1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Hiperglikemia adalah suatu kondisi medis berupa peningkatan kadar glukosa darah melebihi normal yang menjadi karakteristik beberapa penyakit terutama diabetes melitus di samping berbagai kondisi lainnya. Diabetes melitus (DM) saat ini menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Berdasarkan penyebabnya, DM dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok, yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM gestasional dan DM tipe lain. (Perkeni,2021)
Berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka insidensi dan prevalensi DM tipe 2 di berbagai penjuru dunia.
Organisasi WHO memprediksi adanya peningkatan jumlah pasien DM tipe 2 yang cukup besar pada tahun-tahun mendatang. Badan kesehatan dunia WHO memprediksi kenaikan jumlah pasien DM tipe 2 di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Prediksi International Diabetes Federation (IDF) juga menunjukkan bahwa pada tahun 2019 -2030 terdapat kenaikan jumlah pasien DM dari 10,7 juta menjadi 13,7 juta pada tahun 2030. (Perkeni,2021)
Berdasarkan pola pertambahan penduduk, diperkirakan bahwa pada tahun 2030 nanti akan ada 194 juta penduduk yang berusia diatas 20 tahun dan dengan asumsi prevalensi DM pada urban (14,7%) dan rural (7,2%), maka diperkirakan
28 juta pasien
diabetes di daerah urban dan 13,9 juta di daerah Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 oleh Departemen Kesehatan menunjukkan peningkatan prevalensi DM menjadi 8,5%.(Riskesdas,2018)
Diabetes merupakan salah satu dari empat prioritas Penyakit Tidak Menular, Diabetes merupakan penyebab utama untuk kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan amputasi kaki, 80% kejadian Diabetes dapat dicegah, lakukan upaya pencegahan sekarang (Kemenkes,2018).
Berdasarkan hasil wawancara di Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, diabetes melitus menempati posisi ke dua tertinggi penyakit tidak menular di wilayah Kabupaten Purwakarta pada tahun 2020. Prevalensi diabetes melitus tahun 2018-2022 di wilayah Kabupaten Purwakarta sebesar 1,9% dari total jumlah penduduk usia produktif. Kasus baru diabetes melitus pada usia produktif di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta tahun 2018 - 2020 mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, pada tahun 2018 sebanyak 6619 orang, tahun 2019 sebanyak 10019 orang dan tahun 2020 sebanyak 12231 orang.
Salah satu komplikasi DM dengan hiperglikemia kronis adalah ulkus diabetikum. Prevalensi DM dengan ulkus diabetikum dari tahun ke tahun semakin meningkat,Prevalensi DM dengan komplikasi ulkus di dunia berkisar 4- 10%, yang menyebabkan 40-70% kasus DM dengan ulkus diabetik mengalami amputasi dengan non trauma.Penyebab terjadinya amputasi pada pasien DM yaitu diakibatkan oleh faktor iskemik 50-7-%, dan komplikasi dengan infeksi 30-50%.
Prevalensi ulkus DM di Indonesia sebesar 15%dengan presentasi kematian
32,5% dan presentasi DM dengan amputasi sebesar 23,5%, dan presentasi jumlah perawatan penderita DM di rumah sakit sebesar 80% (wagiu,2016). Prevalensi DM dengan komplikasi ulkus di provinsi Jawa Barat pada tahun 2007 sebesar 62% pederita dan pada tahun 2013 sebesar 0,8% (Riskesdas, 2007 dan 2013).
Ulkus diabetic disebabkan oleh aktifitas berbagai faktor yang menjadi pencetus terjadinya ulkus diabetic, salah satu faktor yang mendasari adalah terjadinya neuropati perifer yang iskemik dan penyakit vaskuler perifer (makro dan mikro angiopati).Faktor lain yang berkontribusi terhadap kejadian ulkus kaki adalah deformitas kaki (yang dihubungan dengan peningkatan tekanan pada plantar), kontrol gula darah yang buruk, hiperglikemia yang berkepanjangan dan kurangnya perawatan kaki.
Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan komplikasi ulkus diabetikum diantaranya yaitu evaluasi status vaskuler, pengkajian gaya hidup, manajemen jaringan atau tindakan dasar ulkus, dan penurunan tekanan pada ulkus atau off-loading. Dari penatalaksaanaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan komplikasi ulkus penatalaksaan yang menjadi ciri khas dalam melakukan perawatan ulkus diabetikum yaitu memanajemen jaringan atau tidakan dasar ulkus (Tarwoto, 2012).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang diambil peneliti ingin mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan di lingkungan RT.01 RW 01 Desa Pangkalan Bojong Purwakarta.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Melaksanakan asuhan keperawatanpada pasien yang mengalami ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan di lingkungan RT 01/RW 01 Desa Pangkalan Bojong Purwakarta.
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian pada pasien yang mengalami ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan di lingkungan RT.01 RW 01 Desa Pangkalan Bojong Purwakarta
b. Melakukan diagnosa keperawatan pada pasien yang mengalami ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan di lingkungan RT.01 RW 01 Desa Pangkalan Bojong Purwakarta
c. Menyusun perencanaan keperawatan pada pasien yang mengalami ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan di lingkungan RT.01 RW 01 Desa Pangkalan Bojong Purwakarta
d. Melakukan Implementasi asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan di lingkungan RT.01 RW 01 Desa Pangkalan Bojong Purwakarta
e. Melakukan evaluasi asuhan keperawatanpada pasien yang mengalami ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan kerusakan integritas jaringans di lingkungan RT.01 RW 01 Desa Pangkalan Bojong Purwakarta
f. Menjadi inovasi baru pada penatalaksanaan pasien ulkus diabetikum dengan menggunakan metode pengobatan dengan madu.
D. Manfaat
1. Manfaat Keilmuan
Semoga penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan referensi dalam keilmuan medis khususnya dalam menangani kasus ulkus diabetikum.
2. Manfaat Aplikasi a. Penulis
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi peneliti untuk digunakan sebagai penelitian selanjutnya.
b. Puskesmas
Penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan Asuhan Keperawatan pada pasien yang mengalami ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan di lingkungan RT.01 RW 01 Desa Pangkalan Bojong Purwakarta.
c. Masyarakat
Agar masyarakat dapat mengetahui gambaran umum perawatan luka pada pasien yang mengalami ulkus diabetikum dengan masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan yang baik dan benar.