1 A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan yang diturunkan dari generasi ke generasi, melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikankegiatan yang dilakukan untuk mengetahui proses pembelajaran dan pengetahuan yang dilakukan agar individu dapat memperoleh informasi tentang pembelajaran, pengetahuan dan keterampilan.
Pendidikan pembelajaran yang terjadi saat ini berbeda dengan seperti biasanya, yang biasanya proses pembelajaran dilakukan di sekolah dengan secara langsung bertatap muka guru dengan peserta didik atau peserta didik dengan teman sebayanya yang biasa disebut dengan luring tetapi saat ini proses pembelajaran dilakukan dengan secara daring atau dalam jaringan. Pendidikan pembelajaran yang dilakukan saat ini diarahkan dalam bentuk pembelajaran daring atau online dengan menghubungkan jaringan internet yang dilaksanakan di rumah hal ini disebabkan karena Coronavirus Diseases 2019 atau biasa di sebut dengan Covid 19.
Corona Virus Desease-19 yang dikenal dengan istilah Covid-19 merupakan penyakit yang kini telah meresahkan banyak masyarakat dibelahan dunia. WHO menyatakan bahwa virus menyebabkan banyak masalah dan berdampak pada berbagai aktivitas manusia. Peristiwa menyebarnya virus ini telah ditetapkan sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Pandemi merupakan suatu pola penyebaran penyakit yang bersifat global atau menyeluruh (Mardiana dkk, 2021).
Coronavirus Diseases atau disebut dengan Covid 19 yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menular dan berbahaya. Langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemiCovid 19 ini dengan mensosialisakan gerakan Social Distancing dan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) Covid 19 ini berdampak juga pada berbagai sektor. Dampak pandemiCovid 19 ini menyebabkan menurunnya minat belajar yang biasanya dilakukan dengan luring (luar jaringan) bertatap muka langsung dengan peserta didik
tetapi saat ini secara daring. Pembelajaran yang dilakukan secara daring juga ditetapkan dalam pemberian layanan Konseling Individu yang merupakan salah satu bagian dari sistem pendidikan yang mampu membantu individu dalam mengembangkan potensinya agar peserta didik mampu memecahkan masalah sendiri dibantu dengan Guru Bimbingan dan Konseling yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pada pelaksanaan layanan Konseling Individu suatu rangkaian kegiatan Bimbingan dan Konseling yang terencana dan dilakukan secara bertahap sehingga dapat dilaksanakan dengan baik. Menurut Nurihsan (2005:10-15) Tahap-tahap pelaksanaan layanan Konseling Individu dibagi menjadi tiga tahapan yang dilakukan secara bertahap mulai dari tahap awal, tahap inti dan tahap akhir. Tahap-tahap pelaksanaan layanan Konseling Individu di atas dilakukan dengan perencanaan seperti melakukan need assessment, menggunakan instrument daftar kebutuhan masalah serta membuat program layanan Konseling Individu. Tahap-tahap ini memudahkan konselor dan peserta didik atau konseli untuk memahami permasalahan yang terjadi dan proses konseling tersebut lebih terstruktur sehingga dapat memudahkan dalam mengondisikan masalah, dan masalah dapat dipilah-pilah sesuai dengan harapan dan tujuan konseling mengarah pada proses konseling yang efektif dan efesien.
Pelaksanaan layanan Konseling Individu disusun sesuai perencanaan setelah pembuatan program yang sudah direncanakan di setiapsekolah. Layanan yang sesuai dengan program layanan Konseling Individu ini dilakukan untuk dapat membantu peserta didik untuk mengetahui seberapa sulit masalah yang dihadapinya. Ataupun dilakukan untuk membantu peserta didik untuk mengetahui daftar kebutuhan, masalah peserta didik dan mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik dalam menyelesaikan masalah serta peserta didik memahami pentingnya layanan Konseling Individu.
Jenis layanan Konseling Individu saat ini juga dilakukan untuk pelaksanaan layanan Konseling Individu disekolah yang perlu dioptimalkan dengan baik. Penerapan layanan Konseling Individu yang dilakukan di masa Covid-19 ini dilakukan secara daring melalui internet dengan memerlukan sejumlah media seperti, menggunakan telepon, e-mail, whatsapp, telegram, maupun line dan lainnya. Pembelajaran yang dilakukan secara daring ini harapan bagi guru dengan peserta didik dalam proses pembelajaran menggunakan media
tersebut, agar tetap berjalan dengan lancar sehingga peserta didik tidak ketinggalan pembelajaran dan informasi. Melalui Guru Bimbingan dan Konseling yang diharapkan dapat memberikan bantuan serta bimbingan kepada peserta didik agar dapat mandiri serta berkembang secara optimal dalam dirinya dengan jenis layanan yaitu Konseling Individu. Layanan konseling individu merupakan bentuk bantuan secara individu yang memfokuskan pada perkembangan dan penyesuaian individu, pemecahan masalah dan kebutuhan untuk membuat keputusan. Proses ini dimaksudkan untuk menciptakan konteks atau psikologis antara konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling dan peserta didik berlanjut dengan kondisi-kondisi tertentu yang berpijak pada kesuksesan proses konseling.
Layanan Konseling Individu saat ini dilaksanakandisekolah yang perlu dioptimalkandenganbaik, yang disebabkan karena penyakit Coronavirus Diseases 19 atau Covid-19. Pada pelayanan saat ini yang proses pemberiannya dilakukan secara daring termasuk pelaksanaan layanan Konseling Individu.
