Perubahan kinerja perekonomian setiap tahunnya pada perusahaan yang terdaftar di Lq 45 tahun 2009-2013 mempunyai perkembangan yang berbeda-beda. Perubahan kinerja lingkungan setiap tahunnya pada perusahaan yang terdaftar di Lq 45 tahun 2009-2013 mempunyai perkembangan yang berbeda-beda. Perubahan kinerja pelayanan setiap tahunnya pada perusahaan yang terdaftar di Lq 45 tahun 2009-2013 mempunyai perkembangan yang berbeda-beda.
Perubahan tahunan kinerja HAM perusahaan yang terdaftar di Lq 45 periode 2009-2013 menunjukkan perkembangan yang berbeda.
Perkembangan Kinerja Kemasyarakatan
Perubahan kinerja sosial setiap tahunnya pada perusahaan yang terdaftar di Lq 45 tahun 2009-2013 mempunyai perkembangan yang berbeda-beda.
Perkembangan Kinerja Tanggung Jawab Produk
Perubahan kinerja tanggung jawab produk setiap tahunnya pada perusahaan yang terdaftar di Lq 45 periode 2009-2013 mengalami perkembangan yang berbeda-beda.
Perkembangan Return On Asset (ROA)
Perubahan ROA setiap tahunnya pada perusahaan yang terdaftar di Lq 45 tahun 2009-2013 mempunyai perkembangan yang berbeda-beda.
Perkembangan Nilai Perusahaan dengan menggunakan metode Tobin’s Q
Perubahan nilai perusahaan setiap tahunnya pada perusahaan yang terdaftar di LQ 45 tahun 2009-2013 mempunyai perkembangan yang berbeda-beda.
Pengaruh kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja kemasyarakatan dan kinerja
Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinieritas
- Uji Hesterokedastisitas
- Uji Autokorelasi
- Koefisien Determinasi
- Uji Hipotesis
Model regresi yang baik adalah yang mempunyai distribusi normal atau mendekati normal sehingga layak untuk dilakukan uji statistik. Jika probabilitas < maka populasinya tidak berdistribusi normal. Tes visual juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode plot probabilitas normal pada program SPSS. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Jika data tersebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas (Singgih Santos, 2002). Pada gambar 4.1 terlihat grafik plot probabilitas normal yang titik-titiknya mengikuti garis diagonal, hal ini berarti data berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas klasik. Berdasarkan Tabel 4.9 di atas terlihat nilai VIF masing-masing variabel yaitu variabel kinerja keuangan sebesar 4,684, kinerja lingkungan 2,896, kinerja ketenagakerjaan 7,428, kinerja hak asasi manusia 6,556, kinerja sosial 6,333 dan kinerja tanggung jawab produk 8,446.
Uji hipotesis klasik heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah varians data sisa pengamatan yang satu dengan pengamatan yang lain berbeda atau konstan. Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa data atau titik-titik tersebar secara acak, tidak membentuk pola tertentu yang berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Uji hipotesis autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara kesalahan data observasi satu observasi dengan observasi lainnya pada model regresi linier. Model regresi yang baik adalah tidak terdapat korelasi. Untuk menguji ada tidaknya autokorelasi, dari sisa data terlebih dahulu dihitung nilai statistik Durbin Watson (D-W).
Dari tabel diatas diperoleh d-value sebesar 2,310. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan nilai dL dan dU pada tabel Durbin-Watson. Koefisien determinasi (r2) merupakan koefisien yang digunakan untuk mengetahui kontribusi variabel kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja masyarakat dan kinerja tanggung jawab produk terhadap Return On Assets (ROA). Pada Tabel 4.11 diketahui nilai korelasi simultan variabel kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk terhadap ROA adalah sebesar 0,610.
Artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara kinerja keuangan, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja kemasyarakatan dan kinerja tanggung jawab produk terhadap ROA. Dari tabel tersebut diperoleh hasil r square = 0,372 yang berarti variabel ROA dapat dijelaskan oleh kinerja keuangan, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk sebesar 37,2%, sedangkan sisanya 62,8%. dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diselidiki.
Pengujian Hipotesis secara simultan Kinerja Ekonomi, Kinerja Lingkungan, Kinerja Ketenagakerjaan, Kinerja Hak Asasi Manusia,
Pengujian Kinerja Ekonomi, Kinerja Lingkungan, Kinerja Ketenagakerjaan, Kinerja Hak Asasi Manusia, Kinerja Masyarakat secara simultan. H0 = Tidak terdapat pengaruh kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk terhadap Return on Assets (ROA). H1 = Terdapat pengaruh kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk terhadap Return on Assets (ROA).
Berdasarkan hasil uji F pada Tabel 4.12 diperoleh bahwa kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets (ROA). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Dahlia dan Siregar (2008) dalam Irine (2013), disebutkan bahwa tujuan perusahaan menggunakan kerangka pelaporan keberlanjutan adalah untuk mengelola hubungan dengan pemangku kepentingan, mengkomunikasikan kinerja manajemen dalam mencapai keuntungan jangka panjang perusahaan. . bagi pemangku kepentingan, seperti meningkatkan kinerja, keuangan, meningkatkan keunggulan kompetitif, memaksimalkan keuntungan dan kesuksesan jangka panjang perusahaan. Dengan terungkapnya laporan keberlanjutan yang dilakukan perusahaan diharapkan dapat memberikan bukti nyata bahwa proses produksi yang dilakukan perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan saja, namun juga memperhatikan permasalahan sosial dan lingkungan agar dapat berkembang. kepercayaan pihak-pihak yang berkepentingan.
