• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN TEORI

2.1. Tinjaun Jurnal

Dalam tahapan ini penulis akan merangkum beberapa penelitian mengenai yang menggunakan metode Certainty Factor untuk mendiagnosa penyakit antara lain :

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Dalam artificial intelligence terdapat sebuah cabang yang mempelajari kepakaran yaitu sistem pakar yang bertujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pakar diagnosis penyakit Tuberculosis dan demam berdarah berbasis web menggunakan metode certainty factor agar dapat membantu masyarakat dalam mengetahui gejala awal dari penyait TBC dan demam berdarah sehingga dapat mengambil tindakan dini.

Selain itu dapat membantu dokter dalam mengambil keputusan untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Sistem pakar diagnosis penyakit Tuberculosis dan demam berdarah berbasis web menggunakan metode certainty factor telah berhasil dikembangkan dan dapat membantu masyarakat dalam mendiagnosis penyakit TBC dan DBD sehingga dapat ditanggulangi lebih dini. Selain itu sistem pakar ini dapat membantu dokter dalam pengambilan keputusan (Bria & Takung, 2015).

9

(2)

Penyakit Dalam merupakan penyakit yang kompleks dan sering diderita oleh kebanyakan orang. Seringkali orang bingung dengan penyakit yang diderita dan harus ke dokter apa untuk berobat atau berkonsultasi. Karena penyakit dalam sangat beragam jenis dan gejalanya, maka seorang pakar atau dokter perlu mengkaji lebih dalam gejala yang dialami pasien untuk dapat menentukan penyakit yang diderita serat dapat memberikan solusi pengobatannya. Sistem pakar sangat berguna sekali bagi orang awam yang bukan pakar untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah dan dapat memperbanyak atau menyebarkan sumber pengetahuan yang semakin langka.

Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang kesehatan yaitu sistem pakar untuk diagnosa penyakit dalam (Batubara at al., 2018).

Ketersediaan dokter ahli dan tenaga medis relatif masih kurang khususnya di daerah-daerah pelosok dan terpencil. Hal ini membuat masyarakat mengalami kesulitan dalam mendiagnosa penyakit tertentu sehingga penanganan medis menjadi terlambat dan dapat mengakibatkan resiko kematian. Anak sangat rentan terhadap kuman penyakit sehingga sebagai orang tua perlu untuk secara cepat memperoleh informasi tentang tingkat keparahan penyakit anak walaupun tidak tersedia dokter ahli anak sehingga orang tua mempunyai pengetahuan yang cukup untuk melakukan tindakan awal. Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan utama adalah bagaimana membangun suatu sistem berbasis komputer yang dapat mengadopsi kepakaran dokter ahli anak dengan menggunakan Certainty Factor. dengan tingkat kepercayaan yang telah ditentukan oleh pakar terhadap gejala-gejala yang mempengaruhi probabilitas

(3)

terjadinya suatu penyakit anak. Sistem ini akan optimal jika seorang atau sekelompok pakar dalam hal ini dokter ahli anak telah mendefenisikan secara jelas nilai CF setiap gejala penyakit terhadap kemungkinan terjadinya penyakit anak (Latumakulita, 2012).

Asidosis Tubulus Renalis dan sering disebut dengan penyakit ginjal khususnya pada bagian tubulus renalisnya, menurut sejumlah ilmiah bidang kesehatan asidosis tubulus renalis ini memang tergolong langka, dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga diagnosis sering terlambat. Dalam keadaan normal ginjal menyerap asam sisa metabolisme dari darah dan membuangnya kedalam urin. Penyebab penyakit asidosis tubulus renalis disebabkan karna faktor keturunan atau bisa timbul akibat obat-obatan. Walaupun penyakit asidosis tubulus renalis tergolong langka dalam masyarakat, tetapi pengertian mengenai penyakit ini masih sangat kurang, bahkan terkadang salah, sehingga banyak penderita asidosis tubulus renalis tidak tepat dalam penanganannya. Dalam hal pemecahan suatu masalah yang bersifat pengetahuan atau sistem yang dirancang khusus sebagai suatu sarana untuk melakukan konsultasi sebagai mana layaknya seorang pakar atau suatu sistem informasi menjadi suatu keharusan, disebabkan komputer adalah suatu fasilitas pendukung dalam melakukan suatu analisa terhadap banyak hal, baik dalam hal penelitian maupun seorang ahli dalam suatu bidang tertentu. Berhubung internet dapat digunakan oleh semua kalangan (Fanny et al., 2018).

