• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II "

Copied!
171
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan guru IPS dalam penerapan kurikulum belajar mandiri di SMP Negeri di Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. Selain itu, persepsi guru IPS bahwa terdapat beberapa indikator dalam penerapan kurikulum merdeka belajar antara lain adanya pengurangan isi kurikulum, pembelajaran konstruktivis, pengalaman pribadi guru, dan gelar kepelatihan guru. Ada beberapa faktor yang menjadi kendala yaitu pertama kualitas sumber daya manusia guru yang kurang memadai, kedua fasilitas dan sumber belajar yang minim atau infrastruktur yang belum memadai serta guru yang gaptek secara teknologi, ketiga guru sudah nyaman dengan standar lama dan belum berpengalaman dalam bidangnya. belajar bukan kebebasan untuk belajar.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Selain itu, guru dan siswa dijamin percaya penuh dalam proses pembelajaran pada kurikulum belajar mandiri. Guru IPS di Kecamatan Tanjung Kemuning, peneliti juga akan memperhatikan bagaimana persepsi guru ketika menerapkan kurikulum self-directed learning. Oleh karena itu, dibutuhkan guru IPS di Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur untuk menerapkan kurikulum self-directed learning.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini mempunyai manfaat praktis bagi penelitian lain dalam mengembangkan wawasan persepsi guru IPS terhadap penerapan kurikulum self-directed learning di sekolah menengah negeri di Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. Penelitian ini bermanfaat bagi lembaga pendidikan atau sekolah mengenai persepsi guru IPS dalam penerapan kurikulum self-directed learning di sekolah menengah negeri di kecamatan Tanjung Kemuning kabupaten Kaur. Penelitian ini bermanfaat bagi pembaca karena dapat memberikan informasi mengenai persepsi guru IPS dalam penerapan kurikulum self-directed learning di sekolah menengah negeri di kecamatan Tanjung Kemuning kabupaten Kaur.

LANDASAN TEORI

Deskripsi Teori 1. Persepsi Guru

  • Guru (Guru IPS) a. Pengertian Guru IPS
  • Kurikulum Merdeka Belajar a. Pengertian Merdeka Belajar
  • Hakikat Mata Pelajaran IPS di SMP
  • Hambatan Dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar

Kurikulum belajar mandiri merupakan arah pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk pembelajaran siswa di sekolah. Merdeka belajar merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Nadhim Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Nadhim Makarim yang dikutip M Badrus, “kemerdekaan belajar adalah kemerdekaan berpikir, kemerdekaan otonomi yang diberikan kepada unsur-unsur pendidikan yang bertujuan untuk memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensinya.”47.

Diungkapkan Proygara bahwa hakikat belajar mandiri adalah menggali potensi terbesar guru dan siswa untuk berinovasi dan berkembang. 52 Siti Mustaghfiroh, Konsep Belajar Mandiri dalam Perspektif Progresivisme John Dewey, Jurnal Kajian Guru dan Pembelajaran, Vol. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa terdapat empat kebijakan dalam kebijakan merdeka belajar dalam kurikulum merdeka belajar yang ditawarkan Nadiem.

53 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Merdeka Belajar: Dasar-Dasar Kebijakan Merdeka Belajar, Jakarta: Makalah Rapat Koordinasi Kepala Dinas Pendidikan Seluruh Indonesia Tahun 2019, hal.146. Selain itu, seorang guru pada kurikulum mandiri harus berpartisipasi aktif dalam jaringan dan organisasi profesi untuk mengembangkan karirnya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa ada beberapa tujuan kurikulum belajar mandiri dan juga untuk berpartisipasi aktif dalam jaringan dan organisasi. e.

Komitmen seseorang yang bebas belajar adalah kegigihannya dalam perjalanan menuju suatu tujuan yang berarti baginya. Persepsi Guru terhadap Konsep Mendikbud Nadiem Makarim tentang Belajar Mandiri Pendidikan Agama Islam di MTS Negeri 3 Sleman. Persamaannya adalah sama-sama membahas persepsi guru terhadap kurikulum belajar mandiri serta jenis penelitian yang digunakan sama.

