• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak digaris khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudera, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan Populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat didunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. (Begi Hersutanto, SH., MA, 2009, Hal:9)

Sekitar 2/3 wilayah negara ini berupa lautan. Dengan cakupan wilayah laut yang begitu luasnya, maka Indonesia pun diakui secara internasional sebagai negara Maritim yang ditetapkan UNCLOUS 1982 yang memberikan kewenangan dan memperluas wilayah laut Indonesia dengan segala ketetapan yang mengikutinya. Selain itu juga terjadi perluasan hak-hak berdaulat atas kekayaan alam di ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) serta landas kontinen dan Indonesia juga masih memiliki hak atas pengelolaan natural resources dilaut bebas dan di dasar samudera.

Indonesia sebagai negara maritim, angkutan laut merupakan tulang punggung system transportasi. Pelabuhan memegang peranan penting.

Salah satu funsi pelabuhan yaitu sebagai mata rantai transportasi atau titik temu moda transportasi sebenarnya diperankan oleh terminal. Terminal merupakan bagian dari pelabuhan untuk melayani kapal dan melaksanakan kegiatan bongkar muat barang ataupun penumpang.

(2)

2 Transportasi laut mempunyai peran yang sangat penting di negara Indonesia. Armada angutan laut yang dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, dimana Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Jasa angkutan laut dapat menilai lebih terjadinya perpindahan barang dan manusia antar pulau sehingga membuat kelangsungan kehidupan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia. Alat transportasi laut memiliki nilai lebih dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. Hal ini dikarenakan jasa angkutan laut dapat untuk mengangkut penumpang, barang, dan hewan dengan kapasitas atau daya angkut yang sangat besar. Selain itu ongkos yang digunakan juga paling murah, terjangkau, serta aman. Hal ini menjadikan alat transortasi mempunyai prospek yang sangat baik untuk pengangkutan barang.

Terminologi “transportasi” terdiri atas dua kata latin, yakni trans dan portare berarti seberang atau memindahkan sesuatu dari suartu tempat ketempat yang lain diseberang. Jasa transportasi dapat diartikan sebagai usaha memindahkan, menggerakan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain, dimana tempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan tujuan tertentu.

Disini kita mengetahui sebagian besar wilayah Indonesia adalah wilyah perairan maka alat transporatsi yang dapat digunakan adalah kapal laut sebagai penunjang aktivitas dalam dunia transportasi.

Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang kedalamnya. Pelabuhan biasa memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal – kapal yang berlabuh. Crane dan gudang berpendingin juga disediakan oleh pihak pengelola mapun pihak swasta yang berkepentingan. Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang seperti pemrosesan barang.

(3)

3 Perusahaan pelayaran sebagai perusahaan jasa yang melayani pengguna jasa , di mana suatu pelayanan yang di berikan oleh pemberi jasa dengan efektif dan efisien dengan teknik atau metode yang benar, serta proses pelayanan muatan dari pelabuhan asal atau pemuatan hingga pelabuhan tujuan atau pembongkaran dapat di laksanakan dengan cepat, lancar dan biaya yang relative murah untuk menunjang terselenggaranya angkutan laut untuk meningkatkan pelayanan muatan kapal, maka PT.

Samudera Sarana Karunia harus meningkatkan ruang lingkup dari mutu pelayanan serta produktifitas kerjanya. Setiap transaksi perdagangan selalu menimbulkan hak dan kewajiban bagi masing – masing pihak yang bersangkutan. Pihak penjual berkewajiban antara lain melakukan penyerahan barang yang telah sama – sama di sepakati dan berhak untuk menerima pembayaran atas harga barang yang di serahkannya, sebaliknya pembeli berkewajiban untuk melunasi harga pembayaran dari barang yang di serahkan dan berhak menuntut penyerahan barang yang di belinya.

(Hevni Butar Butar, Journal of Maritime and Education (JME) 3 (1), 185- 193, 2021)

Jika penjual dan pembeli berada di suatu tempat yang sama dan dekat, maka penyelesaian kewajiban dan hak masing – masing lebih mudah di lakukan. Akan tetapi pada perdagangan luar negeri tidak semudah dan tidak secepat itu. Hal ini di karenakan penjual dan pembeli terpisah satu sama lainnya baik secara geografis maupun batas – batas kenegaraannya. Sebagian besar pengangkutan perdagangan luar negeri di laksanakan melalui angkutan laut, untuk pemindahan hak memiliki barang tersebut, maka pemilik barang mengeluarkan shipping instruction (SI), dan pihak perusahaan pelayaran menyerahkan manifest dan mate’s receipt kepada pihak kapal. Dengan adanya dokumen tersebut, pihak penjual atau eksporter akan berusaha bagaimana caranya agar dapat memenuhi kewajiban untuk mengirimkan dan melakukan penyerahan barang kepada pembeli atau importer dan menerima hak nya atas pembayaran dari barang yang di serahkan itu. Sebaliknya pembeli atau importer harus memikirkan

