• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KONTEKS KONSEPTUAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II KONTEKS KONSEPTUAL"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

Persamaannya dalam penelitian ini adalah keduanya membahas tentang suku Sunda dan suku Jawa, sedangkan perbedaannya terletak pada fokus kajian pada interaksi sosial. Proses komunikasi primer adalah proses pemindahan pikiran dari seseorang ke orang lain melalui media berupa. Kebisingan : gangguan yang tidak direncanakan yang terjadi dalam proses komunikasi akibat diterimanya pesan lain oleh komunikator yang berbeda dengan pesan yang disampaikan komunikator kepadanya.

Tabel II.1.
Tabel II.1.

Komunikasi Antar Pribadi

Dalam proses komunikasi, pesan mengalir dari pengirim pesan sehingga memungkinkan terjadi salah tafsir oleh penerima pesan. Komunikasi akan berjalan baik apabila pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan sampai kepada penerima pesan dengan maksud yang sama. Terkait dengan penelitian yaitu disini peneliti ingin mengetahui bagaimana komunikasi terjadi pada pasangan suami istri yang berbeda latar belakang etnis.

Komunikasi yang dimaksud terjadi dari suami ke istri atau ayah ke anak dan sebaliknya. Komunikasi interpersonal mengarah pada komunikasi langsung antara dua orang atau lebih, dan banyak membahas tentang bagaimana suatu hubungan dimulai, bagaimana mempertahankan suatu hubungan dan putusnya suatu hubungan (Berger, 1979; Dainton dan Stafford dalam Sanadi, 2014). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi secara langsung antara dua orang.

Terkait dengan penelitian yaitu komunikasi yang terjadi antara suami istri atau antara orang tua dengan anak. Komunikasi biasanya serius di sini. Misalnya saja jika suami istri sedang mengalami permasalahan, maka komunikasi interpersonal disini bertujuan untuk mendiskusikan permasalahan yang ada dan mencari solusi dari permasalahan tersebut, serta dapat menjalin keakraban antar anggota keluarga.

Komunikasi Antar etnik atau Suku

Dari kesimpulan di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi antaretnis atau etnis adalah komunikasi yang dilakukan oleh orang-orang dari latar belakang etnis yang satu dengan etnis yang lain. Terkait dengan penelitian yang peneliti lakukan yaitu disini peneliti melakukan pengamatan terhadap komunikasi yang terjadi antara orang sunda dan orang jawa yang didalamnya terdapat banyak perbedaan dari segi bahasa.

Komunikasi Antar budaya

Misalnya wujud kebudayaan yang kompleks dan gagasan, ide, nilai, norma, peraturan dan lain sebagainya seperti keberadaan masyarakat Jawa yang percaya pada hal-hal mistis, dan ketika mereka percaya akan terjadi bencana, maka mereka berkuasa atau tidak. kesopanan saat berbicara dengan orang yang lebih tua, dan juga aturan berkunjung ke rumah orang lain. Bentuk kebudayaan sebagai suatu kompleks kegiatan dan tindakan orang-orang dalam masyarakat, misalnya budaya upacara perkawinan, proses pemilihan pemimpin, atau kampanye partai, dikategorikan sebagai bentuk kebudayaan yang berbentuk aktivitas individu. Bentuk budaya seperti benda buatan misalnya seperti wayang golek dari Jawa, kain ulos dari Batak, atau mahar berupa barang yang akan diberikan pada perkawinan adat.

Peneliti dapat menyimpulkan bahwa komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi pada suatu budaya dengan budaya lain untuk saling memahami perbedaan antar budaya. Kaitannya dengan penelitian adalah bagaimana komunikasi terjadi antara satu budaya dengan budaya lain, dan bagaimana mereka menerapkan budaya tersebut pada keluarga atau lingkungannya. Dalam penelitian ini budaya yang digunakan lebih banyak adalah budaya Sunda, karena mereka memang tinggal di Bandung, sehingga harus mengikuti budaya yang ada di Bandung juga.

Suku Sunda

Istilah Sunda mengacu pada kerajaan Pasundan di wilayah Jawa Barat pada masa pasca kerajaan Tarumanagara. Nama Sunda bagi masyarakat Sunda mempunyai arti bahwa secara keseluruhan mengharapkan kebaikan dalam segala aspek kehidupan. Namun ada sebagian suku Sunda yang tidak memeluk agama Islam karena mempunyai keyakinan dan keyakinan yang berbeda.

