• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut WHO, penyakit jantung merenggut nyawa 17,9 juta orang setiap tahun, 31% dari semua kematian global. Pemicu penyakit-penyakit ini - yang bermanifestasi terutama sebagai serangan jantung dan stroke - adalah penggunaan tembakau, pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, dan penggunaan alkohol yang berbahaya. Pada gilirannya muncul pada orang-orang sebagai peningkatan tekanan darah, peningkatan glukosa darah dan kelebihan berat badan dan obesitas, berisiko merusak kesehatan jantung yang baik. Jumlah kematian tahunan akibat CVD akan naik dari 17,5 juta pada 2012 menjadi 22,2 juta pada 2030. (WHO, 2016), Di Amerika Serikat, penyakit jantung merupakan penyebab sekitar 40% dari semua kematian pascanatal, berjumlah sekitar 750.000 orang per tahun dan hampir dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah kematian akibat gabungan semua bentuk kanker (Robbins dan cotran, 2008).

Terdapat beberapa resiko yang mempengaruhi adanya penyakit jantung atau kardiovaskuler, menurut Kemenkes RI, tahun 2014, faktor risiko penyakit jantung terdiri dari faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimosifikasi, yaitu : Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya 1. Riwayat Keluarga, 2. Umur, 3. Jenis Kelamin, 4. Umur. Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi diantaranya 1. Hipertensi, 2. Diabetes Melitus, 3. Dislipidemia, 4. Kurang aktifitas fisik, 5. Diet tidak sehat, 6. Stres. Penderita penyakit jantung koroner, gagal jantung dan stroke banyak ditemukan pada kelompok umur 45-55 tahun, 66-64 tahun dan 65-74 tahun. Perubahan morfologik sering ditemukan pada pasien usia lanjut ketika autopsi, dan terkadang mirip dengan suatu penyakit, hanya pada sebagian kecil saja yang menyebabkan disfungsi klinis jantung. Sebagian besar penyakit kardiovaskular terjadi akibat interaksi faktor lingkungan dan kerentanan genetik (Robbins dan cotran, 2008).

Orang gemuk cenderung memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi dibandingkan yang kurus, tapi hubungannya bukanlah langsung begitu saja. Banyak juga orang kurus yang mengalami serangan jantung. Makan terlalu banyak, olahraga terlalu sedikit, menyebabkan kegemukan dan penyakit koroner, tapi akan juga berpeluang menderita penyakit koroner bila badan kurus akibat memakan makanan

(2)

yang keliru. (Lovastatin K, 2005). Diet makanan seimbang adalah langkah penting untuk membuat tubuh dan jantung tetap sehat. Makanan seimbang berarti setiap porsi makan mengandung karbohidrat, protein dan zat pembangun yang terdapat dalam sayur-mayur serta buah-buahan dengan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh.

Pola makan seimbang ini sebaiknya tidak melupakan serat. Karena serat yang larut dalam air dipercaya dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung karena mengurangi kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah, memperbaiki metabolisme glukosa dan membantu mengontrol berat badan. Khasiat serat yang ampuh untuk mengurangi penyakit jantung ini terdapat dalam jenis serat larut dalam air (Mangoenprasodjo AS, tahun 2005).

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, di Indonesia jumlah penderita penyakit jantung mencapai 1,5% pada tahun 2013, dan mengalami peningkatan sebesar 2,2%

pada tahun 2018. Menurut Mahendra N. dkk tahun 2015, khususnya di daerah Malang Raya, lebih dari 34% dari jumlah pasien yang berobat di Rumah Sakit se- Malang Raya merupakan penderita penyakit jantung pada tahun 2011. Berdasarkan pengambilan data survei pendahuluan jumlah pasien penyakit jantung yang menjalani rawat inap di RSU Mitra Delima (Bululawang Kabupaten Malang) terdapat prevalensi pasien penyakit jantung dengan atau tanpa komplikasi pada tahun 2018 yaitu rata rata setiap bulan sebesar 21 orang (10%) dari 201 total pasien yang ada di RS untuk berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebesar 9%, dan perempuan 14% di RSU Mitra Delima (Data Rekam Medis RSU Mitra Delima Bululawang Kabupaten Malang, 2018).

