Definisi lain yang dikemukakan oleh Bodnar adalah bahwa sistem informasi berbasis komputer adalah seperangkat perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang berguna. Selain itu, sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan, diolah menjadi informasi dan didistribusikan kepada pengguna (Hall, 2004: 9). Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kumpulan subsistem dengan prosedur formal yang saling berhubungan untuk mengolah data menjadi informasi guna menyediakan laporan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Sutanto, 2010 :14, Leicht dan Davis , 2010 :14, Bodnar, 2000:4, Hall, 2004:9).
Dalam suatu organisasi, sistem informasi yang dimiliki terdiri dari beberapa komponen yang dapat menunjang keberhasilan sistem informasi itu sendiri. Komponen sistem informasi terdiri dari perangkat lunak, perangkat keras, manusia (brainware), prosedur, database dan jaringan komunikasi. Sistem informasi memberikan informasi mengenai penggunaan sumber daya kepada manajemen, manajemen menerima informasi layanan dari berbagai laporan pertanggungjawaban.
Sistem informasi menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen untuk melaksanakan tanggung jawab pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi manajemen merupakan kumpulan subsistem yang saling terhubung, menyatu dan membentuk satu kesatuan serta saling berinteraksi.” Berdasarkan pernyataan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi penjualan adalah suatu sistem yang terdiri dari kumpulan orang, peralatan dan prosedur yang mengatur kegiatan bisnis dan memproses informasi tentang penyediaan barang dan jasa kepada pelanggan (Romney Kotler, 1999: 100).
Sistem Informasi Produksi
Sistem Informasi Persediaan
Pengembangan Sistem Informasi
Perencanaan Sistem (System Planning)
Perencanaan sistem mencakup proses identifikasi subsistem dalam sistem informasi yang pengembangannya memerlukan perhatian khusus. Tujuan dari perencanaan sistem adalah untuk mengidentifikasi berbagai area permasalahan yang perlu segera diselesaikan atau yang akan diselesaikan kemudian (Bodnar & Hopwood, 2004: 438).
Analisis Sistem (System Analysis)
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh informasi terkait permasalahan yang ada dan menilai peluang yang teridentifikasi. Berdasarkan pernyataan diatas maka maksud dari kegiatan ini adalah agar tujuan dan sasaran yang diinginkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan pernyataan di atas, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendokumentasikan semua persetujuan yang diperlukan untuk melanjutkan proyek dan mengkomunikasikan proyek serta tujuannya kepada seluruh karyawan.
Berdasarkan pernyataan diatas maka tujuan dari kegiatan ini adalah memodelkan sistem yang digunakan untuk menggambarkan sistem yang digunakan oleh perusahaan sehingga memudahkan dalam menganalisis sistem tersebut. Berdasarkan pernyataan di atas, maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui perlu tidaknya proses tersebut dan kemungkinan permasalahan yang ada pada proses bisnis tersebut. Berdasarkan pernyataan di atas, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memahami penyebab dan dampak yang mendasari semua masalah dan peluang yang dirasakan, serta untuk memahami dampak dan potensi efek samping dari semua peluang yang dirasakan.
Berdasarkan pernyataan di atas, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menetapkan kriteria yang mungkin untuk perbaikan sistem dan mengidentifikasi hambatan yang mungkin membatasi fleksibilitas dalam mencapai perbaikan tersebut. Kegiatan ini menggunakan pemodelan sistem, analisis sebab-akibat, serta tujuan dan kendala perbaikan sistem sebagai masukan. Kegiatan ini menggunakan model sistem analisis sebab-akibat, tujuan dan kendala perbaikan sistem, serta rencana proyek yang direvisi sebagai masukan.
Keluaran dari kegiatan ini adalah temuan studi rinci dengan pembaruan kelayakan dan rencana proyek yang direvisi. presentasi jika dikembangkan merupakan konsolidasi dari dokumentasi kegiatan tersebut. Berdasarkan pernyataan di atas, maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengkomunikasikan tujuan kepada seluruh karyawan perusahaan. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pemilik sistem untuk melanjutkan proyek melampaui tahap definisi.
Berdasarkan pernyataan di atas, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan bisnis secara umum dan kemudian menentukan apakah perlu membuat sistem informasi baru atau memperbaiki sistem informasi yang sudah ada. Berdasarkan pernyataan di atas, maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat kerangka persyaratan model sistem bisnis agar dapat diverifikasi oleh pengguna sistem dan dapat dipahami kemudian diubah menjadi solusi teknis oleh perancang sistem. Berdasarkan pernyataan di atas, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan prioritas bisnis pada sistem baru.
Berdasarkan pernyataan tersebut, tujuan kegiatan ini adalah untuk memodifikasi rencana proyek agar mencerminkan perubahan rencana dan ruang lingkup proyek serta sebagai dasar untuk melanjutkan proyek pada tahap berikutnya.
Perancangan Sistem (System Design)
Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua yang dilakukan dengan menggunakan beberapa kandidat solusi yang ada sebagai masukannya. Berdasarkan pernyataan tersebut maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menilai solusi berdasarkan 4 kriteria yaitu kelayakan teknis, kelayakan operasional, kelayakan ekonomi dan kelayakan jadwal. Kegiatan ini merupakan kegiatan ketiga yang dilakukan dengan menggunakan masukan dari rencana proyek, calon solusi dan hasil analisis kelayakan.
Hasil dari tahap ini adalah usulan sistem yang menjadi dasar keputusan akhir pemilik sistem. Whitten & Bentley menyatakan: “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memilih solusi yang diusulkan untuk dijadikan rekomendasi”. Artinya tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memilih kemungkinan solusi yang direkomendasikan. Aktivitas ini merupakan aktivitas pertama yang dilakukan jika pemilik sistem setuju untuk melanjutkan proyek.
Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan model data yang baik dan sederhana, tidak berlebihan, fleksibel, mudah beradaptasi dengan kebutuhan masa depan, dan memungkinkan pengembangan solusi file dan database yang ideal. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tujuan dari kegiatan ini adalah menganalisis dan mendistribusikan proses sistem untuk memenuhi kriteria jaringan sistem yang baru. Whitten & Bentley menyatakan: “Tujuan dari aktivitas desain database adalah untuk menetapkan spesifikasi desain teknis untuk database yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perluasan di masa depan.”
Whitten & Bentley menyatakan: “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan spesifikasi desain teknis untuk input dan output pengguna”. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan spesifikasi desain teknis input dan output. Whitten & Bentley menyatakan: “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan spesifikasi desain teknis untuk antarmuka pengguna online”.
Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan spesifikasi teknis perancangan antarmuka bagi pengguna online. Whitten & Bentley menyatakan: "Tujuan dari aktivitas desain saat ini dan peninjauan adalah untuk mempersiapkan spesifikasi desain teknis untuk antarmuka pengguna online." Berdasarkan pernyataan tersebut, tujuan kegiatan ini adalah untuk menentukan desain teknis bagi pengguna online.
Penggunaan simbol ini adalah untuk menghindari terlalu banyak anak panah yang saling bersilangan dan membingungkan.
Implementasi Sistem (System Implementation)
Whitten & Bentley menyatakan: "Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menginstal paket perangkat lunak baru dan membuatnya tersedia di perpustakaan perangkat lunak." Berdasarkan pernyataan tersebut maka tujuan kegiatan ini adalah menginstal paket perangkat lunak baru agar tersedia di perpustakaan perangkat lunak. Whitten & Bentley menyatakan: “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menulis dan menguji semua program yang akan dikembangkan di rumah.”
Whitten & Bentley menyatakan: "Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguji semua paket perangkat lunak, program pembuatan khusus, dan semua program yang ada yang membentuk sistem baru untuk memastikan bahwa semuanya bekerja sama." Berdasarkan pernyataan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguji dan memastikan bahwa perangkat lunak dapat bekerja dengan baik pada sistem yang baru. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyusun rencana konversi secara detail mengenai peralihan dari sistem lama ke sistem baru, agar dapat berjalan dengan lancar.
Whitten & Bentley menyatakan: “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengisi sistem database baru dengan data yang sudah ada dari sistem lama.” Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengisi sistem database baru dengan data yang terdapat pada sistem lama. Whitten & Bentley menyatakan: "Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan dan dokumentasi bagi pengguna sistem untuk mempersiapkan mereka menghadapi transisi yang lancar ke sistem baru."
Berdasarkan pernyataan tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan dokumentasi bagi pengguna sistem agar transisi ke sistem baru berjalan lancar. Whitten & Bentley menyatakan: "Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengkonversi ke sistem baru dari sistem lama dan mengevaluasi pengalaman proyek dan sistem akhir." Berdasarkan pernyataan tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk mengubah sistem lama menjadi sistem baru.
Pendukung Sistem (Support System)
Perbaikan sistem adalah reaksi alami ketika pengguna atau manajer menuntut perubahan. Perbaikan sistem memperpanjang umur sistem yang ada dengan mengadaptasinya terhadap perubahan (mutlak) yang tidak dapat dihindari. Seiring waktu, sistem akan menurun ketika dukungan dan pemeliharaan tidak lagi hemat biaya.
Struktur Pengendalian Internal
Lingkungan pengendalian memberikan arahan bagi organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orang dalam organisasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan pengendalian antara lain integritas dan nilai etika, komitmen terhadap kompetensi, dewan dan komite audit, gaya manajemen dan gaya operasi, struktur organisasi, alokasi wewenang dan tanggung jawab, serta sumber daya manusia dan kebijakan. Tanpa lingkungan pengendalian yang efektif, keempat komponen lainnya tidak akan menghasilkan pengendalian internal yang efektif.
Informasi dan komunikasi adalah identifikasi, penangkapan dan pertukaran informasi dalam bentuk dan waktu yang memungkinkan orang memenuhi tanggung jawabnya.
Kerangka Pemikiran
Perusahaan ini mempunyai sistem yang belum terstruktur dengan jelas dalam kaitannya dengan kegiatan operasionalnya, sehingga banyak permasalahan yang muncul, baik pada bagian penjualan, bagian pembelian, bagian produksi, maupun bagian keuangan. Dengan adanya kendala yang dialami dan semakin berkembangnya Rajawali Confection, maka diperlukan sistem dan prosedur yang tepat demi keberlangsungan perusahaan. Oleh karena itu, perlu diterapkannya suatu sistem informasi yang bertujuan untuk memastikan pengelolaan perusahaan berjalan dengan baik dan tercapainya tujuan perusahaan yaitu maksimalisasi pendapatan, serta agar kegiatan perusahaan dapat berjalan efisien dan efektif.
Seperti penelitian yang dilakukan oleh Ferdian (2010) yang meneliti Perancangan Sistem Informasi Akuntansi (Studi kasus pada CV. Mitra Tanindo). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi yang baik akan memudahkan manajer perusahaan dalam mengambil keputusan, mengalokasikan sumber daya dan mengendalikan perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Puspita Dwi Astuti (2011) yang meneliti sistem informasi penjualan obat di Apotek Jati Farma Arjosari menunjukkan bahwa dengan adanya sistem informasi maka pencatatan data transaksi akan lebih efisien dan efektif, membantu meningkatkan pemasukan data dan dapat membantu asisten apoteker dalam proses pencarian data.