Penyakit demam dengue atau demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan Nyamuk Aedes

(4)

aegepty dan Aedes albopictus. Penyakit ini merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan yang mengganggu produktivitas setiap orang dan merupakan salah satu penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian.

Oleh karena itu penyakit ini sering menimbulkan kepanikan masyarakat. Seorang yang menderita penyakit demam berdarah pada awalnya akan menderita demam tinggi. Dalam keadaan demam ini tubuh banyak kekurangan cairan karena terjadinya penguapan yang lebih banyak dari pada biasanya. Adanya aplikasi ini bertujuan untuk Mengetahui representase rule dari gejala penyakit demam berdarah. Menerapkan suatu sistem pakar yang dapat memberikan pengetahuan terhadap masyarakat penderita penyakit demam berdarah. Merancang suatu sistem pakar yang dapat digunakan untuk melakukan diagnosa penyakit demam berdarah. Dan hasilnya Gejala penyakit demam berdarah telah berhasil direpresentasekan ke dalam bentuk rule agar dapat dimengerti oleh komputer.

Penerapan metode certainty factor dapat mempermudah dan memberikan perhitungan penyelesaian seberapa pasti para user atau pasien menderita penyakit demam berdarah. Aplikasi sistem pakar ini dirancang untuk dapat digunakan dalam mengetahui penentuan penyakit demam berdarah (Sari, 2013).

Tabel II.1. Penelitian terkait

No Judul Tahun Metode Persamaan Perbedaan

1 Sistem pakar pendiagnosa penyakit anak menggunakan certainty factor (cf)

2012 Cetainty Factor

Nilai Certainty Factor

ditentukan untuk setiap gejala yang melekat pada

Penelitian ini meneliti tentang peyakit anak

(5)

suatu penyakit dan dalam sistem ini nilai certainty factor dapat diupdate.

2 Sistem pakar mendiagnosa penyakit hepatitis menggunakan metode variable centered

intelligent rule system (vcirs)

2018 Variable centered intelligent rule system

Tujuannya dibuat aplikasi ini yaitu untuk mendapatkan informasi pendeteksian penyakit secara

cepat dan

efesien dengan aplikasi

berbasis

komputer yang dapat

membantu masyarakat umum untuk mengetahui penyebab dan gejala dari penyakit tersebut.

Objek yang diteliti adalah penyakit hepatitis

3 Sistem pakar mendiagnosa penyakit kaki gajah

menggunakan metode certainty factor

2017 Certainty Factor

Penelitian ini menggunakan metode Certainty Factor

Penelitian ini objeknya adalah

penyakit kaki gajah

(6)

4 Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Mata Menggunakan Metode Dempster- Shafer

2015 Dempster- Shafer

Mata merupakan jendela dunia, adanya

gangguan pada mata akan sangat

menggangu aktivitas.

Permasalahan

ini dapat

diselesaikan dengan menggunakan Sistem Pakar

Metode Demspster- Shafer merupakan metode

penalaran non monotonis yang digunakan untuk mencari ketidakpastia

n akibat

adanya penambahan maupun pengurangan fakta baru yang akan merubah aturan yang ada

5 Sistem pakar mendiagnosa penyakit

kolesterol pada remaja dengan metode certainty factor (cf) berbasis web

2014 Cretainty Factor

Siatem pakar ini

menggunakan metode Cetainty Factor

Sistem pakar yang

mendiagnosa penyakit kolesterol

(7)

A. Sistem Pakar

Sistem pakar merupakan sebuah system komputerisasi yang banyak digunakan dan berkembang saat ini dengan tujuan utamanya memindahkan pengetahuan/keahlian seorang pakar yang dituangkan kedalam sebuah sistem yang terkomputerisasi. Khususnya digunakan untuk orang awam yang berguna untuk membantu tanpa seorang pakar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan maksud menghemat dan mengifisienkan waktu (Utomo & Nasution, 2016).

Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan pakar dengan meniru cara kerja dari pakar itu sendiri.

Tujuan utama dari sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan kedudukan seorang pakar, tetapi hanya untuk memasyarakatkan pengetahuan dan pengalaman dari pakar. Seiring pertumbuhan populasi manusia, maka di masa akan datang sistem pakar ini diharapkan sangat berguna dalam hal pengambilan keputusan (Metode et al., 2015).

2.2. Konsep Dasar Program

Program merupakan suatu kumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaannya yang mencakup lebih jauh daripada sekedar penyajian.

Istilah tersebut menyiratkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaannya. Sistem informasi memiliki beberapa komponen yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam sistem informasi terdapat input proses dan output

(8)

(Al-Fatta, 2009). Android merupakan salah satu operasi mobile yang tumbuh ditengah sistem operasi lain yang berkembang saat ini, Android adalah platform komprehensif bersifat open source yang dirancang untuk perangkat mobile (Matsun et al., 2018). Sistem pakar merupakan sebuah system komputerisasi yang banyak digunakan dan berkembang saat ini dengan tujuan utamanya memindahkan pengetahuan/keahlian seorang pakar yang dituangkan kedalam sebuah sistem yang terkomputerisasi. Khususnya digunakan untuk orang awam yang berguna untuk membantu tanpa seorang pakar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan maksud menghemat dan mengifisienkan waktu (Utomo & Nasution, 2016).

A. Android

Android merupakan salah satu operasi mobile yang tumbuh ditengah sistem operasi lain yang berkembang saat ini, Android adalah platform komprehensif bersifat open source yang dirancang untuk perangkat mobile (Matsun et al., 2018). Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler berbasis Linux sebagai kernelnya. Awalnya perusahaan search engine terbesar saat ini, yaitu Google Inc. membeli Android Inc. yang merupakan pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Android Inc. didirikan oleh Andy Rubin, Rich Milner, Nick Sears, dan Chris White pada tahun 2003. Untuk mengembangkan Android lebih lanjut dibentuklah Open Handset Alliance konsosrsium dari 34 perusahaan hardware, software dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualqomm, Tmobile dan Nividia.

Tanggal 5 November 2007 merupakan perilisan perdana Android dan sekaligus

(9)

menjadi moment dimana Google dan Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Android memiliki dua distributor, yaitu Google Mail Service dan Open Handset Distributor (OHD). Saat ini Android menjadi pesaing utama dari produk smartphone lainnya seperti Apple dan Blackberry karena Android memiliki beberapa kelebihan daripada smartphone lain, yaitu

1. Android bersifat Open Source yang artinya pengembang (Developer Android) bebas untuk mengembangkan aplikasi pada platform ini.

2. Lengkap. Android menyediakan tools untuk membangaun software yang sangat lengkap dibanding dengan platform lain.

3. Bebas (Free Platform). Android adalah platform mobile yang tidak memiliki batasan dalam mengembangkan aplikasinya. Tidak ada lisensi dalam mengembangkan aplikasi Android.

Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka.

Awalnya Google Inc. membeli Android Inc. yang merupakan pendatang baru yang membuat piranti lunak ponsel atau smartphone ( Nazruddin Safaat, 2014).

Android adalah sistem operasi yang digunakan di smartphone dan juga tablet.

