mendekati kedudukan manusia.” Arti harafiah dari ayat tersebut adalah jika akarnya baik, maka buahnya akan baik dan melimpah, dan sebaliknya, jika akarnya tidak baik, maka tidak akan ada buah.
Allah berfirman: “Allah meneguhkan hati orang-orang yang beriman dengan ucapan yang kuat dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.” (QS Ibrahim/14: 27). Yang dimaksud dengan “ucapan yang berazam” ialah lafaz tauhid, iaitu lafaz taibah, iaitu lafaz “lā ilāha illallāh”. Daripada Abu Hurairah berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah saw, 'Siapakah yang paling gembira mendapat syafaatmu pada hari kiamat?'" Rasulullah menjawab: "Saya curiga wahai Abu. Hurairah, tiada siapa yang akan bertanya tentang perkara ini sebelum kamu. Namun, melihat betapa seriusnya anda dalam mencari hadith, saya mengumumkan bahawa orang yang paling gembira mendapat syafaatku pada hari kiamat ialah orang yang mengucapkan kalimah "lā ilāha illallāh" dengan ikhlas dari hati atau dari jiwanya. (HR Bukhari).
Dalam ayat yang lain, Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, tetapi Allah akan mengampuni dosa selain syirik bagi sesiapa yang dikehendaki Allah” (QS An-Nisa/4 42); “Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka Allah mengharamkan baginya surga, dan tempat kembalinya ialah Neraka” (QS Al-Hajj/22:31). Rasulullah bersabda: "Jauhilah syirik asghar (syirik kecil)." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah syirik asghar itu?" Nabi menjawab: "Riya". Sesiapa yang mencari agama selain Islam sebagai agama tidak akan diterima dan dia termasuk orang-orang yang rugi di akhirat."
Bebaskan kami dari belenggu kezaliman dan kebohongan, karena Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang berperilaku zalim (QS Ash-Shaff/61:7). Allah SWT berfirman: “Dan tidak akan ada yang sesat kecuali orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang mengingkari perjanjian dengan Allah yang telah ditetapkan, dan mereka mengingkari apa yang diperintahkan Allah untuk disampaikan, dan mereka melakukan kebinasaan di muka bumi. menderita kerugian.” (QS Al-Baqarah/2:26-27) Jika ingin keterbukaan terhadap ayat-ayat Allah secara utuh, maka ketahuilah bahwa sebagian ayat Allah dapat diakses oleh sebagian orang, hanya dengan berpikir dan berdzikir ketika tidak ada halangan. .
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang berdzikir kepada Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring serta memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. langit dan bumi” (QS Ali Imran. Tidak “Seseorang berpaling dari Allah kecuali karena dia lupa, dan tidak ada lupa kecuali ada permainan di baliknya. Demikian pula Kami tempatkan di dalam hati orang-orang yang berdosa, namun mereka melakukannya.” .janganlah kamu beriman kepadanya dan sunnah (adat istiadat) orang terdahulu telah berlalu.” (QS Al-Hijr.
Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi
Komitmen terhadap Nilai-nilai Tauhid untuk Mencapai Kebahagiaan
Rangkuman tentang Kontribusi Agama dalam Mencapai Kebahagiaan
Dari materi yang telah anda pelajari pada bab ini yaitu agama sebagai jalan menuju kebahagiaan, coba rangkum dalam kertas kerja anda. Karena mengandung unsur syirik dan syirik merupakan landasan teologis yang sangat salah dan tidak bisa dimaafkan. Jika pondasinya salah, maka bangunan di atasnya juga salah dan tidak kuat atau rapuh.
Tugas Belajar Lanjut: Proyek Belajar Memformulasikan Konsep Kebahagiaan Otentik Menurut Islam
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungi kami dari siksa Neraka.” Manusialah yang mendapat bagian dari apa yang mereka peroleh, dan Allah sangat cepat menghitungnya. Kebahagiaan dalam Islam adalah kebahagiaan yang hakiki: lahir dan tumbuh dari nilai-nilai hakikat Islam dan diwujudkan dalam diri seorang hamba yang mampu menunjukkan sikap taubat (introspeksi dan koreksi diri) untuk selalu berpegang pada nilai-nilai kebenaran Ilahi. , mensyukuri anugerah Allah berupa nikmat iman. Islam dan kehidupan, serta menjaga kejujuran, kebenaran dan keadilan dalam menjalani kehidupan pribadi, sosial dan profesional. Sebaliknya, kebahagiaan tidak lengkap jika tidak diwujudkan dalam kehidupan nyata dengan membahagiakan orang lain.
Berdasarkan pemikiran pada gambar dan uraian di atas, tugas Anda adalah membuat esai tentang kebahagiaan sejati dalam perspektif.
BACAAN