Dengan judul “ Etos Kerja Pedagang Kaki Lima di Paguyuban Pedagang Kaki Lima Lapangan Karang Kotagede Yogyakarta”. Subjek penelitian ini hanya berfokus pada Etos Kerja Pedagang Kaki Lima, sedangkan subjek dari penelitian penulis adalah Peran Pedagang Kaki Lima di Kota Palangka Raya.
Teori Ekonomi Analysis Of Law
Penelitisn ini hanya berfokus pada usaha mikro pengrajin batu bata sedangkan penelitian yang penulis lakukan berfokus pada peran pedagang kaki lima dalam memenuhi ekonomi masyarakat. Kebahagiaan setiap individu meningkat pada saat di mana jumlah total kepuasan lebih besar daripada kesedihannya.
Teori Ekonomi Islam
Diperlukan juga suatu tingkat inteligensi sebagai karakteristik penting yang perlu ditumbuhkan di setiap manusia.Dengan adanya tingkat kecerdasan yang cukup, dapat lebih mudah membantu meningkatkan nilai kebahagian secara kualitatif. Ekonomi Islam dibangun diatas dasar agama Islam, karenanya ia merupakan bagian yang tak terpisahkan (integral) dari agama Islam.
Teori Maqashid Al-Syari’ah
Dlaruriyah menunjukkan kebutuhan dasar ataupun primer yang harus selalu ada dalam kehidupan manusia.Dlaruriyah di dalam syari‟ah merupakan sesuatu yang paling asasi dibandingkan dengan hajiyah dan tahsiniyah. 12Ika Yunia Fauzia dan Abdul Kadir riyadi, Prinsip Dasar Ekonomi Islam: Pespektif Maqashid al-Syari‟ah, Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014, h. 2) Penjagaan terhadap jiwa (Hifz al-Nafs);.
Teori Asmarul Adil (Al-Ghazali)
Tempat inilah yang kemudian didatangi pembeli sesuai kebutuhannya masing-masing sehingga terbentuknya pasar.Petani, tukang kayu dan pandai besi yang tidak dapat langsung menukarkan barter, juga terdorong pergi kepasar ini. Secara eksplisit, Al-Ghazali juga menjelaskan tentang perdagangan regional sebagai berikut.Selanjutnya praktik-praktik ini terjadi di berbagai.
Teori Pedagang
Aspek perdagangan merupakan salah satu dari aspek kehidupan yang bersifat horizontal, yang menurut fikih Islam dikelompokkan ke dalam masalah mu‟amalah, yakni masalah-masalah yang berkenaan dengan hubungan antar manusia dalam kehidupan bermasyarakat.Perdagangan juga mendapatkan penekanan khusus dalam ekonomi Islam, karena terkaitnya secara langsung dengan sektor riil.Penekanan khusus pada sektor. Perdagangan (tijarah) memainkan peranan penting dalam perolehan harta.Perdagangan jelas lebih baik dari pada pertanian, jasa, dan bahkan industri.Sejarah menyaksikan kenyataan bagaimana individu dan masyarakat memperoleh kemakmuran melalui perdagangan dan bagaimana bangsa-bangsa mendapatkan wilayah serta membentuk pemerintahan kolonial melalui perdagangan pula.Islam mengakui peranan perdagangan untuk mendapatkan keberuntungan dan kebesaran.Terdapat banyak ayat Al-Qur‟an mengenai perdagangan dan jual beli.Nabi Muhammad SAW pun menyoroti arti penting perdagangan itu.24 Oleh sebab itu, umat Islam secara kumulatif mencurahkan semua dukungannya kepada ide keberdayaan, kemajuan, dan kecerahan beradaban bisnis dan perdagangan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial, dan berdagang adalah aktivitas yang paling umum dilakukan di pasar dalam.
ضَتْقا
Teori Pedagang Kaki Lima
Menghubungkan jumlah kaki dan roda dengan istilah kaki lima adalah pendapat yang mengada-ada dan tidak sesuai dengan sejarah. Di beberapa tempat, pedagang kaki lima dipermasalahkan karena mengganggu para pengendara kendaraan bermotor, menggunakan badan jalan dan trotoar.