Fungsinya sama seperti sistem operasi Symbian di Nokia, iOS di Apple dan BlackBerry OS. Android tidak terikat ke satu merek handphone saja, beberapa vendor terkenal yang sudah memakai android antara lain Samsung, Sony Ericsson, HTC, Nexus, Motorolla dan lain-lain. Android pertama kali

(10)

dikembangkan oleh perusahaan bernama Android Inc., dan pada tahun 2005 diakuisisi oleh raksasa Internet Google. Android dibuat dengan basis kernel Linux yang telah dimodifikasi dan untuk setiap rilisnya diberi kode nama berdasarkan nama hidangan makanan. Keunggulan utama android adalah gratis dan open source, yang membuat smartphone android dijual lebih murah dibandingkan dengan Blackberry atau iPhone meski fitur (hardware) yang ditawarkan android lebih baik (Metode & Android, 2017).

B. Android SDK (Software Development Kit)

Android SDK (Software Development Kit) adalah tool dan alat bantu API (Aplication Programing Interfaces) yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android menggunakan bahasa pemograman Java. SDK sering juga disebut sebagai software emulator yang berguna untuk mensimulasikan OS Android pada PC (Kasman, 2014).

2.3 Metode Algoritma

Definisi menurut David McAllister, certainty factor adalah suatu metode untuk membuktikan apakah suatu fakta itu pasti ataukah tidak pasti yang berbentuk metric yang biasanya digunakan dalam sistem pakar. Metode ini sangat cocok untuk sistem pakar yang mendiagnosis sesuatu yang belum pasti. Faktor kepastian (certainty factor) diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan MYCIN. Certainty Factor (CF) merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya kepercayaan.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Certainty Factor

(11)

A. Kelebihan metode Certainty Factors adalah:

1. Metode ini cocok dipakai dalam sistem pakar untuk mengukur sesuatu apakah pasti atau tidak pasti dalam mendiadnosis penyakit.

2. Perhitungan dengan menggunakan metode ini dalam sekali hitung hanya dapat mengelola dua data saja sehingga keakuratan dapat terjaga.

B. Kekurangan metode Certainty Factors adalah:

1. Ide umum dari pemodelan ketidakpastian manusia dengan menggunakan number metode certainty factors biasanya diperdebatkan. Sebagian orang akan membantah pendapat bahwa formula untuk metodecertainty factors diatas memiliki sedikit kebenaran.

2. Metode ini hanya dapat mengolah ketidakpastian/kepastian hanya 2 data saja. Perlu dilakukan beberapa kali pengolahan data untuk data yang lebih dari 2 buah. Penerapan CF pada studi kasus diagnosa penyakit sapi dengan metode certainty factor Cara Pengerjaan pengguna konsultasi diberi pilihan jawaban yang masing-masing bobotnya sebagai berikut :

No Keterangan Nilai User 1 Tidak 0

2 Tidak tahu 0,2 3 Sedikit yakin 0,4 4 Cukup yakin 0,6

(12)

5 Yakin 0,8 6 Sangat yakin

Contoh CF pada diagnosa Brucellosis IF Demam Tinggi

AND Badan Lemah AND Turun Berat Badan AND Mengalami Aborsi THEN Brucellosis

Langkah pertama adalah pemecahan rule dengan premis (ciri) majemuk menjadi rule dengan

premis (ciri) tunggal, seperti contoh berikut ini : IF Demam Tinggi THEN Brucellosis

IF Badan Lemah THEN Brucellosis IF Turun Berat Badan THEN Brucellosis IF Mengalami Aborsi THEN Brucellosis

Menentukan nilai CF pakar untuk masing-masing premis (ciri) Kemudian dilanjutkan dengan penentuan CF user, misalkan user memilih jawaban sebagai berikut :

(13)

Rule - rule yang baru tersebut kemudian dihitung nilai CF pakar dengan CF user menggunakan persamaan

CF(H,E) = CF(E)*CF(rule) = CF(user)*CF(pakar)

Langkah yang terakhir adalah mengkombinasikan nilai CF dari masing – masing rule Kombinasikan CF 1 sampai CF 4 dengan persamaan

