BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
“Mata merupakan salah satu indera yang penting bagi manusia, melalui mata manusia menyerap informasi visual yang digunakan untuk melaksakan berbagai kegiatan, namun gangguan terhadap penglihatan banyak terjadi, mulai dari gangguan ringan hingga gangguan berat yang dapat mengakibatkan kebutaan. Perlu mendapatkan perhatian. Sekitar 80%
gangguan penglihatan dan kebutaan di dunia dapat dicegah. Dua penyebab terbanyak adalah gangguan refraksi dan katarak, yang keduanya dapat ditangani dengan hasil dan cost-effective di berbagai Negara termasuk Indonesia” (dalam lubis dkk, 2016)
Mata lelah atau asthenopia biasa terjadi pada 75-90% orang yang bekerja di depan visual display terminal, mata lelah tidak menyebabkan gangguan penglihatan atau kebutaan secara langsung. Akan tetapi asthenopia dapat mengganggu produktivitas (dr Rina La DN sp.M)
Asthenopia atau ketegangan mata adalah kondisi kemampuan melihat yang memanifestasikan dirinya melalui gejala nonspesifik seperti kelelahan, nyeri didalam atau sekitar mata, penglihatan kabur, sakit kepala dan penglihatan ganda sesekali. (http://en.wikipedia.org/wiki/Asthenopia 2011).
Kelelahan mata adalah ketegangan pada mata dan disebabkan oleh penggunaan indera penglihatan dalam bekerja yang memerlukan kemampuan untuk melihat dalam jangka waktu yang lama dan biasanya disertai dengan kondisi pandangan yang tidak nyaman (pheasant, 1991).
Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendididkan dan masyarakat. Kemudian tumbuhnya taman bacaan masyarakat untuk menunjang pembudayaan kegemaran membaca didorong oleh pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat (Undang- undang Nomo 43 Tahun 2007 Pasal 48-49 ayat 1 tentang perpustakaan).
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk mendapatkan pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis, juga merupakan salah satu dari aktivitas belajar. Aktivitas belajar adalah serangkaian kegiatan-kegiatan yang dilakukan seseorang dalam usahanya memperoleh suatu bentuk peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman,keterampilan, daya piker dan lain-lain yang akan menghasilkan suatu perubahan tingkah laku (Sudjana, 2006).
Sesuai dengan keputusan Mentri Kesehatan No 1405 tahun 2002, tentang persyartan lingkungan kerja industri, pencahayaan dirungan, untuk jenis kegiatan pekerjaan rutin, seperti : pekerja kantor/administrasi, ruang kontrol, pekerja mesin dan perakitan/penyusun tingkat pencahayaan minimal adalah 300 lux.
STIKes Dharma Husada Bandung merupakan institusi pendidikan kesehatan yang terletak di jl. Jakarta No. 75 Antapani Bandung.
Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan di ruang Lab Refraksi Optisi melakukan penerangan buatan (lampu). Intensitas penerangan tidak merata, secara teori kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan mata.
Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai studi tentang gambaran mata lelah pada membaca berkepanjangan.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut “bagaimana gambaran mata lelah akibat terlalu lama membaca pada kalangan mahasiswa/i semester 2 dan 5 D3 Refraksi Optisi STIKes Dharma Husada Bandung Tahun 2019”
C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan mata lelah 2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui gejala membaca dengan waktu yang lama terhadap kelelahan mata
b. Untuk mengetahui persentase dari responden yang terbiasa membaca terlalu lama
c. Waktu membaca suka menggunakan cahaya yang minim, dan membaca dengan posisi yang tidak benar
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi dan pengetahuan tentang gambaran mata lelah pada membaca berkepanjangan pada mahasiswa/i D3 Refraksi Optisi Semester 2 dan 5 STIKes Dharma Husada Bandung.
2. Manfaat Praktisi a. Manfaat bagi penulis
Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan khususnya mengenai gambaran mata lelah.
b. Manfaat bagi refraksionis optisisen
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan dan keterampilan bagi refraksionis optisien khusunya mengenai gambaran mata lelah.
c. Manfaat bagi institusi
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan maanfaat dalam ilmu kesehatan dan menjadi salah satu referensi perpustakaan
E. Ruang Lingkup Pemeriksaan 1. Lingkup masalah
Masalah yang akan diteliti adalah gambaran mata lelah pada mahasiswa D3 Refraksi Optisi semester 2 dan 5 STIKes Dharma Husada Bandung Tahun 2019.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yaitu dimana metode dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) yang artinya dimana subjek penelitian hanya di observasi sekali saja (Notoatmodjo,2010).
3. Lingkup Keilmuan
Penelitian ini merupakan bidang keilmuan Refraksi Optisi khususnya ilmu Refraksi Klinik.
4. Lingkup Tempat dan Waktu
Tempat : STIKes Dharma Husada Bandung 2019 Waktu: Tahun 2019