Teori Fungsi Pemerintah
Fungsi ini dilaksanakan pemerintah dengan membuat peraturan perundang–udangan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat.Pemerintah adalah pihak yang mampu menerapkan peraturan agar kehidupan dapat berjalan secara baik dan dinamis.Seperti halnya fungsi pemerintah pusat, pemerintah daerah juga mempunyai fungsi pengaturan terhadap masyarakat yang ada di daerahnya.Perbedaannya, yang diatur oleh pemerintah daerah lebih khusus, yaitu urusan yang telah diserahkan kepada daerah. Fungsi ini untuk mendukung terselenggaraannya otonomi daerah, fungsi ini menuntut pemberdayaan pemerintah daerah dengan kewenangan yang cukup dalam pengelolaan sumber daya daerah guna melaksanakan berbagai urusan yang didesentralisasikan.Untuk itu pemerintah daerah perlu meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam kegiatan.
Konsep Penelitian 1. Konsep Peran
- Konsep Problem Pedagang
- Konsep Prospek Pedagang
Prospek adalah harapan.33Sebelum memutuskan untuk membangun sebuah bisnis, seorang pembisnis biasanya akan mencari tahu apakah bisnis tersebut dapat memberikan prospek yang bagus atau tidak. Krugman, prospek adalah peluang yang terjadi karena adanya usaha seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya juga untuk mendapatkan profit atau keuntungan.
Kerangka Berpikir
Siapa yang mengizinkan pedagang kaki lima melakukan perdagangan di berbagai ruas jalan malam hari di Palangka Raya. Apakah masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran pedagang kaki lima yang berjualan di berbagai ruas jalan Palangka Raya pada malam hari.
Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, dan pemikiran manusia secara individu maupun kelompok. Penelitian kualitatif merupakan salah satu metode penelitian yang bertujuan mendapatkan pemahaman tentang kenyataan melalui proses berpikir induktif.38 Oleh karena sesuai dengan kondisi observasi, maka penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif.
Subyek dan Obyek Penelitian
Teknik Pengambilan Sample
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.39 Sedangkan nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.40. Teknik yang diambil dalam penentuan subjek penelitian adalah Purposive sampling adalah teknik sampling yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Pertimbangan tertentu adalah orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi obyek/situasi sosial yang diteliti.
Teknik pengambilan sample memerlukan beberapa kreteria sebagai berikut: (1) beragama Islam, (2) telah menjadi PKL secara turun menurun, (3) lamanya menjadi PKL minimal 30 tahun, (4) mempunyai pendidikan SMA atau Madrasah.41.
Teknik Pengumpulan Data
- Observasi, menurut Nawawi & Marini (1991) adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam
- Wawancara, yaitu pertemuan dua orang untuk bertukar informasi melalui tanya jawab. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan
- Dokumentasi, adalah salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam metodologi penelitian sosial. Pada intinya metode
Menurut Patton, tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari persfektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang amati tersebut.42. Wawancara dilakukan secara lisan dan saling berhadapan antara interviewer dengan responden.43 Pewawancara (interviewew) yang mengajukan pertanyaan dan yang di wawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Dengan menggunakan teknik ini peneliti terjun langsung ke lapangan dan mewawancarai narasumber yang terkait secara langsung dan mengumpulkan data-data tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan penelitian.
Walau metode ini banyak digunakan pada penelitian ilmu sejarah, namun kemudian ilmu- ilmu sosial lain secara serius menggunakan metode dokumentasi sebagai metode pengumpul data. Adapun jenis dari bahan dokumentasi ini sendiri terbagi atas dua yaitu dokumen pribadi dan dokumen resmi.45 Dalam dokumen merupakan sarana pembantu peneliti dalam mengumpulkan data atau informasi dengan cara membaca surat-surat, pengumuman, iktisar rapat, pernyataan tertulis kebijakan tertentu dengan bahan-bahan tulisan lainnya. Peneliti dengan mempelajari dokumen-dokumen tersebut dapat mengenal budaya dan nilai-nilai yang dianut oleh objek yang diteliti.46.
Metode Pengabsahan Data
Analisis Data
Data reduction adalah proses eliminasi data yang telah dikumpulkan untuk diklasifikasikan berdasarkan kebenaran dan keaslian data yang dikumpulkan. Data display atau penyajian data, ialah data yang dari tempat penelitian dipaparkan secara ilmiah oleh peneliti dengan tidak menutup kekurangan. Data conclutions atau penarikan kesimpulan dengan melihat kembali pada tahap eliminasi data dan penyajian data tidak menyimpang dari data yang diambil.
