BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Rumput laut merupakan organisme yang dapat tumbuh di air laut dan payau dan merupakan salah satu komoditas yang prospektif untuk dibudidayakan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (2022) melaporkan, jumlah produksi rumput laut pada tahun 2021 mencapai 9,12 juta ton, dan pemerintah menargetkan peningkatan produksi pada tahun 2022 mencapai 11,85 juta ton. Nilai produksi ini menandakan, banyaknya rumput laut semakin tahun semakin bertambah. Minat dari budidaya rumput laut di Kepulauan Riau tergolong masih tinggi. Wilayah pembudidaya rumput laut paling besar berada di wilayah Belakang Padang, Kota Batam, dan terdapat dibeberapa kelompok pembudidaya rumput laut di daerah Ranai, Kabupaten Natuna.
Pertumbuhan rumput laut dipengaruhi oleh kualitas air yang baik dan gelombang. Supit (1989) melaporkan bahwa lama pertumbuhan pemeliharaan disebabkan cahaya matahari dan kualitas air yang kotor sehingga terjadi kematian pada rumput laut. Pertumbuhan rumput laut dapat juga dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor utama yaitu faktor internal dan yang kedua faktor eksternal.
Faktor internal meliputi spesies, bagian thallus dan umur sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah berat bibit awal, jarak tanam, pemilihan bibit, dan perawatan tanaman (Sugiarto, dkk., 1978 dalam Mamang, 2008).
Metode pemeliharaan lepas dasar bertingkat belum pernah dilakukan oleh para pembudidaya sehingga metode ini belum diketahui pengaruhnya untuk menaikan jumlah produksi rumput laut. Untuk pencapaian produksi dengan menentuan jumlah tingkat yang berbeda dengan menggunakan medote lepas dasar bertingkat dan memanfaatan tempat budidaya yang sempit sehingga budidaya rumput laut ini mengalami peningkatan.
1.2. Rumusan Masalah
Masalah yang terdapat dalam budidaya rumput laut K. alvarezzi dengan metode bertingkat adalah sebagian pembudidaya belum mengetahui atau belum
2
pernah melakukan motode bertingkat ini sehingga penulis tertarik melakukan penelitian tentang metode bertingkat ini. Rumusan masalah untuk penelitian ini adalah.
1. Apakah bisa jumlah susunan wadah berbeda dengan metode lepas dasar dapat mempengaruhi laju pertumbuhan rumput laut K. alvarezii ?
2. Berapa jumlah susunan wadah yang baik dengan metode lepas dasar untuk pertumbuhan rumput laut ?
1.3. Tujuan
Ada pun tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :
1. Mengetahui pengaruh jumlah susunan wadah yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut K. alvarezii.
2. Mengetahui jumlah susunan wadah berbeda yang sangat baik untuk budidaya rumput laut K. alvarezzi dengan metode lepas dasar.
1.4. Manfaat
Adapun manfaat yang didapatkan oleh peneliti adalah supaya memberikan informasi tentang pengaruh jumlah susunan wadah yang berbeda terhadap laju pertumbuhan rumput laut K. alvarezii. Diharapkan dapat menjadi manfaat untuk pembudidaya rumput laut untuk mengetahui jumlah tingkatan berbeda yang sesuai untuk digunakan dalam kegiatan budidaya rumput laut K.alvarizii dengan metode lepas dasar serta dapat memberikan hasil yang sangat baik untuk budidaya rumput laut.