BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum dan Objek Penelitian
Dalam penelitian ini penulis akan mendeskripsikan tentang gambaran umum objek penelitian sesuai dengan judul yaitu ‘’ Studi Smoke Detector Alarm Untuk Mendeteksi Kebakaran di Atas Kapal’’. Sehingga dengan adanya deskripsi gambaran umum objek penelitian ini, pembaca dapat memahami dan mampu merasakan tentang hal yang terjadi pada saat penulis melakukan penelitian di atas kapal KM Spil Nita yang dimiliki oleh salah satu peusahan swasta di Indonesia yaitu PT Salam Pasifik Indonesia Lines.
Penelitian dilakukan di KM Spil Nita, yang jenis kapalnya adalah Kontainer. Rute pelayaran kapal ini adalah liner atau tetap yaitu Jakarta- Surabaya-Balikpapan-Bitung. KM Spil Nita mempunyai data-data kapal sebagai berikut:
1. Penyajian Data kapal KM. Spil Nita
1. Awak kapal
Diatas kapal KM Spil Nita mempunyai 22 awak kapal termasuk Nakhoda. Awak kapal terdiri dari 8 orang officer, 1 orang elektrician,1 orang boatswain,1 orang mandor, 3 orang jurumudi/Quarter Master (QM),3 orang oiler,1 orang koki, 1 orang pelayan (Messboy), dan 4 orang cadets (2 deck dan 1 engine dan 1 ETO).
2. Lampiran gambar Smoke Detector Alarm di kapal KM Spil Nita
Gambar. 4.1 Rangkaian Smoke Detector Alarm
Gambar. 4.2 Smoke Detector Alarm di KM Spil Nita
B. Lokasi dan Jumlah Smoke Detector Alarm
Dikapal smoke detector alarm sangat berguna untuk meneteksi asap agar mencegah adanya bahaya kebakaran diatas kapal. Asap di atas kapal dapat berasal dari dapur, mess room, engine room, akomodasi kapal,kamar ABK ataupun Perwira. Ada banyak Smoke Detector Alarm yang dipasang di kapal KM Spil Nita. Alat ini biasanya dipasang di langit-langit ruangan atau dinding bagian atas. Hal ini dipengaruhi prinsip pergerakan asap yang selalu mencari ruang dengan tekanan udara tinggi ke rendah. Dari Deck 1 sampai dengan deck 6 pada semua ruangan rata-rata dipasang alat ini. Di deck 1 tepatnya di ruang ECR (Engine Control Room) terdapat 9 buah. Dideck 2 lorong dan kamar ABK terdapat 14 buah. Dideck dapur/ruang makan terdapat 8 buah. Dideck 6 kamar perwira terdapat 10. Dideck 6 ada 5 buah termasuk di anjungan
A. Analisis Data 1. Hasil Observasi
Hasil pengamatan pada tanggal 11 Desember 2017, saya melakukan kegiatan bersama electrician KM. Spil Nita melakukan pegetesan smoke detector alarm dengan cara mennyemprotkan smoke detector test. Kegiatan tersebut atas perintah KKM. Pada saat kegiatan ada beberapa smoke detector yang tidak mendeteksi dengan baik. Yaitu smoke detector yang berada diruangan workshop. Hasil pengececekan didapatkan banyak debu atau butiran butiran besi yang menempel di
smoke detector. Debu tersebut menutupi sensor dari smoke detector sehinggga smoke tidak bekerja dengan baik. Debu itu berasal dari sisa kerja mandor mengebras piston bekas. Selanjutnya dilakukan pembersihan debu-debu yang menempel di smoke detector tersebut dengan electrical cleaner. Setelah itu dilakukan pengecekan ulang smoke tersebut hasilnya smoke detector bekerja kembali dengan baik.
Hasil pengamatan pada 5 Juli 2018, dilakukan pengecekan smoke detector bersama electrician KM.Spil Nita dan juga melakukan drill. Pada saat itu smoke tester gas disemprotkan ke semua smoke detector, dan hasilnya ada smoke detector yang tidak mendeteksi dengan baik, dan elekrtician KM. Spil Nita langsung mengecek smoke tersebut, ternyata baterai yang ada didalam smoke lemah. Tindakan selanjutnya, electrician memerintahkan untuk mengambil spare baterai yang ada di gudang penyimpanan spare part untuk mengganti baterai yang lama. Setelah dipasang baterai baru, dilakukan pengetesan ulang kembali smoke detector tersebut, hasilnya alat tersebut bekerja dengan baik normal seperti semula.
