• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II - Repository UNISBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II - Repository UNISBA"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

Aturan umum yang berlaku adalah semakin tinggi kualitas informasi yang tersedia bagi pengambil keputusan, maka semakin baik pula keputusan yang dihasilkan. Dimana kualitas informasi berarti informasi yang dihasilkan atau dikelola mampu memenuhi kebutuhan manajemen dalam menjalankan kegiatan usaha dan pengambilan keputusan. Solomon Negash menjelaskan “Kualitas informasi merupakan suatu fungsi yang berhubungan dengan nilai keluaran informasi yang dihasilkan oleh sistem”.

Gelinas (2002) dalam Azhar Susanto (2013) menjelaskan bahwa informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Warren menyatakan bahwa akuntansi dapat diartikan sebagai suatu sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan. Sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem yang memproses data dan transaksi untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk perencanaan, pengendalian dan pengoperasian suatu bisnis.

Untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan pengambil keputusan, sistem informasi akuntansi harus melakukan tugas-tugas berikut. Berdasarkan pengertian sistem informasi akuntansi, sistem informasi akuntansi bertujuan untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan, baik pihak internal maupun eksternal perusahaan.

Komponen Sistem Informasi Akuntansi

Saat ini sebagian besar perusahaan mengolah data dengan menggunakan komputer agar dapat dihasilkan dengan cepat dan akurat. Keluaran dari sistem yang kembali ke sistem sebagai masukan disebut umpan balik. Output suatu sistem informasi akuntansi biasanya berupa laporan keuangan dan laporan internal seperti daftar keusangan piutang, anggaran dan proyeksi arus kas (Krismiaji.2010:5).

Komponen sistem informasi akuntansi (sistem pemrosesan transaksi) menurut Azhar Susanto (2013:72) secara rinci adalah sebagai berikut.

Kualitas Sistem Informasi Akuntansi

Kemudahan penggunaan (easy to use), kemudahan pengoperasian sistem akan memudahkan pengguna dalam menggunakan sistem. Tingkat kemudahan penggunaan sistem dan pemahaman pengguna tentang cara menggunakan sistem informasi akuntansi yang tersedia. Sistem ini mempunyai sistem keamanan sehingga pengguna yang tidak berkepentingan tidak dapat mengakses data-data yang terdapat di dalamnya dan sistem informasi akuntansi dapat diakses dengan mudah dan dapat diakses dimana saja.

Berdasarkan pandangan di atas, dapat disimpulkan bahwa kualitas sistem merupakan ukuran dari sistem informasi itu sendiri dan menitikberatkan pada interaksi antara pengguna dengan sistem.

Jasa

Pengertian Jasa

Karakteristik jasa

Dimensi Kualitas Jasa

Daya Tanggap / Responsiveness yaitu keinginan setiap pegawai dalam memberikan bentuk pelayanan dengan mengutamakan aspek pelayanan yang sangat mempengaruhi perilaku penerima pelayanan.

Kepuasan Pengguna

Berdasarkan pendapat di atas dapat kita simpulkan bahwa kepuasan pengguna berkaitan dengan respon atau sikap pengguna dalam berinteraksi dengan sistem dan menggunakan keluaran sistem sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal. Delone dan McLeon menyatakan bahwa kepuasan pengguna dapat digunakan sebagai ukuran kinerja sistem informasi. Sedangkan kepuasan pengguna akhir hanya dapat diukur melalui rasa puas yang dirasakan pengguna ketika menggunakan sistem informasi.

Tjiptono mengungkapkan kepuasan/ketidakpuasan pelanggan dalam hal ini kepuasan pengguna merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan, otoritas dan juga konsumen. Ketidakpuasan pengguna menimbulkan sejumlah risiko, seperti boikot atau protes dari organisasi konsumen, keluhan, intervensi pemerintah, dan reaksi pesaing. Ketidakpuasan pengguna dapat membantu perusahaan mengidentifikasi aspek-aspek lemah dari produk atau layanannya yang tidak mampu memenuhi standar konsumen dan pemerintah.

Teori disonansi kognitif adalah dasar model penolakan ekspektasi yang saat ini mendominasi literatur kepuasan pengguna. Menurut Doll dan Torkzadeh (1998), kepuasan pengguna mempunyai lima dimensi yang serupa dengan yang diungkapkan oleh Somers dan Nelson, yaitu: Kelengkapan konten, yaitu pengukuran apakah sistem menghasilkan informasi yang memenuhi kebutuhan pengguna.

