• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1. Latar Belakang Masalah

Kebutuhan akan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk manusia dalam menunjang keberlangsungan hidup, karena segala aktifitas manusia diberbagai aspek kehidupan membutuhkan air bersih seperti MCK (Mandi,Cuci,Kaskus) bahkan sampai untuk dikonsumsi. Kebutuhan air bersih yang layak merupakan salah satu masalah dasar di Indonesia. Di level kabupaten,rata-rata dari persentase penduduk dengan akses air bersih baru mencapai 49% (BPS dalam Sukartini, 2016:89). Selain itu, data lain menjelaskan adanya peningkatan rumah tangga yang memiliki akses air bersih di Indonesia, meskipun begitu tidak ada provinsi yang memiliki akses terhadap sumber air bersih hingga 100 persen. Di tahun 2017 tercatat baru 72,04 persen dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (BPS dalam Gerintya, 2018:1). Hal tersebut menunjukkan bahwa akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan masih jauh dari kata cukup.

Terpenuhinya kebutuhan air yang bersih, memungkinkan masyarakat hidup secara sehat. Sebagian besar masyarakat Indonesia selama ini memenuhi kebutuhan air bersih dari air sumur atau dari air yang disediakan oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). PDAM merupakan perusahaan penyedia air bersih yang tersebar pada setiap provinsi, kabupaten dan kotamadya yang ada di Indonesia.

(2)

Data statistika air bersih periode tahun 2012-2017 di Indonesia menunjukkan bahwa volume air bersih yang disalurkan perusahaan air bersih yang dikelola pemerintah mengalami peningkatan rata-rata 7,42% per tahun, dari angka 2710 juta m3 meningkat menjadi 3609 juta m3 di tahun 2017 (Pradipta, 2018:11). Berdasarkan data tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah pusat atau daerah maupun swasta untuk tetap memastikan jumlah perusahaan air bersih setiap tahun agar penyaluran kebutuhan air bersih disetiap provinsi seimbang atau tidak kekurangan, selain itu menjadi masukan atau acuan bagi pemerintah pusat atau daerah maupun swasta dalam pelaksanaan dan pengaturan kebijakan .

Sebagaimana dalam kasus tersebut, penulis akan melakukan pengelompokkan kebutuhan air bersih periode tahun 2012-2017 di Indonesia yang membutuhkan paling banyak , sedang dan paling sedikit berdasarkan volume air bersih yang disalurkan perusahaan air bersih di setiap provinsi dalam kurun waktu 5 tahun, sehingga pada proses penyaluran air bersih ke setiap wilayah dapat diketahui oleh pemerintah pusat atau daerah maupun swasta di tingkat mana suatu provinsi tersebut berada untuk mengelompokkan kebutuhan air bersih di Indonesia tersebut digunakan proses clustering dengan mengelompokkan objek yang memiliki kesamaan karakter yang sama. Objek yang sama akan dikelompokkan menjadi kelas yang memiliki beberapa anggota.

Teknik clustering disini digunakan untuk mengelompokkan wilayah di Indonesia berdasarkan volume air bersih yang disalurkan kepada pelanggan oleh perusahaan air bersih berdasarkan provinsi dalam kurun waktu 5 tahun,

(3)

sehingga setiap cluster yang ada berisi data yang semirip mungkin dan berbeda dengan data dalam cluster yang lainnya. Dari data yang sudah dikelompokkan tersebut bisa mencari tahu wilayah mana saja yang membutuhkan penyaluran air bersih paling banyak, sedang dan paling sedikit.

Menurut Suyanto (2019:306) “proses klasterisasi data dapat digunakan dengan beberapa metode yaitu metode berbasis partisi, metode berbasis hirarki, metode berbasis kepadatan, metode berbasis kisi dan metode partisi”. Untuk metode partisi sendiri didalamnya terdapat beberapa algoritma seperti k- means, k-modes, k-medoids, fuzzy c-means dan lainnya. Pada penelitian ini menggunakan algoritma K-Means.

