BAB IV
ETIKA DAN NORMA-NORMA POLITIK PANCASILA
Dosen : Rakhma Nurrozalina, S.H., M.H.
PANCASILA sebagai suatu sistem filsafat : pemikiran yang kritis, mendasar, rasional, sistematis dan
komprehensif
TUJUAN BANGSA INDONESIA
(Pembukaan UUD 1945 alenia ke 4
Pemikiran filsafat tidak secara langsung menyajikan norma-norma yang merupakan pedoman dalam
suatu tindakan atau aspek praktis praksis
melainkan suatu nilai-nilai yang bersifat mendasar
NILAI memunculkan NORMA
ETIKA ? MORAL ?
Ex : Norma Moral yaitu yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dapat diukur dari sudut baik maupun buruk. Sopan ataupun tidak sopan, susila atau tidak susila. Dari sinilah Pancasila menjadi norma-norma moralitas atau norma-norma etika sehingga Pancasila merupakan sistem etika dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Norma Hukum yaitu suatu sistem peraturan perUUan yang berlaku di Indonesia.
Pancasila yang mengandung nilai inilah yang menjadi materi terbentuknya bangsa Indonesia. Jadi pada hakikatnya sila-sila Pancasila bukanlah suatu pedoman yang langsung bersifat normatif ataupun praktis
ETIKA MORAL
Teoritis
• mempertanyakan segala sesuatu yang adaPraktis
• membahas bagaimana
manusia bersikap terhadap apa yang ada tersebut
Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar
tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral.
Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap
yang bertanggung jawab berhadapan dengan berbagai ajaran moral.
Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. Etika khusus prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan berbagai aspek
kehidupan manusia.
Etika khusus dibagi menjadi etika individual yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri sedangkan etika sosial yang membahas tentang kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam bermasyarakat yang merupakan suatu bagian
terbesar dari etika khusus.
Secara derivasi / penjabarannya maka nilai-nilai dapat
dikelompokan menjadi 3 macam yaitu nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis. Nilai dasar : nilai memiliki sifat abstrak artinya
tidak dapat dia mati melalui indra manusia namun dalam
realisasinya nilai berkaitan dengan tingkah laku atau segala aspek kehidupan manusia yang bersifat nyata (praksis) namun demikian setiap nilai memiliki nilai dasar (onotologis) yaitu hakikat, esensi, intisari atau makna yang terdalam dari nilai-nilai tersebut. Nilai instrumental : untuk dapat nilai tersebut digunakan dalam dunia nyata (praksis) maka harus memiliki formulasi dan parameter yang jelas. Nilai instrumental inilah yang merupakan suatu pedoman
yàng dapat diukur dan dapat diarahkan. Nilai ini bisa dikatakan sebagai eksplitisasi nilai dasar.
Nilai praksis. Nilai pada dasarnya merupakan penjabaran lebih
lanjut dari adanya nilai instrumental dalam suatu kehidupan yang nyata
Pengertian politik
Politik berasal dari kata politics yang memiliki makna
bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan tujuan dari
sistem itu dan diikuti dengan pelaksanaan tujuan-tujuan itu.
Pengambilan keputusan mengenai apa yang menjadi tujuan dari sistem politik dapat berupa kebijakan-kebijakan umum.
Konsep politik menyangkut tentang negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijaksanaan, alokasi.
Pancasila sebagai etika politik
Pancasila sebagai etika politik ini akan berkaitan erat dengan nilai-nilai yang terkandung Pancasila. Pancasila tak hanya menjadi dasar filsafat negara, sumber
derivasi perundang-undangan namun juga merupakan sumber moralitas yang berhubungan dengan legitimasi kekuasaan, hukum serta berbagai kebijakan dan
pelaksanaan penyelenggaraan negara.