Kajian Pustaka

Berpikir merupakan proses pemecahan masalah dan proses penggunaan ide atau simbol untuk menggantikan aktivitas yang terlihat secara fisik. Selain itu, berpikir merupakan suatu proses menyajikan peristiwa-peristiwa internal dan eksternal, harta benda masa lalu, masa kini, dan masa depan yang saling berinteraksi. Dalam penerapan kurikulum merdeka belajar masih terdapat pola pikir guru yang belum terlaksana khususnya untuk memahami konsep kurikulum mandiri.

Tinjauan pustaka atau biasa disebut penelitian relevan menggambarkan penelitian terdahulu yang masih berkaitan dengan penelitian yang dianalisis. Terkait dengan “Merdeka Belajar” yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, ada dua poin utama dalam pendidikan, yaitu kebebasan belajar dan dorongan guru. Kebebasan belajar artinya guru dan siswa mempunyai kebebasan berinovasi, kebebasan belajar mandiri dan kreatif.

Di SMP se-Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur dalam pembelajaran di kelas sebagian guru lebih banyak menggunakan metode ceramah di dalam kelas yang pastinya membuat siswa bosan, anak-anak masih menjadi objek dalam pembelajaran sehingga kurang kreatif karena proses KBM (kegiatan belajar mengajar) masih didominasi, guru, anak sibuk. Pembelajaran mandiri sebagai upaya peningkatan pembelajaran memberikan kemudahan dan penyederhanaan dalam proses belajar mengajar.Misi yang ingin dicapai antara lain lulus pada jenjang pendidikan tertentu yang benar-benar mempunyai kompetensi yang seharusnya dimiliki seorang siswa melalui belajar mandiri. .

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
  • Sumber Data
  • Fokus Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Sumber data berupa bahan tertulis terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder sebagai berikut: 1. Data primer adalah sumber data yang diperoleh langsung oleh peneliti.84 Data primer dalam penelitian adalah guru IPS di Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur , Guru IPS di salah satu SMA Negeri di Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, berjumlah empat orang. Fokus Penelitian bertujuan untuk membatasi penelitian kualitatif untuk memilih mana data yang relevan dan mana yang tidak relevan.

Menurut Sudaryono “dokumentasi bertujuan memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan, laporan kegiatan, foto, film, data yang relevan”. 89 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan buku, artikel dan majalah. yang memuat gambaran geografis, demografi, visi dan misi sekolah, serta struktur organisasi dan data kegiatan di SMP Negeri 12 Kota Bengkulu. Triangulasi sumber, yaitu membandingkan kebenaran suatu fenomena berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari berbagai sumber. Kemudian hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode ini dibandingkan dan disimpulkan sehingga diperoleh data yang dapat dipercaya.

Berdasarkan uraian diatas maka teknik validasi data yang digunakan peneliti menggunakan teknik triangulasi linked source kepada kepala sekolah, guru IPS di kecamatan Tanjung Kemuning untuk mengetahui bagaimana niat guru IPS dalam menerapkan kurikulum self-directed learning. Laporan yang disusun berdasarkan data yang diperoleh disingkat, dirangkum, dipilih yang utama, dan fokus pada hal-hal penting. Data yang diperoleh dikategorikan menurut pokok permasalahannya.Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan lain-lain, namun yang sering digunakan untuk menyajikan data secara kualitatif adalah: penelitiannya adalah teks naratif.

Kegiatan penutup merupakan langkah lanjutan dari kegiatan reduksi data dan penyajian; data yang telah direduksi dan disajikan secara sistematis akan dibulatkan sementara.

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Observasi  No  Variabel  Indikator
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Observasi No Variabel Indikator

BAB lV

DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

Deskripsi Data

  • Deskripsi Wilayah Penelitian
  • SMP Negeri 06 Kaur a) Sejarah SMPN 06 Kaur
  • SMP Negeri 24 Kaur a) Sejarah SMPN 24 Kaur
  • SMP Negeri 32 Kaur a) Sejarah SMPN 32 Kaur
  • Hasil Temuan Penelitian

Berdasarkan temuan lapangan yang dilakukan penulis mengenai perencanaan guru IPS dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Menengah Pertama Se-Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dengan temuan sebagai berikut. Persepsi Guru IPS dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Menengah Negeri Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti terhadap persepsi guru IPS dalam penerapan kurikulum Merdeka Belajar adalah sebagai berikut: 1) Pemahaman guru.