Menurut Abdillah, et al (2016:498) algoritma K-Means merupakan salah satu algoritma data clustering non-hirarki yang berusaha mempartisi data yang ada kedalam bentuk satu atau lebih cluster/kelompok. Algoritma K-Means lebih mudah diimplementasikan dan prosesnya cepat. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian terhadap kebutuhan penyaluran air bersih yang dilakukan oleh perusahaan air bersih di seluruh Indonesia dan akan dibahas dalam skripsi berjudul “Pengelompokkan Kebutuhan Air Bersih Di Indonesia Periode 2012-2017 Menggunakan Algoritma K-Means”.

1.2. Identifikasi Masalah

Adapun identifikasi masalah dari penulisan skripsi ini yaitu sulitnya mengelompokkan kebutuhan air di Indonesia berdasarkan volume air bersih yang disalurkan oleh perusahaan air bersih berdasarkan provinsi selama periode tahun 2012-2017 sehingga dibutuhkan metode clustering K-Means untuk menyelesaikan.

(4)

1.3. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari penulisan skripsi ini yaitu:

1. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam mengelompokkan kebutuhan air bersih di Indonesia.

2. Untuk mengetahui kelompok provinsi yang memiliki akses air bersih dari tingkat tinggi, sedang dan rendah.

1.4. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan kegiatan penelitian berdasarkan ciri-ciri keilmuan, seperti rasional yaitu dilakukan dengan cara yang masuk akal, sistematis yaitu proses yang berlangsung harus dengan langkah-langkah tertentu, dan empiris yang berarti cara tersebut dapat diamati oleh indera manusia (Sugiyono, 2016:3).

1.4.1. Metode Penelitian

1. Klasterisasi Data Mining

Pengelompokkan/clustering menurut Sadewo, et al (2018:312) “proses membagi data dalam suatu himpunan ke dalam beberapa kelompok yang kesamaan datanya dalam suatu kelompok lebih besar daripada kesamaan data tersebut dengan data dalam kelompok lain.”

Pada penlitian ini menggunakan klasterisasi metode partisi dengan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data kebutuhan air bersih di Indonesia.

2. Metode Data Preprocesing

Prepocessing data digunakan untuk membuat data mentah yang diperoleh menjadi data yang berkualitas dan siap menjadi input yang

(5)

baik. Preprocessing dilakukan dengan cara pembersihan data yang redudansi, data yang hilang, data yang dianggap tidak diperlukan kemudian data-data tersebut dihapus.

3. Metode Evaluasi

Evaluasi clastering digunakan untuk mengetahui seberapa baik data terkelompokkan. Metode yang digunakan yaitu Davies Bouldin Index.

1.4.2. Metode Pengumpulan Data

1. Metode Observasi

Observasi merupakan proses yang komplek dan tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua proses yang terpenting yaitu pengamatan dan ingatan (Hadi dalam Sugiyono, 2016:196).

Metode yang digunakan untuk memperoleh data yaitu dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian yaitu riset di website resmi Badan Pusat Statistika (BPS).

2. Studi Pustaka (Literature)

Studi pustaka (Literature) yaitu cara memperoleh informasi dan mengumpulkan data dengan membaca dan mempelajari berbagai literature seperti buku, jurnal, modul, referensi internet dan lain-lain yang bersangkutan dengan masalah yang diambil (Wijianto & Anggoro, 2018:79).

Metode Pustaka (Literature) yang dilakukan yaitu dengan membaca sumber-sumber dari buku yang mendukung penulisan, jurnal ilmiah, situs-situs remi di internet.

(6)

1.5. Ruang Lingkup

Dalam penelitian ini difokuskan pada metode clustering dengan algoritma K-Means untuk mengelompokkan data kebutuhan air bersih di Indonesia yang diperoleh dari website resmi Badan Pusat Statistika (BPS). Data yang diteliti yaitu data volume air bersih yang disalurkan oleh perusahaan air bersih selama periode tahun 2012-2017. Data dari tahun 2012 sampai 2017 kemudian diakumulasikan menjadi satu attribut yaitu jumlah volume air bersih yang disalurkan perusahaan air bersih.

Referensi

Dokumen terkait

10 Mloillcr Tall ÜI.non- 11I1IIl!!cho Z"kull guf' nnder undero to konnon lIul mc;t hOL Demon van ptoeVBn InL gunoling 811.oed~ ,'oorlb"'l;nnn, en do rD311 \'nn doakundigon ingOroopoD