Menurut Soediaoetomo 2000 dalam Pratiwi M 2016, masalah kesehatan dirawat inap juga dapat dipicu oleh pengetahuan gizi yang dimiliki pasien. Masalah pengetahuan dan memperoleh informasi tentang gizi seimbang belum diperhatikan oleh sebagian masyarakat. Seseorang yang memiliki banyak informasi mengenai penting pengetahuan gizi tentunya memiliki perilaku yang berbeda dalam hal menentukan bahan makanan yang cocok untuk dirinya dibandingkan dengan seorang yang sedikit bahkan tidak memiliki pengetahuan gizi. Adanya pengetahuan gizi yang baik merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan sikap dan perilaku seseorang terhadap makanan. Begitu halnya dengan pasien jantung rawat inap yang mempunyai pengetahuan mengenai diet jantung baik akan menghabiskan makanan yang disediakan oleh rumah sakit karena telah mengetahui manfaat dari diet jantung.

(3)

Berdasarkan uraian teoritis dan data faktual di atas maka perlu dilakukan kajian mengenai gambaran kepatuhan pasien penyakit jantung sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi gizi di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Mitra Delima (Bululawang Kabupaten Malang).

B. Rumusan Masalah

Bagaimana mengetahui gambaran kepatuhan pasien penyakit jantung sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi gizi di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Mitra Delima (Bululawang Kabupaten Malang) ?

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran kepatuhan pasien penyakit jantung sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi gizi di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Mitra Delima (Bululawang Kabupaten Malang).

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah :

a. Menganalisis asuhan gizi pada pasien penyakit jantung di ruang rawat inap RSU Mitra Delima (Bululawang Kabupaten Malang).

b. Mengetahui pengaruh pemberian edukasi kepada pasien penyakit jantung di ruang rawat inap RSU Mitra Delima (Bululawang Kabupaten Malang).

c. Mengetahui kebiasaan pasien penyakit jantung sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi gizi di ruang rawat inap RSU Mitra Delima (Bululawang Kabupaten Malang).

D. Manfaat Penulisan 1. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan tentang kepatuhan diet pasien penyakit jantung sehingga dapat digunakan untuk merubah kebiasaan pasien dari yang kurang baik menjadi lebih baik dalam mematuhi intervensi gizi maupun intervensi edukasi dari rumah sakit.

2. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tentang kepatuhan pasien terhadap diet penyakit jantung di ruang rawat inap RSU Mitra Delima (Bululawang Kabupaten Malang).

(4)

E. KERANGKA KONSEP 1. Definisi Penyakit

Jantung 2. Patofisiologi 3. Etiologi 4. Faktor- Faktor

Resiko

5. Tanda dan Gejala 6. Penatalaksanaan

Penyembuhan Penyakit Jantung dengan

Komplikasi

Penderita Penyakit

Jantung

Komplikasi Pasien Penyakit

Jantung

Skrining Gizi

Proses Asuhan Gizi

Gagal Jantung

STROKE

HIPERTENSI

Diabetes Mellitus

Deslipidemia Rawat Inap

Assesment Gizi

Diagnosis Gizi

Intervensi Gizi

Monitoring dan Evaluasi

Gizi Intervensi

Terapi Diet

Intervensi Terapi Edukasi atau

Konseling

Kepatuhan Pasien

Keterangan : 1. : Yang Diteliti 2. --- : Yang Tidak Diteliti

Referensi

Dokumen terkait

yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: “Apakah ada hubungan antara kualitas pelayanan perawat dalam pemberian asuhan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat

Judul penelitian “Hubungan Pengetahuan dan Sikap Caring Dengan Perilaku Caring Perawat Pada Pasien Di Ruang Rawat Inap Kelas III Bangsal Barokah Dan Inayah RS PKU

Bagaimana efektivitas biaya dari penggunaan antibiotik seftriakson dan sefotaksim pada pasien pasca bedah apendisitis yang di rawat inap di RSUD... 5 1.3

sama halnya dengan Discharge Planning yang ada di RSU Sari Mutiara Medan, dari hasil survey peneliti di ruang rawat inap merak Lantai II Gedung Lama RSU Sari Mutiara

Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa pasien yang pada saat masuk rumah sakit mengalami risiko gizi yang tinggi berhubungan kuat dengan lama rawat

Sedangkan dari hasil penelitian Rahmatifa (2005) Drug Related Problems pada pasien demam tifoid di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Surakarta tahun 2005 sebanyak

5) Persentase penyuluhan kelompok keluarga / pendamping dan pengunjung pasien rawat inap (penyuluhan kelompok bagi keluarga / pendamping / pengunjung adalah

Berdasarkan survei awal pada tanggal 11 Desember 2013, melalui wawancara dan observasi terhadap 10 orang pasien luka bakar di Ruang Rawat Inap RSUP Haji Adam Malik