• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tujuan pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 yakni upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khusus untuk bidang kesehatan berfokus pada mendorong perbaikan kesehatan anak dan ibu. Target MDGs untuk penurunan angka kematian bayi di Indonesia adalah sebesar 23 per 1.000 KH pada tahun 2015 dari kondisi saat ini yaitu sebesar 34 per 1.000 KH. Angka kematian bayi di Indonesia yang tinggi sebagian besar disebabkan karena masalah gizi yang berdampak pada penurunan daya tahan tubuh. Menurut data Riskesdas 2013 Angka kematian bayi masih diatas target pencapaian MDGs tahun 2015 sebesar 15,5%.

Pemberian ASI sejak awal dapat menangani tingginya AKB. Menurut penelitian yang dilakukan oleh UNICEF, resiko kematian bayi (AKB) bisa berkurang sebanyak 22% dengan pemberian ASI eksklusif namun, prevalensi pemberian ASI khususnya ASI eksklusif masih terbilang rendah di Indonesia. Menurut Buku Saku PSG 2016, presentase ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya hanya sebesar 29,5% di Indonesia sedangkan di Jawa Timur prevalensinya 31,3%. Disamping itu masalah gizi bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Menurut Buku Saku PSG 2016, prevalensi gizi kurang secara nasional tahun 2016 masih cukup tinggi yaitu 14,9%

demikian pula dengan prevalensi bayi kurus sebesar 12,5%.

Masalah yang berkaitan dengan gizi ataupun tumbuh kembang sebenarnya bisa dicegah dengan memperhatikan faktor-faktor yang bisa mengakibatkan masalah gizi seperti tingkat konsumsi, pola asuh balita dan yang lebih penting dengan mengamati pola pertumbuhan balita.

Status gizi pada bayi dipengaruhi oleh faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yang mempengaruhi status gizi adalah konsumsi dan infeksi. Konsumsi energi protein pada bayi merupakan cerminan dari pola asuh yang dilakukan oleh ibu terhadap bayi. Bayi usia 0-6 bulan cukup

(2)

2 diberi ASI saja (Soediaoetama, 2010). Karena pada usia 0-6 bulan, enzim- enzim pencernaannya belum sempurna sehingga apabila diberi makanan selain ASI akan berdampak tidak baik.

Dalam tumbuh kembang anak tidak sedikit peranan ibu dalam ekologi anak, yaitu pengaruh biologisnya terhadap pertumbuhan janin dan pengaruh psikobiologisnya terhadap pertumbuhan post natal dan perkembangan kepribadian. Menurut Soetjiningsih (1995) pemberian ASI/menyusui adalah periode ekstragestasi dengan payudara sebagai “plasenta eksternal”, karena payudara menggantikan fungsi plasenta tidak hanya dalam memberikan nutrisi bagi bayi, tetapi juga sangat mempunyai arti dalam tumbuh kembang anak.

Komposisi ASI cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi apabila ASI diberikan secara tepat dan benar sampai bayi berumur 6 bulan.

Bayi yang mendapat ASI sampai dengan 6 bulan jauh lebih sehat dari bayi yang menyusu ASI sampai dengan 4 bulan, frekuensi terkena diare juga jauh lebih kecil pada bayi yang diberi ASI eksklusif dibandingkan dengan bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif, bayi yang terkena diare juga cenderung akan mengalami gizi kurang (Purwanti, 2004).

Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan Status Gizi Bayi Usia 0-6 Bulan di 3 desa di kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana pola pertumbuhan bayi 0-6 bulan pada 3 desa di kecamatan di wilayah Kabupaten Malang?

2. Bagaimana riwayat pemberian ASI bayi 0-6 bulan pada 3 desa di kecamatan di wilayah Kabupaten Malang?

3. Bagaimana status gizi 0-6 bulan bayi pada 3 desa di kecamatan di wilayah Kabupaten Malang?

4. Bagaimana hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan status gizi bayi 0-6 bulan pada 3 desa di kecamatan di wilayah Kabupaten Malang?

(3)

3 C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan terhadap status gizi bayi 0-6 bulan.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui pola pertumbuhan bayi 0-6 bulan pada 3 desa di kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.

b. Mengetahui riwayat pemberian ASI bayi 0-6 bulan pada 3 desa di kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.

c. Mengetahui status gizi bayi 0-6 bulan pada 3 desa di kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.

d. Menganalisis hubungan riwayat pemberian ASI terhadap status gizi bayi 0-6 bulan pada 3 desa di kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat keilmuan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi perkembangan ilmu pengetahuan terapan di bidang gizi dan kesehatan dalam rangka pencegahan munculnya masalah gizi.

2. Manfaat Praktis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada petugas kesehatan sebagai bahan untuk penyuluhan gizi dan pencegahan munculnya masalah gizi.

b. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat kepada ibu bayi sebagai upaya pencegahan terhadap munculnya masalah gizi

(4)

4 E. Kerangkan Konsep

Keterangan :

: variable yang diteliti

: variable yang tidak diteliti

Gambar 1. Kerangka Konsep Hubungan Riwayat Pemberian ASI dengan Status Gizi Bayi 0-6 bulan

Asupan Makanan

Status Gizi Bayi 0-6 bulan

Sanitasi dan Pelayanan Kesehatan Ketersediaan

Pangan

Infeksi Pola Asuh

 Pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan

Referensi

Dokumen terkait

mengenai pemberian ASI terhadap status gizi bayi usia 6-24 bulan di. Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon,

2.4 Konsep ASI Eksklusif 2.4.1 Pengertian ASI Air Susu Ibu ASI adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan, serta ASI

Tumbuh kembang pada bayi usia 8 bulan dengan riwayat prematur sebelum dan setelah diberikan stimulasi perkembanga n Pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan saraf, otot besar, dan

Hubungan Riwayat Lahir Stunting dan BBLR dengan Status Gizi Anak Balita Usia 1-3 Tahun di Potorono, Bantul Yogyakarta.. Jurnal Medika

Ada hubungan tingkat konsumsi energi dengan status gizi remaja di SMP Negeri 3 Kota Malang Body Image Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Karbohidrat dan Lemak Status Gizi Faktor

Berdasarkan uraian yang telah disebutkan diatas peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam apakah terdapat hubungan pengetahuan gizi, tingkat konsumsi dan aktivitas fisik terhadap

Belum tercapainya target pemberian ASI ekslusif di Kabupaten Malang disebabkan oleh pengetahuan yang kurang, berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan juni 2019 – Agustus

1.2 Rumusan Masalah Apakah ada pengaruh pendampingan gizi pada balita stunting usia 6-59 bulan dengan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian makan,