Masyarakat atau suku Sunda yang tidak menganut agama Islam, misalnya masyarakat Baduy, seluruh masyarakat Baduy yang tinggal di Banten, namun ada juga yang menganut agama Kristen, Hindu, Budha, dan Katolik. Jadi kehidupan yang ada pada masyarakat Sunda terbukti memberikan keseimbangan di alam semesta. Setiap prosesi memiliki nilai budaya dan merupakan cerminan filosofi hidup masyarakat Sunda.

Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan keinginan mempelai pria dan keluarganya untuk melamar pihak wanita. Patukeur Beuber Tameuh, prosesi dimana kedua mempelai bertukar ikat pinggang berwarna.

Suku Jawa

Orang yang dianggap suci adalah tokoh yang berjasa besar bagi masyarakat atau ulama yang menyebarkan ajaran agama dan lain sebagainya. Ngoko, adalah bahasa yang digunakan apabila lawan bicaranya adalah orang yang seumuran atau anggota keluarga dekat. Bahasa perantara, bahasa tengah digunakan untuk menyapa lawan bicara yang lebih tua atau sekedar penghormatan kepada seseorang yang sama sekali tidak dikenal.

Krama, merupakan tingkat tertinggi dalam bahasa Jawa, digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua, serta dengan orang yang mempunyai status sosial tinggi di masyarakat (Andra, 2017a). Namun ciri khas tari Jawa terletak pada sistem tarinya yang luwes, tenang dan santun. Suku Jawa dikenal sebagai salah satu masyarakat Indonesia yang memiliki tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini.

Kebudayaan dalam masyarakat Jawa mencakup tiga aspek, yaitu sistem material, sistem perilaku, dan sistem ide (Darmoko, 2016). Pembahasan nilai-nilai kearifan lokal Jawa mengacu pada aspek sistemik dari ide atau pemikiran yang melatarbelakangi perilaku dan benda material yang diciptakan masyarakat Jawa.

Komunikasi Keluarga A. Pengertian Komunikasi Keluarga

Dalam komunikasi keluarga, sumbernya bisa berasal dari ayah, ibu, adik, dan lebih luas lagi kakek nenek, bibi, paman, dan lain sebagainya. Pesan-pesan yang disampaikan dalam keluarga pada saat proses komunikasi dapat disampaikan secara tatap muka di rumah atau melalui media komunikasi pada saat pertemuan tidak berlangsung di rumah. Media komunikasi yang utama dalam komunikasi dalam keluarga adalah indera manusia, dimana anggota keluarga dapat bertemu langsung.

Unsur-unsur dalam kaitannya dengan komunikasi keluarga diuraikan sebagai berikut: Komunikasi dalam keluarga merupakan komunikasi personal yaitu komunikasi interpersonal. Tujuan komunikasi dalam keluarga adalah perubahan sosial, partisipasi sosial, perubahan sikap, perubahan pendapat dan juga perubahan perilaku (Farida & Setyowati, 2017). Keluarga merupakan unsur terpenting dalam kehidupan, karena di dalamnya terdapat aturan-aturan, sehingga mereka menjalani kehidupan sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan dalam keluarga.

Komunikasi keluarga disini dimaksudkan untuk memberikan masukan ketika salah satu anggota keluarga mengalami permasalahan atau permasalahan lainnya, fungsi keluarga disini adalah memberikan semangat atau motivasi kepada keluarga lainnya. Terkait dengan penelitian, peneliti disini ingin mengetahui bagaimana komunikasi yang terjadi dalam keluarga orang yang menikah dengan etnis berbeda, dapat membantu ketika orang lain yang menikah dengan etnis berbeda dapat melakukan hal yang sama.

Pernikahan

Pernikahan Antar budaya

Kajian Teori

Teori Hubungan Dialektik

Orang tersebut mungkin menceritakan kembali cerita-cerita lama dari hubungan orang tersebut dengan orang lain, sehingga akan menimbulkan rasa kesamaan atau pengalaman bersama. Kedua, ketika seseorang melihat perbedaan antara dirinya dan orang lain dalam suatu hubungan. Hal ini memungkinkan terjadinya pemisahan dan pengembangan diri sebagai pribadi yang berbeda, sebuah konsep yang disebutnya self-becoming atau menjadi diri sendiri.

