• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I. PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I. PENDAHULUAN"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) merupakan ikan yang tergolong baru untuk dibudidayakan di Indonesia, yakni pada tahun 2007. Pembenihan ikan bawal bintang telah berhasil dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam untuk pertama kalinya di Indonesia (Minjoyo et al., 2008). Ikan Bawal Bintang menjadi salah satu komoditi utama selain kerapu dan kakap. Ikan bawal bintang merupakan jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dengan harga jual mulai dari Rp80.000 - Rp95.000/kg. Beberapa negara konsumen utama bawal bintang antara lain Jepang, Hongkong, China, Taiwan dan Kanada (Ashari et al. 2014). Ikan bawal bintang merupakan ikan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Menurut Ashari et al. (2014) Ikan bawal bintang mengandung Omega 3 yang tinggi dimana didalamnya terdapat DHA (Docosahexaenoic Acid) sebesar 2.560mg/100gr dan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 390 mg/100gr

Pakan merupakan hal yang paling utama dalam usaha budidaya dikarenakan menghabiskan 60-70% biaya operasional (Tahe et al., 2011). Peningkatan produktifitas pertumbuhan ikan didapatkan apabila manajemen pemberian pakan dilakukan dengan baik. Terdapat dua jenis pakan yang diberikan dalam budidaya ikan bawal bintang yaitu pakan buatan dan pakan alami. Lebih lanjut dijelaskan bahwa manajemen pakan diatur agar pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan ikan mulai dari ukuran hingga jumlah, sehingga ikan akan mendapatkan nutrisi sesuai dengan kebutuhannya. Penentuan jumlah pakan yang diberikan dilakukan dengan cara pengukuran biomasa ikan (Prihadi, 2017).

Tingginya biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan pakan dalam proses produksi ikan terus meningkat sedangkan harga jual ikan mengalami kenaikan yang sangat kecil. Peningkatan harga pakan disebabkan oleh bahan baku yang sebagian masih didatangkan dari luar Negara (impor). Oleh karena itu untuk menekan harga pakan maka perlu dicari pakan alternatif dengan bahan lain yang lebih murah dan tersedia secara kontinyu di dalam negeri agar bisa menekan biaya pengeluaran untuk pakan.

Ampas kelapa merupakan salah satu sumber nabati berpotensi sebagai pakan ikan yang perlu dicoba sebagai campuran pada pakan ikan. Selain mudah di peroleh,

(2)

2

penggunaan ampas kelapa sebagai salah satu komponen nabati dalam pakan ikan diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi pakan. Kandungan ampas kelapa ini antara lain kadar air 11,31%, protein 16,35%, lemak 23,36%, karbohidrat 23,77%, abu 3,04% dan serat kasar 15,7% (Putri, 2010). Menurut Elyana (2011), protein kasar yang terkandung pada ampas kelapa mencapai 23%, dan kandungan seratnya yang mudah dicerna merupakan suatu keuntungan untuk menjadikan ampas kelapa sebagai bahan baku pakan. Langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan protein pakan adalah dengan melakukan fermentasi terhadap ampas kelapa.

Fermentasi merupakan suatu proses yang melibatkan reaksi oksidasi reduksi sehingga terjadi perombakan kimia terhadap suatu senyawa kompleks menjadi suatu senyawa yang lebih sederhana oleh makhluk hidup. Senyawa kompleks yang berupa kabohidrat, protein dan lemak akan diubah menjadi glukosa, asam amino, asam lemak dan gliserol, menghilangkan bau yang tidak diinginkan, meningkatkan daya cerna, menghilangkan daya racun yang terdapat pada bahan mentah dan menghasilkan warna yang diinginkan (Susila, 2016).

Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi pembudidaya untuk meningkatkan nilai efesiensi pakan dan pertumbuhan ikan bawal bintang (Trachinotus blochii) yang lebih baik.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diambil suatu dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana pengaruh pemberian ampas kelapa hasil fermentasi Rhizopus oryzae dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan berat dan panjang ikan bawal bintang (Trachinotus blochii)?

2. Pada konsentrasi berapakah penambahan ampas kelapa hasil fermentasi Rhizopus oryzae yang optimal pada pakan komersial sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang ikan bawal bintang (Trachinotus blochii)?

(3)

3

1.3. Tujuan

Tujuan dilakukan penelitian:

1. Untuk mengetahui pengaruh pakan dengan penambahan fermentasi Rhizopus oryzae pada ampas kelapa terhadap pertumbuhan berat dan panjang ikan bawal bintang (Trachinotus blochii)

2. Untuk mengetahui penambahan fermentasi Rhizopus oryzae pada ampas kelapa yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang ikan bawal bintang (Trachinotus blochii)

1.4. Manfaat

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pakan terhadap pertumbuhan ikan bawal bintang dengan penambahan ampas kelapa hasil fermentasi R.oryzae dengan konsentrasi yang berbeda.

Referensi

Dokumen terkait

Kandungan protein pada kulit pisang fermentasi digolongkan rendah untuk menunjang pertumbuhan berat mutlak ikan bandeng, sehingga kontrol yang diberi pakan pelet

APPROPRIATENESS, MANAGEMENT SUPPORT Page 3 of 104 CHANGE EFFICACY, PERSONAL VALENCE ASSESMENT TO DEVELOP INTERVENTION AT HEAVY MACHINERY AND EQUIPMENT COMPANY Nikolas Bastanta