1
STIKes Dharma Husada Bandung
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan terutama di ilmu pengetahuan kesehatan telah berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan ini semakin menunjang tingginya kesejahteraan hidup setiap orang. Semua orang tentunya ingin hidup dengan sehat dan sejahtera, baik secara jasmani maupun rohani.
Seseorang dikatakan sehat jamsani apabila setiap indranya masih dapat berfungsi dengan baik. Salah satu alat indra manusia yang sangan penting adalah indra penglihatan. Seorang yang buta atau tidak bisa melihat tentunya akan sangat sulit dalam beraktivitas pada saat ini sudah banyak tersedia pelayanan kesehatan mata untuk memberi pelayanan kesehatan matan dan memberi informasi tentang mata. Salah satu tenaga kesehatan yang sering di jumpai di tempat pelayanan kesehatan mata adalah tenaga kesehatan Refraksi Optisi
Refraksi Optisi adalah seseorang yang merupakan tenaga kesehatan yang telah lulus pendidikan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, berwenang melakukan pemeriksaan mata dasar, pemeriksaan refraksi, penetapan hasil refraksi menyiapkan atau membuat lensa kacamata atau lensa kontak. Hal ini di cantumkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KEPMENKES) No.1424/MENKES/SK/XI/2002, tentang penyelenggaraan optikal di nyatakan bahwa, pelayanan perkacamataan yang memenuhi syarat
STIKes Dharma Husada Bandung masyarakat. Maka peran refraksi optisi di Optikal sangatlah penting sebagai penanggung jawab yang akan memberikan pelayanan dalam pemeriksaan tajam penglihatan, dalam pemilihan lensa dan kelebihan lensa baik itu dalam perkacamataan ataupun lensa kontak.
Kacamata adalah lensa tipis untuk mata guna menormalkan dan mempertajam penglihatan, ada yang memiliki rangka dan ada pula yang tidak memiliki rangka saat ini selain menjadi alat bantu kesehatan khususnya mata.
Beberapa bagian yang terdiri dari kacamata yaitu frame dan lensa. Frame adalah bingkai kacamata yang mencakup lensa dan memberi nilai plus bagi pemakai. Sedangkan lensa yaitu suatu benda bening yang transparan, yang memiliki satu atau dua kelengkungan dan memiliki power atau kekuatan dalam satuan dioptri (D), lensa juga memiliki indeks bias yang berbeda sesuai material lensa itu sendiri.
Adapun pada bagian dari kacamata yang harus di perhatikan terutama pada seseorang yang mengalami minus tinggi yaitu pada bagian tepi lensa yang di sebut dengan bevel. Bevel adalah suatu potongan miring pada tepi lensa yang berfungsi untuk mengunci atau menjaga agar lensa tidak mudah terlepas. Adapun beberapa macam jenis bevel meliputi V-Bevel, Hidden Bevel dan Flat Bevel.
STIKes Dharma Husada Bandung B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah KTI ini, maka yang menjadi identifikasi masalah pada penelitian ini adalah “Perbandingan Penempatan Bevel Terhadap Power Myopia Tinggi Suatu Lensa Dipandang Secara Kosmetika"
C. Tujuan penelitian 1. Tujuan Umum
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan penempatan bevel terhadap power myopia tinggi suatu lensa dipandang secara kosmetika.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui perbandingan v-bevel dan penempatan bevel yang tepat pada lensa dengan power myopia tinggi.
b. Untuk membandingkan penilaian konsumen terhadap penempatan bevel pada power myopia tinggi
D. Manfaat
1. Manfaat Teoritis
Dapat memberikan pengetahuan dan menambah wawasan penulis, juga sebagai sarana dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan,
STIKes Dharma Husada Bandung bevel.
2. Manfaat praktisi a. Bagi peneliti
Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti tentang ilmu dispensing, khususnya pada pembentukan sudut bevel, dan juga penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar bagi peneliti selanjutnya mengenai klinik optik dispensing.
b. Bagi Institusi Stikes Dharma Husada
Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan program studi D3 Refraksi Optisi mengenai perbandingan penempatan bentuk bevel terhadap power lensa myopia tinggi.
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Masalah
Pada penelitian ini masalah yang diangkat sebatas penempatan bevel pada rim eye, khusus untuk lensa dengan power myopia tinggi.
2. Lingkup Keilmuan
Penelitian ini merupakan bidang keilmuan Refraksi Optisi khususnya dalam ilmu klinik optik dispensing .
STIKes Dharma Husada Bandung 3. Lingkup Metode
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan waktu cross sectional.
4. Lingkup Tempat dan Waktu
Penelitian dilakukan di Optik Citra pada bulan Juni tahun 2019.