Dengan kata lain persamaan dan perbedaan merupakan hasil perbincangan baik antar individu pasangan dalam hubungan maupun dengan orang lain di luar hubungan. Dialog menawarkan peluang untuk mencapai kesatuan dalam keberagaman. Melalui dialog, kita dapat mengatur kekuatan-kekuatan sentrifugal dan sentripetal yang saling berinteraksi, yaitu kekuatan-kekuatan yang mendorong unifikasi: kekuatan-kekuatan yang menimbulkan keinginan akan kekacauan, dan kekuatan-kekuatan yang memberi perasaan untuk menjaga persatuan. . Apabila seseorang mengatakan bahwa dirinya mempunyai hubungan dengan seseorang, maka hal tersebut memberikan makna bahwa ada suatu pola tertentu dalam hubungan tersebut.

Orang tidak hanya mampu memberi nama pada suatu hubungan, tetapi juga menjelaskan dan menceritakan kepada orang lain seperti apa hubungan tersebut. Teori hubungan dialektis menyatakan bahwa suatu hubungan merupakan tempat di mana konflik-konflik dan berbagai perbedaan pendapat dikelola dan diatur.

Teori Akomodasi

Terkait dengan penelitian tersebut karena peneliti dalam penelitian ini ingin mengetahui bagaimana komunikasi keluarga orang yang menikah karena berbeda suku, bagaimana cara menyesuaikan perbedaan yang ada diantara mereka agar tercipta komunikasi kekeluargaan yang baik dalam keluarganya. Pada kedua bentuk di atas dapat bersifat timbal balik, penuturnya menyatu atau keduanya menjauh, atau tidak saling menguntungkan, penutur yang satu menyatu dan penutur yang lain menjauh. Adaptasi dapat memainkan peran penting dalam komunikasi, karena dapat memperkuat identitas dan kohesi sosial, namun juga dapat memperkuat perbedaan dan pemisahan (Morissan, 2014).

Orang biasanya merespons secara positif orang lain yang mencoba mengikuti atau meniru gaya bicara atau pilihan kata mereka, namun terkadang orang tidak menyukai terlalu banyak konvergensi, terutama jika hal itu tidak tepat atau tidak tepat. Seseorang yang tidak meniru gaya bicara orang lain, namun meniru hal lain yang dianggap sama dengan orang lain (stereotip), dapat menimbulkan masalah (Morissan, 2014). Terkadang anggota suatu budaya harus memperkuat gaya bicara mereka yang berbeda ketika mereka berada di masyarakat lain untuk mendapatkan simpati.

Terkadang orang akan menampilkan gaya bicara yang berbeda dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain (Morissan, 2014). Jadi teori ini menjelaskan bagaimana dan mengapa seseorang harus menyesuaikan perilaku komunikasinya dengan perilaku orang lain, yang bertujuan untuk mencapai komunikasi yang baik dengan orang-orang yang berbeda budaya atau etnis, seperti penelitian ini yang ingin mengetahui bagaimana keluarga etnis yang berbeda menyesuaikan perilakunya. terhadap orang lain.

Speech Code Theory

Kelima, kode tutur tidak memecah sesuatu yang sudah ada, melainkan menambah percakapan sehari-hari. Keenam, kode tutur menjadi landasan bagi budaya untuk mengevaluasi dan berkomunikasi (W. Littlejohn, 2018). Peneliti menggunakan teori kode tutur karena sangat penting dan diperlukan dalam komunikasi untuk mencapai pemahaman yang sama antara orang-orang yang berbeda budaya.

Kode tutur menggambarkan bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal maupun nonverbal, yang terjadi pada individu yang berbeda budaya.

KERANGKA PEMIKIRAN

Gambar

Tabel II.1.

Referensi

Dokumen terkait

Sedarrrtl:atr ahl i psikol irlgr,risti!: nternatrdatrq bagairnana cara mElntpr odl.r [i

The technique was processed into a new pantomime form using the approach of the Indonesian puppet movement Cakil.. Then there is a change or change in the body or a small part of the