Sehingga peserta didik yang ada dirumah pun tidak lepas dengan adanya masalah, yaitu masalah jenuhnya peserta didik dalam proses belajar mengajar, dan disini guru Bimbingan dan Konseling wajib memberikan wadah untuk menampung permasalahan yang ada. Kemajuan teknologi memberikan dampak terhadap perkembangan layanan konseling, yang saat ini perlu dikembangkan dengan baik, seperti halnya dengan pelaksanaan konseling yang dilakukan di masa Covid-19 dan memanfaatkan teknologi internet serta media elektronik tertentu, seperti telepon, e-mail, whatsapp, telegram, maupun line dan lainnya.
Pelaksanaan layanan yang dilakukan secara daring ini harapan bagi Guru Bimmbingan dan Konseling dengan peserta didik dalam proses layanan konseling bisa berjalan dengan baik.
Di masa pandemi Covid-19ini Guru Bimbingan dan Konseling di SMP N 1 Seputih Raman menggunakan media Whatsapp yang dibuat oleh Guru Bimbingan dan Konseling disetiap kelas masing-masing yang diampunya, tergantung dari peserta didik yang ditugaskan oleh sekolah, melalui pembelajaran daring yang sudah terjadwal. Fenomena yang terkait saat pembelajaran daring beberapa peserta didik menghadapi berbagai persoalan tentunya membutuhkan layanan tersebut yaitu menurunnya minat belajar pada peserta didik, cenderung mengalami penurunan atau semakin berkurang minat belajar saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Kurangnya interaksi
secara langsung dan tatap muka baik antara peserta didik dengan peserta didik lainnya tidak saling memahami apa yang disampaikan oleh guru pelajaran saat proses belajar online dimulai. Peserta didik menjadi kurang aktif dalam pembelajaran dan kurang memperhatikan tugas-tugas yang diberikan guru.
Layanan yang dilaksanakan secara daring yaitulayanan Konseling Individu dengan menggunakan mediadalam proses penyampaian pelayanan kepada peserta didik. Seperti Allah mengingatkan kepada manusia untuk saling membantu dengan tulus serta memahami dalam mengajari hamba-hambanya agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah An Nahl ayat 125 yang berbunyi:
Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.( QS. An- Nah:125)
Berdasarkan penjelasan ayat tersebut, diharapkan guru Bimbingan dan Konseling dapat membantu peserta didik dengan tulus tegas dan benar serta mengajarkan peserta didik yang belum diketahuinya.
Berdasarkan hasil Prasurvei yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Ramanpada tanggal 15 sampai 17 November 2021, informasi wawancara Guru Bimbingan dan Konseling dalam pelaksanaan layanan sudah baik namun masih terdapat berberapa hambatan terutama saat adanya pandemi.
Hambatan tersebut seperti tidak adanya waktu pelayanan secara khsusu, ruang lingkup yang tidak memadahi, dan pelaksanaan layanan yang kurang optimal jika dilakukan secara daring. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran Guru Bimbingan dan Konseling hanya menggunakan layanan yang dibutuhkan dan diperlukan peserta didik dengan menggunakan mediaseperti telepon, e-mail, whatsapp, telegram, maupun line dan lainnya.Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran tetap terlaksanakan dengan baik walaupun menggunakan media internet.
Berdasarkan uraian penjelasan di atas maka penulis tertarik untukmelaksanakan penelitian dengan judul “Pelaksanaan Layanan Konseling IndividuSecara DaringPada Masa Pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2020/2021”.
B. Fokus Penelitian
Berdasarkandenganlatar belakangmasalahdi atas, makafokus penelitianyang diteliti adalah Pelaksanaan Layanan Konseling Individu Secara Daring Pada Masa Pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman Tahun Pelajaran 2020/2021 yang selanjutnya dirumuskan ke subfokus dibawah:
1. Perencanaan Layanan Konseling Individu pada masa pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman.
2. Pelaksanaan Layanan Konseling Individu pada masa pandemiCovid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman.
3. Evaluasi Layanan Konseling Individu pada masa pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman.
Berdasarkan fokus penelitian tersebut, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana Perencanaan Layanan Konseling Individu pada masa pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman
b. Bagaimana Pelaksanaan Layanan Konseling Individu pada masa pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman?
c. Bagaimana Evaluasi Layanan Konseling Individu pada masa pandemic Covid 19 diSMP Negeri 1 Seputih Raman?
C. Tujuan Penelitian
Sehubungan dengan rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian penelitian ini yaitu:
1. Untuk mengetahui Perencanaan Layanan Konseling Individu pada masa pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman.
2. Untuk mengetahui Pelaksanaan Layanan Konseling Individu pada masa pandemiCovid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman.
3. Untuk Evaluasi Layanan Konseling Individu pada masa pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman.
D. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ialah tempat dimana peneliti dapat dilakukan.Penetapan lokasi penelitian adalah tahap yang paling penting dalam penelitian kualitatif, karena dengan ditetapkan lokasi penelitian, berarti objek dan tujuan sudah ditetapkan, sehingga mempermudah peneliti untuk melakukan penelitian.Seperti yang dikatakan oleh Nasution (dalam Budiman, 2017:93).
Lokasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berada di sekolah SMP NEGERI 1 SEPUTIH RAMAN. Dengan alamat: SMP NEGERI 1 SEPUTIH RAMAN Jl. Raden Intan, Rukti Harjo, Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Kode Pos 34155.
Adapunalasan penelitian lokasi tersebut, karena disekolah lain biasanya dalam melaksanakan layanan konseling individu pada masa pandemiCovid 19dengan melakukan perencanaan pengumpulan data peserta didik menggunakan aplikasi ikms dan dcm. Tetapi di SMP Negeri 1 Seputih Raman proses pengumpulan data dengan mengamati buku bulanan kasus peserta didik.
Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pelaksanaan konseling individu pada masa pandemi Covid 19 di SMP Negeri 1 Seputih Raman tahun pelaaran 2020/2021.