CFCOMBINE(CF1,CF2) = CF1+ CF2* (1 - CF1)

CFCOMBINE (CF1,CF2) = 0,2 + 0,32 * (1 - 0,2) = 0,2 + 0,25

= 0,45 CFold

CFCOMBINE (CFold,CF3) = 0,45 + 0,6 * (1 - 0,45) = 0,45 + 0,33

= 0,78 CFold

CFCOMBINE (CFold,CF4) = 0,78 + 0,4 * (1 - 0,78) = 0,78 + 0,08

= 0,86 CFold

(14)

Prosentase keyakinan = CFCOMBINE * 100 % => 0,86 x100% = 86 %

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perhitungan certainty factor yang dilakukan pada jenis penyakit BRUCELLOSIS memiliki tingkat keyakinan sistem 86%.

2.4 Pengujian Aplikasi A. White Box

White Box Testing adalah salah satu cara untuk menguji suatu aplikasi atau software dengan cara melihat modul untuk dapat meneliti dan menganalisa kode dari program yang di buat ada yang salah atau tidak. Kalau modul yang telah dan sudah di hasilkan berupa output yang tidak sesuai dengan yang di harapkan maka akan dikompilasi ulang dan di cek kembali kode-kode tersebut hingga sesuai dengan yang diharapkan adalah memperlakukan perangkat lunak sebagai

"Kotak Hitam" -tanpa pengetahuan tentang kerja internal dan hanya itu meneliti aspek fundamental dari sistem. Sementara melakukan tes kotak hitam, seorang tester harus mengetahui sistem arsitektur dan tidak akan memiliki akses ke kode sumber (Mustaqbal, Firdaus, & Rahmadi, 2015).

Kasus yang sering menggunakan white box testing akan di uji dengan beberapa tahapan yaitu:

1. Pengujian seluruh keputusan yang menggunakan logikal.

2. Pengujian keseluruh loop yang ada sesuai batasan-batasannya.

(15)

3. Pengujian pada struktur data yang sifatnya internal dan yang terjamin validitasnya.

Kelebihan White Box Testing antara lain : 1. Kesalahan Logika

Menggunakan sintax ‘if’ dan sintax pengulangan. Langkah selanjutnya metode white box testing ini akan mencari dan mendeteksi segala kondisi yang di percaya tidak sesuai dan mencari kapan suatu proses perulangan di akhiri.

2. Ketidaksesuaian Asumsi

Menampilkan dan memonitor beberapa asumsi yang diyakini tidak sesuai dengan yang diharapkan atau yang akan diwujudkan, untuk selanjutnya akan dianalisa kembali dan kemudian diperbaiki.

3. Kesalahan Pengetikan

Mendeteksi dan mencaribahasa-bahasa pemograman yang di anggap bersifat case sensitif

Kelemahan White Box Testing adalah pada perangkat lunak yang jenisnya besar, metode white box testing ini dianggap boros karena melibatkan banyak sumberdaya untuk melakukannya (Mustaqbal et al., 2015).

2.5 Peralatan Pendukung

A. Pemodelan Unified Modelling Language (UML)

UML (Unified Modeling Language) merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk

(16)

mendukung pengembangan sistem. Menurut Pratama (2014:48) Unified Modelling Language (UML) adalah standarisasi bahasa pemodelan untuk membangun perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan teknik pemrograman berorientasi objek

1. Use Case Diagram

Use Case diagram menggambarkan aliran kegiatan dan proses bisnis yang dilakukan oleh pengguna (aktor). Pada diagram Use Case ini, setiap kegiatan digambarkan ke dalam sebuah Use Case berbentuk lonjong dan terdapat minimal seorang aktor.Use Case Diagram merupakan inti fungsionalitas koheren yang diekspresikan sebagai transaksi-transaksi yang terjadi antara actor dan system.

Gambar II.1 : Contoh Use Case Diagram Sumber : (Syafitri. 2017).

