• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Audio merupakan salah satu unsur penting dalam pembuatan film. Dalam fungsinya, audio berperan sebagai pembentuk ruang, pembentuk waktu dan pembentuk suasana. Pada audio visual dokumenter, selain tangkapan gambar hal penting lain untuk mendukung tersampaikannya informasi pada visual tersebut adalah audio. Audio yang dibutuhkan pada dokumenter ini biasanya di dominasi oleh dialog seperti narasi ataupun wawancara dikarenakan dokumenter menyajikan realita sehingga lebih banyak membutuhkan penjelasan dari setiap visual yang ditampilkan. Disamping itu juga dibutuhkan dukungan audio atmosfir dalam penyajiannya, sehingga mempermudah penonton memahami kondisi dari visual yang ditampilkan.

Namun permasalahan yang dominan terjadi pada saat proses pengambilan suara tersebut ialah terdapat suara-suara yang tidak diperlukan atau noise dan juga frekuensi audio yang dinamis, terlebih lagi jika pengambilan suara tersebut dilakukan diluar ruangan sehingga atmosfir disekitarnya tidak dapat diperkirakan.

Hal ini tentu juga dipengaruhi dari alat yang digunakan dan juga teknik dalam pengambilan suara itu sendiri.

Untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan persiapan pada alat yang akan digunakan dan pengetahuan teknik saat merekam suara tersebut, selanjutnya akan dilakukan pengelolaan audio agar dapat menghasilkan kualitas dari audio baik. Agar semua proses diatas dapat terstruktur maka dibutuhkan sebuah metode sebagai panduan dari setiap proses yang harus dilakukan, untuk itu penulis menggunakan metode Villamil-Molina. Dalam metode Villamil-Molina terdapat lima tahapan prosedur yakni development, pre-production, production, post- production dan delivery. Metode ini telah cukup sering digunakan untuk pengembangan multimedia, hal ini juga mendasari penulis untuk menggunakan metode tersebut.

Dari pemaparan diatas, penulis bermaksud untuk melakukan pembuatan audio secara terstruktur serta mengolah hasil dari rekaman audio tersebut agar

(2)

2

fungsi dari audio dapat tersampaikan dengan baik. Objek dari penelitian ini adalah suku Ughang Rimba yang berada di Taman Nasional Bukit Duabelas, Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, pemilihan objek ini didasari oleh adanya proses pembuatan dokumenter tentang falsafah hidup dan sosiologi kehidupan suku Ughang Rimba dan lokasi produksi (pengambilan audio) memiliki kesesuaian dengan permasalahan yang dipaparkan diatas.

Untuk itu Skripsi ini akan menjelaskan mengenai produksi audio pada dokumenter menjadi hidup suku Ughang Rimba menggunakan metode Villamil- Molina. Skripsi ini berjudul “Produksi Audio Pada Dokumenter Suku Ughang Rimba menggunakan metode Villamil-Molina

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan dari latar belakang diatas, penulis merumuskan masalah bagaimana proses produksi audio menggunakan metode Villamil-Molina sehingga dapat menghasilkan kualitas audio yang baik serta pekerjaan yang rapi dan terstruktur.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini adalah:

1. Pembuatan audio ini menggunakan pengimpelementasian dari metode Villamil-Molina.

2. Penulis tidak melakukan perbandingan dengan metode lain.

1.4 Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah melakukan proses produksi audio secara terstruktur dengan menggunakan metode Villamil-Molina.

1.5 Manfaat

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Menjadi audio utama dalam dokumenter suku Ughang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.

(3)

3

2. Bagi dunia pendidikan, menjadi media referensi untuk pembaca mengenai proses pembuatan audio mulai dari pra-produksi hingga pasca produksi secara terstruktur.

1.6 Metodologi Penulisan

Metodologi ini penulis bermaksud memberikan gambaran isi dari laporan skripsi. Penulis membagi laporan skripsi menjadi lima bab, yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

Dalam hal ini penulis menguraikan tentang latar belakang, permasalahan, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat penelitian dan metodologi penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab yang menguraikan tentang kajian pustaka baik dari buku-buku ilmiah, maupun sumber-sumber lain yang mendukung dalam proses pembuatan audio tersebut.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menguraikan tentang metode yang digunakan dalam penulisan ini, dimana metode yang akan dipakai adalah metode Villamil-Molina.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini, menguraikan pengimplementasian setiap langkah- langkah metode yang digunakan dan melakukan pembahasan terhadap hasil yang telah dicapai.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan tentang kesimpulan yang dapat diambil dari uraian bab-bab terdahulu dan saran-saran demi peningkatan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah citra Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya dalam

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan sebelumnya, rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah: Bagaimana praktek pembuatan sertifikat

Dengan demikian, berdasarkan pemaparan latar belakang diatas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul: “PENGARUH IKLAN DAN BRAND IMAGE

Pada bagian ini akan dijelaskan latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan sasaran, dan ruang lingkup penelitian untuk Perencanaan Strategis Kawasan Pesisir Dan Laut

Berdasarkan pemaparan dari latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut : “ Bagaimana strategi kreatif program

Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah utama yang akan dikaji adalah “Seberapa jauh konvergensi media di The Jakarta Post diterapkan dan

Berdasarkan pemaparan latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dalam perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Pelanggaran Pedoman Perilaku

Berdasarkan uraian latar belakang diatas dapat diambil suatu permasalahan yaitu bagaimana menciptakan sebuah visualisasi dalam bentuk film dokumenter yang menarik yang