• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I. PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I. PENDAHULUAN"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan ikan budidaya ekonomis penting. Ikan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi di pasar dan memiliki potensi sebagai salah satu ikan yang dapat dikembangkan untuk keperluan budidaya di Indonesia. Namun, budidaya ikan bawal bintang tidak selalu berjalan lancar dan terkadang mengalami masalah seperti pertumbuhan yang lambat atau rendah.

Padahal, pertumbuhan ikan yang baik menjadi faktor yang mempengaruhi tercapainya target produksi. Pertumbuhan ikan dapat dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah pakan ikan. Pakan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam budidaya ikan. Untuk itu, pakan yang digunakan harus mengandung nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup ikan budidaya.

Hampir 60% dari biaya produksi adalah untuk pakan. Selain itu, pakan yang digunakan juga harus efisien untuk pertumbuhan ikan dan memiliki FCR (Feed Conversion Ratio) yang optimal. Efisiensi pakan komersil saat ini masih di bawah 70% sehingga sering dikeluhkan oleh petani. FCR pada budidaya bawal bintang dapat mencapai 1,25-2,43 (Lija, 2021). Nilai ini tergolong tinggi dan tentunya berpengaruh pada jumlah pakan yang dibutuhkan selama pemeliharaan.

Peningkatan produksi budidaya Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) akan berbanding lurus dengan kebutuhan pakan. Untuk itu pakan yang diberikan harus efektif dan efisien

Salah satu kandungan pakan yang mempengaruhi pertumbuhan ikan adalah protein. Protein merupakan salah satu komponen pakan yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya karena mengandung asam amino yang diperlukan oleh ikan untuk membangun jaringan tubuh dan memelihara fungsi-fungsi tubuh yang lain. Menurut Maruzi dan Anjusary dalam Siburian et al.

(2019) pakan untuk budidaya Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) mengandung protein yang tinggi yaitu sekitar 45-55% pakan. Meskipun mengandung protein yang tinggi, masa pemeliharaan Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) tergolong lama untuk mencapai bobot panen minimal 500 gram membutuhkan waktu selama 6 hingga 7 bulan (Wijaya et al., 2018).

(2)

2

Pakan dapat dikatakan efektif dan efisien apabila kecernaan pakan dapat diolah secara sempurna oleh ikan. Menurut Andini & Widaryati (2020) kualitas pakan dikatakan baik jika memiliki gizi yang tinggi dan kecernaan yang baik.

Kecernaan adalah selisih antara zat pakan yang dikonsumsi dengan yang disekresikan dalam feses dan dianggap terserap dalam saluran pencernaan. Tinggi rendahnya kecernaan bahan pakan menunjukkan seberapa besar bahan pakan itu mengandung zat-zat makanan dalam bentuk yang dapat dicerna dalam saluran pencernaan. Apabila tingkat kecernaan bahan pakan rendah, pertumbuhan ikan tidak akan maksimal. Salah satu cara menanggulangi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan mempercepat prosesnya secara enzimatis. Enzim yang dapat digunakan adalah enzim bromelin.

Menurut Hardiany (2013) enzim bromelin yaitu salah satu kelompok enzim protease. Enzim protase adalah enzim yang mempuyai fungsi memecah protein dengan cara menghidrolisis ikatan peptida pada asam-asam amino. Bromelin adalah nama yang umum diberikan untuk enzim proteolitik yang terdapat pada jaringan nabati seperti kulit, batang, buah dan daun dari family Bromeliaceae, termasuk nanas (Ananas comosus) (Bresolin et al., 2013). Enzim bromelin mampu menghidrolisis protein dan untuk memecah protein dalam pakan menjadi lebih sederhana sehingga mempermudah pencernaan dan penyerapan protein dalam tubuh ikan. Penelitian Nindy (2017) menunjukkan enzim bromelin pada daging buah nanas sebesar 9,879 μg/ml. Penelitian Wuryanti (2004) menunjukkan bahwa enzim bromelin pada daging buah nanas sebesar 10,299 μg/ml.