2. Hasil Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ahli Listrik di kapal KM.Spil Nita, alarm kebakaran di kapal bertujuan untuk mengetahui lokasi terjadinya kebakaran, untuk itu diperlukan fire detector yang dapat mendeteksi api, asap, panas, dan gas. Terjadinya kebakaran di kapal dapat terjadi karena adanya reaksi dari muatan, hubungan arus pendek dan benda benda dikamar mesin yang mudah terbakar karena higth temperature. Alarm yang dikeluarkan dari sistem alarm kebakaran di kapal merupakan tanda kepada ABK untuk segera mematikan mesin dan benda-benda yang dapat memicu api menjadi semakin besar. Di KM.Spil Nita dari mulai kapal dibuat sampai saat ini belum pernah mengalami kebakaran yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya Smoke Detector Alarm. KM.Spil Nita adalah kapal baru yang dibeli oleh perusahaan PT.SPIL pada 10 Agustus 2017 di wilayah perairan Singapore. Kapal ini sangat canggih, penggunaan smoke detector bisa terpantau secara langsung dimonitor smoke yang terletak di anjungan kapal. Jika smoke detector menangkap tanda-tanda kebakaran, monitor dianjungan akan berwarna merah dan menunjukan diruangan atau lokasi sumber asap. Oleh karena itu smoke detector diharapkan dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan pada saat penelitian didapatkan bahwa .
a. Jenis Smoke Detector di KM. Spil Nita memiliki 2 tipe yaitu :
1. Smoke Detector Multi, alat ini memiliki sistem 4 kabel ataupun 2 kabel, hal ini memungkinkan sensor untuk di integerasikan dengan Security Alarm dan juga Conventional Fire Alarm.
2. Stand Alone Smoke Detector, Sensornya tanpa memerlukan koneksi ke panel dan detektor ini menggunakan baterai sebagai sumber energi dengan led indicator bila baterai lemah
b. Komponen elektronika yang digunakan untuk membuat Smoke Detector Alarm yang ada di KM.Spil Nita adalah Resistor 470 Ohm, 4,7 Kilo Ohm, 1 Kilo Ohm, 47 Kilo Ohm, Capasitor 0,04 Micro Farat, 100 Micro Farat 25 Volt, IC tipe NE555. NE555 digunakan sebagai osilator astable AF untuk membunyikan alarm jika terdeteksi adanya asap.
B. Pembahasan
1. Penyebab Tidak Berfungsinya Smoke Detector
Tidak bekerjanya smoke detector alarm di KM. Spil Nita dikarenakan kelalain awak kapal itu sendiri. Pertama dikarena debu, debu yang menempel dialat smoke tersebut dikarena pada saat mandor bekerja mengebras alat piston tidak dilihat terlebih dahulu jika diatasnya ada smoke detector, sehinggga butiran-butiran kerak piston tersebut menyumbat sensor smoke detector yang menyebabkan tidak dapat mendeteksi dengan baik pada saat pengetesan. Debu yang menempel pada chamber smoke detector dapat menyebabkan beberapa hal, misalnya terjadinya hubungan singkat antar komponen. Sirkulasi didalam ruangan yang masuk melalui pentilasi biasanya membawa udara lembab/kotoran ini dapat menyebabkan suhu sekitar chamber smoke detector menjadi lembab, sehingga kaki komponen elektronika terutama IC menjadi karat dan pada akhirnya terjadi hubungan singkat antar komponen. Dan bisa jadi debu tidak bisa menembus sinar cahaya yang berbentuk denyutan dari lampu LED dengan optiknya yang akan dipancarkan secara garis lurus kebagian tertentu pada bagian smoke detector yang disebut chamber atau rung hitam yang terdapat diperangkat detector. Sebuah sensor yang juga dilengkapi lensa optik diletakkan kedalam posisi bagian bawah vertikal, sensor ini akan menghasilkan arus apabila terkena cahaya. Pada saat tidak ada asap, sinar cahaya LED akan menembak secara garis lurus dan tidak akan menyinari sensor yang terletak dibawah sinar tersebut. Namun jika ada
kebakaran dan asapnya memasuki chamber detector maka cahayanya akan berbelok dan diarahkan ke sensor sehingga mengaktifkan sinyal.
