• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

3.1 Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang akan digunakan adalah jenis penelitian studi kasus dengan analisis data kualitatif. Menurut Bungin (2012:132) penelitian studi kasus merupakan studi yang mendalam hanya pada satu kelompok orang atau peristiwa. Adapun Mulyana Deddy (2008) dalam bukunya yang berjudul

Metode Penelitian Komunikasi” mengemukakan bahwa penelitian kualitatif juga bersifat empiris yang berarti dapat diamati dengan pancaindera hanya saja pengamatan atas data bukanlah berdasarkan ukuran matematis yang terlebih dahulu ditetapkan peneliti dan harus dapat disepakati (direplikasi) oleh pengamat lain, melainkan berdasarkan ungkapan subjek penelitian, sebagaimana yang dikehendaki dan dimaknai oleh subjek penelitian.

Pada dasarnya landasan teoritis dari penelitian kualitatif itu bertumpu secara mendasar pada fenomenologi. Karena itu pada penelitian ini fenomenologi dijadikan sebagai dasar teoritis utama sedang yang lainnya yaitu interaksi simbolik, kebudayaan, dan etnometodelogi dijadikan sebagai dasar tambahan yang melatarbelakangi secara teoritis penelitian kualitatif (Moleong, 2012:14).

Fenomenologi diartikan sebagai pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenologikal suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok dari seseorang.

Istilah fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. Secara umum, riset yang menggunakan metode kualitatif mempunyai ciri-ciri (Kriyantono, 2006:57-58) sebagai berikut :

a. Intensif, patisipasi periset dalam waktu lama pada setting lapangan, periset adalah instrumen pokok riset.

b. Perekaman yang sangat hati-hati terhadap apa yang terjadi dengan catatan- catatan di lapangan dan tipe-tipe lain dari bukti-bukti dokumenter.

22

(2)

c. Analisis data lapangan.

d. Melaporkan hasil termasuk deskripsi detail, quotes (kutipan-kutipan) dan komentar-komentar.

e. Tidak ada realitas yang tunggal, setiap periset mengkreasi realitas sebagai bagian dari proses risetnya. Realitas dipandang sebagai dinamis dan produk kontruksi sosial.

f. Subjektif dan berada hanya dalam referensi periset. Periset sebagai sarana penggalian intrepetasi data.

g. Realitas adalah holistik dan tidak dapat dipilah-pilah.

h. Periset memproduksi penjelasan unik tentang situasi yang terjadi dan inidivu-individunya.

i. Lebih pada kedalaman (depth) dari pada keluasan (breadth).

j. Prosedur riset : empiris-rasional dan tidak berstruktur.

k. Hubungan antara teori, konsep dan data : data memunculkan atau membentuk teori baru.

Dengan demikian penulis akan berusaha menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau keadaan yang terjadi pada saat penelitian dilakukan.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan Toko Sentral Baja Ringan.

3.2.2. Waktu Penelitian

Adapun waktu penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Januari 2018.

3.3 Subjek dan Objek Penelitian 3.3.1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah individu, benda, atau organisme yang dijadikan sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian. Istilah lain yang digunakan untuk menyebut subjek penelitian adalah responden, dikalangan peneliti kualitatif. Istilah responden atau subjek penelitian disebut dengan informan, yaitu orang yang memberi informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dilaksanakannya (Idrus, 2009: 91).

Menurut Sudikin (2002:11-12) yang mengemukakan bahwa sedikit banyaknya

(3)

informan tidak menentukan akurat tidaknya suatu penelitian. Bahkan dalam penelitian kualitatif bisa jadi informannya hanya satu orang saja. Pada referensi lain yang dikemukakan Bungin (2012: 107-108) menyebutkan prosedur purposive adalah salah satu strategi menentukan informan paling umum di dalam penelitian kualitatif, yaitu menentukan kelompok peserta yang menjadi informan sesuai dengan kriteria terpilih yang relevan dengan masalah penelitian.

