BAB II PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
A. Program Keahlian Teknik Elektronika
1. Karakteristik Program Keahlian Teknik Elektronika
Program keahlian teknik elektronika merupakan program keahlian baru di SMKN 1 Taliwang. Di Program Keahlian teknik elektronika berpusat pada kompetensi yang harus dimiliki peserta didik sebagai tenaga operator, teknisi dan jabatan lain sesuai dengan standar kualifikasi industri yang tertuang pada skema KKNI Level II Kompetensi Keahlian Teknik Elektronika yang sesuai dengan standar isi, berisi kompetensi teknis (hard skills) yang spesifik pada ruang lingkup pengoperasian dan pemeliharaan peralatan elektromekanik, kelistrikan, kontrol elektronik, pneumatik dan hidrolik, serta sistem pengendalian elektronik. Mata pelajaran ini membekali peserta didik untuk bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi tentang Teknik Elektronika.
Penyusunan kurikulum Teknik elektronika juga melibatkan industri. SMK Negeri 1 Taliwang melibatkan PT. PLN PLTU Sektor Tambora dalam penyusunan kurikulum operasional ini. Jadi kurikulum yang dirancang juga selalu berpedoman atas saran, masukan, dan kebutuhaan industri teknologi rekayasa.
Guru program keahlian teknik elektronika berjumlah dua orang dimana selain memiliki pendidikan sesuai dengan yang disyaratkan, Guru program keahlian teknik elektronika juga berlatar belakang pernah bekerja dan/atau magang di industri.
Sarana praktik dan belajar dirancang dengan standar industri seperti panel pengendali elektronika, pengendali elektromekanik serta pengendali pneumatik dan hidrolik sehingga para lulusan SMK Negeri 1 Taliwang diharapkan menjadi insan berakhlak mulia, profesional dalam bidang kontrol dan instrumentasi elektronika baik di dalam maupun di luar negeri, memiliki kepribadian dan karakter industri.
Kurikulum dan proses pembelajaran dirancang untuk mendorong peserta didik untuk aktif, kreatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi generasi yang berbasis pada Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan praktik baik sekolah maupun praktik kerja lapangan
dipersiapkan dengan baik untuk membentuk mental yang kuat dan mengasah ketrampilan serta keahlian peserta didik. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan yang siap bekerja, melanjutkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi, atau berwirausaha.
Ruang lingkup pekerjaan bagi kelulusan Kompetensi Keahlian Teknik elektronika adalah jenis pekerjaan atau profesi yang relevan dengan kompetensi yang tertuang di dalam tabel SKKNI keahlian pada jenjang SMK antara lain:
IDUKA LINGKUP PEKERJAAN
Perusahaan, instansi, Lembaga, organisasi yang memiliki devisi atau berkaitan dengan bidang teknologi rekayasa elektronika
1. Operator
a. Mikroprosessor dan Mikrokontroler b. Sistem Pengendali Elektronika
2. Teknisi Pemeliharaan dan perbaikan Peralatan Elektronika Industri
Dengan memenfaatkan kemampuan, pengalaman dan berbagai peluang yang ada, lulusan program keahlian Teknik Elektronika juga dimungkinkan mengelola industry dan usaha mandiri. Selain itu dapat melanjutkan juga ke jenjang perguruan tinggi pada semua bidang keilmuan terutama yang terkait dengan Teknik Elektro, Teknik Elektronika, Teknik Instrumentasi Kontrol, Teknik Telekomunikasi, Pendidikan Teknik Elektronika dan sebagainya.