Gambar 4.3 smoke detector mendeteksi
Sumber: mms-cctv.indonetwork.co.id
Kedua dikarenakan lemahnya baterai sehingga alat tersebut tidak dapat mendeteksi dengan baik. Lemahnya baterai juga bisa mengakibatkan sistem grounding dan sistem isolasi yang buruk dan dapat berakibat kerusakan pada tahanan ataupun short circuit pada card module. Kerusakan jenis ini membuat kita cukup rumit, untuk kerusakan modul yang terjadi sebaiknya pasang kembali dengan yang baru. Namun jika tidak ditemukan lagi produk tersebut kita bisa melakukan modifikasi. Untuk melakukan modifikasi bisa dibagi dalam 2 kerusakan yaitu pada modul sensor (kerusakan lokal) dan pada unit MCFA. Kerusakan pada unit sensor local bisa diganti dengan yang baru, namun untuk kerusakan MCFA bisa dengan memperbaiki CPU atau dengan memodifikasi dengan sistem komputer. Modifikasi dilakukan dengan
mengganti MCFA dengan sebuah unit komputer sedang unit lain masih bisa dipakai dengan catatan bahwa modul sensor mempunyai sistem komunikasi protocol yang bisa dikomunikasikan ke unit kontrol komputer. Dengan menambahkan beberapa unit modul digital serta converter RS232/422/495 maka sistem alarm sudah bisa berfungsi kembali dengan baik.
Gambar 4.4 rangkaian baterai atau sumber untuk smoke detector
Sumber: panturafile.blogspot.com
Lemahnya baterai dikarenakan dilakukan pengecekan atau perawatan smoke detector hanya dalam setahun kurang lebih 2 kali. Kerusakan pun akan terdeteksi dimonitor smoke yang terletak di anjungan kapal. Menanggapi permasalahan tersebut, sebaiknya perawatan smoke detector dilakukan setiap sebulan sekali, karena smoke detector sangat berguna untuk meneteksi asap guna untuk mencegah terjadinya kebakaran. Dikapal sangat mudah terjadi kebakaran dikarenakan banyak bahan yang mudah terbakar, sehingga dibutuhkan perawatan berkala dengan setiap sebulan sekali mengetes ataupun mengecek baterai smoke detector tersebut.
2. Perawatan Yang Harus Dilakukan
Mengurangi munculnya kerusakan, kita perlu melihat kondisi alat tersebut dengan melakukan pengecekan dan perawatan rutin. Hal-hal yang belum diketahui mengenai smoke detector terutama pada mekanisme, perawatan, pembersihan, dan pergantian baterainya. Sehingga ketika diperlukan smoke detetector dapat befungsi secara maksimal. Untuk dapat merawat dan membersihkan benda ini secara tepat, kita perlu memahami mekanisme dan cara kerja alat ini, sehingga kita tak salah langkah dalam perawatan / membersihkannya. Berikut ini hal penting yang patut diketahui dan dilakukan ketika melakukan perawatan.
a. Lakukan pengetesan
Hampir semua smoke detector memiliki tombol yang akan mengaktifkan alarm takkala akan indikasi kehadiran api disebuah ruangan. Meskipun hal ini kadang akan terdengar berisik dan mengganggu, tetapi mencoba menyalakan tombol ini merupakan salah satu bagian dari proses perawatan itu sendiri, yakni untuk mengetahui apakah smoke detector tersebut masih berfungsi atau tidak. Kita perlu sesekali menciptakan api untuk memastikan bahwa alat ini dapat berfungsi dan mampu memberikan peringatan dini akan adanya ancaman kebakaran. Karena akan terlambat bila kita baru menyadari bahwa smoke detector ini telah rusak takkala ada sumber api nyata yang potensial yang menyebabkan kebakaran, namun tidak terdeteksi oleh smoke detector.
Lakukan tes paling tidak sebulan sekali. Bila alarmnya berbunyi dengan
normal, berarti smoke detector masih dalam keadaan baik. Namun bila tidak berbunyi atau berbunyi tetapi kurang nyaring , maka ada yang salah pada mesinnya sehingga perlu dibersihkan dan diperbaiki atau mungkin saja baterainya telah habis dan perlu diganti.
b. Penggantian baterai
Penggantian baterai bisa dilakukan tanpa menunggu baterai habis. Hal ini bisa dilakukan secara rutin, misal dua kali dalam setahun terlebih bila dalam proses pengetesan terbukti bahwa smoke detector gagal membunyikan alarm, pastinya kualitas baterai harus ditinjau kembali apakah masih baik atau sudah usang. Tetapi ada smoke detector yang berkualitas baik yang mampu berthan selama 10 tahun tanpa diganti.