Contoh dari penggunaan prosedur purposive ini adalah antara lain dengan menggunakan key person. Ukuran besaran individu key person atau informan yang mungkin atau tidak mungkin ditunjuk, sudah ditetapkan sebelum pengumpulan data tergantung pada sumber daya dan waktu yang tersedia serta tujuan penelitian. Kunci dasar penggunaan prosedur ini adalah penguasaan informasi dari informan. Adapun key informan adalah Bapak Supriyadi selaku pemilik dengan subjek (informan) yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah :

Tabel 3.1. Subjek Penelitian

No. Nama Kriteria Keterangan

1 Jupriayadi

Kelamin Laki-laki

Jabatan Pemilik

Umur 28 tahun

Pendidikan Serjana Teknik

2 Awal Riski Tama

Kelamin Laki-Laki

Jabatan Staff

Lama Bekerja 1 Tahun 2 Bulan

Umur 26 tahun

Pendidikan SMA

Sumber. Toko Sentral Baja Ringan “telah diolah kembali”

3.3.2. Objek Penelitian

Objek Penelitian adalah seseorang atau sesuatu yang di teliti (Idrus, 2009:91).

Adapun objek dalam penelitian ini adalah Teknik Pencatatan dan penilaian persediaan Pekanbaru dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan.

(4)

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode wawancara mendalam, metode observasi serta metode dokumentasi.

a. Metode Wawancara Mendalam

Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang pelaksanaannya dapat dilakukan secara langsung berhadapan dengan yang diwawancarai, tetapi dapat juga secara tidak langsung seperti memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab pada kesempatan lain, instrumen dapat berupa pedoman wawancara maupun checklist (Umar, 2007: 51). Dalam penelitian kali ini jenis wawancara yang akan digunakan adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam adalah metode dimana peneliti melakukan kegiatan wawancara tatap muka secara mendalam dan terus menerus untuk menggali informasi dari informan (Kriyantono, 2006: 112).

Teknik wawancara dalam penelitian ini dengan cara melakukan wawancara langsung dengan pemilik, manager serta karyawan Toko Sentral Baja Ringan. Penulis juga melakukan wawancara yaitu dengan menghimpun bahan- bahan keterangan yang dilakukan dengan tanya jawab secara lisan. Selain itu penulis juga ikut langsung dalam operasional di Toko Sentral Baja Ringan agar dapat melihat dan memahami langsung operasional Toko Sentral Baja Ringan.

b. Metode Observasi

Teknik pengumpulan data dengan observasi dengan mengamati metode pencatatan dan penilaian persediaan barang yang telah di terapkan metode dimana peneliti mengamati langsung objek yang diteliti. Metode observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan. Dengan penginderaan yang kita miliki, kita sering mengamati objek disekitar (Kriyantono, 2006:112 ).

c. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis. Metode dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisa dokumen-dokumen. Dokumen yang dimaksud adalah dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik (Kriyantono, 2006:112).

(5)

3.5 Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar dan membedakannya dengan penafsiran yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari hubungan antara dimensi-dimensi uraian. Dalam penelitian ini, teknik analisa data yang penulis gunakan adalah analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang berhasil dikumpulkan peneliti dilapangan.

Data tersebut terkumpul dari observasi, wawancara dan dokumentasi lalu data tersebut diklasifikasikan dalam kategori-kategori tertentu. Dengan mengorganisir data maka dapat dengan mudah menyajikan atau memaparkan data-data yang diperlukan dan disimpulkan dengan cara induktif pada penelitian.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan atau verifikasi dalam menganalisa data penelitian ( Mulyana,2008:21 ).

Dari penelitian ini data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Mendefinisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yang akan dicapai dengan cara menemukan fakta-fakta yang ada.

b. Informasi yang berhasil dikumpulkan dilapangan merupakan bahan mentah yang diringkas, serta disusun lebih sistematis

c. Menarik kesimpulan dari data-data yang berhasil diperoleh 3.6 Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dimana dimaksudkan untuk memahami fenomena yang dialami subjek didalam penelitian ini seperti prilaku, tindakan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamia. Dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah dan pendekatan ini digunakan dalam menganalisis sistem penerapan metode pencacatan dan penilaian untuk mendeskripsikan dan mengambarkan mengenai persediaan.

(6)

Referensi

Dokumen terkait

MASPUL JOURNAL OF ENGLISH STUDIES | ISSN 2657-0157 Online | Challenges for students in translating sentences among Indonesian-English and Its Solutions Ismail1, Mustakim2, Hasan3