(4)

4 pula untuk dapat melakukan kewajibannya dalam melunasi pembayaran barang yang di belinya serta menerima barang itu dengan sebaik – baiknya. (Hevni Butar Butar, Journal of Maritime and Education (JME) 3 (1), 185-193, 2021)

Data manifest tentunya sangat penting di dalam suatu sistem logistik pada proses pengiriman barang dan juga penerimaan barang di tengah masyarakat maupun untuk berbagai sektor-sektor usaha yang ada.

Penting bagi masyarakat maupun para pelaku usaha bisnis di berbagai sektor-sektor yang ada untuk mencatat data manifest secara rinci dan juga benar pada setiap proses pengiriman barang logistik, baik di dalam jalur darat, laut, maupun jalur udara. Dengan memberikan perincian ataupun data yang benar serta tepat di dalam data manifest tersebut, maka proses pengiriman barang logistik dapat berjalan dengan lancar karena adanya data muatan yang benar. Selain itu, pentingnya mempunyai data manifest yang lengkap dan juga benar bisa menjadi suatu hal penting bagi jaminan saat melakukan proses pengiriman ataupun penerimaan barang itu sendiri.

Dengan mempunyai data yang lengkap, maka apabila terjadi suatu kendala, kecelakaan, ataupun kehilangan dari barang muatan itu sendiri dapat diklaim dengan cepat dan mudah lewat sebuah asuransi pengiriman barang.

Demikian pentingnya dokumen manifest ini sebagai dokumen terpenting dalam dunia pelayaran. Oleh kerena hal – hal tersebut yang mendorong penulis untuk menyusun tugas akhir dengan judul :

Upaya Peningkatan Jasa Keagenan Kapal dalam Pembuatan Manifest PT. Samudera Sarana Karunia melalui Aplikasi Modul Manifest

(5)

5 1.2. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1.2.1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu :

1. Untuk mengetahui proses pembuatan manifest melalui aplikasi modul manifest.

2. Untuk mengetahui dokumen – dokumen yang dipersiapkan dalam pembuatan manifest melalui aplikasi modul manifest.

3. Untuk mengetahui hambatan – hambatan dalam pembuatan manifest melalui aplikasi modul manifest.

1.2.2. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan penelitian ini yaitu :

1. Penulis akan memperoleh pengalaman yang berharga dimasa yang akan datang dan menjadi landasan bagi penulis dalam pembuatan Tugas Akhir ini.

2. Tugas Akhir ini dapat bermanfaat khususnya bagi yang ingin mengetahui tentang proses pembuatan manifest melalui aplikasi modul manifest.

1.3. Perumusan Masalah

1. Bagaimana proses pembuatan manifest melalui aplikasi modul manifest?

2. Apa saja dokumen yang dipersiapkan dalam pembuatan manifest melalui aplikasi modul manifest?

3. Apa saja hambatan dalam pembuatan manifest melalui aplikasi modul manifest?

1.4. Pembatasan Masalah

Untuk mengarahkan pengamatan agar dapat spesifik dan tidak terlalu luas serta untuk mencegah kekaburan masalah yang akan di amati, serta mengingat luasnya pembahasan ini. Penulis menyadari akan keterbatasan ilmu pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki dan dikuasai penulis maka penulis membatasi permasalahan tentang Upaya

(6)

6 Peningkatan Jasa Keagenan Kapal dalam Pembuatan Manifest PT.

Samudera Sarana Karunia melalui Aplikasi Modul Manifest.

1.5. Sistematika Penulisan

Guna mempermudah pemahaman dan memberikan gambaran rencana penyusunan Tugas Akhir (TA). Adapun penyusunan adalah sebagai berikut :

HALAMAN JUDUL TANDA PENGESAHAN ABSTRAK (Indonesia) ABSTRAK (Inggris) KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

1.2 Tujuan dan kegunaan penelitian 1.3 Perumusan masalah

1.4 Perbatasan masalah 1.5 Sistematika penulisan BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Teoritis

2.2 Study Penelitian Terdahulu BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu Dan Tempat Penelitian 3.2 Teknik Pengumpulan Data 3.3 Teknik Analisis Data 3.4 Jadwal penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data

4.2 Analisis Data

(7)

7 4.3 Alternatif Pemecahan Masalah

4.4 Evaluasi Pemecahan Masalah BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA BIODATA PENULIS LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan membayar dividen bukan merupakan pertimbangan utama investor dalam membeli saham Nilai perusahaan juga dipengaruhi oleh kepemilikan

[r]