2. Tujuan Program Keahlian Teknik Elektronika
Secara umum tujuan program keahlian Teknik Elektronika adalah menghasilkan tamatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan nilai serta sikap yang terintegrasi dan kecakapan kerja dalam bidang Teknik Elektronika dengan menerapkan kewiraswastaan serta mampu mengadaptasi perkembangan masyarakat yang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi serta dapat memenuhi tuntutan dunia kerja masa sekarang dan masa yang akan datang. Secara khusus, tujuan program keahlian Teknik Elektronika yaitu:
a. Menyiapkan tenaga terampil tingkat menengah di bidang Keahlian Teknik Elektronika yang memiliki softskils sesuai dengan nawa ikrar SMK Negeri 1 Taliwang
1. Tekun beribadah menjalankan perintah agama 2. Cinta tanah air dan bangsa
3. Hormati guru dan taat kepada orang tua 4. Menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah 5. Belajar giat dan berlatih keras tanpa kenal lelah 6. Santun dalam berbudi Bahasa
7. Jujur, bertanggung jawab, peduli lingkungan dan sesama 8. Menjunjung tinggi nama baik sekolah
9. Siap berkompetisi sehat dalam dunia kerja
b. Menyiapkan tenaga terampil tingkat menengah yang memiliki kompetensi teknis (hard skills) dan kewirausahaan, sehingga pada proses pembelajarannya, peserta didik wajib menerapkan K3, sikap kerja/budaya kerja industri, proses bisnis, perkembangan penerapan teknologi dan isu-isu global, job profile dan peluang usaha bidang elektronika industri, antara lain berisi pengetahuan dan keterampilan sebagai berikut:
1. Memahami penerapan rangkaian elektronika;
2. Memahami sistem kendali elektronik;
3. Memahami pemrograman sistem embedded;
4. Memahami antarmuka dan komunikasi data;
5. Memahami sistem kendali industri; dan
6. Memahami pemeliharaan dan perbaikan peralatan elektronika industri
c. Melaksanakan pembelajaran berbasis industri dengan penerapan project based learning pada mata pelajaran vokasi Teknik Elektronika
d. Melaksanakan teaching factory dengan industri Teknik Elektronika minimal terealisasi tahun 2023
e. Melaksanakan sertifikasi siswa melalui LSP-P1 bidang Teknik Elektronika tahun 2024 f. Mengimplementasikan budaya kerja pada ruang belajar vokasi dan pada proses
pembelajaran vokasi Teknik Elektronika mulai tahun 2021.
3. Intrakurikuler
a. Struktur Kurikulum dan Penetapan Konsentrasi Keahlian
Struktur kurikulum mengatur beban belajar untuk setiap muatan atau mata pelajaran dalam Jam Pelajaran (JP) tahunan dan/atau per 3 (tiga) tahun atau dikenal dengan sistem blok. Oleh karena itu, satuan pendidikan dapat mengatur pembelajaran secara fleksibel dimana alokasi waktu setiap minggunya tidak selalu sama dalam 1 (satu) tahun. Berkaitan dengan hal tersebut, struktur kurikulum program keahlian Teknik elektronika menggunakan mekanisme blok per fase yang meliputi fase E di kelas X serta fase F di kelas XI dan XII. Implementasi sistem blok per fase ini berlaku untuk mata pelajaran pada kelompok umum dan kelompok kejuruan. Sedangkan kelompok mata pelajaran pilihan menggunakan mekanisme blok tahunan.
Kemudian dalam mata pelajaran pilihan, SMKN 1 Taliwang memfokuskan pada penguatan Bahasa dan kompetensi kejuruan lintas minat untuk semua program keahlian termasuk Teknik Elektronika. Mata pelajaran pilihan penguatan Bahasa wajib diikuti oleh seluruh peserta didik program keahlian Teknik Elektronika. Bahasa asing yang ditawarkan adalah Bahasa Jepang, Bahasa Korea dan Bahasa Prancis. Kemudian dalam mata pelajaran pilihan rumpun kejuruan yang ditawarkan merupakan mata pelajaran yang dibutuhkan oleh Industri serta didukung oleh SDM yang ada di SMKN 1 Taliwang.
Mata pelajaran rumpun kejuruan ini diperuntukkan untuk peserta didik di luar program keahlian Teknik Elektronika.
Satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat menambahkan muatan tambahan sesuai kebutuhan peserta didik, dunia kerja dan karakteristik satuan pendidikan dan/atau daerah secara fleksibel termasuk kurikulum muatan lokal. SMKN 1 Taliwang menetapkan mata pelajaran Budaya Taliang sebagai muatan local di SMKN 1 Taliwang.