Gambar 4.5 baterai smoke detector
Sumber: www.progresivinstrumen.com c. Alarm
Selain smoke detector itu sendiri, alarm juga fitur terkait yang kondisinya perlu dicek secara berkala. Terkadang alarm ini tidak
berfungsi sebagai mana mestinya. Misalnya pada saat aktivitas memasak diadalam deck dapur, maka akan tercipta sebuah asap yang dapat memicu alarm smoke detector yang akhirnya menyebabkan alarm berbunyi . padahal secara nyata kegiatan bukan merupakan sumber api yang perlu dikhawatirkan akan memicu kebakaran. Saat alarm berbunyi karena aktifitas-aktifitas tersebut, bukan berarti kita harus mematikan smoke detector yang merupakan pemicu alarm untuk berbunyi. Biasanya pada setiap smoke detector terdapat tombol yang berfungsi untuk menghentikan alarm dengan periode yang sudah diatur. Dengan demikian, kita tak perlu khawatir alarm akan berbunyi kembali saat kita melakukan aktifitas. Tetapi pastikan bahwa alarm tidak diam dalam waktu lama. Bila waktu diamnya terlalu lama hal ini mungkin ada pertanda bahwa ada bagian atau mesin yang rusak dan harus diperbaiki.
d. Perawatan dan pembersihan
Setelah smoke detector dicek secara menyeluruh jangan lupa untuk melakukan pembersihan, entah dalam bagian luar maupun bagian dalam. Letaknya yang berada pada langit-langit deck menimbulkan alat ini sering dipenuhi kotoran dan debu halus. Meskipun kadang- kadang debu itu tak terlihat, namun kita tak boleh meremehkannya karena debu ini bisa menjadi pemicu mesin smoke detector untuk tidak berfungsi. Terkadang kerusakan smoke detector bisa terjadi ketika alarm berbunyi padahal sebenarnya tak ada asap yang ditemukan,
melainkan hanya kumpulan debu-debu yang terdeteksi sebagai asap.
Untuk itu minimal sebulan sekali kita perlu menyempatkan untuk membersihkan alat ini secara rutin. Gunakan kain khusus yang mampu membersihkan dan mengangkut debu secara maksimal atau bisa menggunakan mesin penyedot debu dengan lengan yang panjang , sehingga kita bisa membersihkan debu dari lantai tanpa harus menjangkaunya hingga langit-langit. Akan tetapi bisa juga memilih untuk menjangkau smoke detector yang ada dilangit-langit satu persatu, hal ini tentunya akan lebih baik dan lebih efektif dalam membersihkan debu karena bisa menjangkau bagian yang lebih dalam secara detail.
BAB V
PENUTUP
Sebagai akhir dari penulisan penelitian ini, penulis mengambil beberapa simpulan dan saran yang semoga dapat bermanfaat untuk pengetahuan dan masukan tentang Studi Smoke Detector Alarm Untuk Mendeteksi Kebakaran di Atas Kapal KM.Spil Nita.
A. KESIMPULAN
Berdasarkan dari uraian analisa tentang Smoke Detector Alarm di kapal, maka dapat saya simpulkan bahwa
1. Penyebab tidak berfungsinya smoke detector karena kurangnya perawatan yang harus dilakukan secara rutin dan maksimal sehingga alat tersebut berfungsi secara baik dan maksimal.
2. Perawatan yang dilakukan di lapangan sangatlah kurang. Perawatan dilakukan jika akan dilakukan audit saja.
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian pembahasan serta kesimpulan yang telah dikemukakan, berikut ini adalah beberapa saran yang diharapkan dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan pada saat kita melakukan inspeksi smoke detector, yaitu :
1. Selalu melakukan pengetesan secara rutin sehingga jika ada smoke detector yang rusak ataupun kurang maksimal dapat diketahui secara dini.
2. Perlu menyempatkan memberihkan alat secara rutin. Minimal sebulan sekali untuk menjaga benar-banar yang terdeksi itu asap bukan debu atau bisa juga debu menutupi sensor tersebut.