Proses ini dilakukan dengan melihat hasil penelitian yang dilakukan sehingga data yang diambil sesuai dengan yang diperoleh. Wilayah administrasi Kota Palangka Raya terdiri dari 5 (lima) wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut, Sebangau, Jekan Raya, Bukit Batu, dan Rakumpit yang terdiri dari 30 Kelurahan dengan batas-batas sebagai berikut:49.
Hasil Wawancara dengan Pedagang Kaki Lima
Di jawab: “Kalo jadwal tu biasanya sudah diatur pang kita sebagai pedagang nih umpat haja. Di jawab: “Kalo jam biasanya dari jam 4 soalnya basusun tu lumayan lawas apalagi kaya aku yg bjualn baju nih. Di jawab: “Asli barabai Banjarmasin Kalimantan selatan, aku disini bedagang iwak, macam- macam iwak ada iwak patin, nila, haruan dan sebagainya”.
Di jawab: “Saya asli orang Kalimantan selatan, disini ya dagang telur atau hintalu jar bahasa banjarnya, ada telur ayam, dan itik”. Di jawab: “Asal banjar, banyak babuhan banjar kita bajualan dipasar malam ni mayoritas banjar, jadi jangan heran”. Di jawab: “Asal banjar, dagang sembako, aku disini menjualan akan ampun bos jua, digajih permalam, tergantung pendapatan dari penjulan”.
Di jawab: “ sangat memenuhi pang olehnya hampir semua ada yang dijual cuman kalau barangnya kada sebanyak kaya dipasar ganal”. Di jawab: ”Kanggo aku dewe, yo aku merasa terbantu enek PKL yang berdagang neng pasar kene iki, soale aku.
Hasil Analisis
- Latar Belakang Kehadiran Pedagang Kaki Lima yang Berdagang Malam Hari di Kota Palangka Raya
- Praktik PKL Melakukan Perdagangan di Kota Palangka Raya
- Respon Masyarakat Terhadap PKL yang Berdagang Malam Hari di Kota Palangka Raya
Para pedagang kaki lima di pasar malam, kebanyakan dari mereka menjajakan barang yang mereka peroleh dari supplier secara borongan atau partai untuk dijual secara satuan. Pada tingkatan perdagangan beberapa pedagang kaki lima di pasar malam yang berjualan berada pada tingkat yang paling bawah yang disebut sebagai pedagang kecil. Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa pendapatan para pedagang kaki lima di pasar malam bervarisi tergantung dengan usaha mereka.
Terlebih barang dagangan yang diperjual belikan oleh para pedagang kaki lima merupakan barang kebutuhan sehari-hari. Fungsi para pedagang kaki lima sebagai penyedia barang kebutuhan pokok telah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka. Kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi oleh masyarakat sehingga keberadaan pedagang kaki lima sangat diperlukan.
Pemberian biaya sewa kepada para pedagang kaki lima disertai dengan fasilitas jaminan keamanan dalam menjalankan usahanya. Bentuk dukungan lain yang diberikan masyarakat kepada para pedagang kaki lima sebagai bentuk respon positif adalah kesediaan dari.
PENUTUP
Saran
Untuk para pedagang supaya lebih meningkatkan lagi dagangannya, memberikan kepuasan bagi pelanggan atau konsumen tidak menambah- nambah harga yang sudah menjadi patokan harga pasar, dan untuk para pedagang kaki lima yang pendapatannya kurang dari rata-rata agar kiranya dapat mempromosikan kelain tempat supaya lebih meningkat lagi, dan untuk warga sekitar khususnya yang bermukim tepat dipasar malam tersebut harus ambil adil untuk pelaksanaan pasar agar pasar rapi tertib dan memberikan lahan untuk di kelola parkir agar tidak semberawut. Sebaiknya pemerintah harus mencari solusi dengan mengadakan pasar khusus untuk para pedagang kaki lima agar tidak menganggu bahu jalan yang diperuntukan untuk para pengendara atau pejalan kaki supaya pasar terlihat rapi dan aman. Bakri, Asfri, Jaya Konsep Maqashid Syari’ah Menurut Al-Syatibi, Jakarta PT.Raja Grafindo Persada;, 1996.
Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Universitas Islam Indonesia Yogyakarta atas kerja sama dengan Bank Indonesia, Ekonomi Islam, Jakarta, PT.
Internet