Adapun struktur kurikulum program keahlian Teknik elektronika adalah sebagai berikut:
1) Bidang Keahlian : Teknologi Rekayasa & Manufaktur 2) Program Keahlian : Teknik Elektronika
3) Konsentrasi Keahlian : Teknik Elektronika Industri
No Mata Pelajaran Kelas Jumlah
X XI XII Jam
A Kelompok Umum
1 Pendidikan Agama & Budi
Pekerti 108 (3) 108 (3) 54 (3) 270
2 Pendidikan Pancasila &
Kewarganegaraan 72 (2) 72 (2) 36 (2) 180
3 Bahasa Indonesia 144 (4) 108 (3) 54 (3) 306
4
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
***)
108 (3) 72 (2) - 180
5 Sejarah ***) 72 (2) 72 (2) - 144
6
Seni Budaya**):
1. Seni Musik 2. Seni Rupa 3. Seni Teater 4. Seni Tari
72 (2) 72 (2) - 144
7 Muatan Lokal (Potensi
Daerah)*** 72 (2) 72 (2) 36 (2) 180
Jumlah A 648 (18) 576 (16) 180 (5) 1404 B Kelompok Kejuruan
1 Matematika 144 (4) 108 (3) 54 (3) 306
2 Bahasa Inggris 144 (4) 144 (4) 72 (4) 360
3 Informatika 144 (4) - - 144
4 Projek Ilmu Pengetahuan
Alam dan Sosial 216 (6) - - 216
5
Dasar-dasar Teknik
Elektronika 432 (12) - - 432
Mata Pelajaran Konsentrasi
Keahlian - 648 (18) 396 (22) 1044
6 Projek Kreatif dan
Kewirausahaan - 108 (3)
90 (5) 198
7 Praktik Kerja Lapangan - - 792 (44) 792
Jumlah B 1080 (30) 1008
(28) 1404 (78) 3492
*) Pilihan wajib
**) Dapat dipilih salah satu
***) Pada fase F diselesaikan di kelas XI
SMK Negeri 1 Taliwang membuka satu konsentrasi pada Program keahlian Teknik elektronika, yaitu Teknik Elektronika. Sesuai dengan skema sertifikasi KKNI Level II, mata pelajaran pada konsentrasi Teknik Elektronika, yaitu mikroprosesor &
mikrokontroler, sistem pengendali elektronika dan Pemeliharaan dan perbaikan Peralatan Elektronika Industri. Pembukaan konsentrasi keahlian Teknik Elektronika didasarkan pada pertimbangan:
1) Perkembangan kota taliwang sebagai pusat industry pertambangan di wilayah nusa tenggara barat sangat memungkinkan lulusan program keahlian Teknik elektronika mengambil peran dalam industri di kota Taliwang khususnya, serta nusa tenggara barat dan Indonesia pada umumnya.
2) Perkembangan teknologi rekayasa elektronika dengan berbagai macam bentuknya harus diiringi dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
3) Secara historis, brand image SMKN 1 Taliwang sebagai SMK yang menghasilkan lulusan kompeten pada bidang Teknik Elektronika tentu saja harus diiringi dengan perluasan cakupan kompetensi peserta didik program keahlian Teknik Elektronika yang tidak hanya terbatas pada dunia usaha perbaikan peralatan elektronika, tetapi harus dibekali juga dengan kemampuan berkompetensi pada dunia industri sesuai industri yang ada di daerah.
Pemilihan konsentrasi didasarkan pada minat dan bakat atau passion peserta didik, setelah memiliki pengalaman belajar pada fase E (kelas X), sehingga peserta didik diharapkan benar- benar telah memahami secara mendalam ruang lingkup masing- masing konsentrasi yang akan dipilihnya.
b. Capaian Pembelajaran
Rumusan capaian pembelajaran pada program keahlian Teknik Elektronika dapat diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
1. Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran umum diadopsi rumusan yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Nomor 028/H/KU/2021 Tentang Capaian
Pembelajaran PAUD, SD, SMP, SMA, SDLB, SMPLB, Dan SMALB Pada Program Sekolah Penggerak.
2. Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran kelompok kejuruan meliputi:
a. Capaian pembelajaran Mata Pelajaran Dasar-dasar Program Keahlian Teknik Elektronika dan Projek IPAS mengacu kepada Keputusan Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Nomor 029/H/KU/2021 Tentang Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pada SMK Pusat Keunggulan
b. Capaian pembelajaran mata pelajaran mikroprosesor & mikrokontroler, sistem pengendali elektronika dan Pemeliharaan dan perbaikan Peralatan Elektronika Industri disusun oleh guru-guru kelompok kejuruan bersama dunia kerja dengan mengacu kepada KKNI Level 2 Kompetensi Keahlian Teknik elektronika, SKKNI serta kebutuhan industri
3. Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran pilihan dirumuskan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran tersebut
Rumusan capaian pembelajaran kemudian diterjemahkan ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran, kemudia dituangkan dalam modul ajar. Capaian hasil pembelajaran dapat berupa portofolio sebagai bentuk dari assessment.
c. Praktik Kerja Lapangan
Pelatihan kerja lapangan atau on-the-job training atau biasa disebut dengan PKL atau OJT adalah salah satu bentuk kegiatan yang bertempat di lingkungan kerja langsung.
PKL merupakan implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu.
Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) antara lain sebagai berikut.