2. Class Diagram

(17)

Class diagram menggambarkan stuktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. Menggambarkan struktur object system.

Diagram ini menunjukkan class object yang menyusun sistem dan juga hubungan antara class object tersebut.

Gambar II.2 : Contoh Class Diagram Sumber : (Syafitri. 2017).

3. Activity Diagram

Secara grafis digunakan untuk menggambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun use case, Activity diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.

(18)

Gambar II.3 : Contoh Activity Diagram Sumber : (Syafitri. 2017).

4. Sequence diagram

Menggambarkan kelakukan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek (Helmi Fauzi Siregar dan Gellysa Urvav, 2015). Secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi.

(19)

Gambar II.4. : Contoh Squence Diagram Sumber : (Syafitri. 2017).

Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah “bahasa” yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem. Dengan menggunakan UML dapat dibuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya, maka lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasa berorientasi objek seperti C++, Java, atau VB. NET (Sulistyorini, 2014).

B. Java

Java adalah bahasa berorientasi objek yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi mandiri, aplikasi berbasis internet, serta aplikasi untuk perangkat-perangkat cerdas yang dapat berkomunikasi lewat internet atau jaringan komunikasi. Dalam Java ada 2 (dua) jenis program berbeda, yaitu aplikasi dan applet. Aplikasi adalah program yang biasanya disimpan dan dieksekusi dari komputer lokal sedangkan applet adalah program yang biasanya disimpan pada komputer yang jauh, yang biasanya disimpan pada komputer yang jauh, yang dikoneksikan pemakai lewat web browser. Java bukan turunan langsung dari bahasa manapun. (OOP) object oriented programming adalah cara yang ampuh

(20)

dalam pengorganisasian dan pengembangan perangkat lunak (Lengkong et al., 2015).

C. Android Studio

Android studio adalah IDE (Integrated Development Environment) resmi untuk pengembangan aplikasi Android dan bersifat open source atau gratis.

Peluncuran Android Studio ini diumumkan oleh Google pada 16 mei 2013 pada event Google I/O Conference untuk tahun 2013. Sejak saat itu, Android Studio mengantikan Eclipse sebagai IDE resmi untuk mengembangkan aplikasi Android.

Android studio sendiri dikembangkan berdasarkan IntelliJ IDEA yang mirip dengan Eclipse disertai dengan (ADT) plugin Android Development Tool.

Android studio memiliki fitur :

a. Projek berbasis pada Gradle Build

b. Refactory dan pembenahan bug yang cepat

c. Tools baru yang bernama “Lint” dikalim dapat memonitor kecepatan, kegunaan, serta kompetibelitas aplikasi dengan cepat.

d. Mendukung Proguard And App-signing untuk keamanan.

e. Memiliki GUI aplikasi android lebih mudah

f. Didukung oleh Google Cloud Platfrom untuk setiap aplikasi yang dikembangkan (Juansyah, 2015).

D. Java Development Kit (JDK)

Java Development Kit (JDK) adalah sekumpulan perangkat lunak yang dapat kamu gunakan untuk mengembangkan perangkat lunak yang berbasis Java,

(21)

sedangkan JRE adalah sebuah implementasi dari Java Virtual Machine yang benar benar digunakan untuk menjalankan program java. Baisanya, setiap JDK berisi satu atau lebih JRE dan berbagai alat pengembangan lain seperti sumber compiler java, bundling, debuggers, development libraries dan lain sebagainya (Juansyah, 2015).

E. Android Virtual Devices (AVD)

Android Virtual Devices (AVD) merupakan emulator untuk menjalankan aplikasi android. Setiap Android Virtual Devices (AVD) terdiri dari sebuah profil perangkat keras yang dapat mengatur pilihan untuk menentukan fitur hardware emulator (Brucles et al., 2017).

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya dosen juga menjelaskan bahwa “Supaya mahasiswa dapat memahami konsep hukum Newton maka hendaknya ada media atau sumber belajar yang dikembangkan untuk mengkonkritkan