Penelitian sejenis dilakukan Lija (2021) menunjukkan bahwa penambahan enzim bromelin 1,5ml/kg pakan mampu meningkatkan kecernaan protein, efisiensi pemanfaatan pakan, dan pertumbuhan Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) dengan nilai efisiensi pakan (EP) sebesar 61,10% dan pertumbuhan bobot sebesar 9,94 g. Penelitian lain yang menggunakan enzim bromelin untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan pada ikan yaitu penelitian Andini dan Widaryati (2020) pada ikan nila.

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pakan dan tingkat kecernaan pakan adalah dengan penambahan enzim bromelin pada pakan. Oleh sebab itu, perlu dilaksanakan penelitian mengenai Pengaruh Pemberian Dosis

(3)

3

Enzim Bromelin yang Berbeda Terhadap Efisiensi Pakan Rucah dan Pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii).

1.2. Rumusan Masalah

Permasalahan yang terjadi dalam budidaya Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) adalah pakan komersil yang memiliki efisiensi pakan kurang dari 70%.

Tingkat kecernaan pakan yang rendah juga menyebabkan proses pertumbuhan ikan tidak maksimal. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan proses pembuatan pakan melalui makro-mikro secara enzimatis. Enzim yang dapat digunakan adalah enzim bromelin. Sehingga rumusan masalah penelitian ini antara lain:

a. Bagaimana pengaruh pemberian dosis enzim bromelin yang berbeda terhadap efisiensi pakan rucah dan pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii)?

b. Berapa dosis optimal enzim bromelin yang ditambahkan pada pakan rucah terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii)?

1.3. Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk:

a. Mengetahui pengaruh pemberian dosis enzim bromelin yang berbeda terhadap efisiensi pakan rucah dan pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii).

b. Menentukan dosis optimal enzim bromelin yang ditambahkan pada pakan rucah terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii).

1.4. Manfaat

Adapun manfaat dari penelitian yang dilakukan adalah:

a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada seluruh pembudidaya Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) mengenai pemberian

(4)

4

dosis enzim bromelin terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii).

b. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi peneliti lainnya mengenai pemberian dosis enzim bromelain terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan dengan jenis ikan budidaya lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

Pemberian enzim bromelin dengan dosis berbeda berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan harian , efisiensi pakan, dan sintasan ikan lele dimana laju pertumbuhan

Riset bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kombinasi ekstrak enzim kasar Papain dan Bromelin pada pemanfaatan pakan, kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan

Udang windu yang diberi pakan dengan penambahan enzim bromelin sebesar 0,4%/kg pakan (C) memiliki nilai EPP tertinggi, hal ini diduga dosis tersebut paling

28 rasio pemanfaatan protein (PER) ikan gurami ( O. gouramy ) dengan peningkatan EPP dan PER pada penambahan enzim papain 0,25 g/kg pakan dan probiotik 15 ml/kg pakan;

Penambahan Enzim Fitase pada Pakan Buatan terhadap Nilai Kecernaan Protein dan Energi Ikan Baung ( Mystus nemurus ) Dengan Teknik Pembedahan.. Dosen Pembimbing Utama Muhammad

PENGARUH PEMBERIAN CRUDE ENZIM BROMELIN TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH Lates calcarifer SKRIPSI DALAM BIDANG BUDIDAYA PERAIRAN Diajukan sebagai salah

Adapun kesimpulan dalam penelitian ini Penambahan enzim bromelin dalam pakan memberikan pengaruh terhadap efisiesi pakan dan pertumbuhan pada ikan kakap putih Lates calcarifer dan enzim

PENGARUH PEMBERIAN DOSIS ENZIM BROMELIN YANG BERBEDA TERHADAP EFISIENSI PAKAN RUCAH DAN PERTUMBUHAN IKAN BAWAL BINTANG Trachinotus blochii SKRIPSI AMALIA PITRI PROGRAM STUDI