1. Meluaskan wawasan dan Pandangan peserta didik terhadap jenis-jenis pekerjaan pada tempat dimana peserta didik melaksanakan PKL
2. Menumbuhkan dan meningkatkan sikap profesional yang diperlukan siswa untuk memasuki dunia usaha
3. Untuk memperkenalkan peserta didik pada dunia usaha dan industri
4. Meningkatkan daya kreasi dan produktivitas tehadap peserta didik sebagai persiapan dalam menghadapi atau memasuki dunia usaha yang sesungguhnya
Mekanisme PKL SMK Negeri 1 Taliwang pada Program Keahlian Teknik Elektronika sebagai berikut.
1) Pemetaan Industri
Dalam hal ini tempat PKL merupakan industri yang saat ini sudah menjalin kerjasama dengan sekolah. Beberapa industri yang sudah bekerja sama yakni:
Nama Perusahaan Lingkup Kerjasama PLTU Sektor Tambora Sinskronisasi kurikulum
Pengembangan kegiatan Pendidikan
Pengembangan kegiatan Praktik Kerja Lapangan PT. PLN ULP Taliwang
Dinas Perhubungan KSB UD. AC Balqis
Bandara Salahuddin Sumbawa Besar PT. Nusantara Mataram
2) Program PKL
Program PKL dilaksanakan selama enam bulan dengan perincian tiga bulan di semester ganjil dan tiga bulan di semester genap pada kelas XII. PKL dilaksanakan selama 6 bulan di Industri. Hal ini dilakukan mengingat kecukupan peserta didik mendapat materi disekolah sehingga bisa langsung on job pada tempat PKL. Untuk menjamin kualitas, siswa yang diperkenankan ikut PKL telah dinyatakan kompeten pada kluster Operator Sistem Pengendali Elektronika oleh LSP SMKN 1 Taliwang.
3) Pembekalan Program PKL
Sebelum peserta didik diterjunkan pada pada kegiatan PKL, peserta didik diberikan pembelakalan melalui kegiatan pembelajaran bersama industri yang dimulai dari kelas X dengan bobot jam pelajaran sebanyak 100 jam pelajaran dalam satu tahun atau 50 jam pelajaran dalam satu semester. Kegiatan pembelajaran bersama industri dilakukan melalui mekanisme guru tamu serta Job Shadow di industri. Materi yang
diberikan adalah perihal etos kerja, pembangunan mental, dan serta kompetensi- kompetensi khusus dan actual yang dibutuhkan oleh industri.
4) Penetapan Pembimbing
Peserta didik yang diterjunkan untuk PKL didampingi satu guru pendamping dengan komposisi 10:1. Hal ini dilakukan sebagai upaya pendampingan dan pengawasan siswa selama kegiatan PKL berlangsung.
5) Mekanisme pengujian
Pengujian peserta PKL dilakukan oleh Industri tempat PKL secara langsung. Industri mengeluarkan sertifikat bagi siswa yang dinyatakan kompeten setelah mengikuti PKL selama 6 bulan.
6. Kokurikuler/ Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja Program kokurikuler pada program keahlian Teknik Elektronika dilakukan melalui kegiatan Projek Pengutan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Profil Pelajar Pancasila terdiri atas (1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, (2) Berkebhinekaan global, (3) Gotong royong, (4) Mandiri, (5) Bernalar kritis, (6) Kreatif. Profil Pelajar Pancasila berbentuk softskill dan harus diterapkan dalam proses pembelajaran, bukan dipisahkan dalam pembelajaran.
Adapun indikator perilaku belajar peserta didik dalam rangka implementasi profil pelajar Pancasila dan Budaya Kerja sebagai berikut:
No Profil Pelajar Pancasila Indikator perilaku belajar peserta didik
1
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
Memiliki akhlak pribadi yang sopan dan santun (Grooming)
Menghormati kepercayaan dan keagamaan masing- Masing
2 Berkebhinekaan global Belajar bahasa asing
Mempelajari budaya Negara lain agar dapat menghargai dan mengerti kebutuhan tamu
Mendalami budaya dalam Negeri agar tercermin kearifan lokal dalam diri
3 Gotong royong Kerjasama antar semua peserta didik pada kegiatan Operasional
4 Mandiri Mengerti dan bertanggung jawab Job Desk masing- Masing
5 Bernalar kritis Menganalisis dan mengevaluasi kebutuhan retail pada saat pandemi
6
Mengambil keputusan untuk mengimplementasikan perencanaan yang disusun oleh TIM dalam menghadapi suatu masalah
7 Kreatif
Mencari ide-ide kreatif ketika industri rekayasa elektronika.