Akurasi, yaitu pengukuran kepuasan pengguna dalam hal keakuratan data pada saat sistem menerima masukan dan kemudian mengolahnya menjadi informasi. Penampilan (format), yaitu pengukuran kepuasan pengguna ditinjau dari tampilan estetika antarmuka sistem, format laporan atau informasi yang dihasilkan sistem informasi. Kemudahan penggunaan, yaitu pengukuran kepuasan pengguna dalam hal kemudahan penggunaan atau kemudahan dalam menggunakan suatu informasi.

Akurasi (timeless), yaitu pengukuran kepuasan pengguna berdasarkan waktu di mana sistem informasi akuntansi menyediakan informasi yang dibutuhkan pengguna.

Bank Umum Syariah

Perbedaan Bank Umum Syariah dan Bank Konvensional

Menurut Bambang Rianto Rusman, terdapat perbedaan mendasar antara bank syariah dan konvensional sebagaimana tercantum pada tabel di bawah ini.

Aktivitas Bank Umum Syariah

Penghimpunan dana dalam bentuk investasi dalam bentuk deposito, tabungan atau bentuk lain yang sejenis berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; Memberikan pembiayaan berdasarkan akad murabahah, akad musyarakah atau akad lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad murabahah, akad salam, akad istishna' atau akad lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;

Menyalurkan pembiayaan penyewaan barang bergerak atau barang tidak bergerak kepada nasabah berdasarkan akad ijarah dan/atau sewa beli dalam bentuk ijarah mutaniya bittamlik atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; Pengambilalihan utang berdasarkan akad hawalah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan berdasarkan transaksi sebenarnya berdasarkan prinsip syariah, seperti akad ijarah, musyarakah, mudharabah, murabahah, kafalah atau hawalah;

Pembelian surat berharga berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh pemerintah dan/atau Bank Indonesia (BI); Menerima pembayaran dari tagihan surat berharga dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip syariah; Memberikan fasilitas letter of credit atau bank garansi berdasarkan prinsip syariah; serta melakukan kegiatan lain yang biasa dilakukan di bidang perbankan dan sosial sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melaksanakan kegiatan penyertaan modal pada BUS atau lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah; Melaksanakan kegiatan penanaman modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, dengan ketentuan penanaman modal tersebut ditarik; Melakukan kegiatan di pasar modal sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal;

Menerbitkan, menawarkan dan memperdagangkan surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah, baik langsung maupun tidak langsung melalui pasar modal; sebaik.

Prinsip syariah

Kafalah adalah transaksi penjaminan yang diberikan penjamin kepada pihak ketiga atau tertanggung untuk memenuhi kewajiban pihak kedua. Persyaratan yang berlaku pada kegiatan pelayanan berupa jaminan berdasarkan akad kafalah paling sedikit sebagai berikut. A. Bank wajib bertindak sesuai dengan ciri-ciri layanan yang memberikan jaminan secara kafalah, serta hak dan kewajiban nasabah sebagaimana diatur dalam ketentuan BI tentang transparansi informasi produk perbankan dan penggunaan data pribadi nasabah, jelaskan kepada nasabah ;

Bank dan nasabah wajib menyatakan persetujuannya dalam bentuk perjanjian tertulis berupa perjanjian penjaminan berdasarkan kafalah; Apabila nasabah tidak mampu memenuhi kewajibannya kepada pihak ketiga, maka bank memenuhi kewajiban nasabah kepada pihak ketiga tersebut. Bank memenuhi kewajiban nasabah terhadap pihak ketiga dengan memberikan dana penyelamatan sebagai pembiayaan berdasarkan kontrak yang harus diselesaikan oleh nasabah. Hawalah adalah transaksi pengalihan utang dari satu pihak yang berhutang kepada pihak lain yang wajib menyimpan atau membayarnya.