Informasi dalam laporan keberlanjutan juga dapat menjadi media promosi bagi masyarakat, meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap perusahaan.
Pengujian Hipotesis secara parsial Kinerja Ekonomi, Kinerja Lingkungan, Kinerja Ketenagakerjaan, Kinerja Hak Asasi Manusia,
Analisis Regresi Berganda
EC = Kinerja Ekonomi EN = Kinerja Lingkungan LA = Kinerja Ketenagakerjaan HR = Kinerja Hak Asasi Manusia SO = Kinerja Masyarakat. Dapat diartikan jika diasumsikan kinerja keuangan, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk bernilai 0, maka ROA akan tetap sebesar 0,052. Dengan asumsi kinerja keuangan 1, kinerja lingkungan 0, kinerja ketenagakerjaan 0, kinerja hak asasi manusia 0, kinerja sosial 0, dan kinerja tanggung jawab produk 0, maka ROA 0,000 dan tidak bertambah atau berkurang.
Dengan asumsi kinerja lingkungan 1, kinerja keuangan 0, kinerja ketenagakerjaan 0, kinerja hak asasi manusia 0, kinerja sosial 0, dan kinerja tanggung jawab produk 0, maka ROA 0,000 dan tidak mengalami kenaikan maupun penurunan. Jika diasumsikan kinerja ketenagakerjaan 1, kinerja keuangan 0, kinerja lingkungan 0, kinerja hak asasi manusia 0, kinerja sosial 0, dan kinerja tanggung jawab produk 0, maka ROA akan meningkat menjadi 0,003. Jika diasumsikan kinerja hak asasi manusia 1, kinerja ekonomi 0, kinerja lingkungan 0, kinerja ketenagakerjaan 0, kinerja sosial 0, dan kinerja tanggung jawab produk 0, maka ROA akan meningkat menjadi 0,002.
Jika diasumsikan kinerja sosial 1, kinerja ekonomi 0, kinerja lingkungan 0, kinerja ketenagakerjaan 0, kinerja hak asasi manusia 0, dan kinerja tanggung jawab produk 0, maka ROA akan turun menjadi 0,004. Jika diasumsikan kinerja tanggung jawab produk 1, kinerja ekonomi 0, kinerja lingkungan 0, kinerja ketenagakerjaan 0, kinerja hak asasi manusia 0, dan kinerja sosial 0, maka ROA 0,000 dan tidak ada kenaikan atau penurunan.
Pengaruh kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja kemasyarakatan dan kinerja
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinieritas
- Uji Hesterokedastisitas
- Uji Autokorelasi
- Koefisien Determinasi
- Uji Hipotesis
- Analisis Regresi Berganda
Koefisien determinasi (r2) merupakan koefisien yang digunakan untuk mengetahui kontribusi variabel kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja masyarakat dan kinerja tanggung jawab produk terhadap nilai perusahaan. Pada tabel 4.17 diketahui nilai korelasi simultan variabel kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja masyarakat dan kinerja tanggung jawab produk terhadap nilai perusahaan adalah sebesar 0,557. Artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk terhadap nilai perusahaan.
Pengujian hipotesis secara simultan kinerja keuangan, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, lingkungan hidup, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja komunitas dan kinerja tanggung jawab produk terhadap nilai perusahaan. Ho : ρ = 0, maka tidak terdapat pengaruh kinerja keuangan, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk terhadap nilai perusahaan. H1 : ρ 0, terdapat pengaruh kinerja keuangan, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja kemasyarakatan dan kinerja tanggung jawab produk terhadap nilai perusahaan.
Ho = Nilai bisnis tidak dipengaruhi oleh kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan tanggung jawab produk. H1 = Kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan tanggung jawab produk berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Agar Ho ditolak maka nilai F hitung harus lebih besar dari F tabel (Fhitung > Ftabel) sehingga akan menimbulkan dampak antara kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja masyarakat dan kinerja tanggung jawab produk terhadap nilai-nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil uji F pada Tabel 4.18 diperoleh bahwa kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk secara simultan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Uji signifikansi yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk mempunyai nilai p-value sebesar 0,160. Karena p-value > 0,10 maka kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk berada pada area yang menerima Ho.
Pengujian hipotesis secara parsial kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, lingkungan hidup, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja masyarakat, dan tanggung jawab produk terhadap nilai perusahaan. Hasil Uji T untuk variabel Kinerja Ekonomi, Kinerja Lingkungan, Kinerja Ketenagakerjaan, Kinerja Hak Asasi Manusia, Kinerja Masyarakat. Sedangkan laporan keberlanjutan yang dinyatakan melalui variabel kinerja ekonomi, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk, tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Karena p-value > 0,10 maka kinerja ekonomi, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk berada pada area yang menerima Ho. Dapat diartikan jika diasumsikan kinerja ekonomi, kinerja lingkungan, kinerja ketenagakerjaan, kinerja hak asasi manusia, kinerja sosial dan kinerja tanggung jawab produk bernilai 0, maka Nilai Perusahaan akan tetap sebesar 213,554.