Sebagai guru IPS, saya mengikuti konsep tersebut ketika menerapkan kurikulum untuk belajar mandiri. Dengan adanya kurikulum merdeka belajar yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem, terjadi pengurangan implementasi kurikulum khususnya dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi guru IPS dalam menerapkan kurikulum belajar mandiri akan lebih baik jika menggunakan teori konstruktivis dalam pembelajaran.

Namun sebagian besar guru belum sepenuhnya memahami kurikulum belajar mandiri karena masih menggunakan kurikulum lama. Sebagai kepala sekolah, guru IPS disini sangat menyadari kurikulum belajar mandiri dari segi pengalaman. Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis, persepsi guru melihat derajat pendidikan akan berdampak pada penerapan kurikulum merdeka belajar ini karena di SMP se Kecamatan Tanjung Kemuning sebagian gurunya belum tamat. gelar sarjana.

Hal serupa juga dihadapi oleh guru-guru di SMP se-Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, dalam penerapan kurikulum merdeka belajar tentunya terdapat kendala dan keterbatasan. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor penghambat penerapan kurikulum merdeka belajar yaitu sumber daya manusia. Berdasarkan observasi dan wawancara di atas, penulis menyimpulkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri di Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur memang terbatas sehingga dalam proses pembelajaran guru IPS selalu menggunakan metode pembelajaran ceramah dan diskusi, namun pembelajaran IPS selalu menggunakan metode pembelajaran ceramah dan diskusi. . pembelajaran, guru masih berusaha memanfaatkan sarana dan prasarana untuk melaksanakan kurikulum belajar mandiri.

Analisa Data

  • Persepsi Guru Bidang Studi IPS dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Negeri se-
  • Hambatan dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Negeri sekecamatan Tanjung Kemuning

Pertama, konsep “Kebebasan belajar” merupakan respon terhadap permasalahan yang dihadapi guru dalam praktik pendidikan. 128 Yamin, M., & Syahrir, Perkembangan Pendidikan Merdeka Belajar (Metode Pembelajaran Belajar), Jurnal Ilmiah Pendidikan Mandala Jilid 6. Dengan kurikulum belajar mandiri yang ada saat ini, terdapat banyak persepsi di kalangan pendidik, ada yang berpandangan positif atau negatif.

Pemahaman guru terhadap penerapan kurikulum belajar mandiri di sekolah menengah negeri di kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur belum sepenuhnya dipahami, hal ini dikarenakan belum adanya pelatihan khusus. Berdasarkan pandangan guru SMA Negeri di Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, dalam melihat kelebihan dan kekurangan penerapan belajar mandiri adalah siswa dapat mengeksplorasi pemikirannya dengan inovasi-inovasi baru, sehingga menggali potensi-potensi yang ada dalam diri siswa. mereka. Kendala Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Negeri di Kecamatan Tanjung Kemuning Studi di SMP Negeri di Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis sampaikan, terdapat beberapa kendala dalam penerapan kurikulum kemandirian belajar: di sekolah menengah negeri di Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, antara lain: Dalam penerapan kurikulum kemandirian belajar yang digagas oleh Menteri Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan seorang guru atau petugas sumber daya manusia harus aktif dan kreatif dalam memahami kurikulum. Kompetensi minimal ini juga menjadi kendala bagi guru untuk dapat belajar mandiri dengan cepat.

Berdasarkan kenyataan di lapangan, guru IPS di Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur mempunyai pendapat yang berbeda-beda mengenai kurikulum belajar mandiri, seperti: dari segi format atau versi RPP jika dilihat dari yang lama. RPP banyak yang pakai, sedangkan yang baru menggunakan versi pendek, namun guru masih menggunakan RPP yang lama.

Keterbatasan Penelitian

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri se- Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur

Wawancara dengan Guru IPS SMP Negeri se-Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur

Wawancara dengan Wakil Kurikulum SMP Negeri se- Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur

Gambar

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Observasi  No  Variabel  Indikator
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Dokumentasi

Referensi

Dokumen terkait

mengatakan bahwa “ pembelajaran yang ada di sekolah sudah menggunakan kurikulum 2013, dalam proses pembelajaran di kelas bahan ajar yang digunakan yakni berupa buku tematik guru dan