Hawalah mutlaqah, yaitu transaksi yang bertujuan untuk mengalihkan utang para pihak sehingga menghasilkan suatu pembayaran. Bank wajib menjelaskan kepada nasabah ciri-ciri pemberian jasa pengalihan utang berdasarkan akad hawala serta hak dan kewajiban nasabah, sebagaimana diatur dalam ketentuan BI mengenai transparansi informasi produk perbankan dan penggunaan dana pribadi. data pelanggan. Bank wajib melakukan analisis terhadap rencana pelaksanaan jasa pengalihan utang berdasarkan akad hawala bagi nasabah yang meliputi aspek kepegawaian berupa analisis karakter dan/atau aspek usaha, yang meliputi analisis kemampuan usaha. , keuangan dan perspektif bisnis.

Dalam kegiatan pelayanan berupa pemberian jasa pengalihan utang berdasarkan akad hawalah muqayyadah, persyaratan yang berlaku paling sedikit sebagai berikut. Bank bertindak sebagai pihak yang menerima pengalihan utang atas utang nasabah kepada pihak ketiga dimana sebelumnya bank berhutang kepada nasabah. Besarnya utang nasabah kepada pihak ketiga yang dapat diambil alih oleh bank tidak lebih dari nilai utang bank kepada nasabah.

Proses kegiatan penyaluran dana berupa penyediaan jasa penukaran mata uang berdasarkan akad sharf, persyaratan yang berlaku paling sedikit sebagai berikut.

Penelitian Terdahulu

Taghfirul Azhima Yoga (2011) “Peran teknologi informasi dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan rawat inap (Studi yang dilakukan PT. Dalam penelitian Taghfirul Azhima, X1 yang digunakan adalah teknologi informasi, sedangkan X1 yang digunakan penulis adalah sistem informasi akuntansi 3 . Berbeda jangka waktu yang digunakan dalam “penelitian. Informasi, kualitas sistem informasi dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna akhir sistem informasi (survei terhadap tiga satuan kerja KPU pengguna perangkat lunak aplikasi SIA)”. Kualitas sistem informasi.

Pengaruh kualitas sistem dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna (Survei terhadap karyawan menggunakan aplikasi layanan pelanggan terpusat (AP2T) di PT.

Kerangka Pemikiran

Sistem ini mempunyai sistem keamanan sehingga pengguna yang tidak berkepentingan tidak dapat mengakses data-data yang terdapat di dalamnya dan sistem informasi akuntansi dapat diakses dengan mudah dan dapat diakses dimana saja. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, bank memerlukan informasi akuntansi yang dapat memenuhi kebutuhan manajemen dan mendukung setiap pengambilan keputusan. Azhar Susanto (2013) menjelaskan bahwa informasi akuntansi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Efektivitas, Efisiensi, Kerahasiaan, Integritas, Ketersediaan, Kepatuhan dan Kebenaran.

Kualitas pelayanan pada dasarnya memberikan persepsi konkrit mengenai kualitas suatu layanan yang diberikan oleh suatu penyedia sistem informasi akuntansi, serta perbandingan antara harapan pengguna dengan persepsi mereka terhadap kualitas layanan yang diberikan. Jika pengguna sistem informasi akuntansi merasa kualitas pelayanan yang diberikan oleh penyedia sistem informasi akuntansi baik maka mereka akan cenderung merasa puas dalam menggunakan sistem tersebut. Kotler Keller menyatakan bahwa konsep kualitas pelayanan terdiri dari: Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan, Empati dan Bukti Fisik (Tangibles).

Delone dan McLeon menyatakan bahwa kepuasan pengguna akhir terhadap suatu sistem informasi dapat digunakan sebagai ukuran kinerja sistem informasi. Kepuasan pengguna dapat dicapai dengan berbagi fungsi-fungsi yang disediakan oleh sistem informasi, seperti kualitas sistem informasi akuntansi, kualitas informasi akuntansi, dan kualitas layanan. Menurut Doll dan Torkzadeh (1998), terdapat lima dimensi kepuasan pengguna, yaitu: kelengkapan konten, keakuratan, tampilan (format), kemudahan penggunaan dan keabadian.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan pengguna sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja Bank Umum Syariah. Semakin baik kualitas sistem informasi akuntansi, kualitas informasi akuntansi dan kualitas pelayanan maka kepuasan pengguna akan semakin meningkat.

Gambar 2.2  Skema pemikiran
Gambar 2.2 Skema pemikiran

Hipotesis

Gambar

Gambar 2.2  Skema pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

65 The Journal of Teaching and Learning for Graduate Employability ISSN: 1838-3815 online Journal Homepage: https://ojs.deakin.edu.au/index.php/jtlge/ Exploring the use of