Menciptakan ide kreatif dalam perancangan rangkaian elektronika
Pada tahun pelajaran 2021/2022, implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja dilaksanakan di kelas X dengan bobot 288 Jam Pelajaran.
Tema yang dipilih meliputi dua tema wajib (kebekerjaan dan budaya kerja) dan satu tema pilihan (Bangunlah Jiwa Dan Raganya).
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja di kelas X dilaksanakan dengan menggunakan sistem blok bulanan seperti tergambar pada tabel berikut:
Tema Pelaksanaan/Alokasi Waktu
Semester Bulan Jumlah JP
Bangunlah Jiwa Dan Raganya
1 September, 32 JP setiap
Oktober dan November 2021
bulan
Kebekerjaan 2 Januari dan
Februari
48 bulan
JP setiap
Budaya kerja 2 Maret dan April 48
bulan
JP setiap
7. Pengembangan Diri Melalui Ekstrakurikuler
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik. Sedangkan untuk kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan kepramukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja.
Khusus untuk sekolah menengah kejuruan pengembangan diri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.
Pengembangan diri pada SMK Negeri 1 Taliwang meliputi kegiatan :
a. Kegiatan pengembangan kreativitas dan bimbingan karier, yaitu kegiatan yang lebih bersifat individualistis untuk menggali dan mengembangkan potensi pribadi untuk menimba karier dibidang yang sesuai dengan program studi keahlian dan sesuai
dengan kompetensi keahliannya, terkoordinasi dibawah koordinator BP kompetensi keahliannya masing-masing.
b. Kegiatan ekstrakurikuler, yang bersifat pengembangan kemampuan prestatif dan pengembangan kemampuan individual untuk berorganisasi diantaranya :
1) OSIS/MPK 2) Pramuka
3) Palang Merah Remaja ( PMR ) 4) Paskibra
5) Seni (Tari, Musik Tradisional dan Paduan Suara)
6) Olah Raga (Sepak Bola, Takraw, Volly Ball dan beladiri)
8. Rencana Pembelajaran
Bobot pembelajaran pada program keahlian Teknik Elektronika yakni 70% praktik dan 30% teori. Pembelajaran yang dikembangkan pada program keahlian Teknik Elektronika berlandasakan pada pendekatan Production Based Educational Training (PBET) dan Competency Based Training (CBT). Hal ini dilakukan untuk agar pembelajaran yang diberikan dapat relevan dengan kebutuhan industri rekayasa elektronika saat ini dan menjamin lulusan dapat terserap dengan mudah diindustri elektronika.
PBET merupakan penggabungan pola kerja industri (workplace) dengan lingkungan pembelajaran siswa (learning environment), konsep ini dikenal pula dengan sebutan Teaching Factory yang memiliki paradigma dasar market–oriented yang diwujudkan dalam bentuk Projek. Pendekatan ini merupakan penyempurnaan “Dual System”, dimana workplace menyatu ke dalam nuansa belajar siswa, sedang Sistem CBT melengkapinya untuk proses asesmen yang terukur, berdasarkan standar mutu lingkungan kerja industri. Sehingga implementasi
pembelajarannya mengandung unsur–unsur; hardskill, theoritical focus dan softskill yang masing-masing dilengkapi dengan metoda perencanaan, pelaksanaan dan
pendampingan serta pengukuran dan pengujian yang adil dan transparan. Siklus pembelajaran berbasis CBT dan PBET adalah:
a. Tahap Perencanaan Pembelajaran, hal ini meliputi pemahaman capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran, dimana secara konten sudah ditentukan dalam kurikulum SMK PK. Kemudian pola penyajian berupa modul atau perangkat ajar, sebagai upaya pencapaian hardskill - softskill. Perangkat ajar yang digunakan dalam bentuk modul ajar yang dikembangkan dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Dokumen modul ajar dan alur tujuan pembelajaran terlampir.
b. Tahap Proses Pembelajaran, pemenuhan media dan bahan ajar, sumber belajar, metode dan model pembelajaran, rasio jumlah alat dan bahan terhadap peserta didik, pendampingan proses pembelajaran, beban jam pembelajaran dan pengukuran keterserapan materi pembelajaran.
c. Tahap Pengukuran dan Pengujian, sebagai bentuk evaluasi hasil belajar peserta didik yang pengukuran capaian Hardskill dan softskill, sebagai dasar evaluasi, dengan menggunakan prinsip Fair, Valid, Relible, dan Flexible.